Nababan, Marina Letara
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model-Model Manajemen Pendidikan dalam Pengoperasian Sekolah Lumban Gaol, Nasib Tua; Munthe, Putra Willy Apostel; Simanjuntak, Rachel; Nababan, Marina Letara; Sitio, Robert Juni Tua
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i1.10213

Abstract

Sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan dasar dan menengah tidak akan mampu beroperasi secara optimal apabila kepala sekolah tidak memahami dan mampu mengimplementasikan model-model manajemen pendidikan dengan tepat. Meskipun begitu penting hal tersebut, studi tentang model manajemen pendidikan masih terbatas dilakukan dalam konteks pengoperasian sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menginvestigasi dan menjelaskan model manajemen pendidikan dan kepemimpinan yang dibutuhkan kepala sekolah dalam mengoperasikan sekolah. Secara khusus, sebuah pendekatan tinjauan literatur naratif digunakan agar dapat menemukan berbagai referensi yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam model manajemen pendidikan yang dapat diimplementasikan kepala sekolah, yakni: model manajemen formal, model manajemen kolegial, model manajemen politis, model manajemen subjektif, model manajemen ambigu, dan model manajemen kultural. Keenam model manajemen tersebut memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahan masing-masing di mana perlu dipertimbangkan dengan bijaksana apabila kepala sekolah hendak mengimplementasikannya dengan berhasil. Selain itu, setiap model manajemen pendidikan tersebut berkaitan dengan model-model kepemimpinan tertentu. Hal tersebut dikarenakan aktivitas manajemen dan praktik kepemimpinan tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian, kepala sekolah perlu menyesuaikan model manajemen dengan model kepemimpinan yang diterapkan ketika mengoperasikan sekolah.
UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH EFEKTIF DI ABAD KE-21 Gaol, Nasib Tua Lumban; Nababan, Marina Letara
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effective school is not a new topic in the education context globally. However, in the context of Indonesian education, this seems neglected. To create an effective school is the responsibility of the principal; therefore, it is very important to uderstand how the school principal can create an effective school. This study aims to investigate what efforts need to be conducted by the school principal in order to create an effective school. Based on the result of study, there are ten important efforts that need performed by school principal to create effective school, namely: (1)creating vision, mission and goals, (2)making school policies, (3)implementing leadership, (4)conducting crisis management, (5)developing, monitoring, and evaluating curriculum and learning, (6)increasing the professionalism of educators and administrators, (7)managing finances, (8)creating a conducive culture, (9)involving education stakeholders, and (10)optimizing the utilization of technology and information.
Teologi kerja sebagai perspektif analitis terhadap hubungan stress kerja, kesejahteraan sekolah, dan performa kerja guru Kristen pendidikan anak usia dini: Studi kasus di Tapanuli Utara Simamora, May Rauli; Winarti Agustina; Nababan, Marina Letara; Lumbantobing, Rosalina Apriliani; Lumban Gaol, Samuel Perdana
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/t0ttjz87

Abstract

Christian early childhood teachers hold a dual role, providing both academic and spiritual education in accordance with Christian teachings. This study examines the correlation between school well-being and work stress and their effects on the work performance of Christian PAUD/TK teachers in North Tapanuli, North Sumatra, using a quantitative correlational approach involving 106 teachers. The analysis reveals that school well-being, even with stress, is significantly correlated with teachers' work performance. These findings are then interpreted through the lens of a theology of work, which positions work as a divine calling. Improving work performance can be achieved by strengthening the dimensions of loving, having, being, and health within school well-being; managing stress through rest, prayer, reflection, and counseling support; and cultivating perseverance, resilience in the face of suffering, and relationships characterized by compassion and honesty in the workplace. Practical implications include policy recommendations to enhance school well-being, effective stress management strategies, and the strengthening of school principals' roles as servants of teacher welfare.   Abstrak Guru Kristen anak usia dini memiliki peran ganda dalam memberikan pendidikan akademik sekaligus pendidikan moral dan spiritual sesuai ajaran Kristen. Penelitian ini mengkaji korelasi antara kesejahteraan sekolah dan stres kerja terhadap performa kerja guru Kristen PAUD/TK di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 106 guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesejahteraan sekolah dan stres kerja berkorelasi signifikan dengan performa kerja guru. Temuan ini kemudian dikaji melalui perspektif teologi kerja yang menempatkan kerja sebagai panggilan ilahi. Peningkatan performa kerja dapat diwujudkan melalui penguatan dimensi loving, having, being, dan health dalam kesejahteraan sekolah; pengelolaan stres berbasis istirahat, doa, refleksi, dan bantuan konselor; serta pembentukan karakter ketekunan, ketahanan dalam penderitaan, dan relasi yang penuh kasih sayang dan kejujuran di tempat kerja. Implikasi praktis mencakup rekomendasi kebijakan peningkatan kesejahteraan sekolah, strategi manajemen stres, dan penguatan peran kepala sekolah sebagai pelayan bagi kesejahteraan guru.