Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Swafoto: Sebuah Pendekatan Teori Manajemen Privasi Komunikasi Ardiyanti, Handrini; Hadyanto, Dimas Tri; Krislamawaty, Dewi; Irwansyah, Dr.
Jurnal Aspirasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.872 KB) | DOI: 10.46807/aspirasi.v9i1.995

Abstract

Selfie has evolved into a global phenomenon. The popularity of selfie has brought some great concerns about identity, privacy, security and control. The habit that accompanies when uploading selfies is to give too much information. This study explores privacy in selfies culture with communication privacy management (CPM) theory. This research uses qualitative research method of phenomenology. The experience that became phenomenon in this research is about swafoto. Phenomenological research is done by collecting data from people who have experienced the phenomenon, and developed a description of the essence of experience for all individuals. This description consists of “what” they experience and “how” they experience it. The results of the analysis show that there is a consideration of privacy by respondents in uploading selfie. Respondents who have received the condition of private informacy turbulence try to consider the situation by the needs of them selves and the opinions around them. Based on the results of the study can be known early adolescent age group 12 s.d. 17 years old actually has a higher level of privacy when doing swafoto and upload it in social media when compared with other age groups. Need further research on selfie among others research that ask about their motivation who likes to do selfie, research related to public perception related to selfie by public official . Selfie atau swafoto telah berkembang menjadi fenomena global. Kepopuleran swafoto ikut membawa sejumlah kekhawatiran besar tentang identitas, privasi, keamanan, dan pengawasan. Kebiasaan yang menyertai saat mengunggah swafoto adalah memberikan informasi yang terlalu banyak. Artikel ini berusaha mengkaji budaya swafoto terkait dengan privasi menggunakan teori manajemen privasi komunikasi atau communication privacy management (CPM). Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Pengalaman yang menjadi fenomena dalam penelitian ini adalah swafoto. Penelitian fenomenologi dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari orang-orang yang telah mengalami fenomena tersebut, dan mengembangkan deskripsi dari esensi pengalaman untuk semua individu. Deskripsi ini terdiri dari “apa” yang mereka alami dan “bagaimana” mereka mengalaminya. Hasil analisis menunjukkan sudah adanya pertimbangan privasi oleh responden dalam mengunggah swafoto. Responden yang pernah mendapatkan kondisi private informacy turbulence berusaha untuk menimbang tuntutan-tuntutan situasi dengan kebutuhan dirinya dan pendapat orang lain yang ada disekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelompok usia remaja awal 12 s.d. 17 tahun justru memiliki tingkat privasi yang lebih tinggi saat melakukan swafoto dan mengunggahnya di media sosial bila dibanding dengan kelompok usia lainnya. Perlu penelitian lanjutan tentang selfie antara lain penelitian yang bertanya tentang motivasi mereka yang gemar melakukan selfie, penelitian terkait dengan persepsi publik berkaitan dengan selfie oleh pejabat publik
STUDI EKSPERIMEN: PENGARUH MARKETING PR TERHADAP MINAT BELI PRODUK PERBANKAN Pane, Ivanina Zuhdi; Ardiyanti, Handrini; Amelia, Eliza
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 21, No 02 (2024): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v21i02.840

Abstract

The goal of this research is to investigate the impact of marketing public relations on purchase interest for Bank Perkreditan Rakyat products. This research was carried out using an experimental design that consisted of a pre-test and post-test system. Pre-testing is done to increase purchase interest before marketing PR intervention, and the intervention is done by providing customers with information through marketing PR. A post-test is performed to determine whether or not the purchase interest has changed following the intervention. The results of this study, based on the t-test hypothesis, show that there is a significant relationship between product purchase and marketing PR (sig. = 0.013; t = 2,649). As a result, public relations marketing has a significant impact on purchasing behavior. This research expands our understanding of marketing public relations. Furthermore, based on the results of the marketing PR theory analysis, this study concludes that understanding and applying marketing PR theory ideas can be a valuable tool for developing more efficient and effective marketing strategies, particularly in terms of increasing customer purchase interest.Keywords: marketing PR, Experimental Study, purchase interest
Adopsi TIK di DPR RI: Analisis TAM dan Pelajaran dari Parlemen Inggris Ardiyanti, Handrini
Jurnal Pekommas Vol 9 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v9i2.5581

Abstract

This study analyzes the adoption of Information and Communication Technology (ICT) in the Indonesian House of Representatives through the lens of the Technology Acceptance Model (TAM) and draws lessons from the UK Parliament. The analysis is divided into four parts: 1) Historical context and policy framework of ICT adoption in the Indonesian House of Representatives; 2) Policy and strategy of ICT adoption in the Indonesian House of Representatives; 3) Best practice from the UK Parliament; and 4) Challenges of Big Data Management in the Indonesian House of Representatives. The study provides an in-depth understanding of ICT adoption in the Indonesian House of Representatives and valuable lessons from the UK Parliament experience to enhance ICT adoption effectiveness. Study conclusions include: 1) The importance of a Big Data system, particularly for bill digest summaries; 2) The early stage of ICT adoption in the Indonesian House of Representatives; 3) Prioritization of bill digest availability to enhance public engagement in the legislative process; 4) Crucial collaboration with state institutions for Big Data integration, aligned with the national one data initiative. The Indonesian House of Representatives plays a central role in providing legislative data in Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Tim Lapangan dalam Survei Pravalensi Penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Papua Barat Ardiyanti, Handrini
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i1.189

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman untuk tim lapangan survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2024 untuk Provinsi Papua Barat tentang metode survey serta berbagai istilah khusus yang digunakan dalam survey pravalensi penyalahgunaan narkoba. Peserta kegiatan terdiri dari putra-putri asli Papua Barat, yaitu: 3 orang yang berfungsi sebagai koordinator lapangan dan 15 orang sebagai enumerator. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup pelatihan dan pendampingan, dilaksanakan selama 3 hari dengan total 12 jam pelajaran (JP). Melalui metode pelatihan intensif dan pendekatan partisipatif, kegiatan ini memberikan keterampilan praktis serta pengetahuan teori yang mendalam. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang prosedur survey sehingga memudahkan pengumpulan data di lapangan. Peningkatan kemampuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengumpulan data dalam survey pravalensi penyalahgunaan narkoba di Papua Barat.
BRIDGING THE GAP: STUDI NARATIF TERHADAP PENGALAMAN MAGANG DI PT. GALANG PRATAMA PROMOSION Ardiyanti, Handrini; Sabilah, Tarisa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26466

Abstract

Studi ini menginvestigasi peran magang dalam menjebatani Pendidikan di Perguruan Tinggi dengan dunia Kerja. Studi naratif dilakukan pada pengalaman mahasiswa di PT. Galang Pratama Promosion, dengan fokus pada analisis naratif. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi naratif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa yang telah menjalani magang di perusahaan tersebut. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola cerita dan tema yang muncul dari narasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa magang di PT. Galang Pratama Promosion memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, memperluas pemahaman mereka tentang industri periklanan, dan meningkatkan keterampilan praktis yang relevan dengan karier masa depan. Namun, beberapa kritik muncul terkait kurangnya integrasi antara kurikulum akademik dan kebutuhan industri, serta kurangnya dukungan dari lembaga pendidikan tinggi dalam memfasilitasi magang yang bermutu. Studi ini menyimpulkan dengan menekankan perlunya kemitraan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri, serta perluasan program magang yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa dan perusahaan. Hal penting lain yang perlu dilakukan adalah meningkatkan integrasi magang dalam kurikulum akademik dan memberikan dukungan yang lebih besar bagi mahasiswa selama magang.
Integrasi Musik digital dan Artificial Intelligence: Analisis Interaksi Simbolik Pada Proyek Musik AIAIQ Fajriansyah, Muhammad Nur; Ardiyanti, Handrini
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 15 No 1 (2024): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v15i1.9263

Abstract

This research explores the application of symbolic interaction theory in collaboration between producers and musicians in the digital music production process, with a focus on the AIAIQ project, which integrates artificial intelligence (AI). This research examines how AI influences symbolic interactions in the music production process, especially in interpreting musical emotions and communication dynamics. This research resulted from an empirical study using a qualitative approach; this approach was used to gain an in-depth understanding of symbolic interactionism. Data sources were obtained from observations and interviews. The results of this research show that although artificial intelligence (AI) can improve technical efficiency, it can also change the dynamics of traditional social and non-verbal communication that are important for creative collaboration. By analyzing the role of human experience in interpreting AI-generated music and changes in interaction patterns, this research highlights the limitations and challenges faced by AI in maintaining the depth of human interaction in the creative process.