Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Innovation for Community Service Journal

Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Alkohol Hasil Redestilasi Sopi Di SMA Negeri 40 Maluku Tengah Priska Marisa Pattiasina; Imanuel B.D Kapelle; Nelson Gaspersz; Mimi Salmawati; Dewi Sri
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i2.10508

Abstract

Keberadaan tanaman mayang di daerah Maluku Tengah cukup banyak. Pada umumnya masyarakat setempat memanfaatkan tanaman mayang hanya sebagai bahan baku pembuatan minuman tradisional beralkohol yang dikenal dengan nama sopi. Alkohol yang terkandung dalam minuman sopi tersebut dapat ditingkatkan kadar alkoholnya dengan cara redestilasi, sehingga dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan produk hand sanitizer. Oleh karena itu tim dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Pattimura melakukan pelatihan pembuatan produk hand sanitizer berbahan dasar hasil redestilasi sopi kepada para siswa dan guru di SMA Negeri 40 Maluku Tengah. Pelatihan yang telah dilakukan meliputi redestilasi sopi, dan perhitungan formula serta demo pembuatan hand sanitizer. Diharapkan kedepannya para siswa dan guru dapat membuat produk tersebut dan dapat melatih masyarakat setempat untuk turut memanfaatkan minuman sopi sebagai bahan untuk menghasilkan produk hand sanitizer yang memiliki nilai guna untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Demo Sains: Aplikasi Pemahaman Dasar Sains Dalam Aktivitas Sehari-Hari Kepada Siswa SMA Negeri 42 Maluku Tengah Bijang, Catherina Manukpadang; Salmawati, Mimi; Rutu, Irwan
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12989

Abstract

Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar-mengajar. Banyak siswa mengalami kesulitan untuk mempelajari sains sehingga sering mengalami kesalahan konsep. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat langsung dilaksanakan kepada masyarakat melalui metode ilmiah yang berorientasi pada pemecahan masalah. Secara umum, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema: “Demo sains: aplikasi pemahaman dasar sains dalam aktivitas sehari-hari kepada siswa SMA Negeri 42 Maluku Tengah ” adalah menumbuhkan minat siswa terhadap ilmu sains dengan mendemokan kejadian sehari-hari yang dapat dijelaskan dengan ilmu sains. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah 50 orang siswa . Materi permainan sains yang digunakan adalah 7 materi yang didemonstrasikan oleh tim dosen di depan para siswa di ruang kelas. Metode yang dilakukan adalah pertunjukkan percobaan sains yang diselingi dengan ceramah dan diskusi serta melibatkan beberapa siswa/i untuk langsung mencoba permainan sains yang sedang dilakukan. Para siswa menunjukkan antusias yang tinggi dengan cara berlomba untuk mempraktekkan percobaan dan banyak memberikan pertanyaan tentang materi yang dipraktekkan. Kegiaan ini juga dapat mempermudah guru ketika menjelaskan tentang materi ajar yang sudah dipraktekkan.
Peningkatan Pemahaman Konsep Kimia Siswa SMA Negeri 5 Ambon melalui Eksperimen Kimia Sederhana Salmawati, Mimi; Rosmawaty, Rosmawaty; Sohilait, Mario Rowan; Gaspersz, Nelson; Hasanela, Nurani; Pattiasina, Priska Marisa; Sri, Dewi
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i2.15668

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Ambon bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar kimia melalui pendekatan praktikum langsung. Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahapan utama: persiapan materi dan perlengkapan, pembentukan tim pengajar dan pendamping, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan eksperimen, analisis hasil dan diskusi, serta evaluasi dan penilaian. Empat eksperimen kimia dilaksanakan dalam kegiatan ini, yaitu pembentukan gas hidrogen, uji identifikasi gas karbon dioksida, reaksi volcano, dan busa elefant. Masing-masing eksperimen dirancang untuk memberikan pengalaman praktis yang mendalam bagi siswa dalam memahami reaksi-reaksi kimia dasar dan aplikasinya. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia yang dipelajari, peningkatan minat dan antusiasme siswa terhadap pelajaran kimia, serta peningkatan keterampilan praktikum mereka. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya dan memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan minat siswa terhadap ilmu kimia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program pengabdian masyarakat serupa di masa depan, dengan rekomendasi untuk memperluas cakupan materi dan melibatkan lebih banyak sekolah guna memperluas dampak positif yang dicapai.
Mengembangkan Potensi Lokal: Pembuatan Permen Kelor Sebagai Produk Unggulan Desa Hunuth Salmawati, Mimi; Pattiasina, Priska Marissa; Runtu, Irwan; Sohilait, Stephani Pascaline
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i1.19457

Abstract

Desa Hunuth merupakan salah satu Desa yang memiliki potensi lokal berupa tanaman kelor (Moringa oleifera), yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk berbasis kelor melalui pelatihan pembuatan permen kelor yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Hunuth. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Hunuth dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah metode demonstrasi langsung (demonstration method), yang memungkinkan peserta untuk menyaksikan dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan permen kelor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembuatan permen kelor berhasil dilakukan dengan menghasilkan produk yang layak konsumsi dan bernilai gizi. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi permen kelor secara mandiri. Antusiasme tinggi dari peserta menjadi indikator keberhasilan program, serta menunjukkan potensi permen kelor untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.