Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Media Literasi di Sekolah Dasar Negeri 2 Tugumulya Desa Tugumulya Kecamatan Darma Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Dewi, Figiati Indra
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 1 No. 2 (2023): Renata - Agustus 2023
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.13

Abstract

Kemampuan literasi memiliki pengaruh dalam memahami informasi, memanfaatkan literasi baik secara lisan maupun tulisan akan mendukung kompetensi yang dimiliki. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan gerakan literasi di sekolah. Tujuannya menumbuhkan budaya literasi khususnya di Sekolah Dasar. Anak sekolah dasar diharapkan terbiasa dengan gerakan literasi khususnya calistung. SDN 2 Tugumulya merupakan sekolah dasar yang terletak di Desa Tugumulya Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Jumlah siswa 98 orang dengan tenaga pengajar berjumlah 15 orang berasal dari desa Tugumulya sendiri dan sekitarnya. Proses belajar mengajar di SDN 2 Tugumulya berjalan dengan baik meskipun dengan beberapa kendala, seperti penggunaan media, metode, dan bahan ajar oleh para guru yang kurang optimal. Sehingga mempengaruhi hasil akhir belajar. Berdasarkan hal tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan Media Literasi di SDN 2 Tugumulya Desa Tugumulya Kecamatan Darma”. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dengan total waktu tiga hari. Hari pertama melakukan observasi untuk mengetahui kebutuhan guru terutama dalam hal media pembelajaran khususnya media literasi. Hari kedua pelaksanaan pelatihan menjelaskan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di sekolah dasar Tugumulya. Materi yang diberikan mengenai Kerucut Pengalaman Edgar Dale tentang media pembelajaran dari yang paling abstrak hingga yang paling konkret. Hari ketiga evaluasi kegiatan, wawancara kepada guru mengenai kegiatan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media literasi oleh para guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Sehingga dengan bantuan media pembelajaran anak akan lebih tertarik belajar literasi khususnya membaca. Selain itu dengan pelatihan ini dapat memperbaiki tata nilai masyarakat dalam bidang pendidikan
Metode Mendongeng Sebagai Stimulan Minat Literasi Membaca di SD Aisyiyah Kuningan Dewi, Figiati Indra; Suntini, Sun; Hanifah, Ifah
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 1 (2024): Renata - April 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.31

Abstract

Dalam pendidikan di era Society 5.0 literasi menjadi bekal penting bagi para siswa untuk dapat mengakses dan mengolah beragam informasi. Keterampilan abad ke-21 yang sebaiknya dimiliki oleh seseorang meliputi literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Membaca merupakan literasi dasar yang harus dimiliki setiap manusia guna mendapatkan informasi. Namun, peringkat minat baca di Indonesia bertolak belakang dengan harapan. Pada tahun 2020 Perpusnas menunjukkan hanya ada sedikit peningkatan minat baca Indonesia yang masuk dalam kategori sedang. Hal serupa ditemukan di SD Aisyiyah Kuningan yang mayoritas siswanya masih memiliki minat yang rendah terhadap literasi membaca. Melihat permasalahan tersebut, penulis menerapkan solusi berupa pengenalan metode-metode dongeng untuk menstimulasi minat literasi membaca. Metode yang digunakan berupa penyuluhan yang berkaitan dengan metode-metode dongeng dan contohnya. Target ini dipilih karena guru sekolah dasar memiliki kesempatan untuk membimbing para siswa yang perlu diberikan pembiasaan dalam membangun minat literasi membaca agar lebih menyenangkan. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama tiga hari ini dimulai dengan mengurus perizinan dan koordinasi bersama kepala sekolah dan para guru. Hari kedua dimulainya proses penyuluhan. Di hari terakhir yaitu hari ketiga adalah proses evaluasi dari materi penyuluhan. Dari penyuluhan yang telah dilakukan, para guru memahami jenis-jenis metode dongeng, jenis-jenis dongeng, dapat menggunakan media seperti boneka dan wayang untuk melengkapi penyampaian dongeng, dan menggunakan intonasi, ekspresi, serta gesture yang sesuai.
Leksikon Flora dan Fauna dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kabupaten Kuningan: Kajian Ekolinguistik Dewi, Figiati Indra; Suntini, Sun; Hanifah, Ifah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i3.1735

Abstract

Kuningan Regency has a variety of folktales that illustrate closeness to nature. From this background, this study aims to identify the flora and fauna lexicon in a collection of folktales of Kuningan Regency and its morphological process. The method used is descriptive qualitative by using the theory of ecolinguistics and morphological process. The results showed that the types of flora and fauna consisted of (1) flora lexicons such as tamiyang 'small bamboo tree', tangkal ki lampayan 'jelutang tree', and so on; and (2) fauna lexicons such as lauk menga 'menga fish', kidang 'deer', and so on. The morphological process of all these lexicons is basic form, composition, reduplication, and affixation.
Pelatihan Berbicara di Depan Umum bagi Pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan Hanifah, Ifah; Anjasmara, Aan; Dewi, Figiati Indra
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s60rtk04

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul Pelatihan Berbicara di Depan Umum bagi Pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Pengabdian ini didasarkan pada permasalahan mitra bahwa kemampuan berbicara di depan umum para pejabat Desa Longkewang masih rendah. Rata-rata disebabkan oleh faktor internal berupa rasa tidak percaya diri, kurangnya jam terbang, serta kesulitan dalam memilih Bahasa/kata-kata. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diadakanlah sebuah pelatihan berbicara di depan umum bagi para pejabat di desa tersebut. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni survey pendahuluan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Adapun hasil dari pelatihan ini adalah meningkatknya kemampuan berbicara para pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Hal itu terlihat dari durasi bicara lebih lama, kelancaran lebih baik, lebih rileks atau percaya diri,serta penggunaan Bahasa lebih tertata.
Pengenalan Cerita Rakyat  Kabupaten Kuningan Sebagai Warisan Budaya Bangsa di Sekolah Dasar Aisyah Kabupaten Kuningan Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Dewi, Figiati Indra
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/st8x8z85

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dalam rangka memperkenalkan cerita rakyat khusnya ceita rakyat yang ada di Kabupaten Kuningan kepada para siswa sekolah dasar Aisiyah Kuningan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini membawa dampak pada berbagai kehidupan termasuk pada bidang pendidikan khususnya di sekolah dasar. Siswa sekolah dasar lebih suka main games, main gadget, nonton youtube serta media sosial yang lainnya, mereka banyak tahu budaya asing dari tontonan yang mereka lihat setiap hari. Dampak dari semua itu mengakibatkan sedikit demi sedikit warisan budaya kita hilang tergerus oleh budaya asing. Salah satu upaya melestarikan warisan budaya bangsa yaitu dengan memperkenalkan budaya bangsa kepada anak sejak dini salah satunya dengan memperkenalkan cerita rakyat. Cerita rakyat banyak mengandung hiburan serta nilai-nilai dalam kehidupan yang sangat bermanfaat untuk anak-anak dalam rangka mengembangkan kemempuan mereka khususnya kreativitas mereka. Berdasarkan hal tersebut maka kami akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pengenalan Cerita Rakyat Kabupaten Kuningan sebagai warisan Budaya Bangsa di Sekolah Dasar Aisiyah Kuningan. Alasan pemilihan sekolah tersebut karena para siswa di SD tersebut hampir semua dari kota sehingga mereka banyak yang tidak tahu cerita rakyat . Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode penyuluhan dengan langkah-langkah kegiatan observasi , kegiatan penyuluhan serta menyimak cerita rakyat dari Kabupaten Kuningan, terakhir evaluasi. Hasil  dari pengabdian ini dapat  memperkenalkan cerita rakyat sehingga para siswa mengetahui dan dapat menjadikan cerita rakyat sebagai hiburan serta mengambil nilai-nilai yang terdapat didalam cerita tersebut. Dapat meningkatkan literasi para siswa serta salah satu upaya melestarikan budaya bangsa.
Peningkatan Literasi Melalui Kegiatan Taksi “Taman Edukasi Astra Jingga” Di Desa Pamulihan Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Dewi, Figiati Indra; G, Alvin Martha
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 1 (2025): Renata - April 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.124

Abstract

Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, memahami, menginterpretasikan, dan menggunakan informasi secara efektif. Literasi dalam bahasa Latin disebut sebagai literatus yang berarti orang yang belajar. Secara garis besar, literasi sendiri ialah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa (Islami,2024).Ini mencakup pemahaman teks, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan literasi bukan hanya dilaksanakan di sekolah tetapi dapat dilakukan di rumah atau di lingkungan masyarakat misalnya di desa yang memiliki tempat untuk kegiatan membaca masyarakat seperti taman bacaan atau perpustakaan desa. Berdasarkan hasil observasi masyarakat desa Pamulihan belum memiliki kesadaran akan pentingnya kegiatan literasi , oleh karena itu kami melakukan kegiatan pengbadian kepada masyarakat melalui pembuatan taman edukasi astra jingga. Adapun metode dari kegiatan ini yaitu penyuluhan pentingnya literasi. Sebelum kegiatan penyuluhan kami melakukan beberapa langkah diantaranya observasi ke desa untuk mengetahui permasalahan serta kebutuhan masyarakat. Selanjutnya kegiatan penataan ruangan/ gedung untuk kegiatan dan pengadaan buku-buku , setelah siap baru dilakukan penyuliuhan dan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan literasi. Adapun hasil dari kegiatan yang kami lakukan adalah 1) meningkatnya pengetahuan warga tentang literasi 2) meningkatnya kesadaran warga desa akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar pendidikan dan pengembangan diri. 3) warga menjadi aktif dalam kegiatan literasi khususnya kegiatan membaca di tamna bacaan ynag diberi nama “Taksi” 4) peningkatan keterampilan literasi seperti kemampuan membaca dan menulis 5) meningkatnya keterlibatan orangtua, orang tua menjadi lebih terlibat dalam mendukung kegiatan literasi anak-anak mereka, seperti membacakan buku atau mengajak anak ke taman bacaan “Taksi”(6) meningkatnya keterampilan berpikir kritis, warga khususnya anak-anak mulai menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis informasi dan berdiskusi tentang materi yang mereka
Metode Mendongeng Untuk Meningkatkan Minat Berliterasi Anak Di Desa Pamulihan Dewi, Figiati Indra; Hamidah, Ida; Suntini, Sun
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 3 (2025): Renata - Desember 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.255

Abstract

Literasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu, meliputi kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Namun, minat membaca di Indonesia masih tergolong rendah khsusunya anak-anak di Desa Pamulihan. Permasalahan yang ditemukan, anak-anak di Desa Pamulihan lebih tertarik menggunakan ponsel daripada membaca, dan pemahaman pentingnya literasi di kalangan orang tua juga masih minim. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak melalui metode mendongeng yang melibatkan orang tua. Kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang pentingnya literasi, cara mendongeng, kiat-kiat dalam mendongeng yang menarik, dan praktik mendongeng yang sesuai dengan teori Agustin dkk, yaitu dengan menggunakan teknik pre-reading, tanpa memperpendek atau memanjangkan teks buku. Selama tiga hari, kegiatan dilakukan melalui penjelasan teori, praktik mendongeng, serta evaluasi di hari terakhir. Mahasiswa juga turut membimbing anak-anak dalam kegiatan literasi membaca dan menulis melalui pendekatan yang menyenangkan seperti permainan dan tebak-tebakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan 100% peserta telah memahami pentingnya literasi dan cara mendongeng, 80% peserta sudah merasa percaya diri dalam mendongeng, sisanya masih merasa malu. Kemudian 80% peserta telah mampu menerapkan intonasi, ekspresi, dan gesture dalam mendongeng, sisanya masih merasa canggung. Selanjutnya, 100% para peserta sudah mulai mencoba mendongeng di rumah bersama dengan anak-anak mereka dan hal ini berdampak pada berkurangnya intensitas anak-anak untuk bermain ponsel. Ketika kegiatan telah berakhir, pendampingan tetap dilakukan selama satu bulan untuk memantau kebiasaan berliterasi dan mendongeng di rumah. Selain untuk meningkatkan minat berliterasi, kegiatan ini juga berkontribusi pada pembentukan budaya membaca yang lebih baik, dan mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Teknik Wacana Persuasif dan Gaya Bahasa pada Live Streaming Produk Kecantikan Skintific di Akun Tiktok @skintific_id Periode 2025 Apriliani, Astri; Ifah Hanifah; Dewi, figiati Indra
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.218

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penggunaan teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific sebagai salah satu cara dalam mempengaruhi dan menarik perhatian konsumen di akun TikTok @skintific_id periode 2025. Rumusan masalah 1) Bagaimana teknik persuasif yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? 2) Bagaimana gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? 3) Bagaimana kaitan antara teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan teknik persuasif dan gaya bahasa serta untuk mendeksrikpsikan kaitan antara teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jika Skintific lebih cenderung menggunakan teknik rasionalisasi dan teknik sugesti. Sementara itu, ditemukan pula gaya bahasa yang paling dominan seperti gaya bahasa paralelisme, hiperbola, tautotes dan epizeukis. Adanya keterkaitan erat antara teknik persuasif yang didukung gaya bahasa ini menunjukkan jika keduanya memiliki peran yang penting untuk menciptakan efek retorika yang kuat dalam menarik perhatian konsumen. KATA KUNCI: Gaya bahasa; live streaming; Skintific; teknik persuasif; TikTok; wacana persuasif.     PERSUASIVE DISCOURSE TECHNIQUES AND LANGUAGE STYLES ON LIVE STREAMING OF SKINTIFIC BEAUTY PRODUCTS ON TikTok ACCOUNT @SKINTIFIC_ID PERIOD 2025 ABSTRACT: This research is motivated by the use of persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products as one way to influence and attract consumer attention on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period. Problem formulation 1) How are the persuasive techniques used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? 2) How is the language style used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? 3) What is the relationship between persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? The purpose of this study is to describe persuasive techniques and language styles and to describe the relationship between persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the period 2025. The research method used in this study is qualitative descriptive. The results of the study show that Skintific tends to use rationalization techniques and suggestion techniques. Meanwhile, the most dominant language styles were also found, such as parallelism, hyperbole, tautotes and epizeukis. The close relationship between persuasive techniques supported by this language style shows that both have an important role in creating a strong rhetorical effect in attracting consumer attention. KEYWORDS: Style of language; live streaming; Skintific; persuasive techniques; TikTok; persuasive discourse.
Potret Pergundikan di Hindia Belanda Mirnawati, Mira; Sarimanah, Eri; Dewi, Figiati Indra; Efendi, Roy
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 12 No 1 (2026): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v12i1.2399

Abstract

This study aims to describe the practice of concubinage during the Dutch East Indies as represented in Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia. The study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The research data consists of primary data in the form of the novel text Bumi Manusia and secondary data obtained from books, scientific articles, and relevant historical sources. The data collection technique was carried out through literature study, while data analysis was carried out by carefully reading, classifying, and interpreting the data according to the focus of the study. This study focuses on three main issues: the practice of concubinage, marriage without legal status, and the sociocultural impact of this practice. The results show that the practice of concubinage in Bumi Manusia involves an unequal power relationship between European men and indigenous women. Concubinage gave rise to a form of marriage without legal recognition, while also giving rise to sociocultural impacts in the form of changes in the behavior of concubines, social stigma from society, and issues of the legal status of children resulting from concubinage