Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rethinking Resilience through a Comprehensive Review of Persistent Challenges in Natural Disaster Management in Southeast Asia Putri, Desi Eka; Febrianto, Hary; Yanto, Andri; Ismayani, Nina
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35512

Abstract

Southeast Asia is a global hotspot for natural disasters, where escalating frequency and severity, amplified by climate change, continuously test national and local resilience. This comprehensive review synthesizes and expands upon existing systematic analyses of disaster management in the region, offering a deep-dive exploration of persistent challenges. Building on a foundational systematic review that identified key literature (Samad et al., 2025), this article moves beyond simple identification to provide a deep, integrative discussion of the critical obstacles hindering effective disaster risk reduction (DRR). We analyze eight major thematic challenges: (1) inadequate preparedness, (2) inefficient response mechanisms, (3) deep-seated socio-economic vulnerabilities, (4) gaps in public education and risk perception, (5) fragile and exposed infrastructure, (6) economic constraints and resource misallocation, (7) fragmented government policies and governance, and (8) the complex role of local beliefs and culture. This review synthesizes findings from across the region, drawing on key studies from Indonesia, the Philippines, Thailand, Vietnam, and others. The analysis underscores the profound interconnectedness of these challenges, arguing that single-domain solutions are insufficient. The findings form the basis for a robust discussion on integrated policy-making, strategic investment, and community-centric approaches, concluding with actionable recommendations for scholars and practitioners to foster a more sustainable and resilient future for the region.
UJI EFETIVITAS BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi l.)terhadap kematian larva Anopheles Spdi desa simpenan kabupaten sukabumi Putri, Desi Eka; Apriyana, Rahman
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu pemberantasan nyamuk yang dapat dilakukan secara sederhana dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan adalah pemberantasan larva menggunakan senyawa kimia alami.  Buah belimbing wuluh dipilih sebagai alternatif pengganti insektisida karena tanaman ini sudah dikenal masyarakat dan mudah diperoleh di seluruh Indonesia. Buah belimbing wuluh juga telah digunakan di banyak negara untuk membasmi nyamuk pada tempat perindukannya. Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) mengandung salah satu zat yang dapat digunakan sebagai larvasida yaitu Saponin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu uji efektivitas buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap kematian larva Anopheles sp.  Penelitian ini berdasarkan sifat masalahnya adalah eksperimental. Sampel penelitian adalah larva Anopheles sp sejumlah 300 ekor larva Anopheles sp yang masing-masing dimasukan kedalam kontainer 10 ekor larva Anopheles sp yang dibagi menjadi 1 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan. Ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2ml, 4ml, 6ml, 8ml dan 10ml. Penelitian ini dilakukan sebanyak lima kali pengulangan. Pengamatan dilakukan setelah 50 menit dan dihitung jumlah larva yang mati. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS.Dari hasil statistik analisa univariat dosis 2ml, 4ml, 6ml, 8ml dan 10ml, yang paling efektif membunuh larva yakni pada dosis 10ml dengan jumlah larva yang mati 48 ekor larva Anopheles sp. Pada penelitian ini pH berpengaruh terhadap kematian larva Anopheles sp karena semakin rendah atau semakin asam maka semakin efektiv dalam membunuh larva. Salinitas juga berpengaruh karena habitat Anopheles sp yang hidup di air payau yang salinitas airnya tinggi oleh karena itu salinitas air sangat berpengaruh pada penelitian ini karena mempengaruhi kehidupan larva Anopheles sp. Analisa bivariat Anova diperoleh nilai F hitung 138.750 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan demikian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ekstrak buah belimbing wuluh terhadap kematian larva Anopheles sp.
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum Sanctum Linn) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes Aegypti Putri, Desi Eka; Yandi, Moh Mulki
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 2 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Aedes Aegypti adalah spesies nyamuk tropis dan sutropis yang ditemukan di bumi. Aedes Aegypti adalah salah satu vektor nyamuk yang paling efisien untuk arbovirus, karena nyamuk ini sangat antropofilik dan hidup dekat manusia dan sering hidup di dalam rumah. Kemangi (Ocimum sanctum Linn) Merupakan tanaman yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Kemangi mengandung senyawa flavonoid, dan saponin. Flavonoid dan saponin dapat digunakan sebagai insektisida dan larvisida.  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun kemangi terhadap kematian larva Aedes Aegypti di RT 03 RW 03 Kecamatan Citamiang Kelurahan Citamiang Kota Sukabumi Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan dosis 10ml, 15ml, 20ml, dan 25ml dengan 4 kali pengulangan. Populasi yang digunakan adalah 250 larva Aedes Aegypti yang masing-masing di isi 10 ekor pada setiap container dan diambil dari RT 03 RW 03 Kecamatan Citamiang Kelurahan Citamiang Kota Sukabumi Tahun 2018. Analisa data yang di gunakan adalah Analisa Univariat dan Analisa Bivariat dengan menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian Analisa Univariat kematian larva Aedes aegypti yang paling efektif pada dosis 25ml sebesar 36 ekor larva. Dan hasil hitung Analisa Bivariat didapatkan nilai P-Value 0,000 < 0,05, dengan demikian menunjukan bahwa ada pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum Linn) terhadap kematian Larva Aedes aegypti RT 03 RW 03 Kecamatan Citamiang Kelurahan Citamiang Kota Sukabumi Tahun 2018. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan larva dengan jumlah yang lebih banyak agar data yang di dapat lebih representative. Selain itu diharapkan bagi masyarakat agar dapat menggunakan Ekstrak Daun Kemangi sebagai insektisida nabati di tempat-tempat perindukan nyamuk.
Identifikasi dan Evaluasi Potensi Geosite pada Kawasan Karst Nagari SImarasok dalam Mendukung Pengembangan Geopark Kabupaten Agam Sumatera Barat Febrianto, Hary; Angraini, Anggi; Osronita, Osronita; Yanto, Andri; Yanti, Mory; Zega, Fermawati; Putri, Desi Eka
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.36381

Abstract

A geopark is a regional management concept that integrates geological heritage conservation, earth education, and local economic development through community-based geotourism activities. Based on Presidential Regulation No. 9 of 2019 and UNESCO guidelines, a geopark is defined as a protected area containing high-value geosites in terms of geoheritage, geodiversity, biodiversity, and cultural diversity, which is managed sustainably to improve welfare while fostering environmental awareness. In Indonesia, geopark development is directed as a conservation strategy and regional development instrument, including in West Sumatra Province, which includes a geopark program in its tourism development master plan. In this context, the active role of local governments and communities is key to the successful management of geoparks as geotourism destinations with educational, ecological, and economic value.
ANALISIS FENOLIK DAN FLAVONOID DALAM EKSTRAK METANOL DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI Nofita, Dewi; Setiawan, Budi; Marthia, Cut Mina; Putri, Desi Eka
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i2.967

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack.) is an indigenous Indonesian plant traditionally used for the treatment of fever, enhancing immune function, and managing hypertension. This study aimed to determine the total phenolic and flavonoid contents of methanol extracts of Sungkai leaves using spectrophotometric analysis. Phenolic content was measured using the Folin–Ciocalteu reagent with gallic acid as the standard, while flavonoid content was quantified using quercetin as the reference compound. The results showed that the methanol extract of Sungkai leaves contained a total phenolic content of 255.760 ± 0.0146 mg GAE/g extract and a total flavonoid content of 52.014 ± 0.0301 mg QE/g extract. These findings indicate that Sungkai leaves represent a promising natural source of bioactive metabolites with potential health benefits.