Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Determinants of Stunting in Pre-School-Aged Children in Ujung Bulu Subdistrict Asnidar Asnidar; Haerani Haerani; Nour Sriyanah; Andi Suswani
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 3 No 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v3i1.1233

Abstract

Stunting is one of the main nutritional problems in children in Indonesia. Stunting becomes a serious problem because it is associated with the quality of human resources in the future. Stunted toddlers will experience a level of intelligence that is not optimal, making children more susceptible to disease and in the future will be at risk of decreasing productivity levels. The purpose of this study was to determine the factors related to the incidence of stunting in pre-school age children. This type of research is observational analytics with a case-control design. The subjects of the study studied were toddlers who experienced and did not experience stunting. The sample of this study was children in PAUD schools and kindergartens in Ujung Bulu District, a total of 43 people consisting of 23 stunted children as cases and 20 children who were not stunted as controls. The results showed that the results of the statistical factor test of ANC services (p = 0.001), breastfeeding (p = 0.000) and consumption of Fe tablets (p = 0.012) were related to stunting events. Meanwhile, the factor of the child's immunization history (p = 0.091) is not related to the incidence of stunting. It is recommended to pregnant women to pay more attention to ANC visiting services, breastfeeding and child immunization because it plays a very important role in stunting events.
Gambaran Telur Cacing Balita Stunting Menggunakan Pewarnaan Antosianin Dari Ekstrak Ubi Ungu Metode Flotasi Di Kabupaten Bulukumba Asman; Subakir Salnus; Andi Suswani; A.R Pratiwi Hasanuddin
Jurnal TLM Blood Smear Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.252 KB)

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada balita di dunia khususnya di Indonesia yang menyebabkan gagal pertumbuhan pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis atau malnutrisi dan terjadi infeksi berulang. Masalah kekurangan gizi pada belita umumnya sering disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya infeksi Soil Transminted Helminth (STH). Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran telur cacing Soil Transminted Helminth (STH) pada balita stunting usia 24-60 bulan di kecamatan Ujung Bulu dan Kecamatan Gantarang menggunakan pewarnaan ekstrak antosianin dari ubi ungu. Metode yang di gunakan adalah Jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini di dahului dengan memberikan kuesioner untuk mendapatkan kriteria yang sesuai dengan penelitian, di dapatkan 19 responden balita stunting kemudian dilakukan pemeriksaan feses menggunakan metode flotasi dengan menggunakan pewarnaan ekstrak antosianin dari ubi ungu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS uji statistik frequensi. Hasil Penelitian berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dari 19 sampel ditemukan 5 sampel positif yaitu telur cacing ascaris lumbricoides fertil pada sampel dengan kode 1,6, 17, dan telur cacing ascaris lumbricoides infertil dengan kode 3, 8 menggunakan pewarnaan antosianin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan proporsi kecacingan pada balita stunting sebesar 26,3% dengan menggunakan ekstrak antosianin konsentrasi 80% sebagai pewarna metode flotasi di Kecamatan Ujung Bulu dan Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Peneliti menyarankan agar hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: Antosianin, Kecacingan, Stunting, Ubi Ungu.
Gambaran Eritrosit Pada Sediaan Apusan Darah Tepi Peminum Alcohol Di Desa Gattareng Kabupaten Bulukumba Asriyani Ridwan; Nina Agustina; Andi Suswani
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 1 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.086 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i1.432

Abstract

Penelitian ini Belatar Belakang Sel darah merah atau eritrosit merupakan sel darah dengan jumlah yang paling banyak dalam tubuh manusia. Fungsi utama eritrosit adalah mengankut oksigen dan mengantarkannya ke sel-sel tubuh, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan beresiko mengalami komplikasi terkait dengan alkohol, termasuk yang mempengaruhi darah dan sumsum tulang, tempat sel darah di produksi. Efek buruk alkohol pada sistem pembentukan sel darah, atau hematopoetic, baik langsung maupun tidak langsung, Tujuan untuk mengetahui gambaran eritrosit pada sediaan ADT peminum alcohol di desa Gattareng Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian di lakukan secara observasi laboratorium dimana sampel yang di gunakan adalah sampel darah peminum alcohol di desa Gattareng kabupaten Bulukumba, Hasil gambaran hasil pemeriksaan eritrosit pada peminum alcohol, dari 15 responden yang diteliti terdapat 6 responden yang ditemukan eritrosit abnormal, dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa penyebab sel eritrosit peminum alcohol abnormal bisa jadi dikarenakan pengaruh dari mengomsumsi alcohol yang secara rutin. Kata Kunci: Morfologi Eritrosit, Peminum Alcohol
Gambaran Morfologi Eritrosit Menggunakan Antikoagulan K3EDTA dan Antikoagulan Filtrat Bawang putih (Allium sativum) Alim Nuary; Rahmat Aryandi; Andi Suswani Makmur
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 2 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.267 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i2.735

Abstract

Antikoagulan EDTA sering digunakan sebagai antikoagulan untuk mencegah penggumpalan darah, adapun terkadang sudah rusak, habis atau bahkan kadaluarsa, untuk mengantisipasi maka dilakukan penelitian guna mencari alternatif pengganti reagen EDTA sebagai antikoagulan menggunakan bahan yang lebih mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita. Bawang putih (Allium sativum.) mengandung minyak atsiri, senyawa allicin, alliin dan senyawa organosulfur lainnya seperti Ajoena yang berperan dalam antikoagulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antikoagulan filtrat Bawang putih (Allium sativum) dapat digunakan sebagai alternatif antikoagulan K3EDTA dalam pemeriksaan morfologi Eritrosit. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimen yang dilakukan dengan tiga perlakuan yang digunakan untuk melihat morfologi Eritrosit menggunakan antikoagulan K3EDTA dan antikoagulan filtrat umbi Bawang putih. Hasilnya tidak terdapat perubahan morfologi baik dari segi bentuk, ukuran dan warna, jarak Eritrosit dengan sel darah lainnya dan kejelasan lapang pandang yang diamati tidak jauh berbeda jika menggunakan antikoagulan K3EDTA. sehingga filtrat Bawang putih layak dijadikan sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan apusan darah tepi.
AEROBIC EXERCISE ON BODY MASS INDEX (BMI) CHANGE IN PERSON WITH OVERWEIGHT AND OBESITY Muriyati Muriyati; Patima Patima; A. Suswani
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 2, No 1 (2015): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.536 KB) | DOI: 10.24990/injec.v2i1.5

Abstract

Introduction. Aerobic Gymnastics is one type of exercise that increases fatty acid oxidation so that can lose weight. The purpose of this study was to determine the effect of aerobic exercise on body mass index (BMI) changes in person with obesity. Methods. This study was a quasi-experimental study using a pre-post test design. Individuals with obesity / overweight do aerobic exercise for 3 times a week for 6 weeks. Before aerobic exercise, the body mass index (BMI) measured and then after aerobic exercise done reassess the Body Mass Index (BMI). The number of sample studied were 30 women aged between 17-22 years old.Results.The results showed that BMI scores before aerobic exercise intervention is average of 27.54 and the average BMI of the respondents after attending aerobics for 6 weeks was 26.65 with a probability value (p = 0.000) smaller than (p = 0.05), which means that there is effect of aerobic exercise with BMI change. Discussion. BMI levels have changed significantly after aerobic exercise for 6 weeks.Keywords: BMI, aerobic, obesity
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD Suswani
Edutainment Vol 7 No 2 (2019): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.722 KB) | DOI: 10.35438/e.v7i2.177

Abstract

Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus kegiatan berdasarkan materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan hasil belajar yang dicapai mereka. Hal ini terlihat peningkatan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan yang diperoleh peserta didik, dimana rata-rata nilai pada siklus I 6,79, siklus II 7,29, dan siklus III 7,97. Sedangkan untuk persentase ketuntasan berturut-turut pada siklus I 68,42%, siklus II 81,58%, dan siklus III 94,74%. Walaupun belum mencapai ketuntasan 100%, tetapi terjadi peningkatan persentase ketuntasan yang cukup signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini, yakni penerapan metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD dalam proses pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang terindikasi dari nilai tes yang diperoleh.
Comparison of the Rate of Depression in Early and Late Elderly Women with Diabetes Mellitus Fatmawati Fatmawati; Andi Suswani; Nurlina Nurlina
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3658

Abstract

Elderly people with Diabetes Mellitus (DM) have a greater risk of experiencing depression compared to the elderly who do not suffer from DM. The Ministry of Health divides the elderly into two categories based on age, namely the early elderly (46-55 years old) and the late elderly (56-65 years). Objective: to analyze the comparison of depression levels in early and late elderly women with DM. An analytic observational design with a cross-sectional approach. The sample in this study were 33 elderly (15 early elderly and 18 late elderly) with DM in two health centers, namely Bontobangun health center and Tanete health center, Bulukumba district. The level of depression was measured by the Depression Anxiety Stress Scales 21 questionnaire. Data analysis used the Pearson chi-square test with SPSS software. The early elderly tends to feel the level of mild depression (46.7%) even 6.7% of the early elderly do not experience depression. The late elderly tends to feel the level of severe depression (50%) even 5.6% of the late elderly have very severe depression. The results of statistical tests showed that there was a significant difference between the level of depression in the early elderly and the late elderly (p = 0.026). Women with DM aged 56-65 years are very susceptible to depression with a more severe level when compared to women with DM aged 46-55 years. The need for special treatment that makes the elderly as the main target to reduce the depression they experience
Factors associated with non-adherence to taking medication in elderly people with hypertension Rahmah Yuliana; Haerati Haerati; Andi suswani Makmur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1106

Abstract

Nonadherence to taking medication in older people with hypertension is a serious problem in the management of this health condition. This study aims to identify factors associated with nonadherence to taking medication in older people with hypertension. The study used descriptive quantitative methods with a cross-sectional approach. Purposive sampling technique with Chi-Square statistical test. The results found the relationship between adherence to hypertension medication with education level, a p-value of 0.297, ease of access to health services, a p-value of 0.297, motivation to seek treatment, a p-value of 0.014, family support, p-value of 0.201, support of health workers p-value of 0.595. It can be concluded that there is no significant relationship between education level, family support, and health worker support, and there is a significant relationship between access to health services and motivation with adherence to taking medication in older people with hypertension. However, of course, analysis is needed related to these factors. Effective treatment must consider each patient's social, economic, psychological, and cultural conditions. Health education, social support, and cooperation between patients, doctors, and health workers can help improve adherence rates in treating hypertension in the elderly. This effort is important to prevent serious complications that can arise due to non-compliance in taking medication.
Relating Factors to Stress Levels in Elderly People with Hypertension Andi Suswani Makmur; Aszrul AB; Sri Wahyuningsi
Comprehensive Health Care Vol 8 No 1 (2024): Comprehensive Health Care
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jch.v8i1.1194

Abstract

Background; Stress in most elderly people is caused by gradual physical and psychological decline, which can cause psychosocial problems in the form of depression and anxiety. Stress can trigger the hormone adrenaline so that the heart pumps faster resulting in increased blood pressure. Objective: The general objective of this research is to determine the factors related to stress levels in elderly people with hypertension in the Balibo Community Health Center working area, Bulukumba Regency. Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional research design. The sample in this study was 61 respondents using random sampling technique. Data collection uses a questionnaire. Results: this research shows that there is a relationship between economic level and stress level with a value of p= 0.012 (p>0.05), there is a relationship between physical condition and stress level with a value of p=0.018 (p>0.05), and There is a relationship between the level of independence and the level of stress with a value of p=0.038 (p>0.05). Conclusion: From the results of the research it can be concluded that there is a relationship between economic level, physical condition and level of independence on stress levels in elderly people with hypertension in the Balibo Community Health Center Work Area in 2023.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria alba) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 Kasmira, Kasmira; Fatimah, Fatimah; Suswani, Andi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.10446

Abstract

Latar Belakang: Streptococcus mutans dapat menyebabkan penyakit seperti suparatif dengan angka keparahan yang bervariasi. Bakteri ini satu jenis bakteri resistensi terhadap antibiotik karena itu menjadi masalah unik. Daun kamboja (Plumeria alba) adalah salah satu tumbuhan liar yang sering terjadi di indonesia yang bermanfaat sebagai obat, mengandung seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan metabolit sekunder yang hidup minyak atrisi yang bersifat antimikroba karenanya masyarakat mulai menggunakan bahwa pilihan lain lain yaitu menggunakan tanaman herbal yang yang ada disekitar seperti daun kamboja untuk meminimalisir dan penggunaan antibiotik dan untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek menghentikan ekstrak daun kamboja terhadap perkembangan bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175. Metode: Studi ini adalah penelitian eksperimen. Dimana Ekstrak daun kamboja menggunakan difusi sumuran yang kemudian diberikan dalam berbagai perlakuan konsentrasi, termasuk 60, 80 dan 100 persen, dengan kontrol positif. ciprofloxacin aquades sumuran untuk mengevaluasi kekuatan hambat ekstrak daun kamboja hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic dengan metode One Way Anova. Hasil: Hasil dari penelitian mengatakan ekstrak daun kamboja dengan aktivitas lemah hingga sedang, dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Dan hasil dari Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing Data didistribusikan dengan normal yang memenuhi persyaratan untuk uji One Way Anova, dan hasil yang dihasilkan menunjukkan nilaii p≤0,001 sehingga paling tidak terdapat rerata bermakna antar kelompok data. Kesimpulan: Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ekstrak daun kamboja dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Kata Kunci : Ekstrak Daun Kamboja, Streptococcus mutans ATCC 25175, Antibiotik