Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Effect of Combination of Nutrition on Growth and Yield of Water Spinach Plants in NFT Hydroponic System Pangaribuan, Darwin; Fortuna, Kirana Ceri; Ramadiana, Sri; Widyastuti, RA. Diana
Akta Agrosia Vol 28 No 2 (2025):
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A hydroponic system is a technique for growing plants without soil, utilizing water combined with nutrients as a replacement for soil.  The purpose of this research was to determine the most effective combination of treatments between AB – Mix with liquid organic fertilizer (LOF) shrimp waste extract, LOF chicken manure extract, and eco-enzyme solution in supporting the growth of water spinach plants in the NFT hydroponic system. This research applied a Randomized Block Design with four types of treatments: AB – Mix 100% as a control, AB – Mix 75% + 15% shrimp waste extract + 10% chicken manure extract + 0 ml/l eco enzyme solution, AB – Mix 75% + 15% shrimp waste extract + 10% chicken manure extract + 1 ml/l eco enzyme solution, AB – Mix 75% + 15% shrimp waste extract + 10% chicken manure extract + 2 ml/l eco enzyme solution.. The results showed that the combination of AB-Mix with shrimp waste extract, chicken manure extract, and eco-enzyme produced the best results for hydroponic water spinach plants. This study showed the potential of using organic waste as an alternative nutrient from the treatment of AB-Mix 75% + 15% shrimp waste extract + 10% chicken manure extract + 0 ml/l eco-enzyme solution, AB-Mix 75% + 15% shrimp waste extract + 10% chicken manure extract + 1 ml/l eco-enzyme solution, and AB-Mix 75% + 15% shrimp waste extract + 10% chicken manure extract + 2 ml/l eco-enzyme solution gave the best results for hydroponic water spinach plants. This study shows the potential for using organic waste as an alternative source of nutrients. Keywords: chicken manure, eco-enzyme, hydroponic NFT, shrimp waste, water spinach
Aplikasi Digital Irrigation Timer pada Budidaya Tanaman Pekarangan di Kelompok Wanita Tani Anggrek Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Edy, Akari; Ramadiana, Sri; Pujisiswanto, Hidayat; Widyastuti , RA. Diana; Ermawati, Ermawati; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v3i4.1721

Abstract

Kelompok Wanita Tani Anggrek berlokasi di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.  Usaha untuk menyejahterakan keluarga petani dapat dimulai dengan memanfaatkan lahan pekarangan.  Pekarangan di Desa Marga Kaya, khususnya di KWT Anggrek dipenuhi oleh aneka ragam tanaman sayuran dan rempah.  Namun demikian, belum ada sistem budidaya dengan pemakaian air yang efisien dan dapat meningkatkan produktivitas.  Dengan demikian, tujuan pengabdian ini adalah petani dapat mengaplikasikan digital irrigation timer pada budidaya tanaman pekarangan sehingga pemberian air lebih terkontrol, tepat, dan efisien dan memungkinkan peningkatan produktivitas tanaman.  Metode yang digunakan ceramah/diskusi, pendampingan terjadwal, dan demplot (demonstration plot) tentang aplikasi digital irrigation timer pada budidaya tanaman pekarangan. Sasaran pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani Anggrek dan masyarakat di sekitar Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.  Evaluasi akhir hasil kegiatan aplikasi digital irrigation timer pada budidaya tanaman pekarangan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan pengabdian. Setelah pengabdian dilaksanakan tingkat pengetahuan meningkat: dasar digital irrigation timer dari 20% menjadi 95%; manfaat digital irrigation timer dari 25% menjadi 75%; instalasi digital irrigation timer dari 37,5% menjadi 80%. Ketertarikan/preferensi terhadap digital irrigation timer dari 45% menjadi 90%. Rata-rata umum dari 33% menjadi 84%.