Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelaksanaan Pencegahan Phlebitis di Ruang Penyakit Dalam Wanita Rumah Sakit Pemerintah Aceh Tutdini, Nora; Putra, Ardia; Rachmah, Rachmah; Kamil, Hajjul; Yuswardi, Yuswardi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2675

Abstract

Phlebitis merupakan salah satu jenis infeksi yang paling umum terjadi pada pasien rawat inap yang terpasang kateter vena. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh phlebitis diantaranya meningkatkan hari rawat, peningkatan biaya, menambah lama terapi, dan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pencegahan phlebitis di ruang rawat inap penyakit dalam Pemerintah Aceh. Penelitian ini menyertakan 17 perawat pelaksanan dengan menggunakan lembar checklist observasi yang berisi 18 pertanyaan terkait dengan pencegahan phlebitis dirumah sakit. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling dan menggunakan analisa data statistik deskriptif. Hasil studi kasus diruang rawat didapatkan bahwa pencegahan phlebitis yang dilakukan perawat berada pada kategori kurang baik (88,2%). Perawat melakukan hand hygiene dengan baik sebanyak (82,4%) dan perawat melakukan preparasi kulit dengan kategori kurang baik (70,6%). Perawat tidak melakukan dressing dengan kategori kurang baik (58,8%), ketegori kurang baik pada perawatan catheter (76,5%). Dan perawat tidak menggunakan perawatan alat yang tepat sebanyak (52,9%). Diharapkan untuk meminimalisir risiko kejadian phlebitis perlu diadakan pelatihan atau workshop agar dapat mengurangi resiko kejadian phlebitis.
Survei Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala Rachmah, Rachmah; Naufal, Iflan; Nurlina, Nurlina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3196

Abstract

Kepuasan Pasien merupakan ukuran sejauh mana pasien puas terhadap layanan kesehatan yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan. Kepuasan Pasien merupakan salah satu indikator penting yang menentukan keberhasilan dari Rumah Sakit dalam memberikan layanan. Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien di RS Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif sederhana dengan menggunakan teknik sampling purposive dengan sampel sebanyak 94 Pasien yang mendapatkan pelayanan di RS Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Kueisoner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kepuasan masyarakat dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan publik di RS Pendidikan Universitas Syiah Kuala adalah 3.29 dengan nilai IKM adalah 82.24 dengan kategori kinerja sangat baik (mutu pelayanan A).Kata Kunci: Kepuasan, Pasien, Rumah SakitPatient satisfaction is a measure of the extent to which patients are satisfied with the health services provided by health service providers. Patient satisfaction is an important indicator that determines the success of a hospital in providing services. This survey aims to measure the level of patient satisfaction at the Syiah Kuala University Teaching Hospital. This type of research is simple descriptive using a purposive sampling technique with a sample of 94 patients who received services at the Syiah Kuala University Teaching Hospital. The questionnaire used in this research was a public satisfaction questionnaire from the Regulation of the Minister for Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reform of the Republic of Indonesia. The research results show that the Community Satisfaction Index (IKM) value for public services at the Syiah Kuala University Teaching Hospital is 3.29 with the IKM value being 82.24 in the very good performance category (service quality A).Keywords: Satisfaction, Patients, Hospital
Pengalaman Pekerja Terhadap Work From Home (WFH) Selama Pandemi Covid-19 Rachmah, Rachmah; Rahmawati, Rahmawati; Mahdarsari, Mayanti; Jufrizal, Jufrizal; Kasih, Laras Cyntia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.3197

Abstract

Pandemi Covid19 mengharuskan Staf untuk melakukan Work From Home (WFH) guna memutus mata rantai dan mencegah penularan dan penyebaran Covid19 dilingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pekerja terhadap WFH serta dampak yang ditimbulkan selama pekerja menjalani WFH. Metode penelitian adalah deskriptif sederhana, dengan melakukan pengumpulan data yang disebarkan melalui aplikasi online yang dimulai pada bulan April hingga Juni 2020. Hasil penelitian ini diketahui bawa Dosen dan Guru merupakan mayoritas pekerja yang melakukan WFH selama Pandemi Covid-19 dengan berbagai pengalaman WFH. WFH akan dapat terlaksana dengan baik jika didukung oleh factor internal (dukungan keluarga) dan eksternal (dukungan tempat bekerja).Kata Kunci: Pengalaman, Pekerja, Work From HomeThe Covid19 pandemic requires staff to work from home (WFH) to break the chain and prevent the transmission and spread of Covid19 in the work environment. This research aims to determine workers' experiences with WFH and the impacts caused while workers undergo WFH. The research method is simple descriptive, by collecting data distributed via online applications starting from April to June 2020. The results of this research show that lecturers and teachers are the majority of workers who WFH during the Covid-19 pandemic with various WFH experiences. WFH will be implemented well if it is supported by internal (family support) and external (workplace support) factors.Keywords: Experience, Workers, Work From Home
Sikap perawat terhadap pengelolaan limbah medis di ruang rawat inap kelas III Mahdarsari, Mayanti; Rachmah, Rachmah; Ulfitria , Nissa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.3075

Abstract

Background: Environmentally conscious hospitals focus not only on external aspects but also on internal ones, including the management of medical waste as the end product of healthcare services. Improper medical waste management can pose Occupational Safety and Health (OHS) risks, such as injuries and infections. Purpose: To determine nurses' attitudes toward medical waste management in Class III inpatient wards. Method: This descriptive quantitative study, using a cross-sectional design, was conducted from October 22-29, 2025. The population in this study was all 135 nurses working in Class III inpatient wards at Meuraxa Regional Hospital, Banda Aceh City. The sampling technique used was stratified random sampling, with inclusion criteria being nurses who were willing to participate and had signed a consent form, as well as nurses who were actively working at the time of data collection. The sample size was determined using the Slovin formula, resulting in a sample of 101 respondents. The research instrument was an attitude questionnaire with univariate data analysis. Results: Most respondents (68 respondents (67.3%) had worked in inpatient wards for 1-5 years, and 62 respondents (61.4%) had attended occupational health and safety training. Overall, respondents' attitudes toward medical waste management were positive. However, negative attitudes were still found in four stages, such as sorting (2%) and packaging and storage (1%). Conclusion: The majority of nurses in class III inpatient wards have positive attitudes toward medical waste management. The conservation department is expected to maintain this positive attitude through routine training and periodic supervision. Suggestion: Future research could use mixed methods or include direct observation to provide a more comprehensive picture of medical waste management practices. Additionally, expanding the study location to other wards or different hospitals could provide a broader comparison of medical waste management implementation across healthcare settings.   Keywords: Class III Inpatient Ward; Medical Waste Management; Nurses' Attitudes.   Pendahuluan: Rumah sakit yang peduli lingkungan tidak hanya difokuskan pada aspek eksternalnya saja, tetapi pemahaman akan aspek internal juga sangat diperlukan, diantaranya adalah pengelolaan limbah medis sebagai produk akhir pelayanan kesehatan. Pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan risiko terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti cedera dan infeksi. Tujuan: Untuk mengetahui sikap perawat terhadap pengelolaan limbah medis di ruang rawat inap kelas III. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, dilakukan pada tanggal 22-29 Oktober 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap kelas III RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh sebanyak 135 perawat. Sementara teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dengan kriteria inklusi perawat yang bersedia menjadi responden dan telah menandatangani lembar persetujuan partisipasi, serta perawat yang aktif berkerja pada saat pengambilan data dilakukan. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 101 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner sikap dengan analisis data secara univariat. Hasil: Sebagian besar responden sudah berkerja di ruang rawat inap selama 1-5 tahun sebanyak 68 responden (67.3%), dan sebanyak 62 responden (61.4%) sudah mengikuti pelatihan K3. Berdasarkan sikap responden terhadap pengelolaan limbah medis secara keseluruhan menunjukkan sikap yang positif. Namun, pada keempat tahapan masih ditemukan sikap negatif, seperti tahap pemilahan (2%), tahap pewadahan dan  penyimpanan (1%). Simpulan: Mayoritas perawat di ruang rawat inap kelas III memiliki sikap yang positif dalam pengelolaan limbah medis. Bidang keperawatan diharapkan terus mempertahankan kondisi ini melalui pelatihan berkala dan supervisi rutin. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode campuran atau menambahkan observasi langsung agar gambaran tentang praktik pengelolaan limbah medis lebih komprehensif. Selain itu, memperluas lokasi penelitian ke ruang perawatan lain atau ke rumah sakit berbeda dapat memberikan perbandingan yang lebih luas mengenai implementasi pengelolaan limbah medis di berbagai setting pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Medis; Ruang Rawat Inap Kelas III; Sikap Perawat.