Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Informasi Kadar Gula Darah Terkini dan Probabilitas Terjangkitnya Diabetes Mellitus terhadap Belief Updating dan Willingness to Pay Premi Asuransi Kesehatan Restiatun, Restiatun
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.892 KB) | DOI: 10.26418/jebik.v4i2.12482

Abstract

This research evaluates effect of the current information about blood glucose level based onmedical test to the value of the premium willingness to pay (WTP) and ownership of healthinsurance. The data collecting methodology in this study used laboratory experiments.Participants involved in this research is limited only to the individual that has been aged a  minimum of thirty-five years and have a permanent income. The sample selection was based onthe fact that the individuals in that age have increasing tencendy in the prevalence of the risk  contracting acute diseases, such diabetes mellitus. While the terms on permanent-income basedon the consideration that only income individuals who can afford to buy health insurance.Theresults of this study show that blood glucose current information significantly influencesubjective belief of health status which in turn affects the value of WTP and decisions of  individuals in health insurancepossession. Other variables that significantly affect the individualhealth risk perceived are the number of sick days in a month. Other significant variable is  income. While the ownership of health insurance is significantly only influenced by subjectivehealth status, after receiving the objective information based on blood glucose level medicalreport.
PENGARUH PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN, JUMLAH PEKERJA SEKTOR PERTANIAN DAN NILAI TUKAR PETANI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PERDESAAN DI INDONESIA restiatun, restiatun; Udi, Kurniawan; Rosyadi, Rosyadi
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 12 No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v12i1.977

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah krusial yang dihadapi oleh negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Tak terkecuali kemiskinan di desa, dimana sebagian besar masyarakat pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi sektor pertanian, jumlah tenaga kerja sektor pertanian dan nilai tukar petani terhadap tingkat kemiskinan pedesaan di Indonesia selama tahun 2017-2021. Dengan menggunakan pendekatan analisis data panel, ditemukan bahwa secara parsial pertumbuhan sektor pertanian dan nilai tukar petani berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka kemiskinan pedesaan, namun jumlah tenaga kerja di sektor pertanian tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan pedesaan. Secara simultan seluruh variabel penelitian independen yaitu pertumbuhan sektor pertanian, jumlah tenaga kerja sektor pertanian dan nilai tukar pertanian berpengaruh signifikan terhadap pengentasan kemiskinan desa. Ini menggambarkan bahwa semua variabel independen adalah regressor yang signifikan untuk tingkat kemiskinan.
INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DAN DETERMINANNYA: STUDI KASUS DI INDONESIA Yani, Akhmad; Restiatun, Restiatun; Nuratika, Nuratika
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 12 No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 - Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v12i3.2132

Abstract

Kualitas lingkungan hidup menentukan kualitas kehidupan manusia yang tinggal di dalamnya. Sebaliknya kualitas lingkungan hidup juga ditentukan oleh aktivitas manusia yang ada di dalamnya. Segala aktivitas manusia yang dilakukan menggunakan sumber daya dari lingkungan dan sumber daya alam dan kemudian membuang sisa aktivitas tersebut kembali ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertumbuhan ekonomi, kepadatan penduduk, dan PDRB sektor pertanian terhadap kualitas lingkungan hidup. Kualitas lingkungan hidup dalam penelitian ini diproksi dengan sebuah indeks yaitu IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup). Data dalam penelitian ini merupakan data panel yang terdiri atas cross section 34 provinsi di Indonesia dengan time series selama 5 tahun (2016 – 2020). Adapun sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Lingkungan Hidup dan publikasi dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian. Model panel yang digunakan dalamestimasi dalam penelitian ini adalah Model Random Effect, artinya terdapat perbedaan perilaku variabel Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, Pertumbuhan Ekonomi, Kepadatan Penduduk, dan PDRB Sektor pertanian baik antar daerah (cross section) maupun antar waktu (time series). Adapun temuan penelitian ini adalah terdapat dua variabel yang signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup yaitu pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh negatif signifikan dan variabel kepadatan penduduk yang berpengaruh positif signifikan. Sedangkan variabel PDRB Sektor pertanian tidak berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup di Indonesia.
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KALIMANTAN BARAT Rahman, Arief; Restiatun, Restiatun
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2370

Abstract

Pendapatan Asli Daerah memegang peranan penting dalam rangka pembiayaan pembangunan daerah. Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu sumber dari Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap pendapatan asli daerah di Kalimantan Barat. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Objek Penelitian kabupaten/kota di Kalimantan Barat selama kurun waktu 10 tahun (2013-2022). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap PAD di Kalimantan Barat, jumlah kendaraan bermotor berpengaruh positif terhadap PAD di Kalimantan Barat dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tidak berpengaruh terhadap PAD di Kalimantan Barat.
The circular economy strategies based on household waste management: Promoting environmental quality with the system dynamics approach Kristianto, Aloysius Hari; Yuliana, Yuliana; Suratman, Eddy; Yani, Akhmad; Restiatun, Restiatun
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 7 No 2 (2024): October
Publisher : Publisher of Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsed.v7i2.5880

Abstract

The circular economy is an innovative economic model that converts waste into valuable products, while offering substantial benefits for both regional and national economies. This study investigated how the household waste management practices affected environmental degradation and public health using the System Dynamics technique. The study drew on various sources, including mass media, expert opinions, time series data, and scientific publications, to assess the effect of waste on water, air, and public health quality. The findings indicated a link between population growth and the increased waste generation, particularly from the domestic sources. The unmanaged waste poses a threat to air and water quality, while highlighting the need for an improved waste management. A 3R approach (Reduce, Reuse, and Recycle) in the circular economy offers clear environmental and economic benefits, such as the reduced environmental impact, the increased income generation, and the enhanced investment and job creation. Additionally, the circular economy promotes the recycling and green entrepreneurship, while boosting investment and job creation. Collaboration between governments and business owners strengthens local distribution and marketing, enhancing local self-sufficiency. In summary, the adoption of a circular economic model offers substantial and wide-ranging benefits for economies at both the regional and national levels.    JEL Classification: K32; O44; Q50
PENGARUH PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN, JUMLAH PEKERJA SEKTOR PERTANIAN DAN NILAI TUKAR PETANI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PERDESAAN DI INDONESIA restiatun, restiatun; Udi, Kurniawan; Rosyadi, Rosyadi
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 12 No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v12i1.977

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah krusial yang dihadapi oleh negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Tak terkecuali kemiskinan di desa, dimana sebagian besar masyarakat pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi sektor pertanian, jumlah tenaga kerja sektor pertanian dan nilai tukar petani terhadap tingkat kemiskinan pedesaan di Indonesia selama tahun 2017-2021. Dengan menggunakan pendekatan analisis data panel, ditemukan bahwa secara parsial pertumbuhan sektor pertanian dan nilai tukar petani berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka kemiskinan pedesaan, namun jumlah tenaga kerja di sektor pertanian tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan pedesaan. Secara simultan seluruh variabel penelitian independen yaitu pertumbuhan sektor pertanian, jumlah tenaga kerja sektor pertanian dan nilai tukar pertanian berpengaruh signifikan terhadap pengentasan kemiskinan desa. Ini menggambarkan bahwa semua variabel independen adalah regressor yang signifikan untuk tingkat kemiskinan.
INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DAN DETERMINANNYA: STUDI KASUS DI INDONESIA Yani, Akhmad; Restiatun, Restiatun; Nuratika, Nuratika
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 12 No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 - Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v12i3.2132

Abstract

Kualitas lingkungan hidup menentukan kualitas kehidupan manusia yang tinggal di dalamnya. Sebaliknya kualitas lingkungan hidup juga ditentukan oleh aktivitas manusia yang ada di dalamnya. Segala aktivitas manusia yang dilakukan menggunakan sumber daya dari lingkungan dan sumber daya alam dan kemudian membuang sisa aktivitas tersebut kembali ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertumbuhan ekonomi, kepadatan penduduk, dan PDRB sektor pertanian terhadap kualitas lingkungan hidup. Kualitas lingkungan hidup dalam penelitian ini diproksi dengan sebuah indeks yaitu IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup). Data dalam penelitian ini merupakan data panel yang terdiri atas cross section 34 provinsi di Indonesia dengan time series selama 5 tahun (2016 – 2020). Adapun sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Lingkungan Hidup dan publikasi dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian. Model panel yang digunakan dalamestimasi dalam penelitian ini adalah Model Random Effect, artinya terdapat perbedaan perilaku variabel Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, Pertumbuhan Ekonomi, Kepadatan Penduduk, dan PDRB Sektor pertanian baik antar daerah (cross section) maupun antar waktu (time series). Adapun temuan penelitian ini adalah terdapat dua variabel yang signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup yaitu pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh negatif signifikan dan variabel kepadatan penduduk yang berpengaruh positif signifikan. Sedangkan variabel PDRB Sektor pertanian tidak berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup di Indonesia.
Determinants of Poverty in Indonesia: A Recursive Equation Approach Lifriyadi, Lifriyadi; Restiatun, Restiatun; Yacoub, Yarlina
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.115303

Abstract

Despite continuous improvements in the Human Development Index (HDI), Indonesia’s poverty rate remained relatively high at 8.57 percent in 2024, indicating persistent structural challenges. This indicates a critical gap in variables determining poverty in Indonesia. This study aims to analyse the determinants of poverty across Indonesian provinces by examining both indirect and direct transmission mechanisms. The study employs a quantitative explanatory design using a two stage recursive panel data model that integrates regional financial effectiveness, regional financial efficiency, provincial minimum wages, HDI, and domestic investment. Secondary data are obtained from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK), Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, and Statistics Indonesia (BPS), covering 34 provinces over the 2018 to 2024 period with 238 observations. A balanced panel dataset is estimated using panel data techniques, and the Fixed Effects model is selected based on the Hausman test. The results show that regional financial effectiveness and provincial minimum wages positively affect HDI, while fiscal inefficiency reduces human development. HDI significantly reduces poverty, confirming its mediating role, whereas domestic investment has a direct negative effect on poverty. These findings highlight the importance of coordinated fiscal and investment policies to accelerate poverty reduction.
Determinants of Poverty in Indonesia: A Recursive Equation Approach Lifriyadi, Lifriyadi; Restiatun, Restiatun; Yacoub, Yarlina
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.115303

Abstract

Despite continuous improvements in the Human Development Index (HDI), Indonesia’s poverty rate remained relatively high at 8.57 percent in 2024, indicating persistent structural challenges. This indicates a critical gap in variables determining poverty in Indonesia. This study aims to analyse the determinants of poverty across Indonesian provinces by examining both indirect and direct transmission mechanisms. The study employs a quantitative explanatory design using a two stage recursive panel data model that integrates regional financial effectiveness, regional financial efficiency, provincial minimum wages, HDI, and domestic investment. Secondary data are obtained from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK), Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, and Statistics Indonesia (BPS), covering 34 provinces over the 2018 to 2024 period with 238 observations. A balanced panel dataset is estimated using panel data techniques, and the Fixed Effects model is selected based on the Hausman test. The results show that regional financial effectiveness and provincial minimum wages positively affect HDI, while fiscal inefficiency reduces human development. HDI significantly reduces poverty, confirming its mediating role, whereas domestic investment has a direct negative effect on poverty. These findings highlight the importance of coordinated fiscal and investment policies to accelerate poverty reduction.
Generasi Millenial dan Keputusan Menonton Film Nasional Ramadania, Ramadania; Restiatun, Restiatun; Pebrianti, Wenny; Purmono, Bintoro Bagus; Fitriana, Ana
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jmm.v18i1.4439

Abstract

Industri film nasional saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, namun di sisi yang lain terdapat kompetisi yang sangat tinggi terhadap film asing. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh faktor dorongan, sumber informasi, daya tarik, kualitas film nasional, persepsi publik terhadap keputusan menonton film nasional. Studi ini dilakukan di Pontianak. Penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan metode survey. Kuesioner dibagikan kepada 150 responden Generasi Millenial di Kota Pontianak. Pengambilan sampel menggunakan pendekatan non probability sampling yaitu convenience sampling. Alat analisis menggunakan analisis kuantitatif dengan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dorongan (encouragement) dan daya tarik (attraction) mempunyai pengaruh terhadap persepsi publik terhadap film nasional terbukti signifikan. Sedangkan faktor sumber informasi (source of Information) dan kualitas film nasional tidak mempengaruhi persepsi publik terhadap film nasional. Peneltian ini juga membuktikan bahwa persepsi publik terhadap film nasional mempunyai pengaruh terhadap keputusan menonton film nasional.