Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Internalisasi Nilai Tafsir Ekologis Abdul Mustaqim sebagai Solusi Edukatif Krisis Sampah di Yogyakarta: Perspektif Relasi Triadik Baehaki, Ahmad
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 15 No. `1 (2026): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram [ONGOING]
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The temporary closure of the Piyungan Final Disposal Site (TPA) in 2022 due to overcapacity has triggered a severe waste crisis in the Special Region of Yogyakarta. Unsightly and malodorous mounds of waste accumulated across various corners of the city, forcing the reopening of a landfill that had originally been slated for closure since 2012. This recurring crisis, which resurfaces every time the Piyungan landfill is shut down, highlights the weaknesses in the waste management system and the low ecological awareness of the community as upstream waste producers. In this context, Javanese local wisdom, such as the philosophy of hamemayu hayuning bawana—which emphasizes harmony between God, humans, and nature—offers a relevant ecological perspective.This article is a qualitative study employing a literature review approach that aims to analyze the waste crisis in Yogyakarta through an ecological interpretation of the Qur'an and examine its connection to Javanese local wisdom. Data analysis was conducted through an interpretive approach and a literary sub-approach to interpret the relational meanings between the text, cultural values, and the reality of the environmental crisis. Abdul Mustaqim's ecological exegesis (tafsir) serves as the primary analytical framework to understand the triadic relationship between God, humans, and nature. The findings indicate that this Javanese philosophy aligns with the ecotheological paradigm in the Qur'an. Developing awareness of the harmonious relationship between God, humans, and nature is essential as part of a sustainable environmental solution, particularly in efforts to address the waste crisis in Yogyakarta. Keywords: Waste Crisis, Yogyakarta, Ecotheology, Abdul Mustaqim, Ecological Interpretation ABSTRAK Penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan pada tahun 2022 akibat kelebihan kapasitas telah memicu krisis sampah yang serius di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunungan sampah yang kotor dan berbau menyebar di berbagai sudut kota, memaksa pembukaan kembali TPA yang sejatinya sudah direncanakan tutup sejak 2012. Krisis ini berulang setiap kali TPA Piyungan ditutup, memperlihatkan lemahnya sistem pengelolaan sampah dan rendahnya kesadaran ekologis masyarakat sebagai produsen sampah di bagian hulu. Dalam konteks ini, nilai-nilai kearifan lokal Jawa, seperti falsafah hamemayu hayuning bawana yang menekankan keselarasan antara Tuhan, manusia, dan alam, menawarkan perspektif ekologis yang relevan. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bertujuan menganalisis krisis sampah di Yogyakarta melalui tafsir ekologis Al-Qur’an serta mengkaji keterkaitannya dengan kearifan lokal Jawa. Analisis data dilakukan melalui pendekatan interpretatif dan sub pendekatan sastra untuk mengintripretasikan relasi makna antara teks, nilai budaya, dan realitas krisis lingkungan. Tafsir ekologis Abdul Mustaqim menjadi pisau analisis utama untuk memahami relasi triadik Tuhan, manusia, dan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa falsafah Jawa tersebut sejalan dengan paradigma ekoteologis dalam Al-Qur’an. Kesadaran terhadap relasi harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam perlu dibangun sebagai bagian dari solusi keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam upaya mengatasi krisis sampah di Yogyakarta. Kata kunci: Krisis Sampah, Yogyakarta, Ekoteologi, Abdul Mustaqim¸Tafsir Ekologi
Mysticism and Mujarobat : Local Wisdom in the Tafsir Petuk Semen, Kediri Baehaki, Ahmad; Al Ghifari Syatta, Muhammad Miqdad; Abror, Indal; Mubarok, Muhammad Luthfi
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i2.27703

Abstract

A work of Qur’anic exegesis cannot be separated from the cultural locality surrounding it. Kiai Haji (KH.) Ahmad Yasin Asymuni is one of the Nusantara’s mufasir whose work is Tafsir Petuk Semen, Kediri. Until now, no research has specifically examined the local aspects of this Qur’anic exegesis, especially through the approach of modern hermeneutic theory. This study aims to identify aspects of locality in the Nusantara context contained in the Tafsir Petuk Semen, Kediri. This study uses a qualitative method (literature study) and analysis using Gadamer's hermeneutic horizon theory and the theory of living Qur'an reception. The results show that the Tafsir Petuk Semen, Kediri, has four local aspects. First, the interpretation is equipped with a Javanese translation. Second, the use of the method of grammatical translation of meanings is typical of Islamic boarding schools. Third, the use of Jawi script (Arabic Pegon) in the translation. Fourth, the many mujarobat practices with extraordinary efficacy from the interpreted verses. These findings contribute to the study of Qur’anic exegesis globally by showing how local Javanese Islamic traditions integrate language, script, pesantren methodology, and spiritual practices in Qur’anic exegesis, thereby enriching the discourse on knowledge transmission and epistemological plurality. Sebuah karya tafsir tidak bisa terlepas dari lokalitas budaya yang mengelilinginya. Lokalitas tersebut mempengaruhi corak, penggunaan bahasa dan aksara, serta isu yang diangkat. Kiai Haji (KH.) Ahmad Yasin Asymuni merupakan salah satu mufasir Nusantara yang menulis beberapa karya tafsir, salah satunya Tafsir Petuk Semen, Kediri. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus mengkaji aspek lokal dari tafsir Al-Qur'an KH. Yasin Asymuni dan faktor-faktor yang membentuknya, khususnya melalui pendekatan teori hermeneutika modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek lokalitas dalam konteks Nusantara yang terdapat dalam Tafsir Petuk Semen, Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Penulis menganalisa data melalui teori horizon hermeneutika Gadamer dan teori resepsi living Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Petuk Semen, Kediri, memiliki empat aspek lokalitas. Pertama, tarsif tersebut dilengkapi dengan terjemahan bahasa Jawa. Kedua, penggunaan metode tarjamah gramatika makna gandul khas pesantren. Ketiga, penggunaan aksara Jawi (Arab Pegon) dalam terjemahan. Keempat banyaknya amalan mujarobat dengan khasiat luar biasa dari ayat-ayat yang ditafsirkan. Temuan ini berkontribusi pada kajian tafsir Al-Qur’an secara global dengan menunjukkan bagaimana tradisi Islam lokal Jawa mengintegrasikan bahasa, aksara, metodologi pesantren, dan praktik spiritual dalam penafsiran Al-Qur’an, sehingga memperkaya diskursus tentang transmisi pengetahuan, dan pluralitas epistemologi.