I Nyoman Santiawan
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ni Made Erlina Sari; I Nyoman Santiawan
Jawa Dwipa Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.624 KB) | DOI: 10.54714/jd.v2i2.40

Abstract

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, penyebaran Covid-19 pertama kali ditemukan seorang anak kecil mengalami sesak nafas dan dinyatakan positif pada tanggal 15 Maret 2020 sampai sekarang. Kehidupan beragama masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami perubahan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Dalam masa pandemic Covid-19 tentu banyak sekali tantangan dalam menjalankan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagai mana Implementasi Ajaran Tri Hita Karana di Masa Pandemi Covid-19 Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian merupakan jenis penelitian deskripsif kualitatif yang menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk dapat menghasilkan penelitian yang akurat dan kredibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Implementasi Ajaran Tri Hita Karana, umat Hindu melaksanakanya dengan cara: Di masa pandemi covid-19, umat Hindu dalam menjaga hubungan dengan Ida Sang Hyang Widi (Parahayangan) dilakukan dengan cara sembahyang di rumah, sembahyang secara virtual dan sembahyang di Pura dengan Prokes yang ketat. Pawongan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia di masa pandemi Covid- 19 dilakukan dengan cara selalu berkomunikasi dengan handphone melalui media social, saling mendoakan, saling menyemangati dan saling membantu satu dengan yang lainnya. Palemahan hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan alam semesta di masa pandemic Covid-19 dilakukan dengan cara merawat lingkungan, membersihkan lingkungan, menanam pohon serta menerapkan protocol kesehatan 5 M.
UPAYA GURU PASRAMAN DALAM MELATIH SATWIKA YADNYA PADA SISWA PASRAMAN DI PASRAMAN BRAHMA GOVINDA DESA SREBEGAN KECAMATAN CEPER KABUPATEN KLATEN Putri Kenanga; I Nyoman Santiawan; Gatot Wibowo
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i1.208

Abstract

Penelitian Upaya Guru dalam Melatih Satwika Yadnya pada Siswa Pasraman di Pasraman Brahma Govinda Desa Srebegan Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten ini, dilatar belakangi dari ketertarikan peneliti terhadap Satwika Yadnya upaya guru dalam melatih Satwika Yadnya pada siswa pasraman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana upaya guru dalam melatih Satwika Yadnya di pasraman; Apa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam upaya guru dalam melatih Satwika Yadnya di Pasraman Brahma Govinda Desa Srebegan Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten; Apa Hasil dari Upaya Guru dalam melatih Satwika Yadnya pada siswa pasraman di Pasraman Brahma Govinda Desa Srebegan Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil penelitian menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: Upaya guru dalam melatih Satwika Yadnya di pasraman itu melalui pembiasan, mengajarkan tentang berdana punia, bersembahyang sebelum memulai kegiatan; faktor pendukung dan penghambat guru dalam melatih Satwika Yadnya di pasraman yaitu faktor pendukungnya sendiri itu guru harus sabar dan tidak terbebani, sarana dan prasarana yang mendukung dan faktor penghambatnya yaitu guru harus memahami sifat dan karakter siswa pasraman yang berbeda-beda; dan Hasil dari Upaya Guru dalam melatih Satwika Yadnya pada siswa Pasraman di Pasraman Brahma Govinda adalah siswa sudah bisa berdana punia, melakukan sembahyang sebelum memulai kegiatan.
KAJIAN ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI DAN AKSIOLOGI CANANG SARI I Nyoman Santiawan
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.228

Abstract

Canang Sari merupakan bagian dari upakara/sesaji yang digunakan sebagai bentuk persembahan oleh umat Hindu dalam ritual agama Hindu. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek ontologi, epistimologi dan aksiologi dengan kajian filsafat. Penelitian ini menggunakan metode literatur review agar mendapatkan data-data yang sahih kemudian dikomparasikan dengan kajian filsafat. Hasil penelitian dari artikel ini bahwa canang sari dari aspek ontologi Canang adalah sirih itu sendiri, betapapun indahnya canang jika tidak dilengkapi dengan porosan yang bahan dasarnya sirih, berulah canang namanya. Kemudian aspek epistimologi canang terdiri dari unsur ceper/canang, porosan, plawa, bunga dan urassari. Proses pembuatan canang sari memperhatikan etika dengan menggunakan busana, alas dan kelengkapan yang digunakan. Aspek Aksiologi dari canang sari adalah Canang sari mengandung arti dan makna perjuangan hidup manusia yang selalu memohon bantuan dan perlindungan Tuhan yang Maha Esa, Perjuangan hidup untuk selalu melalui suatu usaha untuk menumbuhkan pikiran yang jernih dan suci dan didasarkan atas ketulusikhlasan, beryajña, berbhakti dan mengabdi kepada Tuhan yang Maha Esa, Usaha-usaha manusia untuk menciptakan, memelihara, dan meniadakan sesuatu yang petut diciptakan, dipelihara dan ditiadakan, melalui penumbuhan pikiran yang jernih, hening, dan suci berdasarkan hati yang tulus ikhlas dengan ketetapan hati yang langgeng, dunia ini dibangun menjadi seimbang, selaras, dan serasi untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia.