Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Kegiatan Market Day untuk Mengembangkan Literasi Finansial Anak Usia Dini Anggraini, Vivi; Rahmayanti , Elsa; Thamrin; Priyanto, Adi
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i1.3483

Abstract

Literasi anak di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu kemampuan literasi yang rendah adalah literasi financial atau keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi keuangan mengenai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan masih memiliki angka yang sangat rendah yaitu sebesar 38,03% (Otoritas Jasa Keuangan 2019). Akibat tidak adanya pemahaman literasi finansial sejak dini membuat masyarakat Indonesia tidak siap menghadapi tantangan global yang ada. Literasi financial pada anak usia dini adalah literasi keuangan yang tidak hanya pengenalan uang dan nominal saja, namun pemahaman sebuah konsep mengelola keuangan secara tepat dan bijak. Hal yang perlu ditanamkan sejak anak masih usia dini bahwa literasi keuangan adalah essential life skills yang perlu dimiliki karena kita dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara serta observasi di Taman Kanak-kanak pada kelompok B ( usia 5-6 tahun) di TK Aisyiyah 1 Kota Bukittinggi tahun 2022 memperlihatkan bahwa literasi finansial anak rendah, hal ini terlihat dari: 1) : 1) 77,45% Anak belum mengenal konsep alat tukar (uang) 2) 85,35 % anak belum mampu mengenal nominal uang. 3) 78, 47% Anak belum mampu melakukan transaksi dengan uang. 4) 86,25% Anak belum tertarik dalam kegiatan menabung. 5) 87% Guru belum mampu merancang kegiatan sesuai dengan kebutuhan anak, sehingga anak tidak tertarik untuk mengenal uang, transaksi jual beli serta menabung.
Efektivitas Penggunaan Game Sipak Batu Berbasis Digital Terhadap Pengenalan Sejarah Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Priyanto, Adi; Anggraini, Vivi; Novela, Tia
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3901

Abstract

Mengenalkan sejarah kepada anak sejak dini merupakan salah satu cara menumbuhkan nilai-nilai budaya yang baik pada anak. Memperkenalkan sejarah sejak dini dengan syarat kegiatan ini harus dilakukan dengan cara menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi yang baik untuk perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektifkah game sipak batu terhadap kecedasan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di kota Padang, Sumatera Barat. Uji keefektifan cara tradisional Permainan Sipak Batu menggunakan uji t berpasangan. Responden dalam penelitian berjumlah lima belas anak di TK Amalan . Uji efektivitas game Sipak Batu dilakukan dengan metode eksperimen one-group pretest-posttest. Responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang anak. Hasil analisis data terdapat peningkatan rata-rata sebelum diberikan perlakuan yaitu 34,73 dengan setelah diberikan perlakuan yaitu 40,40. Dari perhitungan t hitung adalah -10,159 dengan probabilitas/tingkat signifikansi 0,000 (p value < 0,05) bearti H0 ditolak karena terdapat perubahan yang signifikan antara sebelum menggunakan game Sipak Batu (pretest) dengan setelah menggunkan game Sipak Batu (posttest). Jadi dapat disimpulkan bahwa game tradisional Minangkabau Sipak Batu berbasis android efektif digunakan untuk pengenalan sejarah anak usia 5-6 tahun.
Pengembagan Motorik Halus Anak Berbasis Behavioristik Melalui Metode Mind Mapping Bagi Guru-Guru PAUD Priyanto, Adi; Anggraini, Vivi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit lembaga PAUD biasanya menggunakan Metode Mind Mapping untuk mengembangkan motorik halus pada anak. Metode ini memiliki banyak pilihan pembelajaran, tetapi tidak cukup guru untuk menggunakan semuanya. Artinya, beberapa aspek perkembangan tidak terstimulasi dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini, unit-unit lembaga PAUD telah sepakat untuk memberikan pelatihan kepada para guru mereka agar mereka dapat menggunakan Metode Mind Mapping secara lebih efektif. Pelatihan ini akan mencakup pembelajaran bagaimana membuat modul yang akan merangsang berbagai aspek perkembangan pada anak. Kegiatan ini memiliki beberapa tahapan antara lain : (1) pembuatan Modul dalam menstimulasi motorik halus anak melalui Mind Mapping, dan (2) Melaksanakan Praktek Stimulasi motorik halus anak melalui Mind Mapping bagi Guru-Guru PAUD.
Pendampingan Pembuatan APE Mitigasi Bencana Pada IGTK Dalam Upaya Mengurangi Dampak Resiko Bencana Gunung Merapi Terhadap Anak Usia Dini di Nagari Bukik Batabuah, Kec Canduang, Kabupaten Agam, Nagari Koto Baru, Kec X Koto, Kab Tanah Datar Anggraini, Vivi; Rahmayanti, Elsa; Parikeslan, Widya; Priyanto, Adi; Novela, Tia; Audia Fajar, Insanillahia; Primadona, Viola
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera barat memiliki gunung merapi aktif yang terletak di kabupaten agam dan tanah datar. Puncaknya Minggu 23 Desember 2023 gunung merapi mengalami erupsi. Diketahui, korban 23 orang meninggal dunia dan 52 luka-luka. Hingga rabu 27 Maret 2024 Laporan Magma ESDM menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Marapi teramati mencapai 1.500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.391 m di atas permukaan laut. Berdasarkan data di atas pentingnya masyarakat khususnya anak usia dini mengetahui Mitigasi bencana Gunung Merapi di daerah- daerah seperti Nagari Bukik Batabuah dan Koto Baru. Dibutuhkan Upaya preventif yang utama yakni: 1) mengetahui tanda-tanda yang muncul sebelum terjadi bencana dan cara menyelamatkan diri bagi anak usia dini. 2) Anak-anak perlu dikenalkan faktor-faktor penyebab bencana sehingga ketika terjadinya bencana dapat mengurangi dampak resiko. Wawasan tentang mitigasi bencana, dan penguatan mitigasi bencana juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 tujuan ke 13. Mitigasi bencana pada dasarnya dapat ditanamkan melalui jalur pendidikan. Komunikasi dengan Ikatan Guru taman kanak-kanak Canduang dan X koto menyatakan pentingnya pendampingan kepada guru dalam menciptakan APE Mitigasi bencana. Tujuan pengabdian ini adalah Guru taman kanak-kanak mampu membuat alat permainan edukatif bencana gunung merapi guna menguruangi dampak resiko bencana. Hal ini juga merealisasikan MBKM serta IKU khususnya IKU 2 (melibatkan mahasiswa berkegiatan di luar kampus) serta IKU 5 (hasil PKM berupa artikel yang akan bermanfaat bagi masyarakat). Metode yang akan digunakan memiliki beberapa tahapan antara lain : (1) Pembuatan Modul “cara pembuatan APE Mitigasi Bencana” (2) Persiapan Alat dan bahan (3) Pelatihan pembuatan APE, Praktek berkelompok dan Mandiri. Luaran Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat menghasilkan luaran berupa Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta serta Publikasi di Media Massa (media Antara) serta Produk berupa Video Dokumentasi. Dan luaran tambahan buku panduan pembuatan Alat permainan Mitigasi bencana gunung merapi serta HKI.