Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kearifan Lingkungan dalam Novel Berkelana Dalam Rimba Karya Mochtar Lubis Anggarista, Randa
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i2.4435

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif ekokritik untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lingkungan dalam novel Berkelana dalam Rimba karya Mochtar Lubis. Jenis penelitian ini yaitu penlitian kualiatatif dengan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini yaitu teks yang berorientasi pada penelitian tentang karifan lingkungan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Berkelana dalam Rimba karya Mochtar Lubis yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia pada tahun 2002. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu klasifikasi atau kategorisasi data, deskripsi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerifan lingkungan dalam novel Berkelana dalam Rimba karya Mochtar Lubis yaitu sikap hormat terhadap alam, sikap tidak merugikan alam, sikap tanggung jawab terhadap alam, dan sikap hidup sederhana serta selaras dengan alam.
Language and Society in Sesenggak Sasak: A Study of the Sapir-Whorf Hypothesis Anggarista, Randa; Idham, Idham; Riadi, Selamet; Fahmi, Farizan; Jaeka, Farida
Journal of linguistics, culture and communication Vol 3 No 2 (2025): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v3i2.447-470

Abstract

The Sapir-Whorf hypothesis in linguistic relativity explains that the linguistic structure of a society reflects the thoughts and way speakers view their world. The Sasak people as one of the indigenous ethnic groups on Lombok Island, West Nusa Tenggara, also have a diversity of linguistic structures that reflect their outlook on life and cultural structures, one of which is in the form of sesenggak. Therefore, this study aims to identify the outlook on life of the Sasak people reflected in the linguistic construction of sesenggak based on the Sapir-Whorf hypothesis through linguistic relativity. The data in this study are in the form of texts (linguistic units) contained in sesenggak (Sasak proverbs), while the data sources in this study use primary data sources, namely sesenggak (Sasak proverbs) obtained from the book Peribahasa, Ungkapan dan Istilah Sasak by H. Lalu Muhammad Azhar, published by Yayasan Pendidikan Pariwisata Pejanggiq in 2003, as well as Sasak community leaders in Lombok. The primary data collection technique in this study was carried out using the reading and note-taking technique for written data sources, as well as the recording, listening, reading, and note-taking technique for oral data sources. To test the reliability of the data, the researcher used source triangulation, namely, combining primary data sources with secondary data to strengthen the interpretation of various findings. The data analysis technique was carried out in several stages, starting from identification, classification, interpretation, and concluding. The results of the study indicate that the linguistic structure of sesenggak reflects the cultural structure of the Sasak people, starting from their views on metaphysics, ethics, aesthetics, and logic.
Analisis Marxisme dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka: Perspektif Model Genetik Lucien Goldmann Cahyani, Dian Indah; Fahmi, Farizan; Anggarista, Randa
Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Tirai Edukasi Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/h3qrj719

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek marxisme dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka dengan menggunakan pendekatan model genetik Lucien Goldmann. Fokus penelitian diarahkan pada perjuangan kelas, struktur mental kolektif, dan kritik sosial yang tercermin dalam tokoh dan alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks, di mana data utama berasal dari kutipan novel dan data sekunder dari teori-teori relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan ketidakadilan sosial, stratifikasi kelas, serta ketegangan antara adat Minangkabau dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Struktur mental kolektif masyarakat Minangkabau tampak melalui adat matrilineal, sementara kritik sosial tercermin dari marginalisasi tokoh Zainuddin. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa karya sastra tidak hanya produk estetika, tetapi juga cermin kondisi sosial budaya masyarakat.
Kritik Ekologi dalam Kumpulan Cerpen Cemara Karya Hamsad Rangkuti Anggarista, Randa
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i1.196

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif ekokritik dengan tujuan untuk mengidentifikasi bentuk kritik ekologi dalam kumpulan cerpen Cemara karya Hamsad Rangkuti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini yaitu teks yang mengacu pada rumusan masalah tentang kritik ekologi, sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer berupa kumpulan cerpen Cemara karya Hamsad Rangkuti yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data dilalui dengan tahapan klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan cerpen Cemara karya Hamsad Rangkuti ditemukan bentuk kritik ekologi terhadap aktivitas penebangan liar (illegal logging) dan perburuan margasatwa.
Revitalisasi Sastra Lisan Sasak Berbasis Komunitas: Pemodelan Bekayat di Kalangan Pemuda Lombok jaeka, farida; Anggarista, Randa
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1156

Abstract

Bekayat merupakan salah satu sastra lisan di Suku Sasak Lombok yang berada dalam ambang kepunahan. Padahal, selain menjadi salah satu artefak sejarah, kandungan isi dalam teks cerita bekayat masih dapat diteladani oleh generasi muda saat ini. Hal itu menjadi landasan dasar bagi peneliti untuk mengambil penelitian yang memiliki tujuan untuk merevitalisasi bekayat melalui pembentukan komunitas bekayat muda yang berkelanjutan agar bekayat tetap menunjukkan eksistensinya di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif. Tahap penelitian dimulai dengan preparasi (observasi, penyiapan instrumen wawancara, penentuan objek penelitian, wawancara, catat, rekam, dan dokumentasi) sebagai preliminary research terkait pembentukan komunitas bekayat muda. Selanjutnya, tahap pengembangan komunitas (pemaparan hasil preliminary research, pembuatan silabi, pembentukan personil komunitas, empowering aktivitas komunitas) sebagai inovasi dalam penelitian ini. Terakhir, tahap pengolahan dan interpretasi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses revitalisasi sastra lisan bekayat dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pertama, persiapan berupa kegiatan observasi partisipatif dan identifikasi untuk meninjau perkembangan sastra bekayat di Lombok. Kedua, pembentukan komunitas yang dimulai dengan perekrutan anggota komunitas, identifikasi narasumber (seminar dan mentor bekayat), pelaksanaan seminar revitalisasi sastra lisan, serta penyusunan silabi. Ketiga, tahap pengembangan yang dimulai dari pembelajaran terpumpun dan intensif bersama ahli bekayat di Kabupaten Lombbok Tengah.
Kajian Setilah dalam Prosesi Bejangkep Suku Sasak Lombok: Pemertahanan Ragam Istilah Lokal Jaeka, Farida; Anggarista, Randa
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1830

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dengan tujuan untuk mengkaji berbagai setilah Sasak dalam prosesi bejangkep. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual tentang setilah Sasak dalam prosesi bejangkep, sedangkan sumber data dalam penelitian ini menggunakan informan yaitu tokoh adat Sasak di Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, simak dan catat. Adapun teknik analisis data dilalui dengan tahapan identifikasi, reduksi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, prosesi bejangkep memiliki beberapa bentuk atau tahapan, mulai dari berayean, midang hingga bales nae. Kedua, beberapa jenis satuan lingual dalam prosesi bejangkep terdiri dari kata, baik nomina maupun verba; serta frasa subordinatif yaitu satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata dengan kelas atau jenis yang berbeda. Ketiga, beberapa setilah dalam prosesi bejangkep memiliki relevansi dengan kearifan lokal atau lokalitas masyarakat Sasak. Andang-andang sebagai salah satu sesajen atau simbol untuk memulai prosesi bejangkep, terutama begawe, merefleksikan sistem mata pencaharian hidup serta sistem pengetahuan masyarakat Sasak. Kata Kunci: bejangkep; etnolinguistik; Sasak Lombok; dan setilah.