Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

PROFITABILITY, HOMETOWN TIES, AND THEIR IMPACT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY Rudyanto, Astrid; Beny, Beny
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.3.33

Abstract

Abstrak – Profitabilitas, Ikatan Kampung Halaman, dan Dampaknya terhadap Tanggung Jawab Sosial PerusahaanTujuan Utama- Studi ini meneliti dampak ikatan kampung halaman terhadap tanggung jawab sosial perusahaan pada perusahaan yang untung dan rugi selama pandemi COVID-19.Metode - Studi ini menggunakan pendekatan regresi berganda efek tetap dengan menggunakan Driscoll–Kraay Standard Error. Sampel penelitian ini adalah 207 observasi dari industri yang sensitif terhadap lingkungan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2020-2022.Temuan Utama - Ikatan kampung halaman berdampak negatif pada tanggung jawab sosial perusahaan hanya pada perusahaan yang tidak menguntungkan. Dampak merugikan ini hanya terlihat ketika komisaris utama bersifat independen.Implikasi Teori dan Kebijakan – Regulator perlu menentukan peran dewan komisaris dependen dan independent dalam tanggung jawab sosial serta meningkatkan jumlah pelaporan wajib tanggung jawab sosial perusahaan agar tercipta kultur keberlanjutan.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini menganalisis dampak ikatan kampung halaman terhadap perilaku tanggung jawab sosial perusahaan menggunakan teori agensi dan teori sumber daya dibandingkan penelitian terdahulu yang menggunakan teori jaringan sosial Abstract: Profitability, Hometown Ties, and Their Impact on Corporate Social ResponsibilityPrimary Purpose - This study examines the influence of hometown ties on corporate social responsibility for profitable and unprofitable enterprises during the COVID-19 pandemic.Method—This study employed fixed-effects multiple regression with the Driscoll–Kraay standard error. The sample includes 207 observations from environmentally sensitive Indonesian stock exchange industries from 2020 to 2022.Main Findings - Hometown ties negatively influence corporate social responsibility in unprofitable companies. The adverse effects only appear when the chief commissioner is independent.Theory and Practical Implications - Regulators must determine the role of dependent and independent commissioners in social responsibility and increase mandatory corporate social responsibility reporting to create a culture of sustainability.Novelty—This study analyzes the influence of hometown ties on corporate social responsibility behavior using agency theory and Slack resource theory, compared to previous research that uses social network theory.
RICH HOMETOWN, LESS COMPASSION: DOES HOMETOWN TIES GENERATE CSR? Firnanti, Friska; Rudyanto, Astrid; Adhariani, Desi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.17

Abstract

Abstrak – Kampung Halaman Kaya, Belas Kasihan Berkurang: Apakah Ikatan Kampung Halaman Mendorong CSR?Tujuan Utama - Penelitian ini menyelidiki peran kekayaan daerah asal CEO dan komisaris dalam memoderasi pengaruh keterikatan daerah asal terhadap CSR.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan regresi data panel efek tetap dan acak. Sampel penelitian ini adalah industri-industri yang sensitif terhadap lingkungan di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2022.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa keterikatan daerah asal mempengaruhi kegiatan tanggung jawab sosial secara positif. Dampak yang terjadi melemah seiring meningkatnya kekayaan daerah asal. CEO dan komisioner yang berasal dari kota asal yang kurang sejahtera cenderung menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap CSR.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan relevansi teori identitas sosial dalam mendorong CSR. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan perusahaan sebaiknya mempertimbangkan kecocokan kampung halaman CEO dan komisaris serta kondisi sosial ekonominya untuk meningkatkan efektifitas CSR.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini memiliki kebaruan pada pemahaman terhadap interaksi koneksi sosial dan konteks sosial ekonomi dalam membentuk CSR. Abstract - Rich Hometown, Less Compassion: Do Hometown Ties Generate CSR?Main Purpose - This study investigates the role of the wealth of CEOs' and commissioners' hometowns in moderating the influence of hometown affiliation on CSR.Methods – This study uses a fixed and random effects panel data regression approach. The sample for this study consists of environmentally sensitive industries in Indonesia from 2020 to 2022.Main Findings - This study finds that hometown attachment has a positive effect on social responsibility activities. The effect weakens as hometown wealth increases. CEOs and commissioners who come from less prosperous hometowns tend to show a stronger commitment to CSR.Theory and Practical Implications - This study demonstrates the relevance of social identity theory in promoting CSR. Practically, this study recommends that companies should consider the compatibility of the hometowns of CEOs and commissioners and their socio-economic conditions to increase the effectiveness of CSR.Novelty - This study is novel in its understanding of the interaction between social connections and socio-economic context in shaping CSR.