Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE DWELLERS’ ATTACHMENT TO JOGLO HOUSES IN KOTAGEDE Candra, Deny Prastika; Rukmi, Wara Indira; Setyono, Deni Agus
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 47 No. 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.779 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.47.2.87-98

Abstract

The number of Joglo houses in existence has decreased in recent years. Any effort to conserve the remaining Joglo depends on the behavior of the dwellers in maintaining and utilizing Joglo properly. People who have stronger levels of place attachment tend to support conserving that place. Place attachment can be explained in three dimensions: the person, the place, and the psychological process. This study explores the attachment of the dwellers to their Joglo by using PLS-PM analysis to understand the relationships among these dimensions. The results show that the person and place dimensions have a positive effect on each of the aspects of the dimension of psychological process, but not all dimensions have a significant effect and the effect of each dimension varies. The evaluation of the model concludes that it has a high ability to explain the empirical conditions of the dweller’s place attachment to their Joglo
Keterikatan Tempat Berdasarkan Tipe Tindakan Menetap Masyarakat Suku Bajo di Pulau Bungin Baskara, Alvito Cakra; Surjono, Surjono; Rukmi, Wara Indira
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.362-374

Abstract

Penelitian ini menelaah keterikatan tempat (place attachment) masyarakat Bajo di Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa, yang dikenal sebagai pulau terpadat di dunia. Kepadatan ekstrem dan wacana relokasi dari pemerintah menimbulkan pertanyaan bagaimana keterikatan masyarakat dapat bertahan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat keterikatan tempat dan menilai bagaimana keterikatan tersebut diwujudkan dalam tindakan masyarakat. Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan 157 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive, sehingga mewakili beberapa kelompok lama tinggal. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dilengkapi interpretasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan indeks afektif dan konatif berada pada kategori tinggi pada semua kelompok, dengan ikatan yang berakar pada hubungan leluhur, identitas kolektif, serta praktik rekonstruksi ruang. Analisis kualitatif menegaskan bahwa Pulau Bungin dipandang sebagai tanah warisan dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengaitan keterikatan afektif dan konatif dengan adaptasi ruang dalam konteks permukiman padat pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan penataan kawasan dan program hunian hanya akan efektif bila mengintegrasikan identitas budaya dan ikatan emosional masyarakat.