Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TALK SHOW TENTANG PENCEGAHAN HIV/ AIDS PADA REMAJA DI DESA BIALO KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Safruddin; Andi Suswani M
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.462 KB) | DOI: 10.37362/jap.v1i1.382

Abstract

HIV/AIDS adalah virus yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya yang merusak sistem imun sampai tidak berfungsi sehingga menjadi kumpulan gejala penyakit yang mematikan. Prevalensi kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang menyebabkan angka kematian dan kesakitan juga meningkat khususnya menyerang masa remaja . Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan Pendidikan kesehatan tentang peningkatan pengetahuan tentang pencegahan HIV/AIDS pada remaja Di Desa Bialo Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Metode dalam pelaksanaan pengabdian melalui penyuluhan Kesehatan, dialog (talk show) dan diskusi tentang pentingnya upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja dengan melibatkan dinas Kesehatan, pemegang program HIV/AIDS puskesmas, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat Hasil kegiatan talk show adalah meningkatnya pengetahuan remaja tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta upaya pencegahan penyebaran dan penularan penyakit HIV/AIDS Kesimpulan hasil pendidikan Kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja dalam melakukan upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS serta mampu melakukan deteksi dini tentang tanda dan gejala penyakit HIV/AIDS
PENYULUHAN CEGAH HYPERTENSI DAN KOMPLIKASINYA DENGAN PENERAPAN DIETARY APPROACHES TO STOP HYPERTENSION (DASH) Asri; Andi Suswani
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jap.v3i2.1018

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian terbesar setelah stroke, data World Health Organization (WHO) membuktikan bahwa pada tahun 2020 jumlah kematian akibat hypertensi di semua jenis kelamin yaitu sebesar 22.995 orang meninggal. Tujuam dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat ctentang cara mencegha hypertensi lebih dini dengan menggunakan metode DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Metode yang digunakan adalah penyuluh kepada masyarakat dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari segala usia baik remaja, dewasa mapun lansia. Hasil penyuluhan ini memberikan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat menjadi meningkat setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulan yang dapat diberikan bahwa dengan adanya penyuluhan ini mampu berikan gambaran kepada masyarakat bahwa metode DASH ini mampu efektif untuk menurunkan dan mencegah masyarakt untuk tidak terkena hipertensi, saran yang dapat kami berikan bahwa pemerintah setempat bekerjasama dengan lintas program dari puskesmas untuk lebih meningkatkan kegiatan promotif dan preventif kepada masyarakat baik yang menderita hipertensi maupun yang belum menderita , sehingga kejadian hipertensi dapat kita cegah dan mampu memberikan penyembuhan kepada yang mengidap.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Aszrul AB; , Andi Suswani; Fatimah, Wiwi Qur”anil
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 4 No 2 (2023): Jurnal ABDIMAS Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jap.v4i2.1164

Abstract

Aromaterapi merupakan terapi modalitas atau pengobatan alternative dengan menggunakan sari tumbuhan aromaterapi murni berupa bahan cairan tanaman yang mudah menguap dan senyawa aroma terapi lain dari tumbuhan. Mual muntah (Emesis gravidarum ) keluhan paling sering terjadi pada ibu hamil sebesar 50-90%, sebesar 2 % berakhir menjadi mual muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum) yang bisa membahayakan ibu maupun janin. Salah Satu terapi non farmakologi yang aman untuk diberikan pada ibu mual muntah selama kehamilan adalah aromaterapi lemon. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh aromaterapi lemon dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester I Mengetahui Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lemon terhadap Penurunan Frekuensi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di BPM Indra Iswari, SST, SKM, MM. Metode yang digunakan pre eksperimental dengan desain One Group Pre-Post Test Design. Data dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan a = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aromaterapi lemon secara bermakna mempunyai pengaruh dalam menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
Optimalisasi Kader Dalam Pelaksanaan Pelayanan Posyandu Lansia Di Dusun Sapabessi Kabupaten Bulukumba Makmur, Andi Suswani; Asri; Aszrul
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 5 No 1 (2024): Jurnal ABDIMAS Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jap.v5i1.1323

Abstract

Peningkatan lansia akan memunculkan berbagai masalah bagi lansia tersebut maupun keluarga serta masyarakat. Diperlukan adanya fasilitas layanan kesehatan seperti posyandu lansia agar lansia tetap mandiri, sehat dan produktif. Posyandu lansia dusun Sapabessi merupakan bentuk kepedulian warga masyarakat terhadap lansia. Masalah utama yang dihadapi posyandu lansia ini diantaranya keterbatasan jumlah kader, rendahnya pengetahuan serta keterampilan kader terhadap pelayanan yang diberikan dalam posyandu lansia. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan adalah dengan menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research ) dengan melakukan penyuluhan kepada kader dengan pelibatan petugas kesehatan, kader posyandu dan lansia. Metode ini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan pemberdayaan kader posyandu lansia yang dilakukan satu hari, adalah meningkatkanya pengetahuan kader tentang penyakit penyakit yang sering terjadi pada lansia dan pengelolaan posyandu sebesar 50,1 % setelah diberikan penyuluhan
Stigma and Discrimination of People with HIV/AIDS by Health Officers in Bulukumba Regency Suswani, Andi; Haerati, Haerati; Asri, Asri; Safruddin, Safruddin; Amalia, Andi Risky
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v11i1.9722

Abstract

Stigma and discrimination against people with human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) are among the biggest obstacles to preventing and overcoming (HIV/AIDS) in Indonesia. This study aims to analyze the factors related to stigma and discrimination and determine the types of stigma and discrimination given by health workers to people with HIV/AIDS. The population in this study were health workers in 20 health centers in Bulukumba, consisting of nurses, midwives, health analysts, doctors, and public health. The sampling technique used a total sampling of 322 health workers, and data was collected online through Google Forms on 15–26 February 2021 and analyzed univariately and bivariate using the chi-square and linear association tests. The results showed that type of profession (p=0.041) and knowledge (p=0.019) were factors related to stigma and discrimination. The most considerable stigma experienced by people with HIV/AIDS was feeling disgusted and uncomfortable being around people with HIV/AIDS, and the notion that HIV/AIDS disease suffered was only the result of free sex. At the same time, discrimination was a form of the biggest problem was the behavior of health workers who will use layered handsome when performing/providing services to people with HIV/AIDS.
Factors associated with non-adherence to taking medication in elderly people with hypertension Rahmah Yuliana; Haerati Haerati; Andi suswani Makmur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1106

Abstract

Nonadherence to taking medication in older people with hypertension is a serious problem in the management of this health condition. This study aims to identify factors associated with nonadherence to taking medication in older people with hypertension. The study used descriptive quantitative methods with a cross-sectional approach. Purposive sampling technique with Chi-Square statistical test. The results found the relationship between adherence to hypertension medication with education level, a p-value of 0.297, ease of access to health services, a p-value of 0.297, motivation to seek treatment, a p-value of 0.014, family support, p-value of 0.201, support of health workers p-value of 0.595. It can be concluded that there is no significant relationship between education level, family support, and health worker support, and there is a significant relationship between access to health services and motivation with adherence to taking medication in older people with hypertension. However, of course, analysis is needed related to these factors. Effective treatment must consider each patient's social, economic, psychological, and cultural conditions. Health education, social support, and cooperation between patients, doctors, and health workers can help improve adherence rates in treating hypertension in the elderly. This effort is important to prevent serious complications that can arise due to non-compliance in taking medication.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI BERDASARKAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA BLUD UPT PUSKESMAS PONRE KAB. BULUKUMBA Andi Suswani; Amaliah, A. Rizky; Nirmawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.654

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan riwayat keluarga berperan penting dalam kejadian DM. Puskesmas Ponre memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pengendalian DM di masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan kejadian DM di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Ponre. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan analisis data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh penderita DM di Puskesmas Ponre (n=441). Sampel ditentukan dengan metode simple random sampling menggunakan rumus Slovin, dengan 230 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Mayoritas responden berada pada kelompok usia >60 tahun (43,5%) dan 51–60 tahun (29,6%), berjenis kelamin perempuan (82,6%), berpendidikan SD (65,7%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (79,6%). Seluruh responden berasal dari suku Bugis, sebagian besar berstatus kawin (96,5%), dan 60% memiliki riwayat keluarga DM. Kesimpulan: Kejadian DM di wilayah kerja Puskesmas Ponre lebih dominan pada usia lanjut, perempuan, berpendidikan rendah, tidak bekerja formal, dan memiliki riwayat keluarga DM. Intervensi pencegahan dan pengendalian perlu difokuskan pada kelompok berisiko tinggi melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, skrining rutin, dan pendampingan keluarga.
DESA KOMPLEMENTER : SOLUSI INOVATIF DALAM PEMBERDAYAAN BERKELANJUTAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS suswani, andi; Fatmawati, Fatmawati; Asdinar, Asdinar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2303

Abstract

Peningkatan kasus Diabetes Mellitus (DM) pada lansia di Kabupaten Bulukumba menuntut inovasi layanan kesehatan berbasis komunitas yang lebih partisipatif. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup lansia melalui penerapan terapi komplementer dan pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan 24 kader dari 3 dusun di Desa Bontobangun. Kegiatan meliputi pelatihan terapi SEFT, akupresur, senam kaki diabetik, perawatan kaki, peracikan ramuan herbal, dan pembentukan Rumah Komplementer. Hasilnya menunjukkan peningkatan kompetensi kader sebesar 85%, peningkatan pengetahuan keluarga lansia sebesar 70%, serta terbentuknya tiga rumah komplementer dan tiga kebun TOGA aktif. Program berdampak pada peningkatan kemandirian lansia, efisiensi biaya pengobatan, serta tumbuhnya potensi ekonomi lokal berbasis herbal. Desa Komplementer menjadi model inovatif yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai wujud dukungan terhadap SDGs 3 dan 11 serta penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat berkelanjutan.