Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Cultivating students character: the role of zapin pecah dua belas dance from Pelalawan Riau Province in higher education learning Evadila, Evadila; Cahyono, Agus; Endraswara, Suwardi; Kurniati, Fatia
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v22i1.5968

Abstract

This research investigates the impact of Zapin Pecah Dua Belas Dance on student character education in Riau Malay Dance III (Zapin) lectures seen from the learning process, practice, and elements in traditional dance. Zapin Pecah Dua Belas Dance is a traditional dance originating from Pelalawan, Riau Province. In addition, this research was also conducted to find and describe the process of learning traditional dance in higher education in the formation of student character. The research method uses an interpretative qualitative method with a single case study. The data source of this research consists of several sources, namely through observation, interviews, and literature study. The triangulation method is used as a technique to test the validity of data from these various data sources. The research findings show that learning Zapin Pecah Dua Belas traditional dance can enrich the learner's experience and on the other hand train intelligence and sensitivity through understanding the character of local wisdom contained in traditional dance. Learning Zapin Pecah Dua Belas dance as a traditional dance and dance that is danced in groups fosters the characters: cooperation, discipline, creativity, confidence, mutual cooperation, friendship, effective communication, and responsibility. This research explains the importance of incorporating traditional dance practices, in this case Zapin Pecah Dua Belas Dance, as a local culture into higher education, because this affects the development of students' character as learners.
Student interest and motivation in learning arts and culture using the project-based learning method at State Senior High School 7 Pekanbaru Kurniati, Fatia; Syefriani, Syefriani
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v19i2.6443

Abstract

This study aims to determine the interest and motivation of students in learning arts and culture at State Senior High School 7 Pekanbaru. The research method used is a descriptive quantitative method. The data collection techniques used in the study are documentation, interviews, and the instrument in the form of a questionnaire. The population in this study were students of State Senior High School 7 Pekanbaru, and the research sample was class X students with the material Tanjak Warisan. The method used in learning arts and culture is project-based learning, which involves students designing, planning, and carrying out projects to produce products, publish, or present them. Results show interest and motivation in students at the School State Senior High School 7 Pekanbaru in the sufficient height category. This is based on the results of filling out the interest questionnaire with an average percentage of 81% and an average percentage for the results of the motivation questionnaire of 72%. In addition, in the summative assessment, the average student scored 90. From the interview results, it was found that the students follow a learning art culture. Because, like art lessons, they are enthusiastic about making or producing works of art, are interested in the uniqueness of local and regional arts (local wisdom), and feel comfortable with the way teachers teach in class and the provision of supporting facilities for learning art culture by the school. From the results of this study, there is information explaining that the learning method and teaching variations of teachers are one of the supporters of interest and motivation to learn in students. In addition, this study is expected to provide information on learning methods that educators can use in the classroom and an increase in teachers' awareness of the latest learning methods and teaching variations.
Cultivating students character: the role of zapin pecah dua belas dance from Pelalawan Riau Province in higher education learning Evadila, Evadila; Cahyono, Agus; Endraswara, Suwardi; Kurniati, Fatia
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v22i1.5968

Abstract

This research investigates the impact of Zapin Pecah Dua Belas Dance on student character education in Riau Malay Dance III (Zapin) lectures seen from the learning process, practice, and elements in traditional dance. Zapin Pecah Dua Belas Dance is a traditional dance originating from Pelalawan, Riau Province. In addition, this research was also conducted to find and describe the process of learning traditional dance in higher education in the formation of student character. The research method uses an interpretative qualitative method with a single case study. The data source of this research consists of several sources, namely through observation, interviews, and literature study. The triangulation method is used as a technique to test the validity of data from these various data sources. The research findings show that learning Zapin Pecah Dua Belas traditional dance can enrich the learner's experience and on the other hand train intelligence and sensitivity through understanding the character of local wisdom contained in traditional dance. Learning Zapin Pecah Dua Belas dance as a traditional dance and dance that is danced in groups fosters the characters: cooperation, discipline, creativity, confidence, mutual cooperation, friendship, effective communication, and responsibility. This research explains the importance of incorporating traditional dance practices, in this case Zapin Pecah Dua Belas Dance, as a local culture into higher education, because this affects the development of students' character as learners.
TARI SIRIH LAYANG MASYARAKAT SUKU TALANG MAMAK DARI RITUAL KE SENI PERTUNJUKAN Erawati, Yahyar; Kurniati, Fatia; Musrin, Musrin
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65051

Abstract

Tari Sirih Layang merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Suku Talang Mamak di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Awalnya, tari ini adalah bagian dari ritual adat yang memiliki makna dan fungsi sakral dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses perubahan fungsi Tari Sirih Layang, yang semula merupakan bagian dari ritual adat, menjadi bentuk seni pertunjukan yang lebih modern dan komersial. Penelitian ini juga berfokus pada pemahaman faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut, serta dampaknya terhadap nilai-nilai budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan penari dan tokoh masyarakat setempat, serta studi pustaka untuk mendapatkan informasi terkait sejarah dan latar belakang tari ini. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan fungsi Tari Sirih Layang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai sumber informasi dan referensi bagi peneliti budaya, penari, komunitas seni, serta pemerintah daerah dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni tari tradisional ini.
PELATIHAN BATIK JUMPUTAN DI KELOMPOK 8 (MUDA-MUDI) DESA BERUMBUNG BARU KECAMATAN DAYUN KABUPATEN SIAK satria, hengki; Marianto, Sas; Kurniati, Fatia; Y, Rohadatul Aisy; Dinanda, Aldy Leo
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i1.9

Abstract

Gerakan pemuda memiliki peranan yang sangat trategis dalam membangun ekonomi nasional, selain berperan sebagai pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan sebagai pengangkatan sektor kewirausahaan untuk pendistribusian hasil prodak berkualitas. Anak muda kelompok 8 ingin sekali mengembangkan usaha jangka panjang dan sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru di sector UMKM baru. Pelatihan batik jumputan ini adalah untuk meningkatkan daya keterampilan generasi muda di mitra kelompok 8. Batik jumputan juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk karya seni kabupaten Siak. Oleh karena itu untuk menjawab ini semua dibawah ini solusi permasalahan dan targetan luaran terhadap Pelatihan Batik Jumputan di kelompok 8 (muda-mudi) Desa Berumbung Baru Kecamatan Dayun Kabupaten Siak sebagai ide dasar dalam produk UMKM seni, Target luaran yang akan dihasilkan salah satunya  terbukanya beragam ide dan wawasan usaha bentuk prodak seni sehingga masyarakan / konsumen menyukai prodak yang akan buat.
Pelatihan Menggambar Menggunakan Cat Crayon Dengan Tema Corak Ornamen Melayu, Istana Asserayah Al-Hasyimiyah Untuk Anak – Anak di Desa Berumbung Baru, Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Satria, Hengki; Yeyendra; Kurniati, Fatia; Jefrizal
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Desember 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i3.41

Abstract

Seni dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa, yang berarti “berwarna” atau sering disebut dengan bentuk-bentuk yang indah. Berdasarkan kata Latin yaitu Ars dan dalam bahasa Inggris disebut Art diartikan sebagai kemahiran rupa, dimana kita kenal usia anak 2-3 tahun memiliki kemampuan dalam menciptakan goresan bentuk objek yang dinamakan masa coreng-moreng. Semakin bertambah usia maka anak semakin memiliki masa pra bagan (konsep menggambar) Desa Berumbung Baru, kelompok 7 dan 8, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak merupakan cikal bakal generasi anak anak akan terbentuknya semangat dalam mengembangkan minat bakat dan berkreasi menghasilkan ide ide baru dalam seni rupa menggambar. Aktifitas anak setelah belajar disekolah pada umumnya hingga pulang sekolah melakukan aktifitas bermain bersama teman teman sangat disayangkan apabila momen ini tidak dimanfaatkan untuk belajar dan meningkatkan daya keterampilan anak-anak di kelompok 7 dan 8. Seni menggambar ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana latihan bakat baru dan mempersiapkan anak-anak untuk memahami dan menghargai karya seni rupa menggambar diluar sekolah, Target luaran yang akan dihasilkan salah satunya terbukanya beragam ide dan wawasan dalam menggambar dengan adanya tema yang penulis targetkan
PELATIHAN PENGGUNAAN GAMIFIKASI KEPADA GURU-GURU UNTUK MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 38 PEKANBARU Fauziah, Nurul; Hajar, Ibnu; Mellisa, Mellisa; Kurniati, Fatia; Wahyuni, Astri
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Desember 2024 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v2i3.80

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penggunaan gamifikasi kepada guru-guru untuk menunjang proses pembelajaran di SMPN 38 Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan cara wawancara, sosialisasi, pelatihan, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa guru-guru di SMPN 38 Pekanbaru belum menggunakan secara maksimal berbagai platform gamifikasi yang bisa membantu menunjang proses pembelajaran, tapi setelah dilakukannya sosialisasasi dan pelatihan, guru-guru sudah memahami dan akan mencoba menggunakannya pada proses pembelajaran. Kesimpulannya adalah setelah dilakukannya pelatihan penggunaan gamifikasi guru-guru sudah memahami dan akan mencoba menggunakannya pada proses pembelajaran sebagai salah satu alat evaluasi untuk menunjang proses pembelajaran.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PELATIHAN TARI TRADISI MELAYU Kurniati, Fatia; Fauziah, Nurul; Satria, Hengki; Gustifany; Maydiora, Ficka; Simbolon, Iyon Riski
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v3i1.91

Abstract

Kegiatan pelatihan tari tradisional Melayu merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penguatan akan pendidikan karakter melalui kegiatan pelatihan tari tradisi Melayu kepada para siswa SD Negeri 182 Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode demonstrasi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan pelatihan tari tradisi Melayu di SD Negeri 182 Pekanbaru yaitu para siswa mampu mengikuti dan mempraktekan gerak tari dengan baik. Selain itu para siswa mampu menunjukan sikap menghargai budaya melayu sebagai kearifan lokal dan menunjukan kedisiplian dan semangat dalam mempelajari tarian tradisi Melayu.
PELATIHAN TEKNIK EKSPLORASI GERAK UNTUK PENCIPTAAN TARIAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KOMPOSISI TARI DI SEKOLAH SMP NEGERI 4 SIAK HULU, KABUPATEN KAMPAR. Erawati, Yahyar; Zulrafli, Zulrafli; Kurniati, Fatia; Musrin, Musrin; Anjeli, Maduri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1684-1689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi seni tari di kalangan siswa SMP Negeri 4 Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar melalui pelatihan eksplorasi gerak tari dengan penerapan metode komposisi tari. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan eksplorasi gerak sebagai bagian dari proses penciptaan tarian menggunakan metode komposisi. Dalam pelatihan ini, metode yang digunakan meliputi ceramah untuk memberikan teori, arahan, dan contoh eksplorasi tari. Selanjutnya, metode demonstrasi dan praktik diterapkan, di mana pemateri bersama mahasiswa pendamping mendemonstrasikan teknik eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan, kemudian siswa mempraktikkannya. Metode terakhir adalah tanya jawab, di mana peserta mengajukan pertanyaan yang dijawab langsung oleh pemateri. Metode pelatihan yang diterapkan mencakup: 1) Motion Capture (MoCap), 2) Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), 3) Software Animasi dan Simulasi, 4) Aplikasi Pelatihan Ogline, 5) Wearable Technology, 6) Data Analytics, 7) Interaktif Multimedia, dan 8) Gamifikasi. Diharapkan, pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam eksplorasi gerak tari, merangsang kreativitas mereka dalam menciptakan tarian, serta meningkatkan apresiasi terhadap seni budaya. Selain itu, pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi untuk mengembangkan bakat tari di kalangan siswa SMP Negeri 4 Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, dan memperkaya budaya seni di daerah tersebut.