Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : AUSTENIT

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BAHAN SERAT FIBERGLASS DAN SERAT DAUN NANAS DENGAN MATRIK RESIN POLYESTER PADA PANEL PANJAT DINDING Yunus, Moch; Arnoldi, Dwi; Prakarsa, Cakra Puitra
AUSTENIT Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT 12012020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.003 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4547826

Abstract

Serat daun nanas merupakan salah satu komponen yang sering dibuang pada tanaman nanas.Tanaman nanas yang berbahasa latin ananas comosus pada umumnya termasuk jenis tanaman semusim dan memiliki daun yang panjang dan mirip dengan tanaman lidah buaya. Daun nanas ini memiliki banyak manfaat, salah satunya serat pada daun nanas yang dapat digunakan sebagai bahan penguat pada pembuatan material komposit. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh dari varisi berat serat daun nanas dengan serat fiber yang di aplikasikan ke panel panjat dinding. Metode yang digunakan adalah metode uji  tarik dan uji bending dengan variasi serat daun nanas (100 gram, 5 gram, 3 gram) dan variasi serat fiber (5 gram, 7 gram). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen 3 gram serat daun nanas + 7 gram serat fiber memiliki nilai rata-rata tegangan tarik sebesar 10,601 N/mm2 dan tegangan bending sebesar 13,534 N/mm2. Penelitian ini tidak dapat dijadikan referensi untuk pembuatan panel panjat dinding, tapi dapat dilihat nilai kekuatan perpaduan antara serat fiber dan serat daun nanas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil pada komposit tidak dapat dijadikan untuk pembuatan panel panjat dinding, karena nilai kekuatan perpaduan antara serat fiber dan serat daun nanas terlalu rendah dari standar BSAPI yaitu t uji = 10,601 N/mm2   t standar = 22,555 N/mm2, dan b uji = 40,601 N/mm2   b standar = 112,776 N/mm2.
PEMILIHAN MINYAK PELUMAS/OLI KENDARAAN BERMOTOR Arnoldi, Dwi
AUSTENIT Vol. 1 No. 02 (2009): AUSTENIT: Oktober 2009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.068 KB)

Abstract

Lubricant oil is one of the important factor that must be paid attention in a machine maintenance. Majority lubricant oil choosed based on SAE parameter according to the machine specification such us 5W50, 15W50, 15W40 etc. But beside that there are something else very important to know the quality of the lubricant oil that we use it’s “Sertification Standard” such us API (American Petroleum Institute), ACEA (Association Des Constructeurs Europeen d’Automobiles), ILSAC (Erupe), JASO (Japan Automotive Standard Organization), and the other specification standards that special from producer company to legitimate lubricant, mean that the lubricant oil tested and agree on decided by the producer for used in there production vehicle.
PENGELASAN TUNGSTEN BIT PADA DRILL BIT DENGAN MENGGUNAKAN LAS ASETILIN Arnoldi, Dwi
AUSTENIT Vol. 2 No. 02 (2010): AUSTENIT: Oktober 2010
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2007.293 KB)

Abstract

Berdasarkan definisi dari Dutche industrie Normen (DIN) Las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari defenisi tersebut dapat di jabarkan bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Menurut jenisnya pengelasan dibagi dua macam yaitu pengelasan listrik dan pengelasan gas. Prinsip kedua pengelasan tersebut pada dasarnya sama, yaitu dengan prinsip pencairan logam. Akan tetapi pada las gas menggunakan panas yang dihasilkan dari nyala api hasil pembakaran bahan bakar gas dengan zat asam atau oksigen sebagai energinya. Pada pengelasan drill bit menggunakan las oxy- asetylin akan lebih baik dan sempurna apabila memakai kawat las yaitu tungsten bit. Bahan yang digunakan dalam proses pengelasan tungsten bit pada drill bit dengan menggunakan las asetelin adalah: Drill bit yang akan di perbaiki, Kawat las yang digunakan Tungsten bit, Kawat las kuningan, Burax. Pengelasan tungsten bit pada drill bit dengan asetelin adalah proses perbaikan mata drill bit dengan pencairan keduanya sehingga terbentuk kembali.
ANALISA KERUSAKAN LAGGING PULLEY PADA BELT CONVEYOR Arnoldi, Dwi
AUSTENIT Vol. 4 No. 01 (2012): AUSTENIT: April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.254 KB)

Abstract

Batubara merupakan salah satu potensi alam yang cukup menjanjikan di daerah Sumatera Selatan, khususnya di pertambangan batubara Tanjung Enim. Dalam proses pengangkutan material batubara digunakan belt conveyor, belt conveyor itu sendiri berfungsi sebagai suatu alat pengangkut atau memindahkan material batubara dari tempat satu ke tempat lainnya, belt conveyor sendiri memiliki kelebihan dan keunggulan, diantaranya ; kapasitas angkut yang besar, aliran bahan yang diangkutnya kontinyu, daya penggerak yang diperlukan relatif kecil dan tidak terlalu bising dalam pengoperasiannya. Pada permukaan pulley dari suatu conveyor terdapat pelapis karet yang berfungsi untuk menambah nilai koefisien gesekan antara permukaan pulley dan bagian bawah dari belt conveyor, mencegah belt slip, memperkecil beban dari counter weight, mengurangi stress pada belt serta memperpanjang usia permukaan belt.
KAJI EKSPERIMENTAL SIMULATOR POMPA HIDRAM DENGAN VARIASI FREKUENSI OSKILASI DAN TINGGI DISCHARGE Zamheri, Ahmad; Mulyadi, Mulyadi; Arnoldi, Dwi
AUSTENIT Vol. 4 No. 02 (2012): AUSTENIT: Oktober 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.824 KB)

Abstract

Di Indonesia banyak air terjun alam yang belum dapat dimanfaatkan. Di sisi lain, masih banyak areal pertanian kurang produkktif karena tidak ada sarana irigasi teknis. Kedua penomena memiliki korelasi dan dapat bersinergi melaluipemanfaatan teknologi. Penelitian memiliki tujuan jangka panjang untuk ikut mensosialisasikan pemakaian energi potensial air terjun yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana irigasi pertanian. Metode penelitian yang diterapkan adalah kaji eksperimen terhadap sebuah Prototipe Pompa Hidram yang berfungsi untuk menaikkan air. Pompa bekerja berdasarkan prinsip Water Hammer. Pemakaian pompa Hidram untuk skala industri adalah untuk keperluan irigasi jika dilokasi terdapat sumber air terjun alam dengan ketinggian minimum sekitar 5 meter serta debit minimum 0,5 m3 /detik. Kegiatan penelitian dipusatkan di Laboratorium M&R Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya. Variabel utama penelitian adalah efisiensi (η), sedang variabel bebas adalah ketinggian pipa buang (H2) dan frekwensi oskilator (f).
PENERAPAN TEKNOLOGI ELEKTROLISA LARUTAN AIR-KOH UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOMPOR GAS LPG Arnoldi, Dwi; Putri, Fenoria; Sailon, Sailon
AUSTENIT Vol. 4 No. 02 (2012): AUSTENIT: Oktober 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.004 KB)

Abstract

Semakin menipisnya persediaan bahan bakar minyak membuat manusia berfikir keras untuk menghemat pemakaian bahan bakar, terutama untuk keperluan memasak. Konversi minyak tanah ke LPG hanyalah solusi sementara karaena BBG tersebut suatu ketika akan habis juga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi penghematan LPG untuyk keperluan memasak skala rumah tangga. Teknologi yang dikembangkan berupa Elektrolisi larutan Air–K0H (Kalium Hodroksida). Prinsipnya adalah dengan memberikan beda tegangan listrik terhadap larutan, serta terbentuk molekul-molekul Hiodrogen dan Oksigen yang dapat meningkatkan nilai kalor LPG. Penelitian dimulai dengan  kegiatan rancang bangun Mesin Elektriliser yang dilengkapi dengan sarana pendukung serta instrumen pengujian yang diperlukan. Gas LPG yang sudah didoping selanjutnya  dipakai untuk mendidihkan air dengan massa 10 kg. Kinerja Elektroliser ditunjukkan oleh pengurangan waktu pendidihan air. Vaiabel bebas yang ditetapkan adalah komposisi larutan, sedang variabel hasil adalah waktu yang diperlukan untuk mendidihkkan  air. Hasil Pengujian yang telah dilaksanakan untuk berbagai komposisi larutan adalah: - Komposisi larrutan 25 % , waktu didih, telt = 35,2 menit, Efektivitas, e = 0,23- Komposisi larrutan 30 % , waktu didih, telt = 31,6 menit, Efektivitas, e = 0,29- Komposisi larrutan 35 % , waktu didih, telt = 30,2 menit, Efektivitas, e = 0,34- Komposisi larrutan 40 % , waktu didih, telt = 32,3 menit, Efektivitas, e = 0,29Dengan metode turunan pertama fungsi parabola, diperoleh kodisi optimum larutan adala konsentrasi 36,5 % yang menghasilkan efektivitas maksimum   0,3245.  Sebagai data pembanding adalah pendidihan air tanpa melibatkan sisitem elektrilisis yang mghasilkan waktu pendidihan, tkon = 45,6 menit.
KAJI EKSPERIMENTAL MESIN STIRLING TIPE β MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN BAKAR BIOMASSA Putri, Fenoria; Arnoldi, Dwi; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.34 KB)

Abstract

Dengan  latar  belakang  semakin  menipisnya  cadangan  bahan  bakar  mineral, maka  tujuan  jangka  panjang  dari  penelitian  ini  adalah  memberikan  solusi alternatif untuk mendapatkan energi mekanik yang tidak bergantung dengan bahan bakar mineral. Target khusus yang ingin dicapai adalah sosialisasi pemakaian bahan bakar nabati (biomassa) yang bersifat tarbarui (renewable). Metode yang dikembangkan adalah pemanfaatan Energi kalor dari pembakaran Biomassa untuk menggerakkan mesin Stirling. Penelitian ini bersifat Induktif dengan metode Kaji Eksperimental. Penelitian dimulai dengan melakukan Rancang bangun satu unit prototipe mesin Stirling tipe β satu silinder dengan kapasitas 5000 cc, dilanjutkan dengan melakukan pengujian mesin. Prototipe sudah diujicobakan beroperasi dengan tiga jenis bahan bakar biomassa, yaitu: gas hasil fermentasi ampas tebu, gas hasil fermentasi sampah basah serta api hasil pembakaran serbuk kayu gergajian dengan hasil sebagai berikut :Gas hasil fermetasi ampas tebu, menghasilkan data-data: putaran optimum mesin 950 rpm, daya spsifik 456 Watt/kg b bakar dan efisiensi 23 %Gas  hasil  fermetasi  sampah     basah,  menghasilkan  data-data:  putaran optimum mesin 720 rpm, daya spsifik 405 Watt/kg b bakar dan efisiensi 21%Serbuk kayu gergajian, menghasilkan data-data: putaran optimum mesin 680 rpm, daya spsifik 324 Watt/kg b bakar dan efisiensi 21%
PENGARUH PENAMBAHAN KOMPONEN SUPER CHARGER PADA MOTOR BENSIN Arnoldi, Dwi; Yunus, Moch; Witjahjo, Soegeng; Martomi, Eka Satria
AUSTENIT Vol. 9 No. 2 (2017): AUSTENIT: Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.74 KB)

Abstract

Super charger yang dimaksud pada penelitian ini adalah suatu perangkat keras yang berfungsi untuk menaikan tekanan udara memasuki intake manifold motor bakar torak. Tujuan modifikasi ini adalah untuk meningkatan prestasi mesin. Obyek penelitian adalah satu unit motor bensin 2 langkah dengan kapasitas mesin 25 cc.  Kegiatan penelitian ini akan menghasilkan perangkat keras yang dapat dioperasikan oleh mahasiswa maupun staf pengajar sebagai kegiatan praktikum maupun alat bantu mengajar (teaching aid). Penelitian ini menghasilkan juga perangkat lunak, berupa panduan/prosedur pengoperasian Super charger serta spesifikasi teknik dari prototipe mesin. Data dan konsep yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat dijadikan acuan (referensi) untuk kegiatan penelitian lanjutan untuk mahasiswa maupun staf yang berminat untuk mengembangkan topik penelitian yang sejenis. Dari eksperimen serta analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain:Ada dampak signifikan berkaitan dengan penembahan komponen super charger terhadap perubahan perfomansi motor bensin.Kondisi optimum yang dihasilkan antara lain :Daya maksimum mesin, BHPmax = 792 WattTekanan udara optimum, P0pt = 24 mm.HgPutaran Optimum mesin, Nopt = 8425 rpmPeningkatan Daya mesin sebesar 9,69 % 
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BAHAN SERAT FIBERGLASS DAN SERAT DAUN NANAS DENGAN MATRIK RESIN POLYESTER PADA PANEL PANJAT DINDING Yunus, Moch; Arnoldi, Dwi; Prakarsa, Cakra Puitra
AUSTENIT Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT: April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.003 KB)

Abstract

Serat daun nanas merupakan salah satu komponen yang sering dibuang pada tanaman nanas.Tanaman nanas yang berbahasa latin ananas comosus pada umumnya termasuk jenis tanaman semusim dan memiliki daun yang panjang dan mirip dengan tanaman lidah buaya. Daun nanas ini memiliki banyak manfaat, salah satunya serat pada daun nanas yang dapat digunakan sebagai bahan penguat pada pembuatan material komposit. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh dari varisi berat serat daun nanas dengan serat fiber yang di aplikasikan ke panel panjat dinding. Metode yang digunakan adalah metode uji  tarik dan uji bending dengan variasi serat daun nanas (100 gram, 5 gram, 3 gram) dan variasi serat fiber (5 gram, 7 gram). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen 3 gram serat daun nanas + 7 gram serat fiber memiliki nilai rata-rata tegangan tarik sebesar 10,601 N/mm2 dan tegangan bending sebesar 13,534 N/mm2. Penelitian ini tidak dapat dijadikan referensi untuk pembuatan panel panjat dinding, tapi dapat dilihat nilai kekuatan perpaduan antara serat fiber dan serat daun nanas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil pada komposit tidak dapat dijadikan untuk pembuatan panel panjat dinding, karena nilai kekuatan perpaduan antara serat fiber dan serat daun nanas terlalu rendah dari standar BSAPI yaitu t uji = 10,601 N/mm2   t standar = 22,555 N/mm2, dan b uji = 40,601 N/mm2   b standar = 112,776 N/mm2.