Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Produk Herbal Ratoh Pada Kelompok Tani Aeng Lestari Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Rempah di Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang Maflahah, Iffan; Asfan, Dian Farida; AS, Fathor; Gultom, Yosi Efra Elkana; Ariansyah, Rizky; Umam, Moh Asrul
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 01 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.01.92-98

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada pengembangan produk herbal Ratoh untuk meningkatkan pendapatan petani rempah di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Pengabdian berlangsung di kelompok tani aeng lestari yang berada di sebuah Desa, Bunten Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2024. Tahap kegiatan terdiri dari persiapan dalam bentuk pengamatan terhadap kondisi awal kelompok tani aeng lestari, tahap penyuluhan, pelatihan dan pemanfaatan hasil pelatihan. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan penjualan produk jamu dengan melakukan pengemasan secara baik serta melakukan pengembangan produk. Pengandian ini melibatkan pengenalan alat modern seperti mesin pengaduk dan pengepres untuk membantu kelompok tani dalam mengolah dan mengemas produk herbal secara lebih efektif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan dalam proses pengemasan produk yang lebih cepat dan bermanfaat bagi kelompok tani aeng lestari. Peningkatan pengetahuan para anggota kelompok tani sebesar 62,98%.
HACCP design in the production of rapet wangi Madura herbal medicine at PT. Firdaus Kurnia Indah Dian Farida Asfan; Iffan Maflahah; Emi Normalina Omar; Debirotul Auliya
AGROINTEK Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i2.20191

Abstract

PT. Firdaus Kurnia Indah is one of the traditional herbal medicine industries in Bangkalan. One of the herbal medicine products with the highest demand is rapet wangi. News about traditional herbal medicine that is added with hazardous chemicals can cause complaints that are very detrimental to health. Therefore, it is necessary to carry out material inspection and monitoring of the process of making traditional herbal medicine that is free from the dangers of chemicals. The method for identifying hazards in the production process was by using the HACCP (Hazard Critical Control Point) method. The application of HACCP in the process of making herbal rapet wangi produces critical control points (CCP) in the drying process and the printing process. In herbal rapet wangi products, it can be seen that the critical control points (CCP) are in the drying process and the printing process. In the drying process where the risk of contamination of pathogenic microbes is very high. The risk of contamination of pathogenic microbes is very high because it is feared that the microbes will not die even though they have been heated. In the process of forming herbal medicine, there is a risk of cross-contamination from workers and equipment because when forming herbal medicine it is round, does not use gloves, and does not use hair coverings.
Pendampingan Peternak dalam Optimalisasi Produksi dan Pemasaran Pakan untuk Mendukung Nafkah Berkelanjutan Asfan, Dian Farida; Triyasari, Sri Ratna; Widodo, Slamet; Maflahah, Iffan; Lestari, Syndi Aprilia; Hananiyah, Hananiyah; Isnaini, Ardi Fajar
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18586

Abstract

Pendahuluan: Pakan merupakan elemen utama dalam menunjang produktivitas ternak, namun pengolahan secara manual yang masih dilakukan oleh peternak di Desa Oloh, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, menyebabkan rendahnya efisiensi dan produktivitas. Studi ini bertujuan untuk mendampingi Kelompok Ternak Melati dalam optimalisasi produksi dan pemasaran pakan melalui pemanfaatan teknologi mesin pencacah hijauan dan mesin pengaduk pakan. Metode: Persiapan, pengadaan mesin, penyuluhan dan pelatihan, serta evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pengoperasian mesin, komposisi pakan, serta pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan. Evaluasi melalui pretest dan postest menunjukkan lonjakan pemahaman peserta sekitar 87% terhadap topik yang disampaikan. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi pakan, keterampilan peternak, serta kesadaran akan pemanfaatan teknologi, sehingga mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan usaha peternakan di wilayah tersebut.
Karakteristik Mutu Garam Fungsional Tanaman Alur (Suaeda maritima) Berdasarkan Perbandingan Rasio Pelarut dan Tepung Alur Nabilah, Ana; Maflahah, Iffan; Supriyanto, Supriyanto; Asfan, Dian Farida
Rekayasa Vol 17, No 1: April, 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v17i1.21689

Abstract

Seablite (Suaeda maritimea) is a plant that grows in salt marshes and furrow soil which is rich in vitamin A content. Seablite is one of the plants that can be used as functional raw materials. Functional salts are salts that have a low NaCl content (less than 50%). The purpose of this study was to determine the effect of the ratio of air and seablite flour on the quality of the functional salt of the seablite. The characteristics of the salt used were moisture content test, ash content, salinity test, NaCl test, and vitamin A test. Salt was prepared by air treatment and seablite t flour, namely 1:5, 1:10, 1:15 and 1: 20. The technique of making seablitefunctional salt is to start by dissolving the seablite flour with water as a solvent. Heating the solution for 10 minutes, filtering using a filter cloth, the resulting filtrate is then deposited for 3 days, the precipitate from the seablite flour solution is then dried for 3 days at a temperature of 65oC, finally weighing the material in the form of seablite plant salt. Based on the results of the quality characteristic research, the difference in the ratio of the solvent ratio to the seablite flour gives a significant difference to the quality characteristics of the functional salt of the seablite plant, the analysis of theyield, water content, ash content, salinity, NaCl content and vitamin A content.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SKKNI BIDANG KEAMANAN PANGAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN Hidayat, Khoirul; Ulya, Millatul; Mu'tamar, Muhammad Fuad Fauzul; Mojiono, Mojiono; Maflahah, Iffan; Firmansyah, R Arief; Asfan, Dian Farida
Natural Science Education Research Vol 8, No 3 (2025): Natural Science Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v8i3.4650

Abstract

Tenaga yang kompeten di bidang keamanan pangan makin dibutuhkan seiring dengan peningkatan tuntutan jaminan keamanan pangan bagi industri dan bisnis pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengembangan model pembelajaran berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang keamanan pangan, sehingga berkontribusi menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang tersebut. Model pembelajaran pada mata kuliah Manajemen Kualitas dikembangkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang keamanan pangan, meliputi 3 aspek (pengetahuan, sikap dan keterampilan) sesuai dengan unit kompetensi pada SKKNI. Hasil pengembangan kemudian dievaluasi berdasarkan hasil uji kompetensi yang diselenggarakan pada tahun 2017 (sebelum pengembangan model pembelajaran) dan 2018 (sesudah pengembangan model pembelajaran). Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa jumlah peserta yang tidak lulus uji kompetensi menurun sebesar 14.91%, yaitu 17.39% pada tahun 2017 menjadi 2.48% pada tahun 2018. Penurunan ini memperlihatkan bahwa pengembangan model pembelajaran mata kuliah Manajemen Kualitas mampu berkontribusi pada jumlah kelulusan uji kompetensi bidang keamanan pangan.
Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing Produk Minuman Sehat Kelompok Asman “Kunyit Putih” melalui Inovasi dan Digitalisasi Pemasaran Fansuri, Hamzah; Mashudi, Mashudi; Vibriyanto, Norita; Maflahah, Iffan; Asfan, Dian Farida; Karunia, Sanuri; Zaskiyanti, Aida; Sholehuddin, Moh.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8285

Abstract

Kelompok Asman “Kunyit Putih” di Desa Kalangan Prao masih menghadapi kendala dalam diversifikasi produk dan pemasaran digital sehingga daya saing usaha minuman sehat mereka terbatas. Untuk menjawab permasalahan itu, pengabdian masyarakat dilakukan dengan fokus pada peningkatan kapasitas inovasi produk serta digitalisasi pemasaran.   Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam satu hari penuh. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kebutuhan mitra, pelatihan formulasi varian baru dan kemasan, pelatihan strategi pemasaran digital (media sosial dan marketplace), praktik langsung pengunggahan produk dengan pendampingan real-time, serta evaluasi kuisioner pasca kegiatan dan wawancara singkat. Berdasarkan kuisioner pasca, skor rata-rata peserta untuk pemahaman inovasi produk mencapai 4,3, pemahaman digital marketing 4,0, dan sikap positif terhadap pemasaran digital sebesar 4,5. Selama sesi praktik, delapan posting produk berhasil dipublikasikan dengan jangkauan antara 30 hingga 50 orang serta interaksi sekitar 5 hingga 10 per posting. Beberapa posting bahkan memicu pertanyaan pemesanan.  Meskipun intervensi hanya satu hari, gabungan pelatihan teoritik, praktik langsung, dan pendampingan real-time mampu menghasilkan efek awal positif dalam transformasi digital usaha mikro. Namun, untuk menjamin keberlanjutan adaptasi dan dampak jangka panjang, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan berkala, evaluasi konten, serta penguatan internal kelompok.
HACCP design in the production of rapet wangi Madura herbal medicine at PT. Firdaus Kurnia Indah Dian Farida Asfan; Iffan Maflahah; Emi Normalina Omar; Debirotul Auliya
AGROINTEK Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i2.20191

Abstract

PT. Firdaus Kurnia Indah is one of the traditional herbal medicine industries in Bangkalan. One of the herbal medicine products with the highest demand is rapet wangi. News about traditional herbal medicine that is added with hazardous chemicals can cause complaints that are very detrimental to health. Therefore, it is necessary to carry out material inspection and monitoring of the process of making traditional herbal medicine that is free from the dangers of chemicals. The method for identifying hazards in the production process was by using the HACCP (Hazard Critical Control Point) method. The application of HACCP in the process of making herbal rapet wangi produces critical control points (CCP) in the drying process and the printing process. In herbal rapet wangi products, it can be seen that the critical control points (CCP) are in the drying process and the printing process. In the drying process where the risk of contamination of pathogenic microbes is very high. The risk of contamination of pathogenic microbes is very high because it is feared that the microbes will not die even though they have been heated. In the process of forming herbal medicine, there is a risk of cross-contamination from workers and equipment because when forming herbal medicine it is round, does not use gloves, and does not use hair coverings.