Dewi Ayu Wisnu Wardani
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jawa Dwipa

Tren Baru : Urgensi Multimedia Interaktif Dalam Eksebilitas Pendidikan Di Era Digital Dewi Ayu Wisnu Wardani
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i2.73

Abstract

Dunia pendidikan berkembang pesat terutama di era digital, karena munculnya berbagai tren media interaktif yang mengubah cara pelajaran dilakukan. Cara siswa berinteraksi dengan materi pelajaran telah berubah karena tren seperti gamifikasi dan kecerdasan buatan, serta virtual dan realitas augmented, yang membuat pembelajaran lebih mudah diakses, interaktif, dan personal. Metode penelitian studi pustaka digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data digunakan dengan melakukan studi telaah terhadap buku-buku, literatur, catatan, dan laporan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbagai buku, jurnal, dan penelitian terbaru yang relevan. Hasilnya, pelajar sekarang dapat mengakses pendidikan berkualitas tinggi terlepas dari lokasi atau latar belakang mereka, yang menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih baik dan keterlibatan yang lebih tinggi. Penyerapan tren eLearning ini pada tahun 2023 dan seterusnya akan membawa era inovasi dan pembelajaran yang lebih baik. Cara siswa berinteraksi dengan materi pelajaran telah berubah karena tren seperti gamifikasi dan AI serta virtual dan augmented reality. Tren-tren ini membuat pembelajaran lebih mudah diakses, interaktif, dan personal. Menyikapi tuntutan perkembangan teknologi di era digital, artikel ini memaparkan sebuah tren baru yang berdampak besar pada dunia pendidikan: penggunaan multimedia interaktif. Pentingnya konten multimedia interaktif untuk keunggulan pendidikan menjadi semakin jelas, mengubah paradigma pembelajaran tradisional menjadi pengalaman belajar yang lebih dinamis, menarik, dan relevan. Melalui motivasi belajar, penyajian materi yang beragam, dan diskusi mengenai tantangan yang kita hadapi, multimedia interaktif bukanlah sebuah tren yang berlalu begitu saja, namun mewakili perubahan mendasar dalam cara kita mendekati pembelajaran. Di era akses cepat terhadap informasi, konten multimedia interaktif menawarkan pendekatan yang lebih mudah beradaptasi dan komprehensif terhadap gaya belajar yang berbeda. Kesimpulannya, memasukkan konten multimedia interaktif ke dalam keunggulan pendidikan di era digital bukanlah suatu pilihan, namun suatu keharusan. Dengan lebih melibatkan siswa, memotivasi mereka untuk belajar, dan menyediakan konten yang lebih beragam, pendidikan menjadi lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan masa depan. Terlepas dari tantangan yang ada, upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan ini akan membuka pintu menuju pembelajaran yang lebih baik dan bermakna di era digital.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA MOMONG, AMONG, NGEMONG MELALUI AJARAN TRI KAYA PARISUDHA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 KARANGNONGKO, KABUPATEN KLATEN Putu Budiadnya; Dewi Ayu Wisnu Wardani; Liya Apriayani
Jawa Dwipa Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v5i1.89

Abstract

Ini adalah artikel tentang bagaimana pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang mengusungkonsep "momong, among, ngemong" dan ajaran Tri Kaya Parisudha diterapkan untukmembentuk karakter siswa di SMP Negeri 1 Karangnongko, Kabupaten Klaten. Konsep"momong, among, ngemong", yang berasal dari nilai-nilai kebudayaan Jawa, sangat pentingdalam proses pendidikan secara keseluruhan. Untuk membangun karakter siswa, Tri KayaParisudha terdiri dari tiga prinsip utama: berpikir benar (manacika), berkata benar (wacika),dan berbuat benar (kayika). Metode ini digunakan dalam penelitian ini untuk menyelidikibagaimana penggabungan nilai-nilai ini ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah dapatberdampak positif pada perkembangan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwametode ini bekerja dengan baik dalam membangun siswa yang baik hati, jujur, dan bertanggungjawab. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan model pendidikan karakterdi Indonesia.
PENERAPAN AJARAN TRI PARARTHA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER AGAMA HINDU BAGI SISYA PASRAMAN DHARMAGITA, BLIMBING, KECAMATAN KARANGNONGKO, KABUPATEN KLATEN Devi Ardika Putri; Dewi Ayu Wisnu Wardani; Shinta Tyas Pratisthita
Jawa Dwipa Vol. 6 No. 2 (2025): Jawa Dwipa
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v6i2.124

Abstract

This study aims to examine the application of the Tri Parartha teachings in Hindu character education for students at the Dharmagita Pasraman (Islamic school) in Blimbing Village, Karangnongko District, Klaten Regency. The Tri Parartha teachings, which encompass Asih (compassion), Punia (punia), and Bhakti (blessing), are viewed as the foundation of moral values ​​in shaping students' character, who are noble, responsible, and able to socialize harmoniously. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The informants included pasraman administrators, teachers, students, and parents. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, comprising data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the application of the Tri Parartha teachings at the Dharmagita Pasraman plays a significant role in shaping students' character, as reflected in increased compassion, social awareness, responsibility, and consistency in religious practices such as Tri Sandya (tri-sandying) and ngayah (ngayah). The implementation of the Tri Parartha teachings is integrated with the Pancasila Student Profile (P5) through learning activities, mutual cooperation, dialogue, and hands-on practice. Supporting factors include the availability of infrastructure and environmental support for the pasraman, while inhibiting factors include the limited space of the pasraman building and suboptimal teacher participation. Overall, this study confirms that character education based on the Tri Parartha teachings has a positive impact on the personality and behavioral development of pasraman students.