Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Teknika

Investigasi Kerusakaan Screw pada Mesin Expeller di Pabrik Kelapa Sawit PT. Hindoli Mill Sungai Lilin Lubis, Daffa Ghifari; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Triputra, Yuli Asmara; Y., Rizky Brillian Y.; Syafei, Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14948812

Abstract

Penelitian ini diambil dikarenakan terjadi kerusakaan pada mesin expeller yang terdapat di komponen screw expeller yang sering haus, penelitian bertujuan menganalisa faktor penyebab terjadinya keausan dan patah pada screw expeller di mesin press, mengetahaui material yang lebih tepat pada screw expeller, mengetahui keausan hasil pengujian dari hasil pengujian screw, dan memperoleh angka kekerasan dan tekanan terhadap material dari screw. Metode yang dilakukan adalah observasi dan pengujian secara langsung, salah satu caranya menginvestigasi kerusakannya dengan cara melakukan beberapa pengujian yaitu pengujian keausan dan pengujian kekerasan. Dari pengujian tersebut didapatkan beberapa hasil yaitu bahan dari screw expeller adalah baja paduan rendah dengan material ASTM A485-1, hasil terbaik dari uji keausan tersebut adalah 0,000063225 mm3/kg.m, dan uji kekerasan menggunakan metode vickers dan hasil terbaik dari uji kekerasan tersebut adalah 175,1633102.
Investigasi Sifat Mekanis Journal Bearing Turbin Gas di PLTGU Keramasan Nur, Muhammad Ilham Fauzi; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Triputra, Yuli Asmara
TEKNIKA Vol. 20 No. 1 (2026): Teknika Januari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17431695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi sifat mekanis material journal bearing yang digunakan pada turbin gas di PLTGU Keramasan, di mana bantalan berbahan dasar timah Babbitt berperan penting dalam mengurangi gesekan pada poros berputar berkecepatan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik eksperimen laboratorium, meliputi uji keausan (wear test), uji impak (impact test), dan analisis struktur mikro (microstructure analysis). Hasil uji keausan menunjukkan nilai keausan spesifik rata-rata sebesar 1881,1 µm yang menandakan material mengalami keausan namun masih dalam batas wajar. Uji impak menggunakan metode Charpy menghasilkan nilai rata-rata energi serap sebesar 2,8667 Joule yang menunjukkan ketangguhan material terhadap beban kejut. Pengamatan struktur mikro mengungkap adanya fasa Cu₆Sn₅ dan SbSn dalam matriks SnSbCu yang memberikan kombinasi kekuatan dan ketahanan aus. Secara keseluruhan, material timah Babbitt menunjukkan performa mekanik yang baik untuk aplikasi journal bearing, namun peningkatan komposisi timah atau optimasi proses pelapisan dapat dipertimbangkan untuk memperpanjang umur pakai dan meningkatkan keandalan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pemilihan dan pengembangan material bantalan pada industri pembangkit listrik.
Pemanfaatan Baja SKD 11 Sebagai Alternatif Pahat Bubut Afriadi, M. Faiz Muamar; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Triputra, Yuli Asmara; Gunawan, Indra; Hendradinata, Hendradinata
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18759636

Abstract

AbstrakKeterbatasan kekerasan dan ketahanan aus baja pahat High Speed Steel (HSS) mendorong perlunya material alternatif dengan performa yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan baja SKD11 sebagai bahan alternatif pahat bubut berdasarkan pengujian kekerasan dan keausan. Metode penelitian meliputi perlakuan panas baja SKD11 melalui proses hardening dan tempering dengan variasi media quenching air dan oli. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Vickers, sedangkan pengujian keausan dilakukan dengan metode gesek menggunakan Ogoshi Wear Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja SKD11 dengan quenching air menghasilkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 788,46 VHN, melebihi standar kekerasan baja HSS, serta memiliki ketahanan aus terbaik dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, baja SKD11 dinyatakan layak digunakan sebagai bahan alternatif pahat bubut karena memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang unggul, sehingga berpotensi meningkatkan umur pahat dan efisiensi proses pemesinan.Kata kunci— SKD11, HSS, perlakuan panas, kekerasan, keausan
Kajian Eksperimental Keausan Knuckle Coupler Pada Sambungan Lokomotif Kereta Api Taufikurrahman, Taufikurrahman; Putra, Zenika Rizki; Triputra, Yuli Asmara; Okviyanto, Toni
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keandalan knuckle coupler sebagai komponen kritis pada sistem perkeretaapian sangat dipengaruhi oleh ketahanan aus, ketangguhan impak, dan karakteristik mikrostrukturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja material knuckle coupler berbasis baja AAR M-201 Grade E melalui pendekatan eksperimental yang terintegrasi. Metode yang digunakan meliputi uji impak Charpy (ASTM E23), uji keausan pin-on-disk (ASTM G99), serta pengamatan mikrostruktur menggunakan mikroskop optik (ASTM E3). Hasil pengujian menunjukkan nilai energi impak sebesar 93,63 J dan harga impak 0,786 J/mm², yang jauh melebihi standar minimum industri (20–27 J), meskipun mekanisme patah yang diamati bersifat getas. Uji keausan menghasilkan nilai keausan spesifik sebesar 0,000088207 mm³/kg·m, yang menunjukkan ketahanan aus sangat baik dengan mekanisme dominan berupa abrasi. Analisis mikrostruktur mengidentifikasi keberadaan fasa ferit dan pearlit dengan distribusi yang tidak sepenuhnya homogen serta adanya presipit karbida pada batas butir. Kondisi ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kekerasan dan ketahanan aus, namun juga berpotensi meningkatkan konsentrasi tegangan yang memicu patah getas. Secara keseluruhan, material masih memenuhi standar industri dan layak digunakan, namun diperlukan optimasi perlakuan panas untuk meningkatkan homogenitas mikrostruktur dan keandalan jangka panjang. Kata kunci—Knuckle coupler, AAR M-201 Grade E, keausan, impak, mikrostruktur