Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEPATUHAN PERAWAT TENTANG PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANDA ACEH Ramadhani, Novia; Yuswardi, Yuswardi; Rachmah, Rachmah; Kamil, Hajjul; Mayasari, Putri
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i1.1434

Abstract

Latar Belakang Dokumentasi keperawatan merupakan catatan resmi yang digunakan sebagai aspek legal keperawatan. Kelengkapan dan keakuratan menuliskan asuhan keperawatan membuktikan bahwa dokumentasi yang di tulis dengan lengkap menunjukkan kepatuhan perawat dalam melakukan pendokumentasian. Tujuan Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kepatuhan perawat pelaksana tentang pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat pelaksana pada ruang rawat kelas I, II, dan III sebanyak 223 perawat. Formula slovin denganmenggunakan purposive sampling menetapkan 143 perawat pelaksana sebagai sampel penelitian. Pengolahan data menggunakan analisis univariat. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kepatuhan perawat pelaksana dalam melengkapi pendokumentasian asuhan keperawatan berada pada katagori tidak patuh 97,2%. Kesimpulan Diharapkan pihak rumah sakit dapat memfasilitasi perawat dengan diadakannya pelatihan, seminar, supervisi, reward dan meningkatkan sarana prasarana untuk pemenuhan dan peningkatan pelayanan di rumah sakit.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT Kurniawati, Rahmi; Maurissa, Andara; Rachmah, Rachmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring merupakan salah satu aspek penilaian bagi pengguna pelayanan kesehatan di Indonesia. Peran perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangat mempengaruhi citra perawat dalam melaksanakan tugasnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perawat untuk bersikap caring dalam melakukan asuhan keperawatan kepada pasien ialah motivasi kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Motivasi Kerja dengan Perilaku Caring Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 129 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan sample random sampling, dan analisa uji statistik deskriptif dan uji chi square. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja perawat Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh berada pada kategori sedang sebanyak 87 orang (67,4%), dan perilaku caring perawat berada pada kategori baik sebanyak 75 (58,1%). Hasil penelitian juga menunjukkan p-value = 0,034, jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang signifikan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat. Diharapkan kepada manajemen rumah sakit agar memberikan pelatihan-pelatihan peningkatan skill yang dapat meningkatkan motivasi kerja dengan perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.
BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH JAYA Natasha, Cut Windi; Putra, Ardia; Jannah, Noraliyatun; Kamil, Hajjul; Rachmah, Rachmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Berat atau ringgannya beban kerja berpengaruh terhadap pekerjaan perawat. Beban kerja yang berat dapat menyebabkan beban kerja fisik, beban kerja psikologis, dan beban waktu kerja pada perawat, sedangkan beban kerja yang terlampau ringan dapat menyebabkan kejenuhan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja, beban kerja fisik, beban kerja psikologis, dan beban waktu kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Jaya. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah perawat pelaksana yang bekerja di RSUD Kabupaten Aceh Jaya, sampel dipilih dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 110 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja baku, yang dibagikan pada masing-masing perawat. Analisa data dalam penelitian menggunkaan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan kebanyakan perawat mengalami beban kerja sedang sebanyak 49 perawat (44,5%), beban kerja fisik sedang sebanyak 46 perawat (41,8%), beban kerja psikologis sedang sebanyak 43 perawat (39,1%), dan beban waktu kerja sedang sebanyak 41 perawat (37,3%). Rumah Sakit melakukan evaluasi terkait tugas dan jam kerja perawat untuk mempertahankan serta mengelola beban kerja perawat.
ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED (WISN) POLI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Ismi, Sania Vauka; Rachmah, Rachmah; Yullyzar, Yullyzar; Kamil, Hajjul; Maurissa, Andara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja perawat yang berlebihan akan menimbulkan gejala seperti kelelahan, tidak nyaman, cedera, kesalahan dalam melakukan tindakan dan produktivas akan menurun. Tujuan penelitian untuk mengetahui beban kerja perawat dengan menggunakan indikator workload indicators of staffing need (WISN). Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik analisa beban kerja yaitu time of motion. Time of motion bertujuan untuk menghitung standar waktu kegiatan secara lebih khusus terhadap populasi penelitian. Sampel adalah perawat yang bekerja di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 3 staf perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembar observasi analisis beban kerja dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang diperlukan dalam melakukan kegiatan keperawatan langsung 4090 menit (54,9%), kegiatan tidak langsung 3090 menit (41,5%), kegiatan pribadi 321 menit (4,3%) dan kegiatan non produktif 150 menit (2,0%). Berdasarkan hasil analisa dengan mengunakan metode WISN diperoleh jumlah kebutuhan staf perawat yang bekerja di poliklinik rawat jalan sebanyak 5 staf perawat, tetapi untuk saat ini hanya 3 staf perawat yang bertugas dan dibutuhkan penambahan 2 staf perawat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam penambahan jumlah staf perawat untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit khususnya di poliklinik rawat jalan.
GAMBARAN MINAT MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN USK UNTUK BEKERJA DI DAERAH TERPENCIL DAN TERTINGGAL Nadhifah, Izzatun; Yusuf, Muhammad; Rachmah, Rachmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan perawat di daerah terpencil dan tertinggal akan berdampak buruk pada kesehatan dan keselamatan pasien, karena perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan dengan waktu yang lebih lama memberikan pelayanan kepada pasien. Kekurangan perawat ini dapat disebabkan oleh kurangnya minat dari mahasiswa keperawatan untuk memilih berkarier di daerah terpencil dan tertinggal. Minat pada mahasiswa keperawatan dapat mendorong dan memotivasi mahasiswa untuk ikut serta berkontribusi dalam pemerataan tenaga kesehatan di seluruh pelosok Indonesia terutaman di daerah terpencil dan tertinggal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran minat mahasiswa Fakultas keperawatan Universitas Syiah Kuala untuk bekerja di daerah terpencil dan tertinggal yang dinilai berdasarkan indikator kemauan, pengaruh kepribadian, serta lingkungan kerja yang sesuai bakat dan minat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 528 mahasiswa. Hasil penelitian didapatkan minat mahasiswa pada kategori sedang (83,9%), dengan presentase kemauan (60,8%), pengaruh kepribadian (80,5%), dan lingkungan kerja yang sesuai dengan bakat dan minat (79,4%). Diharapkan bagi pihak yang berwenang di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala agar dapat melakukan promosi tenaga kesehatan untuk berkarier ke daerah terpencil dan tertinggal, agar minat kerja pada mahasiswa keperawatan dapat meningkat dan mereka siap bekerja dimanapun mereka ditugaskan setelah lulus nanti
GAMBARAN PELAYANAN KEPERAWATAN SYARIAH DI RUANG RAWAT SARAF WANITA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Yusrini, Yusrini; Mayasari, Putri; Rachmah, Rachmah; Kamil, Hajjul; Jannah, Noraliyatun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4407

Abstract

Rumah sakit syariah adalah fasilitas kesehatan yang pengoperasian layanannya sesuai prinsip Islam. Perawat menerapkan konsep keperawatan syariah untuk memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosial-spiritual pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi pelayanan keperawatan syariah di ruang rawat saraf wanita RSUDZA. Jumlah sampel merupakan 26 orang perawat. Kuesioner yang digunakan merupakan mutu layanan syariah di ruangan. Hasil analisa uji statistik dari studi kasus didapatkan bahwa mayoritas perawat dalam mengimplementasi pelayanan syariah diruang saraf wanita berada pada kategori baik (84,6%). Kepala ruang diharapkan rutin melakukan supervisi dan memberi penghargaan atas pencapaian perawat untuk meningkatkan motivasi dalam pelayanan syariah.Kata kunci: Perawat, Keperawatan SyariahSharia hospitals are health facilities that operate their services based on Islamic principles. Nurses apply the concept of sharia nursing to meet the bio-psycho-social-spiritual needs of patients. This case study aims to analyze how the implementation of sharia nursing services in The Women’s Nervous Treatment Room of Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. The number of samples in this study was 26 nurses. The data collection tool used a questionnaire created based on the quality of sharia services in the ward. The results of the case study showed that the average implementation of sharia services conducted by nurses in the the Women’s Nervous Treatment Room was in the good category (84.6%). It is also recommended that the head of the ward should implement the regular supervision and provide rewards for the results achieved to increase nurses’ motivation in providing sharia services.Keywords: Nurses, Sharia Nursing
Pengalaman kekerasan kerja pada perawat ruang rawat inap di rumah sakit Fadila, Cut Raisa; Rachmah, Rachmah; Mahdarsari, Mayanti; Yuswardi, Yuswardi; Yullyzar, Yullyzar
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1394

Abstract

Latar belakang: Kekerasan kerja merupakan tindakan kekerasan fisik, verbal, psikologis, atau seksual yang terjadi di tempat kerja. Kekerasan kerja yang terjadi di sektor kesehatan mencapai 25% dari seluruh kekerasan di tempat kerja. Kekerasan ini dapat datang dari pasien, keluarga pasien, atau bahkan rekan kerja, yang menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman dan berdampak buruk terhadap kesejahteraan fisik dan mental tenaga kesehatan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman kekerasan kerja pada perawat ruang rawat inap di rumah sakit. Metode: Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Workplace Violence Health Sector Language Version yang merujuk dari penulis Cut Kharissa kepada 24 perawat. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa 20,8% perawat mengalami kekerasan verbal dalam 12 bulan terakhir. Kekerasan verbal yang paling sering terjadi berupa penghinaan dan pelecehan verbal. Mayoritas insiden kekerasan tidak dilaporkan (95,8%). Tindakan yang diharapkan oleh perawat untuk mengurangi kekerasan meliputi pelatihan staf (29,2%) dan dukungan psikologis (29,2%). Kesimpulan: Studi ini menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan, dan dukungan manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rekomendasi: Studi kasus ini diharapkan adanya peningkatan sistem pelaporan insiden kekerasan yang sederhana dan mudah diakses oleh perawat serta terjaga kerahasiaannya agar memudahkan perawat dalam membuat pelaporan.
KESIAPSIAGAAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI BENCANA DI RUANG RAWAT INAP RSUDZA BANDA ACEH Riska, Nanda; Rachmah, Rachmah; Mahdarsari, Mayanti; Jannah, Noraliyatun; Yullyzar, Yullyzar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4414

Abstract

Dalam situasi bencana, rumah sakit berperan sebagai tempat utama untuk penanganan korban, sehingga rumah sakit perlu melakukan persiapan yang memadai. Perawat yang bekerja di area yang rentan terhadap bencana harus memiliki tingkat kesiapsiagaan yang memadai. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin adalah rumah sakit pemerintah tipe A yang berperan sebagai pusat rujukan di Aceh. Oleh karena itu, RSUDZA sangat penting dan tepat dalam upaya penanggulangan bencana. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap sebanyak 32 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dalam kesiapan penanggulangan bencana oleh Hidayati (2008) yang telah dikembangkan oleh penulis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa gambaran kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 81,3% dan sebanyak 18,8% perawat memiiki kesiapsiagaan pada kategori sedang. Diharapkan bagi rumah sakit dapat mengadakan simulasi dan evaluasi berkala terkait dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana
Kewenangan Klinis Perawat di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh Herawati, Zukira; Yuswardi, Yuswardi; Rachmah, Rachmah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 10 No 2 (2022): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v10i2.234

Abstract

Kewenangan klinis merupakan hasil proses dari sarana kesehatan yaitu memberikan kewenangan dalam batas yang ditetapkan. Pada kenyataannya, penerapan jenjang karir perawat klinis di rumah sakit masih bervariasi dimana penerapan level karir perawat masih dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan jenjang karir yang di dapatkan. Pada dasarnya perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berbasis profesional, dilakukan sesuai dengan kewenangan dan penugasan klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor evaluasi penerapan kewenangan klinis perawat di Rumah Sakit Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Meuraxa yang berjumlah 78 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor evaluasi penerapan kewenangan klinis perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh berada pada kategori baik (47,4%). Diharapkan kepada Komite Keperawatan sebagai pihak yang mengusulkan pemberian kewenangan klinis pada Perawat Kinik (PK) dapat melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala supaya perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan diberikan sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
The Relationship between Nurse Attitudes and Family Support in the Care of Elderly Patients with Chronic Illnesses Putri, Suraya; Rachmah, Rachmah; Rahmawati, Rahmawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4825

Abstract

Elderly care for patients with chronic illnesses has become a critical issue in Indonesia, given the high prevalence of chronic conditions among the elderly, such as diabetes, hypertension, and heart disease. Positive nurse attitudes and family support play essential roles in enhancing the quality of care and well-being of elderly patients. This study analyzes the relationship between nurse attitudes and family support in the quality of care provided to elderly patients with chronic illnesses. The research employed a quantitative approach with an observational cross-sectional design, involving 50 elderly participants selected through purposive sampling. The results indicate that patients receiving care from nurses with positive attitudes and strong family support tend to experience a higher quality of care (p < 0.05). Empathetic nurse attitudes and consistent family support improve patient comfort, adherence to treatment, and clinical outcomes. These findings highlight the importance of synergy between positive nurse attitudes and family support in optimizing elderly care and reducing the potential for loneliness and mental health decline among patients.