Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGUATAN PRODUKTIVITAS OLAHAN KEDELAI “SARI KEDELAI PAK MAIL” GRESIK Hendra Lukmana, Ardiansyah; Sujani, Sujani; Nugroho, Alfi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2489

Abstract

Mitra dan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah Sari Kedelai “Pak Mail” dengan produk unggulan Sari Kedelai yang bertempat di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dihadapi mitra pada bidang Produksi yaitu; ; 1) Kapasitas produksi yang masih rendah; 2) Ketersediaan bahan baku Kedelai yang tidak stabil 3) Tempat produksi masih di lantai dan dekat dengan kamar mandi/sanitasi; Di bidang Manajemen; 4) Manajemen tenaga kerja masih belum tertata dengan baik; 5) Pemasaran konvensional; 6) Perlu perluasan wilayah pemasaran; 7) Kemasan yang digunakan masih sederhana; 8) Pencatatan keuangan sudah dilakukan meskipun masih sederhana dan manual; Metode Pelaksanaan program yaitu melalui rapat awal tim pelaksana dan Koordinasi dengan mitra, Menyusun program dan jadwal kegiatan, Pengadaan dan Pemeliharaan, meliputi: Pengadaan mesin pelumat kapasitas 10 kg/jam dan batu grinder cadangan, Pelatihan dan Pendampingan; meliputi Pelatihan manajemen persediaan dan perencanaan produksi, Penataan Tenaga kerja, Pelatihan pemasaran online melalui media sosial, Pelatihan pembuatan label yang sesuai dengan ketentuan POM, Pelatihan penggunaan aplikasi laporan keuangan dengan Excel, hasil dari kegiatan ini adalah produksi produk dari mitra lebih cepat, pemasaran online sudah cukup jalan dan pembukuan dari mitra lebih tertata, selanjutnya akan di evaluasi setiap 2 bulan selama tiga kali.
Pelatihan Pembuatan Krupuk Bunga Telang dan Daun Kelor di Desa Sedapurklagen Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik Hardaningtyas, Dwi; Andriyani, Nuraini Kusuma; Nugroho, Alfi
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i1.1476

Abstract

This activity was carried out to increase community empowerment in Sedapurklagen village, Benjeng, Gresik, which produces butterfly pea flower crackers and moringa leaf crackers. The business managed by Mrs. Pamiati has been running since 2018. During the Covid-19 pandemic, this business experienced a decrease in turnover because the public demand also decreased. After the pandemic, the demand for butterfly pea flower crackers and moringa leaf crackers increased so that it was necessary to expand the business that focus on improving the quality and capacity of production. The problem faced by partners in the production sector is that the crackers produced tend to be fragile. So far, the process of making crackers has been carried out in the traditional way, hand-stirred, the measurement of raw materials is based on habit. In terms of equipment, it is also inadequate and less hygienic. In addition, when the rainy season arrives, the cracker dough cannot be dried, so it tends not to produce crackers. This training was attended by 10 participants/residents of Sedapurklagen village on September 8, 2024 and mentoring was held on September 15, 2024. The result was that participants gained an understanding and knowledge about the health potential and business potential of butterfly pea flower crackers and moringa leaf crackers, so that participants had the opportunity to increase their family's economic income.
Design And Construction Of A Dodol Dough Mixing Machine With An Electric Motor Drive With A Capacity Of 10 Kg Kahfi, Syahri Ashabul; Siswadi, Siswadi; Riyadi, Slamet; Nugroho, Wahyu; Nugroho, Alfi; Muchid, Mochamad
Journal of System Engineering and Technological Innovation Vol 3 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Wijaya Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/jisti.v3i02.98

Abstract

The process of cooking dodol dough requires the energy of several people to stir continuously until the dough produces air bubbles. Making dodol generally takes time depending on how much dough you want to cook. If we cook 10 kg of dodol dough, the time needed to cook it is approximately 10-12 hours with medium or normal heat. Currently, the household-scale dodol industry still uses manual methods for the dodol mixing process, which will require more than one person to stir for a long time, so it will take time for one repetitive job and production costs will be higher. This activity aims to create appropriate technology in the form of a dodol mixer machine. With this dodol mixer machine, it is expected to be able to produce optimal dodol dough and can increase production capacity. The method used in this activity is the selection and calculation of the components of the designed tool, the creation of a dodol mixer machine design, and continued with a demonstration of the performance of the dodol mixer machine. The result of this activity is the design of a dodol mixer machine. With a 1/2 Hp motor power, this dodol mixer machine can produce 10 kg/hour with multifunction.
Pelatihan Bagi Operator Bengkel Di Surabaya Barat Dampak Emisi Dari Penggunaan Bahan Aditif Butanol-Etanol Dengan RON-90 Pada Kendaraan Bermotor Kholili, Navik; Setyono, Gatot; Nugroho, Alfi; Khusna, Dwi
Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi (DIMASTEK) Vol 3 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik-Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/dimastek.v3i02.95

Abstract

Bahan bakar bioalkohol memiliki beberapa keunggulan signifikan dibandingkan bahan bakar alternatif lainnya, termasuk kemampuan untuk bekerja pada mesin yang sudah ada serta kemampuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kegiatan ini bertujuan intuk menentukan seberapa jauh tingkat emisi yang dihasilkan mesin SI dengan menggunakan bahan bakar butanol-etanol-RON-90. Sifat bahan bakar butanol-etanol menyajikan sifat-sifat terpenting yang memungkinkan bahan bakar tersebut sebagai kandidat yang cocok sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin SI. Emisi mesin seperti NOx, CO dan HC telah dievaluasi terkait karakteristik pada bahan bakar bensin. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada bengkel AHASS di sambikerep Surabaya Barat, peserta yang mengikuti dari para operator dan teknisi bengkel tersebut. Alat uji yang digunakan adalah exhaust analyzer gas Qrotech QROI-401 menunjukkan bahwa bahan bakar butanol-etanol-RON-90 memberikan hasil yang berbeda terhadap emisi mesin. fenomena tersebut menunjukkan hasil yang optimal untuk butanol-etanol dibandingkan dengan bahan bakar bensin RON-90. Sehingga kegiatan pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa butanol-etanol mampu mengurangi emisi gas buang mesin yang berbahaya, namun dengan mengorbankan karakteristik kinerja mesin yang lebih rendah.
PRODUKSI BERBASIS GREEN ECONOMY: PENINGKATAN KAPASITAS DAN MANAJEMEN USAHA EKSTRAK JAHE DI KABUPATEN GRESIK Fauzuddin, Yanuar; Iswoyo, Andi; Nugroho, Alfi; Muchid, Muchammad
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i2.6247

Abstract

Mitra program ini adalah pengusaha eskstrak jahe di Desa Wates Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan keterampilan manajemen usaha mitra. Permasalahan mitra yaitu; peralatan produksi masih tradisional dan manual, proses dilakukan di lantai, produk berwarna lebih gelap dan rasa yang tidak seragam, proses pemasakan sering tumpah dan membahayakan tenaga kerja, kapasitas produksi masih rendah, tenaga kerja tidak menggunakan APD dan tidak standar; penjualan tidak stabil, kemasan menggunakan plastik tipis, belum memiliki pencatatan keuangan yang baik, dan belum memiliki label produk. Metode pelaksanaan kegiatan, yaitu; pengembangan TTG mesin ekstraksi dengan automasi, panel surya, pengadaan mesin parut, meja, pelatihan dan penampingan; operasi dan maintenance, manajemen usaha, keuangan, dan kemitraan. Hasil kegiatan ini, antara lain; tersedianya satu unit TTG mesin ekstraksi jahe dan mesin parut, pelatihan pengoperasian mesin dan maintenance ringan, pelatihan kesehatan pangan dan penggunaan APD, keuangan usaha, promosi produk dengan perbaikan kemasan, menjalin kemitraan dengan marketplace tokopedia dan shopee, produk mitra juga sudah tersedia di beberapa toko dan kantor pemerintahan di Gresik. Dampak kegiatan ini bagi mitra, antara lain adanya peningkatan omset penjualan sebesar 20%, peningkatan kapasitas produksi sebesar 35%, penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang; dan peningkatan pengetahuan manajemen usaha sebesar 50%.  
Pengembangan Desain Mesin Opak Jepit yang Ergonomis dan Sesuai Keinginan Konsumen dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Siswadi, Siswadi; Nugroho, Alfi
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 5 No. 2 (2021): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v5i2.433

Abstract

Opak Jepit merupakan produk makanan ringan tradisional. Salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi Opak Jepit yaitu UMKM yang ada di Wonoayu Sidoarjo. produksi opak sebagian besar masih belum memanfaatkan Teknologi Tepat Guna (TTG), sehingga proses produksi kurang efisien dan hasil produksi juga kurang maksimal. Beberapa UMKM Opak di daerah Wonoayu ada yang mulai mencoba menggunakan mesin, namun UMKM tersebut kembali ke proses manual dengan tangan tanpa mesin karena mesin yang ada di pasaran dirasa kurang ergonomis seperti terasa capek punggung dan pegal di tangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan desain mesin pembuat opak jepit yang ada dipasaran yang lebih ergonomis untuk mengurangi cidera ringan dan dibuat sesuai dengan keingginan pengguna atau UMKM agar produktivitas meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Quality Function Deployment (QFD) dengan membuat House of Quality (HOQ). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan juga pengisian kuesioner. Hasil penelitian menghasilkan pengembangan desain mesin Opak Jepit yang mempertimbangkan keinginan konsumen berdasarkan urutan prioritas terbesar mulai atribut desain mesin yang tahan lama dengan bobot bobot 0,199 dan prioritas terakhir yaitu pada atribut mudah dibersihkan dengan bobot 0,048. Hasil penentuan urutan prioritas atribut respon teknis yaitu pada atribut bentuk dan ukuran ergonomis dengan skor nilai keterkaitan terbesar yaitu skor 39, prioritas terakhir atribut respon teknis pada atribut pegas pembuka cetakan dan pemanas menggunakan listrik dengan nilai keterkaitan skor 1. Kata kunci: UMKM, TTG, QFD, HOQ