Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Geometri Jalan Tambang dari Front Penambangan Pit 1B Menuju Stockpile Winda Amanah Ilahi Putri; Yoszi Mingsi Anaperta; Mulya Gusman; Rudy Anarta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 2 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bina tambang.v10i2.135310

Abstract

Pada PT Hutamas Koado masih terdapat beberapa beberapa jalan yang belum sesuai standar seperti, grade yang terlalu tinggi yaitu 13% melebihi batas maksimum yang ditetapkan perusahaan yaitu 8%, dan masih banyak lebar jalan yang belum sesuai aturan sehingga alat terjadi antrian ketika truck melintas secara bersamaan, sehingga menyebabkan cycle time dari alat angkut bertambah. Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian geometri jalan tambang PT Hutamas Koado terhadap standar Kepmen ESDM 1827/K/30/MEM/2018. Hasilnya menunjukkan dari 100 segmen jalan (73 lurus, 27 belok), banyak yang tidak memenuhi kriteria ideal: (1) 19 segmen jalan lurus lebih sempit dari lebar ideal 13 m, (2) seluruh jalan belok tidak mencapai lebar teoritis 22 m, (3) 32 segmen memiliki cross slope tidak ideal (standar 13 cm), (4) hanya 1 segmen yang memenuhi superelevasi ideal 0,9 m, dan (5) 5 segmen melebihi kemiringan maksimum 10% (mencapai 13,146%). Temuan ini mengindikasikan ketidaksesuaian signifikan antara desain jalan tambang dengan standar yang berlaku.
Perencanaan Fleet pada Pengupasan Overburden berdasarkan Tingkat Produktivitas di Pit E PT Satria Bahana Sarana, Tanjung Enim, Provinsi Sumatera Selatan Febyola Mustika; Rudy Anarta; Dedi Yulhendra; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bina tambang.v10i1.134099

Abstract

Pengupasan overburden pada tambang terbuka merupakan tahap krusial dalam operasi penambangan batubara, di mana perencanaan fleet alat berat seperti excavator dan dumptruck sangat memengaruhi efisiensi dan produktivitas. PT Satria Bahana Sarana, kontraktor pertambangan di PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, menghadapi ketidakseimbangan produktivitas akibat waktu tunggu (delay) pada alat gali-muat dan angkut. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan fleet berdasarkan tingkat produktivitas aktual untuk mencapai target pengupasan overburden sebesar 1.817.000 BCM. Hasil penelitian menunjukkan variasi produktivitas alat gali-muat dan angkut pada lima fleet, dengan tingkat keserasian kerja (MatchFactor/MF) yang tidak optimal. Pada fleet 1, 2, dan 5, MF > 1 menunjukkan underutilizationexcavator, sementara fleet 3 dan 4 mengalami antrian dumptruck (MF < 1). Evaluasi mengusulkan penambahan unit dumptruck dari 6 menjadi 7 per fleet untuk mencapai MF = 1, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam optimasi penggunaan alat berat untuk mencapai target produksi.
Analisis Core Recovery Menggunakan Metode TCR dan Faktor Pengaruhnya pada Sampel Pengeboran Emas di PT Pegasus Mineral Nusantara, Aceh Tengah Zabal Nur; Rudy Anarta; Yoszi Mingsi Anaperta
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.6024

Abstract

Exploration is a crucial stage in mining activities, providing quantitative and qualitative information about the existence of mineral deposits. One direct exploration method used is core drilling, which involves retrieving subsurface rock samples (cores) for laboratory analysis. The results of these analyses serve as a fundamental database for resource estimation. One key parameter for evaluating the success of core drilling is the core recovery value, which is the ratio of the length of the core obtained to the total length drilled. This value reflects how well the core represents actual subsurface geological conditions. PT Pegasus Mineral Nusantara is currently conducting core drilling activities as part of a gold exploration project located in Paya Tampu Village, Rusip Antara District, Central Aceh Regency, Aceh Province. However, several issues have been encountered during core drilling, such as core loss due to falling back into the borehole and discrepancies in measured core lengths (gain/loss). This study aims to calculate and analyze core recovery using the Total Core recovery (TCR) method from drilling samples and identify the factors affecting core recovery success. The findings of this research are expected to contribute to improving the quality and reliability of mineral exploration drilling programs.