Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Determinan Konsumsi Kapsul Vitamin A Pada Ibu Nifas : Analisis Peran Pendidikan, Pengetahuan, Kunjungan Nifas dan Petugas Kesehatan di Puskesmas Dwikora Jaya Tahun 2026 Sulia Harta Septina Septina; Dian Priharja Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56309

Abstract

Latar Belakang : Menurut bagian Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kabupaten Tulang Bawang Barat mengalami penurunan grafik cakupan Vitamin A dari 93,25% pada tahun 2023 menjadi 83,2% pada 2024. Cakupan pemerian atau konsumsi Vit. A tahun 2024 di Puskemas Dwikora Jaya yaitu 80%. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Determinan Konsumsi Kapsul Vitamin A Pada Ibu Nifas : Analisis Peran Pendidikan, Pengetahuan, Kunjungan Nifas Dan Petugas Kesehatan Di Puskesmas Dwikora Jaya Tahun 2026”. Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui determinan faktor kepatuhan Ibu nifas dalam konsumsi kapsul Vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Dwikora Jaya Tahun 2026. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang melahirkan 3 bulan terakhir sebanyak 139 orang dan jumlah sampel sebanyak 57 orang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampel. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square, dan analisis multivariat dengan multiple regression logistic menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Hasil Penelitian : Hasil analisis data diperoleh bahwa 42,1% responden memiliki tingkat pendidikan, 40,4% responden memiliki tingkat pendidikan menengah serta 17,5% responden berpendidikan dasar. 63,2 % responden memiliki pengetahuan rendah, 56,1% responden melakukan kunjungan tidak lengkap, 52,6% responden menyatakan bahwa tenaga kesehatan berperan dalam konsumsi vitamin A nifas. Ada hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan kunjungan nifas responden dengan konsumsi vitamin A pada ibu nifas serta tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan konsumsi vitamin A pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Dwikora Jaya tahun 2026.Kesimpulan dan Saran : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden berpengetahuan rendah tentang konsumsi vitamin A maka perlunya dilakukan modifikasi penyuluhan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat dengan menggunakan media-media tambahan yang dapat memperbaiki penyerapan materi oleh ibu, seperti dengan media elektronik presentasi slide, video atau film pendek tentang vitamin A.
Hubungan Kualitas Dukungan Emosional Suami Terhadap Tingkat Depresi Pasca Persalinan Pada Ibu Nifas Di PMB Sulistyo Rahayu, Sst, Bdn Trimurjo Lampung Tengah Tahun 2025 Aprilinda Nur Af’Idah; Dian Priharja Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56312

Abstract

Depresi pascapersalinan merupakan masalah kesehatan mental yang umum dialami ibu nifas dan dapat memengaruhi kesejahteraan ibu serta perkembangan bayi. Dukungan emosional dari suami diyakini dapat membantu mengurangi risiko depresi pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas dukungan emosional suami dengan tingkat depresi pascapersalinan pada ibu nifas di PMB Sulistyo Rahayu, SST., Bdn, Trimurjo, Lampung Tengah. Jenis penelitian cross-sectional dengan 30 responden menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner MSPSS dan EPDS, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu menerima dukungan sedang hingga tinggi (86,7%) dan mayoritas berada pada risiko depresi rendah (60%). Hasil Chi-Square tidak signifikan (p = 0,146), namun tren menunjukkan dukungan rendah berkaitan dengan risiko depresi lebih tinggi. Dukungan emosional suami berperan penting dalam kesejahteraan psikologis ibu meski tidak signifikan secara statistik.
Analysis of Biological Stress Response as the Impact of Workplace Bullying on Performance Perception Dian Priharja Putri; Eka Rika Fitriyani; Elis Nurhayati; Linawati Linawati; Nurhaeni Nurhaeni; Siti Hasanah; Yayah Junayah; Juana Sopa; Lia Yuliawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8655

Abstract

This study aims to determine the extent to which workplace bullying is related to employees' performance perception at health centers and its impact on biological stress. The research was conducted on all employees at eight health centers in Regency X, randomly selected. Workplace bullying was measured using the Negative Acts Questionnaire Revised (NAQ-R), translated into Indonesian. Performance perception was measured using the Performance Perception Questionnaire. Biological stress was assessed through cortisol levels in saliva. Among the 240 participants, the majority (60%) rarely experienced workplace bullying, with an average score of 41.00 (SD=6.532). Most participants (67.1%) had a high perception of performance, with an average score of 67.12 (SD=9.747). Pearson's test results showed a value of 0.038 with a coefficient of -0.207, indicating a significant correlation between workplace bullying and performance perception. The findings also indicate that biological stress levels, measured through cortisol, correlate with lower performance perceptions. Workplace bullying contributes 4.285% to performance perception. This study provides preliminary evidence that workplace bullying can affect employee performance through biological stress mechanisms, highlighting the importance of interventions to reduce workplace bullying to improve employee well-being and performance