Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Innovation for Community Service Journal

Mengembangkan Potensi Lokal: Pembuatan Permen Kelor Sebagai Produk Unggulan Desa Hunuth Salmawati, Mimi; Pattiasina, Priska Marissa; Runtu, Irwan; Sohilait, Stephani Pascaline
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i1.19457

Abstract

Desa Hunuth merupakan salah satu Desa yang memiliki potensi lokal berupa tanaman kelor (Moringa oleifera), yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk berbasis kelor melalui pelatihan pembuatan permen kelor yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Hunuth. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Hunuth dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah metode demonstrasi langsung (demonstration method), yang memungkinkan peserta untuk menyaksikan dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan permen kelor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembuatan permen kelor berhasil dilakukan dengan menghasilkan produk yang layak konsumsi dan bernilai gizi. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi permen kelor secara mandiri. Antusiasme tinggi dari peserta menjadi indikator keberhasilan program, serta menunjukkan potensi permen kelor untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Belajar Redoks Melalui Demo Sains Sederhana di SMA Negeri 14 Ambon Hasanela, Nurani; Bijang, Catherina Manukpadang; Sutapa, I Wayan; Rosmawaty, Rosmawaty; Rutu, Irwan; Souhoka, Fensia Analda
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12666

Abstract

Kegiatan sains memungkinkan siswa melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda yang ada di sekitarnya. Sains juga dapat melatih siswa menggunakan inderanya untuk mengenal berbagai gejala benda dan peristiwa. Melalui proses sains, siswa dapat melakukan percobaan yang sederhana dan kreatif. Dari percobaan sederhana tersebut, siswa dilatih untuk menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga dapat melatih berpikir logis dan saintifik. Berdasrkan latar belakang ini, diharapkan ada kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap sains. Kegiatan tersebut dapat terealisasi melalui ekperimen sains sederhana. Jurusan kimia Fakultas MIPA Universitas Pattimura, mendedikasikan pengabdian masyrakat melaluieksperimen sains sederhana dengan judul” Belajar Redoks Melalui Demo Sains Sederhana Di SMA Negeri 14 Ambon. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di SMA Negeri 14 Ambon yang beralamat Passo, diharapkan dapat menumbuhkan rasa suka dan cinta terhadap sains sehingga siswa dapat memahami teori melalui demo sains yang dilakukan. Melalui demo sains tentang materi redoks siswa akan dengan mudah mengetahui reaksi redoks sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti: proses pencoklatan buah, proses fotosintesis, reaksi perkaratan (korosi) dan lain sebagainya.
Pemanfaatan Buah Kelapa sebagai VCO di SMK Negeri 6 Ambon Pentury, Evangeline; Telussa, Ivonne; Kapelle, Imanuel Berly Delvis; Tehubijuluw, Hellna; Souhoka, Fensia Analda; Runtu, Irwan
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i2.15691

Abstract

VCO atau Virgin Coconut Oil, adalah minyak kelapa murni yang diekstrak dari daging kelapa segar tanpa melalui proses pemanasan. VCO semakin populer sebagai produk alami yang multifungsi, baik untuk konsumsi maupun perawatan kecantikan. Tujuan dari pembuatan VCO ini adalah untuk memberikan informasi pemanfaatan hasil kelapa yang berupa santan yang dapat diolah kembali menjadi minyak VCO yang memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kegunaan sebagai obat maupun untuk produk kecantikan. Pemateri bersama mitra melakukan praktek bersama yang diawali dengan melakukan demo pembuatan VCO oleh pemateri kemudian akan diikuti oleh para siswa SMK Negeri 6 Ambon. Prosedur pembuatan dimulai dari kelapa yang kering diparut, diperas lalu didiamkan selama 4 jam untuk memisahkan santan kental dan air. Santan kemudian didiamkan kembali selama 24 jam sampai terbentuk 3 lapisan yaitu air, minyak dan ampas santan. Minyak yang didapat dipisahkan lalu disaring dan dimasukkan kedalam botol kemasan. VCO siap untuk dikonsumsi dan dijual. Tahapan-tahapan pembuatan VCO dapat diikuti dengan baik oleh para siswa SMK Negeri 6 Ambon.
Demo Sains: Aplikasi Pemahaman Dasar Sains Dalam Aktivitas Sehari-Hari Kepada Siswa SMA Negeri 42 Maluku Tengah Bijang, Catherina Manukpadang; Salmawati, Mimi; Rutu, Irwan
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12989

Abstract

Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar-mengajar. Banyak siswa mengalami kesulitan untuk mempelajari sains sehingga sering mengalami kesalahan konsep. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat langsung dilaksanakan kepada masyarakat melalui metode ilmiah yang berorientasi pada pemecahan masalah. Secara umum, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema: “Demo sains: aplikasi pemahaman dasar sains dalam aktivitas sehari-hari kepada siswa SMA Negeri 42 Maluku Tengah ” adalah menumbuhkan minat siswa terhadap ilmu sains dengan mendemokan kejadian sehari-hari yang dapat dijelaskan dengan ilmu sains. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah 50 orang siswa . Materi permainan sains yang digunakan adalah 7 materi yang didemonstrasikan oleh tim dosen di depan para siswa di ruang kelas. Metode yang dilakukan adalah pertunjukkan percobaan sains yang diselingi dengan ceramah dan diskusi serta melibatkan beberapa siswa/i untuk langsung mencoba permainan sains yang sedang dilakukan. Para siswa menunjukkan antusias yang tinggi dengan cara berlomba untuk mempraktekkan percobaan dan banyak memberikan pertanyaan tentang materi yang dipraktekkan. Kegiaan ini juga dapat mempermudah guru ketika menjelaskan tentang materi ajar yang sudah dipraktekkan.
Sosialisasi dan Edukasi Interaktif Tentang Resistensi Antibiotik Bagi Siswa SMA Negeri 6 Maluku Tengah Usman, Dwi Anggara Putri; Telussa, Ivonne; Gaspersz, Nelson; Rutu, Irwan; Lakoan, Milda Rianty
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22918

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena dapat menurunkan efektivitas pengobatan infeksi. Rendahnya pemahaman masyarakat, terutama remaja, terhadap penggunaan antibiotik yang benar menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 6 Maluku Tengah mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu pra-kegiatan (observasi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, diskusi interaktif, dan kuis edukatif), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dari 30% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap penggunaan antibiotik dengan lebih berhati-hati dan tidak menggunakan obat tanpa resep dokter. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif interaktif efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan di kalangan pelajar. Kegiatan ini penting karena memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran generasi muda dalam mencegah resistensi antibiotik dan berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan berbasis sekolah di wilayah kepulauan.