Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

TIPOLOGI FASADE KOLONIAL DI KORIDOR JALAN GAJAH MADA, KECAMATAN SIDOARJO Nugroho, Denny Ristyan; Kurniawan, Eddi Basuki; Wardhani, Dian Kusuma
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo memiliki warisan bersejarah,salah satunya terletak di koridor Jalan Gajah Mada. Beberapa bangunan kuno berada di jalan tersebut, yang juga merupakan kawasan perdagangan dan jasa. Koridor tersebut merupakan kawasan “Kota Lama” Sidoarjo (SK Kepala Bappeda No. 650/300/404.5.4/2010). Namun keberadaan “Kota Lama” sama sekali tidak tergambarkan, dikarenakan banyaknya wajah bangunan dengan gaya arsitektur modern. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tipologi bangunan kolonial .Digunakan analisis tipo- morfologi untuk mengetahui tipologi bangunan, yang nantinya akan digunakan sebagai dasar evaluasi bangunan lainnya. Ada tiga tipologi terpilih sebagai bangunan kunci, yaitu Gaya Peralihan NA 1900, Gaya Kolonial Belanda tahun 1915-an, dan Gaya Kolonial Belanda tahun 1930-an.
Penataan Permukiman Nelayan Puger Ditinjau dari Aspek Kekumuhan Nurcahyati, Evi Eka; Surjono, Surjono; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman nelayan Puger memiliki potensi perikanan dan pariwisata bahari yang seharusnya mampu menarik minat orang untuk berkunjung ke sana. Akan tetapi, ternyata permukiman nelayan Puger terlihat kotor dan kumuh. Kondisi kekumuhan tersebut dapat memburuk apabila tidak segera ditangani dan orang menjadi kurang berminat untuk berkunjung. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi karakteristik permukiman, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman, dan menyusun arahan penataan permukiman nelayan Puger. Karakteristik permukiman meliputi karakteristik fisik dasar dan karakteristik kekumuhan permukiman yang terdiri dari pengidentifikasian variabel kekumuhan dan penilaian tingkat kekumuhan. Karakteristik fisik dasar diidentifikasi menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan potensi serta permasalahan terkait topografi, geologi, hidrologi, klimatologi, dan kondisi oseanografi. Variabel kekumuhan diidentifikasi menggunakan metode analisis deskriptif yang diperjelas dengan fotomapping dan tingkat kekumuhan dinilai berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Tingkat Kekumuhan. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman diidentifikasi menggunakan analisis faktor terhadap variabel yang menyebabkan kondisi kumuh ringan hingga sangat kumuh. Pada akhir penelitian arahan penataan permukiman nelayan Puger disusun berdasarkan hasil identifikasi karakteristik permukiman dan faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman. Arahan penataan permukiman nelayan Puger meliputi perbaikan dan peningkatan kondisi jalan, penambahan ruang terbuka, penyediaan bantuan perumahan dengan sistem kredit di luar perumahan eksisting, pembuatan WC dengan tangki septik komunal, pengelolaan sampah secara mandiri, peningkatan pendapatan masyarakat, pemberian kredit perumahan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sendiri, serta penanggulangan bencana banjir.Kata kunci :Arahan penataan, Permukiman nelayan, Kumuh
Optimasi Hutan sebagai Penghasil Oksigen Kota Malang Sesanti, Niti; Kurniawan, Eddi Basuki; Anggraeni, Mustika
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Malang yang cenderung mengalihfungsikan RTH (ruang terbuka hijau) menjadi kawasan terbangun menyebabkan menurunnya produksi oksigen kota Malang. Alih fungsi RTH menyebabkan peningkatan area-area yang diperkeras dengan material yang tidak memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh. Hutan kota sebagai unsur RTH merupakan sub sistem kota, sebuah ekosistem dengan sistem terbuka. Apabila peningkatan produksi oksigen melalui penambahan dan perluasan hutan kota sulit dilakukan, perlu adanya upaya optimasi yaitu dengan mengoptimalkan produksivitas oksigen pada lahan-lahan yang dialokasikan sebagai hutan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hutan Kota Malang, produksi oksigen vegetasi dari masing-masing hutan kota, dan menentukan model pengembangannya dalam mengoptimasi produksi oksigen yang seharusnya dapat dihasilkan oleh vegetasi pada masing-masing hutan Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif (identifikasi karakteristik lansekap hutan kota), metode analisis evaluatif (menghitung produksi oksigen dari vegetasivegetasipenyusun hutan Kota Malang), dan analisis development (membuat model pengembangan vegetasi hutan kota, dan menentukan arah pengembangan hutan kota). Berdasarkan hasil analisis karakteristik terhadap hutan kota Malang diketahui bahwa hutan kota Malang berbentuk bergerombol dan menumpuk dengan produksi oksigen tertinggi sebesar 7,8 ton berada pada hutan kota Malabar. Arahan pengembangan vegetasi hutan Kota Malang lebih menitikberatkan pada kecermatan pembuatan model pengembangan vegetasi hutan kota. Vegetasi berupa tegakan (stratum B, C dan D) akan dikembangkan melalui tata cara penanaman vegetasi (Tata caraperencanaan teknik lansekap jalan, 1996) sedangkan vegetasi pelantai (stratum E) akan dikembangkan dengan asumsi bahwa pada setiap bagian hutan kota memiliki luas penutupan = 100%. Pengembangan hutan Kota Malang melalui penerapan model pengembangan vegetasi hutan kota terbukti mampu meningkatkan produksi oksigen Kota Malang. Produksi oksigen Kota Malang meningkat sebesar 40.039.978,01 gram atau lebih tinggi149,12% lebih tinggi dari pada kondisi eksisting.Kata kunci: Produksi oksigen, Model pengembangan vegetasi hutan kota
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KEPANJEN Khoiriyah, Khotimatul; Hasyim, Abdul Wahid; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kepanjen telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Kabupatan Malang yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 dimana memiliki fungsi dan peran sebagai pusat pemerintahan kabupaten. Adanya pemindahan ibu kota kabupaten Malang berdampak pada perubahan guna lahan dari tak terbangun menjadi terbangun. Berdasarkan kebijakan RTRW Provinsi Jawa Timur tahun 2011- 2031 disebutkan bahwa, struktur pusat permukiman perkotaan wilayah Malang Raya diarahkan di Perkotaan Kepanjen. Dengan mengacu kebijakan RTRW Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2031, pemerintah berperan untuk merencanakan pengembangan permukiman di Kecamatan Kepanjen, yang menyangkut dengan kebutuhan akan lahan untuk bermukim. Permasalahan yang terdapat diwilayah studi adalah harga lahan yang bervariasi pada wilayah pusat kota dan sub pusat kota, dimana harga lahan tinggi dipengaruhi oleh nilai lahan, maka dari itu tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan permukiman pada lahan rumah di Kecamatan Kepanjen dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Faktor yang mempengaruhi harga lahan permukiman adalah luas lahan, lebar jalan, jarak terhadap pusat kota, jarak terhadap sarana perkantoran, jarak terhadap sarana kesehatan, jarak terhadap sekolah, jumlah rute angkutan umum, dan ketersediaan jaringan air bersih. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk pemerintah terkait dengan pengembangan permukiman di Kecamatan Kepanjen
Penataan Permukiman di Kawasan Segiempat Tunjungan Kota Surabaya Dyah, Ratih Wahyu; Kurniawan, Eddi Basuki; Usman, Fadly
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Undang-undang No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman, definisi rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Permasalahan perkotaan menunjukkan bahwa akibat dari pertumbuhan kota yang cukup tinggi serta kenyataan akan terbatasnya ruang kota, membawa dampak dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah keterbatasan papan atau permukiman sehingga menimbulkan adanya permukiman kumuh di perkotaan. Kondisisosial ekonomi masyarakat dan kemampuan pengelola kota akan menentukan kualitas pemukiman yang terwujud. Kawasan Segiempat Tunjungan merupakan kawasan permukiman yang ada di Kota Surabaya yangmengalami permasalahan permukiman mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan padat bangunan dan padat penduduk. Tujuan penelitian mengenai penataan permukiman di Kawasan Segiempat Tunjungan adalahuntuk mengidentifikasi karakteristik permukiman, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi arahan penataan permukiman dan menyusun arahan penataan permukiman berdasarkan faktor yang berpengaruh tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mendeskripsikan karakteristik permukiman Kawasan Segiempat Tunjungan dan potensi masalahnya, penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi arahan penataan permukiman dengan menggunakan analisis faktor. Selanjutnya disusun arahan penataan permukiman melalui metode SWOT (IFAS/EFAS) berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman di Kawasan Segiempat Tunjungan. Hasil akhir dari studi ini berupa arahan penataan permukiman seperti perbaikan sarana prasarana permukiman seperti pengadaan sarana ruang terbuka hijau, perbaikan kualitas dan kuantitas air bersih, perbaikan prasarana drainase serta sistem persampahan. Pengaturan intensitas bangunan pada kawasan permukiman berupa pembatasan KDB 70% dan KLB 140% serta pengendalian intesitas kawasan perdagangan dan jasa, penataan sosial kemasyarakatan serta peningkatan ekonomi, yang merupakan suatu usaha penanganan permasalahan dan pengoptimalan potensi yang terdapat pada permukiman tersebut.Kata kunci: Arahan penataan, Permukiman, Kawasan Segiempat Tunjungan
IDENTIFIKASI OBJEK WAYFINDING BERDASARKAN PENDAPAT PENGGUNA DI KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA Firjatullah, Hafiz; Kurniawan, Eddi Basuki; Purnamasari, Wulan Dwi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayfinding merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan orientasi dan pergerakan dari suatu tempat asal menuju ke tempat tujuan. Manfaat wayfinding dalam kawasan pendidikan, yaitu sebagai sarana yang membantu mengarahkan seseorang ke tempat tujuan sehingga dapat mengurangi ketersesatan dan membantu pengguna dalam mengingat ruang dan jalan melalui peran objek wayfinding. Sejumlah 48% mahasiswa baru Universitas Brawijaya tahun 2015 menyatakan bahwa pernah tersesat saat memasuki kampus. Hal ini menunjukkan perlu adanya konsep wayfinding kepada seseorang yang masih asing dengan wilayah sekitar, seperti mahasiswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mencari objek-objek yang berpotensi dari pendapat responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni analisis mental map sebagai penentuan hirarki objek wayfinding berdasarkan pengguna. Hasil dari analisis menunjukkan terdapat hirarki objek wayfinding berupa elemen pada environmental information dalam proses wayfinding di kampus Universitas Brawijaya.
Manajemen Lalu Lintas untuk Mengatasi Masalah Tundaan pada Ruas Jl. Ranugrati Kota Malang Baskoro, Pratomo Yoga; Wicaksono, Achmad; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan transportasi akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya daerah perkotaan. Jika kebutuhan sarana transportasi tidak diimbangi dengan prasarana transportasi (jaringan jalan) maka timbul masalah transportasi. Kondisi ini terjadi pada ruas Jl. Ranugrati Kota Malang, dimana jumlah volume kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan dan persimpangan terpengaruhnya, sehingga timbul tundaan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja Jl. Ranugrati beserta tiga persimpangan terpengaruh, yaitu persimpangan tidak bersinyal SKI, Gapura Perumahan Sawojajar, dan persimpangan bersinyal Ranugrati_Raya Sawojajar, selain itu juga mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tundaan serta penyelesaian masalah melalui skenario manajemen lalu lintas. Kinerja Jl. Ranugrati pada hari kerja adalah E-F dengan nilai DS di atas 0,85, sedangkan pada hari libur, kinerja adalah C-D dengan nilai DS 0,45 sampai dengan 0,84.Untuk persimpangan SKI, kinerja pada hari kerja adalah F, dengan nilai kapasitas sisa di bawah nol (minus), persimpangan Gapura Perumahan Sawojajar paling buruk terjadi pada peak pagi hari kerja dengan kapasitas sisa 2,87. Sedangkan persimpangan Ranugrati_Raya Sawojajar paling buruk terjadi pada hari kerja di semuapeak yaitu ITP F, dengan nilai tundaan per kendaraan lebih dari 60 detik. Faktor-faktor penyebab tundaan dipengaruhi oleh perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas ruas jalan yang tidak sesuai sehingga kecepatan kendaraan dibatasi bahkan berhenti, kemudian terjadi penumpukan kendaraan, dan terjadi tundaan. Selain itu aktivitas hambatan samping juga mempengaruhi tundaan, antara lain parkir on street, kendaraan keluar masuk guna lahan dan gang-gang di sepanjang ruas Jl. Ranugrati. Dari permasalahan di atas,penyelesaian masalah melalui manajemen lalu lintas dengan menerapkan skenario-skenario, yaitu pelebaran ruas jalan dan pendekat jalan, penertiban parkir on street, dan sistem satu arah (pengalihan arus) pada ruas Jl.Ranugrati. Skenario yang paling optimal adalah dengan pemberlakuan sistem satu arah dari timur menuju barat pada pukul 06.00-12.00 dan sebaliknya pemberlakuan sistem satu arah dari barat menuju timur pada pukul12.00-20.00 , karena penurunan nilai DS rata-rata mencapai lebih dari 30%% sehingga merubah kinerja ruasjalan dari E menjadi level B dan C.Kata kunci :Tingkat pelayanan jalan, Persimpangan tidak bersinyal persimpangan bersinyal, Faktor penyebab tundaan, Skenario penyelesaian masalah
Pengaruh Keberadaan Kampung Inggris Terhadap Guna Lahan dan Sosial ekonomi Masyarakat di Desa Tulung Rejo dan Desa Pelem, Kabupaten Kediri Hidayat, Ar Rohman Taufik; Surjono, Surjono; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap aktivitas guna lahan dapat mempengaruhi kondisi fisik dan non fisik daerah disekitarnya. Perubahan fisik yang terjadi adalah perubahan terhadap guna lahan disekitarnya. Sedangkan perubahan non fisik terletak pada sosial ekonomi masyarakat yang mendiami guna lahan tersebut. Penelitian ini berusaha untukmengetahui besar perubahan yang ditimbulkan dari guna lahan yaitu “Kampung Inggris” yang ada di Desa Tulung Rejo dan Desa Pelem, Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah menggunakan cara pengambilan sampel berjumlah 145. Populasinya adalah masyarakat yang berada di wilayah “Kampung Inggris” berjumlah 2015 KK. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif terhadap hasil rekap kuesioner dan evaluatif dengan melakukan uji Wicoxon dan Pearson Moment Product. Hasilnya adalah lembaga kursus di “Kampung Inggris” mempengaruhi guna lahan dan sosial ekonomi masyarakat di “Kampung Inggris”. Besarnya pengaruh yaitu lahan terbangun meningkat 5,4% per tahun setiap tahunnya, 4,8% fungsi lahan yang ada mengalami perubahan fungsi setiap tahunnya, kegiatan organisasi masyarakat menurun, partisipasi masyarakat menurun, 9,3% dari jumlah penduduk mengalami perubahan mata pencaharian terkait keberadaan lembaga kursus tersebut, dan meningkatnya pendapatan penduduk sebesar Rp. 120.587 setiap tahun dengan mengikutsertakan faktor inflasi.Kata kunci: KampungInggris, Pengaruh, Gunalahan, Sosialekonomi, Masyarakat
Guna Lahan di Kawasan Sekitar Bandar Udara Mutiara Kota Palu Pratomo, Rahmat Aris; Kurniawan, Eddi Basuki; Prayitno, Gunawan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkembangan lahan terbangun di kawasan sekitar Bandar Udara Mutiara terutama pada jalur yang sejajar dengan daerah landasan pacu sebagai area lepas landas maupun jalur pendaratan pesawat di Bandar Udara Mutiara semakin meningkat hingga kini. Kawasan tersebut berkembang menjadi sebuah kawasan dengan kepadatan bangunan yang cukup tinggi sehingga dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Belum adanya dokumen yang mengatur secara khusus guna lahan kawasan sekitar bandara akan menimbulkan kesemerawutan perkembangan kota. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan mendeskripsikan karakteristik fisik dan perkembangan guna lahan di wilayah studi dari tahun 1998 hingga tahun 2008 yang merupakan tahun awal realisasi pengembangan Bandar Udara Mutiara, mengetahui kemampuan lahan di wilayah studi sebagai salah satu acuan pengembangan kawasan terbangun di wilayah studi, mengetahui dampak aktivitas penerbangan terhadap lingkungan di sekitar Bandara Udara Mutiara yang meliputi batasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan batasan Kawasan Kebisingan. Hasil akhir dari studi ini berupa guna lahan di kawasan sekitar Bandar Udara Mutiara.Kata kunci : guna lahan, Bandar Udara Mutiara
Manajemen Lalu Lintas Jalan Brigjen Hasan Basri - Jalan S. Parman Kota Banjarmasin Rosanti, Rossy; Hariyani, Septiana; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman merupakan salah satu jalan utama yang melintas di dalam Kota Banjarmasin dengan hirarki arteri sekunder yang mempunyai peran dan fungsi penting karena merupakan satu-satunya jalan yang digunakan untuk lalu lintas dua arah yang menghubungkan pusat Kota Banjarmasin (Kecamatan Banjarmasin Tengah) dengan Kecamatan Banjarmasin Utara, dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja jalan, pengaruh pembangunan jalan alternatif terhadap tingkat pelayanan jalan untuk kemudian merumuskan alternatif penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif evaluatif meliputi analisis sistem transportasi, tingkat pelayanan jalan, plat matching. Analisis tingkat pelayanan jalan with-without jalan alternatif untuk mengetahui pengaruh jalan alternatif terhadap kinerja jalan dan analisis alternatif penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ruas Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman mencapai puncak (peak hour) pada hari efektif di pagi hari pukul 07.00-08.00. Tingkat pelayanan jalan segmen I bernilai D dengan DS mencapai 0,760 smp/jam (utara) dan bernilai C dengan DS mencapai 0,670 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen II bernilai D dengan DS mencapai 0,830 smp/jam (utara) dan 0,780 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen III bernilai E dengan DS mencapai 0,930 smp/jam (utara) dan 0,950 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen IV bernilai E dengan DS mencapai 0,910 smp/jam (utara) dan 0,950 smp/jam (selatan). Adanya rencana pembangunan jalan alternatif dalam pengalihan arus menerus kendaraan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ruas Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman karena hanya dapat menurunkan derajat kejenuhan rata-rata sebesar 1,79%. Penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas meliputi skenario penambahan lebar jalan, pelarangan parkir on street, penertiban aktivitas angkutan umum, penertiban PKL, dan pengaturan arus menerus kendaraan berat melalui jalan alternatif untuk meningkatkan kinerja jalan.Kata kunci : Manajemen lalu lintas, Tingkat Pelayanan, Jalan Alternatif