Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Perbandingan Novel 5 Cm Karya Donny Dhirgantoro dan Film 5 Cm Karya Rizal Mantovani: Kajian Sastra Bandingan yahya, haikal; Sam’un, Ahmad; Anggarista, Randa
Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Tirai Edukasi Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/ethbmf86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan struktur intrinsik novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro dengan film 5 cm karya Rizal Mantovani melalui pendekatan sastra bandingan dan strukturalisme. Analisis difokuskan pada aspek alur, tokoh dan penokohan, serta latar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis komparatif, melibatkan pengumpulan data melalui pembacaan intensif novel dan penayangan film secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan signifikan antara novel dan film. Persamaan terletak pada penggambaran nilai-nilai persahabatan, perjuangan, dan nasionalisme. Sementara itu, perbedaan terutama terlihat pada penyajian alur yang lebih kompleks dalam novel, penghapusan tokoh tertentu dalam film (seperti Deniek), serta pemangkasan detail latar dan dialog karena keterbatasan durasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa adaptasi film bukan sekadar translasi, melainkan interpretasi kreatif yang menegosiasikan esensi karya sastra ke dalam medium audiovisual.
Kearifan Lingkungan dalam Novel Berkelana Dalam Rimba Karya Mochtar Lubis Anggarista, Randa
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i2.4435

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif ekokritik untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lingkungan dalam novel Berkelana dalam Rimba karya Mochtar Lubis. Jenis penelitian ini yaitu penlitian kualiatatif dengan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini yaitu teks yang berorientasi pada penelitian tentang karifan lingkungan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Berkelana dalam Rimba karya Mochtar Lubis yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia pada tahun 2002. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu klasifikasi atau kategorisasi data, deskripsi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerifan lingkungan dalam novel Berkelana dalam Rimba karya Mochtar Lubis yaitu sikap hormat terhadap alam, sikap tidak merugikan alam, sikap tanggung jawab terhadap alam, dan sikap hidup sederhana serta selaras dengan alam.
Language and Society in Sesenggak Sasak: A Study of the Sapir-Whorf Hypothesis Anggarista, Randa; Idham, Idham; Riadi, Selamet; Fahmi, Farizan; Jaeka, Farida
Journal of linguistics, culture and communication Vol 3 No 2 (2025): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v3i2.447-470

Abstract

The Sapir-Whorf hypothesis in linguistic relativity explains that the linguistic structure of a society reflects the thoughts and way speakers view their world. The Sasak people as one of the indigenous ethnic groups on Lombok Island, West Nusa Tenggara, also have a diversity of linguistic structures that reflect their outlook on life and cultural structures, one of which is in the form of sesenggak. Therefore, this study aims to identify the outlook on life of the Sasak people reflected in the linguistic construction of sesenggak based on the Sapir-Whorf hypothesis through linguistic relativity. The data in this study are in the form of texts (linguistic units) contained in sesenggak (Sasak proverbs), while the data sources in this study use primary data sources, namely sesenggak (Sasak proverbs) obtained from the book Peribahasa, Ungkapan dan Istilah Sasak by H. Lalu Muhammad Azhar, published by Yayasan Pendidikan Pariwisata Pejanggiq in 2003, as well as Sasak community leaders in Lombok. The primary data collection technique in this study was carried out using the reading and note-taking technique for written data sources, as well as the recording, listening, reading, and note-taking technique for oral data sources. To test the reliability of the data, the researcher used source triangulation, namely, combining primary data sources with secondary data to strengthen the interpretation of various findings. The data analysis technique was carried out in several stages, starting from identification, classification, interpretation, and concluding. The results of the study indicate that the linguistic structure of sesenggak reflects the cultural structure of the Sasak people, starting from their views on metaphysics, ethics, aesthetics, and logic.
Analisis Marxisme dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka: Perspektif Model Genetik Lucien Goldmann Cahyani, Dian Indah; Fahmi, Farizan; Anggarista, Randa
Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Tirai Edukasi Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/h3qrj719

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek marxisme dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka dengan menggunakan pendekatan model genetik Lucien Goldmann. Fokus penelitian diarahkan pada perjuangan kelas, struktur mental kolektif, dan kritik sosial yang tercermin dalam tokoh dan alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks, di mana data utama berasal dari kutipan novel dan data sekunder dari teori-teori relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan ketidakadilan sosial, stratifikasi kelas, serta ketegangan antara adat Minangkabau dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Struktur mental kolektif masyarakat Minangkabau tampak melalui adat matrilineal, sementara kritik sosial tercermin dari marginalisasi tokoh Zainuddin. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa karya sastra tidak hanya produk estetika, tetapi juga cermin kondisi sosial budaya masyarakat.