Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Anggapa

Perencanaan dan Perancangan Family Pet Funeral Space sebagai Fasilitas Krematorium dan Kolumbarium di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis Michelle Michelle; Ririn Dina Muftianti; Risma Andarini
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hewan peliharaan telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ada yang menganggapnya sebagai teman, anak, pelindung, dan dalam kasus khusus seperti hewan pekerja (penyelamat, pendeteksi, polisi, terapi). Banyak fasilitas yang disediakan manusia untuk hewan peliharaan diantaranya hotel, toko, mall, kantor, dan restoran ramah hewan peliharaan. Namun, fasilitas pelayanan kematian untuk hewan peliharaan khususnya di Kota Surabaya masih sangat sulit kita jumpai sedangkan kematian adalah sebuah siklus hidup yang tidak bisa kita hindari. Berawal dari permasalahan tersebut maka diperlukansebuah fasilitas yang dapat menampung kegiatan tersebut dan membantu manusia dalam proses berduka saat kehilangan hewan peliharaan kesayangannya.Perencanaan dan Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur simbolis dan berfokus fasilitas ruang persemayaman, krematorium, dan kolumbarium untuk hewan peliharaan anjing dan kucing. Dengan pendekatan arsitektur simbolis, diharapkan Family Pet Funeral Space dapat menjadi tempat bagi pecinta hewan di Kota Surabaya yang sedangberduka.
Identifikasi Program Pengembangan Kota Hijau Pada Taman Kota. Studi Kasus : Taman Harmoni, Kota Surabaya Risma Andarini; Hendrikus Nintam; Muhamad Dandy Firmansyah; Fransiskus Kurniawan Amer Dadat
Jurnal Anggapa Vol 2 No 1 (2023): ANGGAPA April 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) adalah salah satu program pemerintah untuk menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, di antaranya dengan melalui gagasan kota hijau. Dalam atribut kota hijau tersebut, salah satunya diatur tentang ruang terbuka hijau (green open space). Studi kasus yang diambil adalah Taman Harmoni Surabaya yang dibangun pada tahun 2014 dengan sebelumnya merupakan tempat pembuangan akhir (TPA). Penelitian ini menggunakan metode pengamatan secara langsung di lapangan dengan melakukan pengamatan terkait penerapan atribut kota hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan atribut kota hijau, untuk kemudian dapat diberikan rekomendasi yang sesuai. Berdasarkan hasil pengamatan, ada beberapa hal yang bisa direkomendasikan, di antaranya terkait material, muatan lokal, pemanfaatan sumber daya alam, fasilitas pengelolaan, dan pengelolaan air hujan.
Perencanaan dan Perancangan Family Pet Funeral Space sebagai Fasilitas Krematorium dan Kolumbarium di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis Michelle; Muftianti, Ririn Dina; Andarini, Risma
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA Volume 1 No 2 November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v1i2.443

Abstract

Hewan peliharaan telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ada yang menganggapnya sebagai teman, anak, pelindung, dan dalam kasus khusus seperti hewan pekerja (penyelamat, pendeteksi, polisi, terapi). Banyak fasilitas yang disediakan manusia untuk hewan peliharaan diantaranya hotel, toko, mall, kantor, dan restoran ramah hewan peliharaan. Namun, fasilitas pelayanan kematian untuk hewan peliharaan khususnya di Kota Surabaya masih sangat sulit kita jumpai sedangkan kematian adalah sebuah siklus hidup yang tidak bisa kita hindari. Berawal dari permasalahan tersebut maka diperlukan sebuah fasilitas yang dapat menampung kegiatan tersebut dan membantu manusia dalam proses berduka saat kehilangan hewan peliharaan kesayangannya. Perencanaan dan Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur simbolis dan berfokus fasilitas ruang persemayaman, krematorium, dan kolumbarium untuk hewan peliharaan anjing dan kucing. Dengan pendekatan arsitektur simbolis, diharapkan Family Pet Funeral Space dapat menjadi tempat bagi pecinta hewan di Kota Surabaya yang sedang berduka.
Identifikasi Program Pengembangan Kota Hijau Pada Taman Kota. Studi Kasus : Taman Harmoni, Kota Surabaya Andarini, Risma; Nintam, Hendrikus; Firmansyah, Muhamad Dandy; Dadat, Fransiskus Kurniawan Amer
Jurnal Anggapa Vol 2 No 1 (2023): ANGGAPA Volume 2 No 1 April 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v2i1.478

Abstract

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) adalah salah satu program pemerintah untuk menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, di antaranya dengan melalui gagasan kota hijau. Dalam atribut kota hijau tersebut, salah satunya diatur tentang ruang terbuka hijau (green open space). Studi kasus yang diambil adalah Taman Harmoni Surabaya yangdibangun pada tahun 2014 dengan sebelumnya merupakan tempat pembuangan akhir (TPA). Penelitian ini menggunakan metode pengamatan secara langsung di lapangan dengan melakukan pengamatan terkait penerapan atribut kota hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan atribut kota hijau, untuk kemudian dapat diberikanrekomendasi yang sesuai. Berdasarkan hasil pengamatan, ada beberapa hal yang bisa direkomendasikan, di antaranyaterkait material, muatan lokal, pemanfaatan sumber daya alam, fasilitas pengelolaan, dan pengelolaan air hujan.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Aquascape dan Ikan Hias di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Dina Mutfianti, Ririn; Mulyanto, Khrisna; Dwi Jatmiko, Ary; Andarini, Risma
Jurnal Anggapa Vol 2 No 2 (2023): ANGGAPA Volume 2 No 2 November 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v2i2.634

Abstract

Aquascape dan Ikan Hias merupakan suatu kegemaran yang baru saja dikenal olehmasyarakat. Di Surabaya belum ada Pusat Aquascape dan Ikan Hias yang memadai sesuaidengan kebutuhan para penggemarnya, sedangkan para penggemarnya semakin bertambahdan beragam. Melalui pendekatan arsitektur kontemporer desain Pusat Aquascape dan IkanHias dilakukan dengan menggunakan data dan wawancara mendalam, untuk dianalisisdengan metode kualitatif. Analisis yang dilakukan meliputi program ruang dan kebutuhanfasilitas pengguna penggemar dan pelaku Aquascape dan ikan hias, menganalisis site yangdipilih sebgai lokasinya serta membuat studi bentuknya. Hasil analisis memberikanrekomendasi berupa draft desain Pusat Aquascape dan Ikan Hias. Gambar Pra rancangan yangdihasilkan adalah layout plan, site plan, tampak site dan potongan site.
Tinjauan Teori Vitruvius pada Desain Gubuk dengan Konsep Tumpeng di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Andarini, Risma; Shirleyana
Jurnal Anggapa Vol 3 No 1 (2024): ANGGAPA Volume 3 No 1 April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v3i1.664

Abstract

Dalam rangka pendampingan petani dan peningkatan produktivitas padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bekerja sama dengan IAI Jatim utnuk membuat acara Archifarming-Architextile. Gubuk sawah yang biasanya tidak didesain secara khusus, dicoba untuk memasukkan unsur arsitektur ke dalam desainnya agar menarik namun tetap bermanfaat. Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada para petani yang menjadi tonggak utama keberadaan Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi di Jawa Timur. Metode perencanaan dan pembangunan yang digunakan meliputi tahap persiapan (pra rancangan), tahapan perancangan termasuk analisa sistem dan bahan yang digunakan, dan tahap konstruksi (implementasi) di lapangan. Penerapan teori Arsitektur Vitruvius dalam perancangan gubuk sawah di Ngawi meliputi tiga hal. Pertama, Firmitas, menonjolkan kekuatan dan kekokohan Gubuk Tumpeng di tengah-tengah area sawah. Kedua, Utilitas, gubuk yang didesain mampu berfungsi sesuai dengan yang seharusnya, menjadi tempat peneduh dan beristirahat bagi petani. Ketiga, Venustas, bagaimana desain gubuk tidak hanya memberikan fungsi tapi memberi nilai estetika di tengah-tengah sawah.
Perencanaan dan Perancangan Buddhist Center di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis Yong, Valerie Crystalia; Shirleyana; Andarini, Risma
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.851

Abstract

Di Kota Surabaya, Buddhist Center yang ada masih terbatas berupa vihara hingga cetiya yangberskala kecil. Hal ini menyebabkan kurangnya fasilitas yang memadai dan lengkap sehinggaaktivitas yang dapat dilakukan oleh umat beragama Buddha di Kota Surabaya untukmemperoleh informasi serta melakukan kegiatan peribadatan menjadi terbatas. Oleh karenaitu, dengan adanya perencanaan dan perancangan Buddhist Center di Kota Surabaya denganpendekaan Arsitektur Simbolis akan memberikan kemudahan bagi umat Buddha khususnyadi Kota Surabaya untuk mewadahi segala aktivitas keagamaan dalam wilayah yang strategis.Metode desain yang digunakan menggunakan metode Donna P. Duerk dengan proses yangmeliputi fact, issue, goal, performance requirements dan concept. Tema arsitektur simbolisdiwujudkan melalui bentuk bangunan yang berbentuk stupa sebagai lambang agama Buddhayang mudah ditangkap oleh masyarakat. Stupa sebagai lambang yang bermakna pencerahanjuga memberikan kesan dan ciri khas yang mudah ditangkap secara visual dalammendeskripsikan fungsi dari bangunan. Perencanaan dan Perancangan Buddhist Centerdiharapkan dapat menjadi referensi ilmu, wawasan serta pengetahuan dalam pengembanganilmu Arsitektur, khususnya perancangan gedung ibadah.
Perencanaan dan Perancangan Sensory Museum Perjuangan Bangsa Indonesia sebagai Tempat Fun-Education di Kota Surabaya Tema: Arsitektur Simbolis Hionasis, Albert Sebastian; Andarini, Risma; Shirleyana
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.853

Abstract

Dari tahun ke tahun terlihat dari jumlah kunjungan terdapat penurunan minat masyarakat terhadap museum konvensional. Museum perlu melakukan pendekatan baru yang mengintegrasikan teknologi kini ke dalam program pembelajaran museum. Para pengunjung tidak hanya melihat secara visual, tetapi juga seolah-olah diikutsertakan dalam peristiwa yang diceritakan dalam museum. Maka, dengan adanya perencanaan dan perancangan sensory museum perjuangan Bangsa Indonesia akan membantu memberikan edukasi sejarah dengan pendekatan yang berbeda dari museum konvensional. Buku Architectural programming dari Donna P. Duerk digunakan sebagai metode perancangan yang melibatkan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, konsep perancangan, dandesain arsitektur. Lokasi perancangan berada pada Jalan Taman Jayengrono, Surabaya. Tema arsitektur simbolis menggunakan konsep makro Pancasila pada perancangan sensory museum. Bentuk bangunan mengimplementasikan simbol dan sifat dari setiap sila Pancasila, mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Pada konsep mikro diterapkan sila-sila dan juga pengalaman sensori pada setiap ruang pameran. Perencanaan dan Perancangan Sensory Museum Perjuangan Bangsa Indonesia Sebagai Tempat Fun-Education Di Kota Surabaya Tema: Arsitektur Simbolis ini dibuat berdasarkan kajian dan analisa yang telah dilakukan dan diharapkan perancangan museum dapat menjadi lebih optimal.