Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Effectiveness of TikTok Social Media as a Mental Health Education Platform for Adolescents Dian Priharja Putri; Lu’lu Atul Auliya; Septi Haryani; Yusiska Elvira Sanam; Yulia Suryani; Cindy Histavone; Wulan Septi Anggraeni; Chusnul Chotimah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9069

Abstract

Social media has become an important part of the lives of Generation Z and Alpha teenagers, as well as a potential medium for the dissemination of mental health information. Among various platforms, TikTok shows rapid growth with more than 63 million monthly active users in Indonesia in 2023, where 45% of its users are aged 13–24 years. The creative and easily accessible short video format makes TikTok an effective medium for mental health education, as evidenced by the popularity of the hashtag #mentalhealth which has been viewed more than 3.2 billion times from December 2019 to 2025. Knowing the effectiveness of TikTok social media as a medium for mental health education for adolescents. This study used a non-equivalent control group design. A total of 928 adolescents aged 10–19 from five regions were divided into two groups: those receiving mental health education through TikTok (n=464) and those receiving education through Instagram (n=464). Respondents' mental health knowledge was measured twice using questionnaires, before and after the health education was provided. Post-test results showed a significant increase in the TikTok group with a p-value <0.05, indicating a difference in knowledge before and after the intervention. The number of respondents in the high knowledge category increased, while the number of respondents in the low knowledge category decreased significantly. Education through short videos on TikTok is more effective in increasing adolescents' mental health knowledge. Delivering information that is visually engaging, concise, and tailored to adolescent communication styles is a key factor in its success.
Determinan Konsumsi Kapsul Vitamin A Pada Ibu Nifas : Analisis Peran Pendidikan, Pengetahuan, Kunjungan Nifas dan Petugas Kesehatan di Puskesmas Dwikora Jaya Tahun 2026 Septina, Sulia Harta Septina; Putri, Dian Priharja
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56309

Abstract

Latar Belakang : Menurut bagian Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kabupaten Tulang Bawang Barat mengalami penurunan grafik cakupan Vitamin A dari 93,25% pada tahun 2023 menjadi 83,2% pada 2024. Cakupan pemerian atau konsumsi Vit. A tahun 2024 di Puskemas Dwikora Jaya yaitu 80%. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Determinan Konsumsi Kapsul Vitamin A Pada Ibu Nifas : Analisis Peran Pendidikan, Pengetahuan, Kunjungan Nifas Dan Petugas Kesehatan Di Puskesmas Dwikora Jaya Tahun 2026”. Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui determinan faktor kepatuhan Ibu nifas dalam konsumsi kapsul Vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Dwikora Jaya Tahun 2026. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang melahirkan 3 bulan terakhir sebanyak 139 orang dan jumlah sampel sebanyak 57 orang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampel. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square, dan analisis multivariat dengan multiple regression logistic menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Hasil Penelitian : Hasil analisis data diperoleh bahwa 42,1% responden memiliki tingkat pendidikan, 40,4% responden memiliki tingkat pendidikan menengah serta 17,5% responden berpendidikan dasar. 63,2 % responden memiliki pengetahuan rendah, 56,1% responden melakukan kunjungan tidak lengkap, 52,6% responden menyatakan bahwa tenaga kesehatan berperan dalam konsumsi vitamin A nifas. Ada hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan kunjungan nifas responden dengan konsumsi vitamin A pada ibu nifas serta tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan konsumsi vitamin A pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Dwikora Jaya tahun 2026.Kesimpulan dan Saran : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden berpengetahuan rendah tentang konsumsi vitamin A maka perlunya dilakukan modifikasi penyuluhan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat dengan menggunakan media-media tambahan yang dapat memperbaiki penyerapan materi oleh ibu, seperti dengan media elektronik presentasi slide, video atau film pendek tentang vitamin A.
Hubungan Kualitas Dukungan Emosional Suami Terhadap Tingkat Depresi Pasca Persalinan Pada Ibu Nifas Di PMB Sulistyo Rahayu, Sst, Bdn Trimurjo Lampung Tengah Tahun 2025 Af’Idah, Aprilinda Nur; Putri, Dian Priharja
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56312

Abstract

Depresi pascapersalinan merupakan masalah kesehatan mental yang umum dialami ibu nifas dan dapat memengaruhi kesejahteraan ibu serta perkembangan bayi. Dukungan emosional dari suami diyakini dapat membantu mengurangi risiko depresi pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas dukungan emosional suami dengan tingkat depresi pascapersalinan pada ibu nifas di PMB Sulistyo Rahayu, SST., Bdn, Trimurjo, Lampung Tengah. Jenis penelitian cross-sectional dengan 30 responden menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner MSPSS dan EPDS, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu menerima dukungan sedang hingga tinggi (86,7%) dan mayoritas berada pada risiko depresi rendah (60%). Hasil Chi-Square tidak signifikan (p = 0,146), namun tren menunjukkan dukungan rendah berkaitan dengan risiko depresi lebih tinggi. Dukungan emosional suami berperan penting dalam kesejahteraan psikologis ibu meski tidak signifikan secara statistik.