Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PELATIHAN COMPRESSION ONLY-CPR EFEKTIF MENINGKATKAN KETEPATAN KOMPRESI DADA PADA ORANG AWAM Nofiyanto, Muhamat; Darussalam, Miftafu; Adi Setiawan, Arif
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.447 KB) | DOI: 10.30989/mik.v8i1.250

Abstract

Background: Many studies show a low rate of immediate chest compression in OHCA cases. One of the factors that inhibits is the lack of knowledge of lay people who witness cases of cardiac arrest. Objective: To determine the effect of providing compression-only CPR training on chest compression skills in lay people Methods: This research used pre-experiment with one group pre-post test design, with a total of 28 respondents, using simple random sampling technique. Respondents measured chest compression skills before training, then provided training for 120 minutes.Wilcoxon test was used to analyze data sets. Results: There were almost the same number between male and female respondents, and most have never received CPR training. Only 5 respondents had received previous training, with details of 3 years, 6 years, 8 years, 9 years and 11 years ago. There was a difference in the accumulation of the accuracy of chest compression before and after training with a p-value of 0,000. Conclusion: Compression only-CPR training can improve chest compression skills, especially aspects of accuracy of compression. Broader training and intensification of training programs are needed to realize emergency preparedness in the campus community. Keywords: Cardiac arrest, CPR, training
PELATIHAN COMPRESSION ONLY-CPR EFEKTIF MENINGKATKAN KETEPATAN KOMPRESI DADA PADA ORANG AWAM Muhamat Nofiyanto; Miftafu Darussalam; Arif Adi Setiawan
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v8i1.250

Abstract

Background: Many studies show a low rate of immediate chest compression in OHCA cases. One of the factors that inhibits is the lack of knowledge of lay people who witness cases of cardiac arrest. Objective: To determine the effect of providing compression-only CPR training on chest compression skills in lay people Methods: This research used pre-experiment with one group pre-post test design, with a total of 28 respondents, using simple random sampling technique. Respondents measured chest compression skills before training, then provided training for 120 minutes.Wilcoxon test was used to analyze data sets. Results: There were almost the same number between male and female respondents, and most have never received CPR training. Only 5 respondents had received previous training, with details of 3 years, 6 years, 8 years, 9 years and 11 years ago. There was a difference in the accumulation of the accuracy of chest compression before and after training with a p-value of 0,000. Conclusion: Compression only-CPR training can improve chest compression skills, especially aspects of accuracy of compression. Broader training and intensification of training programs are needed to realize emergency preparedness in the campus community. Keywords: Cardiac arrest, CPR, training
ISLAMIC PRAYER IS EFFECTIVE TO REDUCE PAIN AND ANXIETY PATIENTS WITH ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION IN ICVCU : A PILOT STUDY] Arif Adi Setiawan; Shofa Chasani; Mardiyono Mardiyono
Jurnal LINK Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.496 KB) | DOI: 10.31983/link.v12i2.619

Abstract

Peak periods of pain and anxiety begins in the first 12 hours of entry ICVCU (Intensive Cardiovascular Care Unit) and improve after 48 hours until the patient was transferred to the ward. The study was to evaluate the efftects of Islamic Prayer in reducing pain and anxiety in patients with AMI in ICVCU. The study was A quasi experimental pre and post test design. The Samples were AMI patients hospitalized for 3 days. Islamic Prayer is composed by reciting Qur’an, prayer, and zikr. Pain was measured by the Numeric Rating Scale for Pain and anxiety was measured by the Numerical Rating Scale for Anxiety (NRSA). The data pain and anxiety were analysized by paired t-test. The findings show that there were significant reductions in mean pain scores and anxious before and after intervention after entering ICVCU Islamic Prayer interventions effectively reduce pain at 12 hours (t = 6.293, p = .000), 24 hours (t = 5.191, p = .000) and 48 hours after admission (t = 6.698, p = .000) and anxious 12 hours (t = 6.293, p = .000), 24 hours (t = 5.506, p = .000), 48 hours (t = 5.234, p = .000). which means that Islamic Prayer is effective to reduce pain and anxiety in patients with AMI in ICVCU.
Edukasi Audio Visual dalam Kesiapsiagaan Bencana Gunung Meletus pada Anak Usia Sekolah Novita Nirmalasari; Rizqi Wahyu Hidayati; Dwi Kartika Rukmi; Arif Adi Setiawan
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.761

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah yang rawan bencana dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Peristiwa bencana berkaitan dengan upaya mitigasi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana dengan salah satu upayanya adalah edukasi terkait bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hasil kegiatan tersebut didapatkan bahwa sebanyak 21 peserta menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak jika dibandingkan laki laki sebesar 38% dengan usia peserta sebagian besar berusia 11 tahun (90,6%). Peningkatan pengetahuan ditunjukkan bahwa peningkatan skor rata-rata antara pretest dan posttest yaitu sebesar 21,59. Pada masa anak usia sekolah dasar ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, anak sangat peka dan mudah mempelajari sesuatu. Usia mempengaruhi pengetahuan, sikap, daya tangkap dan pola pikir anak. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir sehingga pengetahuan yang didapatkan semakin membaik. Perbedaan gender dapat menimbulkan perbedaan fisiologi dan memengaruhi perbedaan psikologis dalam belajar. Laki-laki dan perempuan memiliki berbagai perbedaan yang mengakibatkan perbedaan cara berpikir dan cara menyelesaikan masalah dalam belajar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terjadinya peningkatan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.
The Respiratory Tract Effectiveness of Post-General Anesthesia in Smokers and Non-Smokers in Pku Muhammadiyah Operating Theaters of Bantul Yogyakarta Arif Adi Setiawan; Gusti Agung Putu Anggit Ciwi Tanugita
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i2.447

Abstract

The respiratory tract effectiveness of post-general anaesthesia inhalation is greatly influenced by the condition of the respiratory system. The smoking habit causes inflammation of the respiratory tract especially on patients who have smoking record. They have a high risk of respiratory tract ineffectiveness of anaesthesia inhalation. This study aims to compare the effectiveness respiratory tract of post-general anaesthesia inhalation in smokers and nonsmokers in the PKU Muhammadiyah Hospital Operating Theater Bantul Yogyakarta. This study was categorized as a comparative study with a cohort approach involving 36 respondents who were taken by accidental sampling. The results this study was analyzed by Mann-Whitney analysis in purpose to explain that there were differences between smokers respiratory tract effectiveness and nonsmokers post- general anaesthesia inhalation in PKU Muhammadiyah Hospital Operating theatre in Bantul Yogyakarta with a significant value of 0,000 (p <0.05).
Edukasi Audio Visual dalam Kesiapsiagaan Bencana Gunung Meletus pada Anak Usia Sekolah Nirmalasari, Novita; Rizqi Wahyu Hidayati; Dwi Kartika Rukmi; Arif Adi Setiawan
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.761

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah yang rawan bencana dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Peristiwa bencana berkaitan dengan upaya mitigasi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana dengan salah satu upayanya adalah edukasi terkait bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hasil kegiatan tersebut didapatkan bahwa sebanyak 21 peserta menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak jika dibandingkan laki laki sebesar 38% dengan usia peserta sebagian besar berusia 11 tahun (90,6%). Peningkatan pengetahuan ditunjukkan bahwa peningkatan skor rata-rata antara pretest dan posttest yaitu sebesar 21,59. Pada masa anak usia sekolah dasar ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, anak sangat peka dan mudah mempelajari sesuatu. Usia mempengaruhi pengetahuan, sikap, daya tangkap dan pola pikir anak. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir sehingga pengetahuan yang didapatkan semakin membaik. Perbedaan gender dapat menimbulkan perbedaan fisiologi dan memengaruhi perbedaan psikologis dalam belajar. Laki-laki dan perempuan memiliki berbagai perbedaan yang mengakibatkan perbedaan cara berpikir dan cara menyelesaikan masalah dalam belajar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terjadinya peningkatan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Terapi Swedish Massage menurunkan Tingkat Kecemasan Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Yogyakarta Anastasia Suci Sukmawati; Ega Pebriani; Arif Adi Setiawan
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p117-122

Abstract

Berbagai macam perubahan akan dialami oleh lansia seperti perubahan fisik, psikologi, maupun psikososial akan menimbulkan masalah baru pada lansia salah satunya adalah kecemasan. Tehnik alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan seseorang yaitu seperti yoga, meditasi, aromaterapi, dan relaksasi melalui pijat (massage). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Swedish mas- sage terhadap tingkat kecemasan lansia. Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasy experiment dengan one group pretest-post test design. Responden pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami kecemasan dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 15 lansia di Balai Pelayanan Sosial tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian adalah instrument HARS. Responden diukur tingkat kecemasannya sebelum dan setelah dilakukan Swedish massage selama 1 minggu. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil : Tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta sebelum diberikan Swedish massage kategori sedang sebanyak 8 orang (53,3%). Tingkat kecemasan sesudah diberikan Swedish massage kategori ringan sebanyak 8 orang (53,3%). Perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan Swedish massage menunjukkan perbedaan sebesar 2,00. Hasil uji Wilcoxon diperoleh dengan nilai p-value 0,008 < 0,05. Diskusi : Swedish massage berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta.
A Transformative Paradigm for Relational Nursing: A Narrative Review of the Theory of Communion-in-Caring Leah Kalayaan A. Pellacœur; Shanine Mae P. Tuppal; Yu Dan; Arif Adi Setiawan; Bradley K. Loo; Jennifer Joy R. Olivar; Manal Al Zadjali; Said Nasser Al Harthy; CYRUZ P. TUPPAL
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7 No 2 2025 Caring: Indonesia Journal of Nursing
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v7i2.20902

Abstract

Modern nursing faces increasing challenges, including depersonalization, burnout, and the fragmentation of care delivery. In response, the Theory of Communion-in-Caring provides a transformative framework that re-centers nursing on its relational, moral, and spiritual dimensions. The objective of this review is to critically examine the theory’s conceptual, methodological, and practical contributions to nursing science. A qualitative content review was conducted on the first edition of the book, focusing on its philosophical assumptions, theoretical foundations, methodological proposals, practical applications, and future directions. Thematic analysis guided the data organization, using conceptual clarity, methodological rigor, contextual relevance, and interdisciplinary potential as key evaluative criteria. The review highlighted the theory’s grounding in Filipino cultural values and global relational ethics, positioning caring as a sacred communion of mutual presence and transformation. The theory promotes methodological pluralism, including phenomenology, narrative inquiry, and mixed methods that align with its relational ontology. It offers concrete strategies for nursing education, clinical practice, and administration, with promising interdisciplinary and community-based applications. Despite challenges in measurement and implementation, the theory presents a culturally authentic and philosophically coherent model of care. In conclusion, the Theory of Communion-in-Caring makes a timely contribution by restoring dignity, empathy, and relational meaning in nursing, offering a valuable paradigm for both local and global healthcare contexts. Keywords: Nursing Theory, Caring Science, Communion, Filipino Values, Relational Ethics                                                                                                                                            
Program Pengabdian Masyarakat: Mewujudkan Remaja Tangguh melalui Pemahaman Kesehatan Mental Tias Riski Oktaviana; Ilyas Faturrahman; Ahmad Imam Abdulrahman; Syahria Ulayya Asjad; Tria Puspitasari; Estin Yuliastuti; Ika Kusuma Wardani; Pandu Aseta; Arif Adi Setiawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja berada pada fase kritis yang ditandai dengan perubahan fisik, emosi, dan psikologis yang cepat, sehingga rentan terhadap isu-isu kesehatan jiwa seperti stres, kecemasan, dan depresi. Untuk mengatasi hal tersebut, sebuah program pengabdian masyarakat yang berjudul "Program Pengabdian Masyarakat: Mewujudkan Remaja Tangguh melalui Pemahaman Kesehatan Mental" dilaksanakan di SMA Negeri 1 Polokarto. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa akan kesehatan dan ketahanan mental melalui pendekatan pendidikan partisipatif. Kegiatan ini meliputi pre-test, presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki tingkat stres normal (52,5%), namun terdapat pula peserta dengan tingkat stres ringan adalah (31,7%), sedang (13,9%) hingga parah (2%). Sementara itu, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan Tingkat stress peserta, di mana menjadi presentasi stress ringan adalah (37,6%), sedangkan untuk Tingkat stress normal adalah tetapyang mana artinya hal tersebut memperoleh skor kategori "baik".