Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : AGROSCIENCE

EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DENGAN CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG EDAMAME (Glycine max (L.) Merrill) Imansyah, Angga Adriana; Hafsyah, Siti Eni; Syamsiah, Melissa; Rahmah, Siti Yiyis
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i2.4734

Abstract

Kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill) adalah salah satu sumber pangan dengan memiliki prospek pertumbuhan yang baik di Indonesia, namun saat ini mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan dan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes), cangkang telur dan kombinasi pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan cangkang telur terhadap pertumbuhan kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Metode penelitian ini dilakukan secara rancangan acak kelompok pola faktorial dengan empat taraf konsentrasi faktor pupuk organik/polybag C (Cangkang telur) yaitu C0 (Tanpa cangkang telur), C1 (15 gram), C2 (20 gram) dan C3 (25 gram), dan faktor E (Eceng gondok (Eichhornia crassipes)) yaitu E0 (Tanpa eceng gondok (Eichhornia crassipes), E1 (200 gram), E2 (240 gram) dan E3 (280 gram) dengan total 48 unit percobaan. Penelitian ini bertempat di Kp. Sindanggalih, Ds. Cibadak, Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur dan dilakukan pada bulan Desember 2023-April 2024. Hasil penelitian tersebut, bahwa eceng gondok (Eichhornia crassipes) tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan berat buah kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Sedangkan pemberian cangkang telur berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan berat buah keseluruhan. Pada interaksi antara eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan cangkang telur berpengaruh signifikan secara keseluruhan baik tinggi maupun berat buah kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Oleh karena itu, penggunaan cangkang telur dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill) secara pertanian berkelanjutan.
PENDETEKSI UNSUR HARA NPK PADA PUPUK PADAT SINTETIS DAN ALAMI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Imansyah, Angga Adriana; Kurniawati, Prihatina; Rahmah, Siti Yiyis; Trihaditia, Riza
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i1.5189

Abstract

Pada penelitian rancang bangun berbasis Internet of Things (IoT) ini merupakan salah satu teknologi untuk untuk mendeteksi dan menguji pupuk padat sintetis Phonska 30 gram dan 60 gram, NPK 15-10-12 30 gram dan 60 gram, padat alami kiambang 200 gram dan 300 gram, dan kontrol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alat pendeteksi NPK Internet of Things (IoT) dapat mendeteksi dan menguji kandungan unsur hara NPK. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 – Mei 2024 bertempat di Kp. Cisalak Kidul RT. 004 RW. 004 Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dan melakukan perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, pengujian sistem alat Internet of Things (IoT) dan analog dan pengujian delay pengiriman data. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa alat pendeteksi Internet of Things (IoT) dapat mendeteksi dan menguji perlakuan tanpa tanaman dan dengan tanaman pada pupuk padat sintetis Phonska 30 gram dan 60 gram, NPK 15-10-12 30 gram dan 60 gram, padat alami kiambang 200 gram dan 300 gram, dan kontrol terhadap kandungan unsur hara NPK.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt .L) TERHADAP PEMBERIAN PHOTOSYNTETHETIC BACTERIA (PSB) DAN JADAM MICROBIAL SOLUTION (JMS) Ardiansyah, Ferdy; Syamsiah, Melissa; Imansyah, Angga Adriana; Muli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i1.5337

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharate Sturt) atau sering disebut sweet corn merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan oleh Masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan selain beras. Permintaan jagung manis semakin hari semakin meningkat, akan tetapi tidak diikuti dengan peningkatan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Photosynthetic Bacteria dan Jadam Microbial Solution serta kombinasi perlakuan dari keduanya. Penelitian ini dilakukan di Desa Bojong Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial masing-masing 4 taraf perlakuan. Perlakuan P (Photosynthetic Bacteria): P0 (kontrol), P1 (Photosynthetic Bacteria 5 ml/l), P2 (Photosynthetic Bacteria 10 ml/l), P3 (Photosynthetic Bacteria 15 ml/l), dan perlakuan J (Jadam Microbial Solution): J0 (Kontrol), J1 (Jadam Microbial Solution 1:4 air), J2 (Jadam Microbial Solution 1:9 air), J3 (Jadam Microbial Solution 1:14 air). Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi perlakuan P0J1 (PSB kontrol/tanpa perlakuan dan JMS 1:4 air) berpengaruh terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman 22.91cm, dan untuk parameter bobot basah tongkol kombinasi perlakuan P3J1 (PSB 15 ml/l dan JMS 1:4) berpengaruh menunjukan hasil terbaik dengan nilai rata-rata 324 gram.
PENGARUH PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) DAN TRICHODERMA SPP TERHADAP TANAMAN PERTUMBUHAN SELADA ROMAINE (LACTUCA SATIVA VAR. LONGIFOLIA) Imansyah, Angga Adriana; Andrian, Chandra
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3818

Abstract

Selada romaine meupakan produk hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian dilakasanan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Lokasi penelitian bertempat di area perkebunan yang berada di Kampung Bebedahan Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Trichoderma spp. terhadap pertumbuhan tanaman selada romanie (Lactuca Sativa Var. Longifolia). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0T0 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P0T1 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P0T2 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P0T3 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 20ml/l), P1T0 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P1T1 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P1T2 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P1T3 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 20ml/l), P2T0 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P2T1 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P2T2 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P2T3 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 20ml/l), P3T0 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P3T1 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P3T2 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P3T3 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 20ml/l). Parameter pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar (cm) dan berat basah (g). Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Hasil pengukuran pada parameter yang diamati memberkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter bobot basah. Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman selada romaine Perlakuan P0T1 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 10ml/l) memberikan hasil terbaik dibuktikan dengan hasil nilai rata-rata dari parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar. Namun pada parameter berat basah semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
EFEKTIVITAS BERBEDA PUPUK ORGANIK CAIR SERABUT KELAPA DAN PUPUK ORGANIK CAIR BATANG PISANG PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Imansyah, Angga Adriana; Rahmawati, Amrina Rosada; Ramli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5952

Abstract

Tingkat produktivitas tanaman (Lycopersicum esculentum Mill.) di Indonesia mengindikasikan penurunan, salah satunya disebabkan oleh ketergantungan berlebihan terhadap pupuk kimia sintetik yang berpotensi mengganggu keseimbangan nutrisi tanah. Salah satu alternatif solusi berkelanjutan adalah penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang berasal dari limbah pertanian seperti serabut kelapa (sumber K) dan batang pisang (sumber K). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas POC serabut kelapa dan POC batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC serabut kelapa (K0=0, K1=30, K2=40, K3=50 ml/tanaman) dan faktor kedua adalah dosis POC batang pisang (P0=0, P1=25, P2=50, P3=75 ml/tanaman). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian POC serabut kelapa secara tunggal berdampak signifikan terhadap tinggi tanaman dengan dosis terbaik K2 (40 ml/tanaman). Namun, untuk parameter generatif seperti jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah, perlakuan kontrol (tanpa POC) justru memberikan hasil terbaik. Pemberian POC batang pisang tidak berdampak signifikan, serta tidak terdapat interaksi antara kedua POC. Disimpulkan bahwa pada tanah dengan kesuburan alami yang optimal, penambahan kedua jenis POC tidak efektif dan diduga berlebihan sehingga aplikasinya perlu mempertimbangkan kondisi awal tanah.
EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS HAMA RAYAP (Coptotermes curvignathus) PADA TANAMAN KELOR Yuliani, Yuliani; Imansyah, Angga Adriana; Nurfauziyyah, Vina
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5910

Abstract

Tanaman Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, dikenal dengan julukan “miracle of tree”. Namun seringkali hama menyerang tanaman kelor salah satunya adalah hama rayap. Umumnya petani lebih memilih pestisida kimia dalam mengendalikan hama rayap, karena hal tersebut pestisida kimia berbahaya bagi lingkungan karena dapat meninggalkan residu. Sebagai alternatif untuk mengendalikan hama rayap adalah menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pestisida nabati untuk mengendalikan mortalitas dan LT50 hama rayap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu K0 (Kontrol), K1 (Ekstrak Serai), K2 (Ekstrak Daun Salam), K3 (Ekstrak Daun Cengkeh) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis pestisida nabati menunjukkan adanya perbedaan mortalitas dari semua perlakuan. Adapun perlakuan terbaik yakni K1 (Ekstrak Serai) mampu mematikan hama rayap sebesar 70%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 24 jam setelah aplikasi. Dan nilai LT50 tercepat yaitu perlakuan K1 (Ekstrak Serai) pada 17 jam diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 18 jam.
PENGARUH BOKASHI KOTORAN SAPI DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Alfin, Karen Dastian; Syamsiah, Melissa; Imansyah, Angga Adriana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5877

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus meningkat. Peningkatan permintaan ini perlu diimbangi dengan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran sapi, asam humat, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokashi kotoran sapi (A) yang terdiri atas empat taraf: A0 (0 g/abdillahpolybag), A1 (90 g/polybag), A2 (180 g/polybag), dan A3 (270 g/polybag). Faktor kedua adalah asam humat (B) dengan lima taraf: B0 (0 g/L), B1 (0,25 g/L), B2 (0,5 g/L), B3 (0,75 g/L), dan B4 (1 g/L), yang diberikan melalui penyiraman (200 mL larutan per polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan lebar daun selada. Dosis 180 g/polybag (A2) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,92 cm dan lebar daun 16,89 cm pada umur 35 HST, serta bobot basah 82,47 g per tanaman. Asam humat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan hasil terbaik pada dosis 0,25 g/L (B1), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun. Kombinasi bokashi dan asam humat menunjukkan interaksi positif terhadap tinggi tanaman, dengan kombinasi A2B2 (180 g bokashi + 0,5 g/L asam humat) menghasilkan tinggi tanaman terbaik pada awal fase pertumbuhan, namun tidak memberikan interaksi nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun.