Syarifah Wahidah
Universitas Negeri Padang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Indonesian Government Role in Standardizing Guidance Counseling Assessments: A Global Comparative Study Wahidah, Syarifah; Daharnis; Zadrian Ardi
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1291

Abstract

This study aims to examine the role of Indonesian government in standardizing guidance and counseling assessment through comparative policy analysis among several countries and draw multiple implications for strengthening the assessment system in Indonesia. Professional guidance and counseling services require standardized assessments to objectively identify student needs, design appropriate interventions, and evaluate the effectiveness of services. This research applied a qualitative descriptive-comparative approach with data collection techniques through document analysis of policy papers and expert interviews. The data were thematically and comparatively analyzed across countries. The results reveal that countries such as Finland, South Korea, and the United States have engaged powerful policy frameworks for guidance counseling assessment, including national regulations, standardized instruments, evaluation and supervision systems, and the integration of assessment into the educational system. However, national standard has not yet to be established in Indonesia consisting of the terms of instruments, procedures, and reporting systems. The findings indicate that the government should actively get involved in developing technical policies for the counseling assessment, enhancing the professional counselor’s capacity, and formulating data-based supervision systems. This research conceptually contributes to the development of counseling assessment policies and encourages the integration of assessment as a part of data-based education system.
The Influence of Counselors’ Cultural Background on Objectivity in Counseling: A Study of Civil Servant and Government Employees with Work Agreements Assigned Outside Their Home Regions (A Case Study on Guidance and Counseling Teachers from Outside the Re Wahidah, Syarifah; Firman, Firman; Syukur, Yarmis
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1292

Abstract

Objektivitas merupakan prinsip penting dalam layanan bimbingan dan konseling, terutama bagi konselor yang bertugas di lingkungan budaya yang berbeda dengan daerah asalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latar belakang budaya konselor terhadap objektivitas dalam konseling. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah guru Bimbingan dan Konseling (BK) PNS/PPPK yang berasal dari luar Provinsi Aceh dan bertugas di Kabupaten Bireuen, dengan sampel sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner skala Likert untuk mengukur dua variabel, yaitu latar belakang budaya (X) dan objektivitas konselor (Y), masing-masing terdiri dari 10 item. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik (normalitas dan linearitas), dan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang budaya konselor berpengaruh secara signifikan terhadap objektivitas konselor, dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,332. Artinya, sebesar 33,2% variasi dalam objektivitas konselor dapat dijelaskan oleh latar belakang budayanya. Temuan ini diperkuat oleh teori Multicultural and Social Justice Counseling Competencies (MSJCC) dan Cultural Humility Theory, yang menekankan pentingnya kesadaran budaya dan sikap terbuka dalam membangun hubungan konseling yang netral dan adil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran terhadap latar belakang budaya konselor merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga objektivitas layanan konseling, khususnya dalam konteks lintas budaya. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan kebijakan penempatan yang memperhatikan kesiapan budaya konselor untuk meningkatkan efektivitas layanan di daerah multikultural.