Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

INSTITUTION OF SOCIOLOGY TEACHING IN INSTRUMENTING MULTICULTURAL CONSTRUCTS IN SCHOOLS: BIBLIOMETRIC ANALYSIS WITH VOSVIEWER AND RSTUDIO BIBLISHINY Muhammad - Rizaldy; Vina Adriany; Siti Nurbayani K
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol 22 No 01 (2024): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/dia.v22i01.9500

Abstract

Education is usually associated with the educational opportunities and experiences provided to students with different backgrounds such as race, ethnicity, culture, and social class; in fact, multicultural education is commonly understood and practiced. The implications for education behind the complexity of multiculturalism as a concept have demanded the need to move towards social justice-oriented education. The type of writing used in this article uses a bibliometric analysis approach. This article examines the impact of sociology education on multicultural understanding in schools from the Scopus database between 1979 and 2022. To support the assertiveness and effectiveness of multicultural education, partnerships with the wider community complete the coherence of this approach. It is necessary to apply norms and standards that are compatible with multicultural education to form a school culture that supports diversity. Norms and standards This consistent method, aligned with multicultural education, should be applied to shape a school culture that supports diversity. The context of the teacher in daily life is able to encourage students not to be separated from the rules that apply by modeling to students how to live in a heterogeneous and homogeneous society in the midst of technological advances.
Partisipasi Anak menurut Pandangan Orangtua Adat Salamah, Siti; Adriany, Vina; Agustine, Mubiar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8564

Abstract

Partisipasi anak menurut pandangan orangtua adat dapat dipengaruhi oleh norma dan adat istiadat, peran keluarga, akses terhadap informasi, pengaruh tokoh masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kegiatan komunitas, kesehatan dan kesejahteraan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana partisipasi anak di kampung Benda Kerep dan data yang dihasilkan dijadikan salah satu data penunjang penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan dalam peneliltian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tangga partisipasi Roger Hart sebagai pedoman menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anak di Kampung Benda Kerep berada pada anak tangga ke 4 yaitu anak dikonsultasi dan diinformasikan. Anak-anak usia 4-6 tahun sudah memiliki inisiatif dan senang dilibatkan dalam setiap kegiatan baik dirumah maupun di lingkungan masyarakat. Keikutsertaan anak dalam masyarakat dapat mengembangkan kemandirian anak dan rasa aman yang dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih sesuatu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan partisipasi anak sesuai dengan usianya dan kesiapan anak, maka tidak hanya memperkuat pengalaman anak sebagai individu berharga saja, tetapi juga membantu membangun fondasi yang kuat bagi partisipasi masyarakat aktif dan berkelanjutan di masa depan
Application of Early Childhood Learning Model with Gender Justice Adriany, Vina; Widaningsih, Lilis; Yulindrasari, Hani; Aryanti, Tutin; Shantini, Yanti
Indonesian Journal of Adult and Community Education Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijace.v5i1.64271

Abstract

This community service program is a follow-up to the programs and activities carried out in Batu Karut Hamlet, Cibeureum Wetan Village, Cimalaka District, Sumedang Regency. This program was created to maintain the sustainability of community empowerment activities through activities to strengthen the competence of ECCE practitioners as an effort to optimize the delivery of community education services, especially early childhood education. The target in this service is to increase the competence of ECCE practitioners in Cibeureum Wetan Village, especially the professional competence of ECCE practitioners related to the realization of gender-equitable ECCE education. The method used in community service for this Assisted Village is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method based on local partnerships and potential. This method has an emphasis on community involvement in the overall activity. This model is carried out by identifying community problems and needs, planning activities with the community through FGD (Focus Group Discussion), preparing training activities, carrying out training activities for ECCE practitioners, implementing gender-sensitive ECCE learning models carried out by ECCE practitioners who have received training, evaluation and monitoring carried out by the service team by listening to the reflections of ECCE practitioners related to implementation The learning model in question.
Partisipasi Anak menurut Pandangan Orangtua Adat Salamah, Siti; Adriany, Vina; Agustine, Mubiar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8564

Abstract

Partisipasi anak menurut pandangan orangtua adat dapat dipengaruhi oleh norma dan adat istiadat, peran keluarga, akses terhadap informasi, pengaruh tokoh masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kegiatan komunitas, kesehatan dan kesejahteraan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana partisipasi anak di kampung Benda Kerep dan data yang dihasilkan dijadikan salah satu data penunjang penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan dalam peneliltian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tangga partisipasi Roger Hart sebagai pedoman menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anak di Kampung Benda Kerep berada pada anak tangga ke 4 yaitu anak dikonsultasi dan diinformasikan. Anak-anak usia 4-6 tahun sudah memiliki inisiatif dan senang dilibatkan dalam setiap kegiatan baik dirumah maupun di lingkungan masyarakat. Keikutsertaan anak dalam masyarakat dapat mengembangkan kemandirian anak dan rasa aman yang dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih sesuatu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan partisipasi anak sesuai dengan usianya dan kesiapan anak, maka tidak hanya memperkuat pengalaman anak sebagai individu berharga saja, tetapi juga membantu membangun fondasi yang kuat bagi partisipasi masyarakat aktif dan berkelanjutan di masa depan
Pandangan Orang Tua Mengenai Peran Ayah dalam Pengasuhan Pasca Partisipasi di Program Sekolah Ayah Karmila, Mila; Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6741

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran ayah dalam pengasuhan pasca partisipasi dalam program Sekolah Ayah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 ayah peserta program beserta istri mereka. Analisis tematik menunjukkan perubahan pandangan dan pendekatan ayah terhadap pengasuhan. Sebelum program, peran ayah cenderung otoriter dan terbatas pada penyedia finansial, dengan keterlibatan emosional yang minim. Setelah program, ayah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih responsif, menyadari pentingnya komunikasi, dan berkontribusi dalam perkembangan psikologis serta emosional anak. Ibu mencatat peningkatan keterlibatan ayah, termasuk partisipasi dalam kegiatan sehari-hari anak, berbagi tanggung jawab rumah tangga, dan pengambilan keputusan bersama, menciptakan dinamika keluarga yang lebih harmonis. Temuan ini menunjukkan program Sekolah Ayah efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan ayah peserta program dengan yang tidak, guna mengevaluasi perbedaan dampak pengasuhan terhadap anak.
Male And Female Teachers’ Perspectives on Gender Roles In Early Childhood Education Putri, Pipin Afindra; Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani; Dahlan, Tina
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i2.447

Abstract

This study aimed to explore male and female teachers’ perspectives on gender roles in early childhood education and care settings (ECCE). ECCE is often regarded as one of the most gendered spaces that perpetuate binaries between boys and girls. This research adopted a case study approach conducted in a kindergarten in Padang, Indonesia. The study involved two ECCE teachers as participants, one male and one female. This study's results indicate that teachers understand the importance of gender equality in children. However, they still perceive gender as something biological, limiting seeing children as girls and boys. Teachers seem to be confused about the fluidity of gender roles, and hence, it results in resistance to teaching gender-flexible pedagogy
Pandangan Orang Tua Mengenai Peran Ayah dalam Pengasuhan Pasca Partisipasi di Program Sekolah Ayah Karmila, Mila; Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6741

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran ayah dalam pengasuhan pasca partisipasi dalam program Sekolah Ayah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 ayah peserta program beserta istri mereka. Analisis tematik menunjukkan perubahan pandangan dan pendekatan ayah terhadap pengasuhan. Sebelum program, peran ayah cenderung otoriter dan terbatas pada penyedia finansial, dengan keterlibatan emosional yang minim. Setelah program, ayah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih responsif, menyadari pentingnya komunikasi, dan berkontribusi dalam perkembangan psikologis serta emosional anak. Ibu mencatat peningkatan keterlibatan ayah, termasuk partisipasi dalam kegiatan sehari-hari anak, berbagi tanggung jawab rumah tangga, dan pengambilan keputusan bersama, menciptakan dinamika keluarga yang lebih harmonis. Temuan ini menunjukkan program Sekolah Ayah efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan ayah peserta program dengan yang tidak, guna mengevaluasi perbedaan dampak pengasuhan terhadap anak.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN: STUDI PADA KELUARGA PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN (PMP) DI KABUPATEN SUKABUMI Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani; Afriliani, Ajeng Teni Nur
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.33 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.2.164

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim Pekerja Migran Perempuan (PMP) terbesar di Asia Tenggara. Ibu yang memutuskan untuk menjadi PMP akan menyebabkan terjadinya perubahan peran dan fungsi ayah khususnya dalam aspek pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran pengasuhan ayah di keluarga PMP. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui teknik wawancara terbuka yang dilakukan kepada 3 orang ayah yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ayah mampu bertukar peran dengan ibu untuk menjadi pengasuh anak usia dini. Hal ini menepis banyak pendapat bahwa ayah tidak mampu mengasuh anak yang masih berusia dini. Keterampilan pengasuhan merupakan suatu keterampilan yang dapat dipelajari seiring dengan berjalannya waktu, bukan keterampilan yang selama ini sering dianggap sebagai tugas bawaan atau kodrati. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa peran gender merupakan sesuatu yang dapat dipertukarkan dan lebih cair terutama dalam keluarga pekerja migran perempuan. Meskipun demikian, idealisasi konstruksi gender tradisional pun masih cukup kuat. PMP masih dimaknai sebagai pencari nafkah sekunder meskipun sebetulnya mereka yang menjadi pencari nafkah utama. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi kepada pengembangan materi pengasuhan bagi anak usia dini, terutama yang berhubungan dengan konsep pembinaan dan pembentukan karakter dalam diri seorang anak.