Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Etika Demokrasi

Implementation of Character Education through Learning Pancasila and Citizenship Education in Sungguminasa 1 State Junior High School, Gowa Regency Andi Sugiati; Jumiati Nur; Nurannisah Anwar
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4688

Abstract

 Abstract. The main problem in this study aims to describe the implementation of character education through learning Pancasila and Citizenship Education at Sungguminasa State Junior High School 1, Gowa Regency. This type of research is a qualitative descriptive study. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of character education through learning Pancasila and Citizenship Education in the learning process of Pancasila and Citizenship Education in class VIII.B of the State Junior High School 1 Sungguminasa, Gowa Regency has been implemented by teachers through planning. In learning planning, there is a character value contained in self-development activities including routine, spontaneous and exemplary activities, while learning activities in the Learning Implementation Plan are in Core competencies and Basic Competencies (KD). There are several supporting factors experienced by teachers in learning Pancasila and Citizenship Education, namely, students create comfortable and conducive classes, teachers provide motivation and understanding of the importance of character values, provide role models, advice, rewards and punishments, and teachers create interesting learning and fun through the learning methods Student Active Learning and Collaborative Learning, while the inhibiting factors experienced by teachers in learning Pancasila and Citizenship Education, namely, Not conducive to learning Pancasila and Citizenship Education with student rest periods that make learning Pancasila and Citizenship education hampered and student learning enthusiasm decreases. , and the inadequacy of printed books for students which triggers a lack of interest in reading in students is due to the lack of printed books and this also has an impact on students when they test.Keywords: Character Education, Learning, Pancasila and Citizenship EducationAbstrak.  Masalah utama dalam penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif  kualitatif.  Teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  wawancara,   observasi,   dan dokumentasi. Teknik analisis  data  dengan  menggunakan  langkah-langkah  reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  kelas VIII.B Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten  Gowa  telah dilaksanakan  oleh   guru   melalui  perencanaan. Dalam perencanaan pembelajaran adalah adanya nilai karakter yang termuat kegiatan  pengembangan  diri  meliputi kegiatan rutin, spontan dan keteladanan sedangkan kegiatan belajar dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu  pada kompetensi  Inti dan Kompetensi Dasar (KD). Terdapat beberapa faktor pendukung  yang dialami guru dalam  pembelajaran  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   yaitu,  siswa  menciptakan  kelas  yang nyaman dan kondusif,  guru  memberikan  motivasi  dan  pemahaman  tentang pentingnya nilai-nilai karakter, memberikan teladan,  nasihat,  penghargaan  dan hukuman, dan Guru menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan melalui metode pembelajaran Student Active Learning dan Collaborative Learning, sedangkan faktor penghambat yang dialami guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   yaitu, Tidak kondusifnya pembelajaran  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   dengan  waktu   istirahat  siswa  yang  membuat  pembelajaran  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   terhambat  dan  semangat  belajar   siswa   menurun, dan tidak memadainya buku cetak pada siswa yang memicu kurangnya  minat  baca pada siswa diakibatkan kurangnya buku cetak dan ini juga berdampak pada siswa ketika ulangan.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
The Analysis of PPKn Teacher Pedagogic Competency in Learning Activities at state high school 9 Sinjai, Tellulimpoe District Jumiati Nur; Arahim Arahim; Hasrianto Hasrianto
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.5653

Abstract

Pedagogic competence is the ability to manage student learning. The teacher must own competence because it is related to the characteristics of students seen from various aspects such as physical, moral, social, cultural, and intellectual. This implies that a teacher must master learning theories and educational learning principles because students have different characters, traits, and interests. This type of research uses qualitative research where this research is expected to explain the existing phenomena, especially those related to the pedagogic competence of Pancasila and Citizenship Education teachers. This study indicates that the pedagogical competence of PPKn teachers in SMA Negeri 9 Sinjai Kec. Tellulimpoe has a fairly good ability in mastering the characteristics of students, applying the principles of curriculum development related to the subjects being taught, mastery of learning theory using one method but using several learning methods, teachers have used technology, information, and communication in the interests of learning. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelolah pembelajaran peserta didik. kompetensi harus dimiliki guru karen berkenaan dengan karakteristik peserta didik dilihat dari berbagai aspek seperti fisik, moral, sosial, kultural, dan intelektual. Hal tersebut berimplikasi bahwa seorang guru harus mampu menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaranyang mendidik karena peserta didik memiliki karakter, sifat, dan interes yang berbeda. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dimana penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada terutama yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi pedagogik guru PPKn di SMA Negeri 9 Sinjai Kec. Tellulimpoe telah memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menguasai karakteristik peserta didik, menerapkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran yang di ampu, penguasaan teori belajar tidak hanya menggunakan satu metode saja tetapi menggunakan beberapa metode belajar, guru telah memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi dalam kepentingan pembelajaran.
The Integration of Pancasila Values in Building Students’ Character as An Effort to Prevent Lost Generation At SMP Muhammadiyah 1 Makassar Jumiati Nur; Musdalifah Syahrir; Dewa Bagus Sanjaya; Ya’kub Ya’kub; Sharah Adriani Jafar
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 3 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i3.11906

Abstract

This study aims to describe the integration of Pancasila values in building the character of students as an effort to prevent the Lost Generation and the inhibiting factors in integrating Pancasila values in the school environment of SMP Muhammadiyah 1 Makassar. This study uses a descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Research findings: 1. The integration of Pancasila values is carried out through various main activities at the school, namely: (1) through moral habituation or moral culture within the school, (2) during the Civics Education (PPKn) learning process, and (3) through extracurricular activities conducted at the school. 2. Inhibiting factors in integrating Pancasila values at the school include both internal and external factors. Internal factors are caused by inadequate funding and resources from the school, while external factors involve a lack of support from students' parents and the social environment.