Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PASIEN TINDAKAN ENDOSKOPI Ahmad Redho; Nofri Hasrianto; Susismolia
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.071 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2221

Abstract

Endoskopi adalah alat untuk pemeriksaan bagian organ pada tubuh terutama saluran pencernaan secara visual pada target menggunakan alat yang terlihat pada monitor sejelas-jelasnya setiap kelainan organ yang diperiksa. Kecemasan pada endoskopi dipicu oleh suatu prosedur seperti rasa takut, rasa sakit dan ketidaknyamanan, informasi yang tidak memadai dan tidak tau apa yang diharapkan selama proses. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 100 orang dengan  sampel 80 orang. Metode pengumpulan sampel digunakan teknik accidental sampling. Metode analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan bivariat. Uji validitas nilai r tabel didapatkan 0,4438. Realiabilitas DASS dengan tingkatan discriminant validity sebesar 0,91 berdasarkan penilaian cronbach's alpha. Analisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien endoskopi didapatkan dari 35 responden dengan pengetahuan baik terdapat 17 responden (21.3%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 15 orang mengalami kecemasan sedang (18.8%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Sebanyak 25 responden dengan pengetahuan cukup terdapat 10 responden (12.5%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 12 orang mengalami kecemasan sedang (15%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Dan sebanyak 20 responden dengan pengetahuan kurang terdapat 7 responden (8.8%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 4 orang mengalami kecemasan sedang (5.0%) dan sebanyak 9 orang (11.3%) mengalami kecemasan berat.. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien yang akan dilakukan endoskopi dimana nilai p < 0,05. Saran hasil penelitian diharapkan bisa di jadikan perawat sebagai intervensi keperawatan yang tepat untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat tindakan endoskopi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PASIEN TINDAKAN ENDOSKOPI ahmad redho; Nofri Hasrianto; Susismolia
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2221

Abstract

Endoskopi adalah alat untuk pemeriksaan bagian organ pada tubuh terutama saluran pencernaan secara visual pada target menggunakan alat yang terlihat pada monitor sejelas-jelasnya setiap kelainan organ yang diperiksa. Kecemasan pada endoskopi dipicu oleh suatu prosedur seperti rasa takut, rasa sakit dan ketidaknyamanan, informasi yang tidak memadai dan tidak tau apa yang diharapkan selama proses. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 100 orang dengan  sampel 80 orang. Metode pengumpulan sampel digunakan teknik accidental sampling. Metode analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan bivariat. Uji validitas nilai r tabel didapatkan 0,4438. Realiabilitas DASS dengan tingkatan discriminant validity sebesar 0,91 berdasarkan penilaian cronbach's alpha. Analisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien endoskopi didapatkan dari 35 responden dengan pengetahuan baik terdapat 17 responden (21.3%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 15 orang mengalami kecemasan sedang (18.8%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Sebanyak 25 responden dengan pengetahuan cukup terdapat 10 responden (12.5%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 12 orang mengalami kecemasan sedang (15%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Dan sebanyak 20 responden dengan pengetahuan kurang terdapat 7 responden (8.8%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 4 orang mengalami kecemasan sedang (5.0%) dan sebanyak 9 orang (11.3%) mengalami kecemasan berat.. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien yang akan dilakukan endoskopi dimana nilai p < 0,05. Saran hasil penelitian diharapkan bisa di jadikan perawat sebagai intervensi keperawatan yang tepat untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat tindakan endoskopi.
Edukasi Promosi Kesehatan dan Penggunaan APD K3 pada Petugas SPBU Rawamangun Pekanbaru Hasrianto, Nofri; Randika, Rendi; Hayu, Riska Epina; Susanti, Nurvi
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.464

Abstract

Upaya preventif menghindari kecelakaan kerja dan permasalahan kesehatan yang ditimbulkan dalam bekerja dapat dihindari setidaknya dikurangi/diminimalisir. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di stasitun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Rawamangun Pekanbaru melibatkan petugas dan operator yang bekerja di SPBU. Lama pengabdian ini selama 1 hari dengan 2 narasumber memberikan informasi tentang aspek kesehatan diri dan keselamatan dalam bekerja dengan menggunakan alat pelindung diri dan mengenai administrasi kegiatan yang berada di SPBU. Edukasi tersebut dirasakan sangat bermanfaat oleh para peserta. Disamping mendapatkan pengetahuan juga peserta mendapat sertifikat telah mengikuti edukasi promosi kesehatan oleh dosen terkait. Para petuga atau karyawan SPBU dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, untuk meningkatkan derajat kesehatan. Beberapa hal yang ditekankan dalam pengabdian ini adalah lingkungan yang aman dalam bekerja dan SOP yang harus tetap diterapkan.
Penyuluhan Menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Perlindungan Lingkungan Sehat kepada Anak-anak Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Harnani, Yessi; Hasrianto, Nofri
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.466

Abstract

Peningkatan kesehatan warga Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru melalui kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di panti. Kondisi sanitasi yang buruk, pencemaran air, dan pengelolaan sampah yang tidak memadai dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, kesadaran tentang pentingnya lingkungan yang sehat perlu ditingkatkan. Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak-anak panti dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penyuluhan dilaksanakan di Panti Asuhan Harapan Raya menggunakan media seperti laptop, proyektor, dan leaflet. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi tanya jawab, dan pelatihan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3 September 2024. Sebelum penyuluhan, tingkat kesadaran anak-anak terhadap pentingnya perlindungan lingkungan sehat berada pada angka 40%, dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 80%. Hal ini diukur melalui penyebaran kuesioner terkait kesadaran anak-anak terhadap lingkungan. Dengan pengetahuan yang diberikan, diharapkan terjadi perubahan perilaku, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan mengurangi limbah. Selain itu, anak-anak akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, menciptakan panti yang lebih bersih dan sehat, serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi orang lain. Dengan meningkatnya kesadaran ini, diharapkan kualitas hidup anak-anak di panti Asuhan Putra Harapan dapat meningkat secara signifikan melalui lingkungan yang lebih sehat.
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEHAT PANTI ASUHAN AL-IKHLAS KELURAHAN PEMATANG KAPAU Susanti, Nurvi; Harnani, Yessi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.22187

Abstract

Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat, yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutukan masyarakat. Untuk memberikan rasa nyaman penghuninya perlu adanyan rumah, keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik, sehingga seluruh anggota keluarga dapat beraktifitas secara produktif (Muslim, 2020). Berdasarkan survei awal peneliti kondisi lingkungan fisik rumah panti asuhan belum sesuai standar rumah sehat: seperti ruangan yang pengap, kamar yang sempit, lantai kamar mandi yang licin jumlah penghuni yang tidak sesuai dengan standar rumah sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan Al Ikhas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informen dalam penelitian ini terdiri dari 1 informen pendukung , 3 informen utama dan 1 informen kunci. Lokasi penelitian Jl. Kapau Sari Raya RT 03 RW 07 Kelurahan Pematang Kapau Kecamatan Kulim Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan berupa pedoman wawancara dan lembaran observasi. Analisis penelitian yang digunakan adalah Triangulasi data. Berdasarkan Hasil wawancara, dan observasi lingkungan fisik panti asuhan Al Ikhlas  dari 14 komponen lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan 8 komponen yang ada (57%) , 3 komponen (21%) tidak ada. Selanjutnya yang sesuai standar sebanyak 3 komponen (21%) (Pencahayaan,kualitas udara, ventilasi) dan tidak sesuai standar 8 komponen (57%) (Bangunan, limbah, kepadatan hunian (kamar tidur), dapur, kamar mandi).
Analisis Penyakit Diare di Desa Cipang Kiri Hulu dan Faktor Lingkungan Fisik yang Mempengaruhinya Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad; Fadhli, Rohmi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.3.374-381

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare adalah suatu kondisi medis di mana seseorang, mengalami buang air besar dengan frekuensi yang lebih dari tiga kali per hari dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dari biasanya. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak. Kasus diare di Desa Cipang Kiri hulu meningkat dari 231 kasus menjadi 325 kasus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor lingkungan fisik dengan penyakit diare di Desa Cipang Kiri Hulu.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif analitik observasional dengan Cross sectional Design. Sampel berjumlah 150 KK. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Cipang Kiri Hulu. Variabel penelitian meliputi variabel dependen (penyakit diare) dan variabel independen (sumber air minum, pengelolaan sampah, Saluran Pembuangan Air Limbah, jamban dan jenis lantai). Pengumpulan data secara observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data secara Quota Sampling. Data diolah secara komputerisasi. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan sumber air minum (p-value 0,0001), pengelolaan sampah (p-value 0,0001), Saluran Pembuangan Air Limbah (p-value 0,0001), jamban (p-value 0,001), dan jenis lantai (p-value 0,0001) dengan kejadian diare di Desa Cipang Kiri Hulu.Simpulan: Edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan mengenai sumber air minum, pengelolaan sampah, saluran pembuangan air limbah, jamban dan jenis lantai yang memenuhi syarat kesehatan sangat dibutuhkan dalam pencegahan dan penanggulangan kasus angka kejadian diare.  ABSTRACTTitle: Analysis of Diarrhea Disease in Cipang Kiri Hulu Village and Physical Environmental Factors that Influence ItBackground: Diarrhea is a medical condition in which a person experiences bowel movements with a frequency of more than three times per day and a softer or more liquid stool consistency than usual. This disease usually attacks children. Diarrhea cases in Cipang Kiri Hulu Village increased from 231 cases to 325 cases. This study aims to analyze physical environmental factors with diarrhea in Cipang Kiri Hulu Village.Methods: The research is quantitative analytical observational with Cross sectional Design. The sample numbered 150 families. The location of the study was conducted in Cipang Kiri Hulu Village. The research variables include the dependent variable (diarrhea) and independent variables (drinking water sources, waste management, Wastewater Drainage Channels, toilets and floor types). Data collection by observation and interview. Data collection techniques are Quota Sampling. Data is processed computerized. Univariate and bivariate data analysis using the chi-square test.Results: The results of the study showed that there was a relationship between drinking water sources (p-value 0.0001), waste management (p-value 0.0001), Wastewater Drainage Channels (p-value 0.0001), toilets (p-value 0.001), and floor types (p-value 0.0001) with the incidence of diarrhea in Cipang Kiri Hulu Village.Conclusion: Public education through health promotion activities regarding drinking water sources, waste management, wastewater drainage channels, toilets and types of floors that meet health requirements is very much needed in preventing and dealing with cases of diarrhea.
PENYULUHAN K3 DI RUMAH TANGGA PADA PESERTA SENAM SEHAT KELURAHAN MENTANGOR KECAMATAN KULIM Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad; Susanti, Nurvi
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 1 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i1.1082

Abstract

The risk of hazards in the household is quite a lot, such as electrical cables containing potential hazards, if there are parts that are peeled off, then the cable is at risk of causing a short circuit which may result in a fatal fire. In this case, the role of residents is important to know and understand the existence of hazards because they are faced with these hazards every day, as well as gas cylinder/hose leaks, cleanliness of living rooms, kitchens, beds and bathrooms, storage and use of hazardous chemicals or perhaps pet feces, etc. All of these become important to understand about Occupational Safety and Health (OHS). All of these make it important to understand Occupational Safety and Health (OHS) in a domestic setting. There are many examples that we can see from various television news or other media. Most house fires are caused by work accidents either by household assistants or family members who live in the house. Damage to electrical/electronic equipment or leakage of gas cylinders/hoses is also caused by ignorance or neglect of factors that are at risk of causing accidents in the workplace and will ultimately threaten the safety of the residents of the house. Therefore, we provide community service information about household occupational health safety to participants in healthy gymnastics organized every Sunday morning by residents in RT 02 RW 18 Mentangor housing, Kulim, Pekanbaru in the hope that it can increase knowledge in homeowners and households.
KESEHATAN KERJA DAN KONSUMSI GIZI PADA MARBOT MASJID/MUSHOLLA DI WILAYAH KELURAHAN TANGKERANG SELATAN Hasrianto, Nofri; Mayasari, Eva; Hayu, Riska Epina; Randika, Rendi; Redho, Ahmad
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 2 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i2.1624

Abstract

Healthy living and carrying out the work of Mosque and Prayer Room Gharim/marbots is very important because Gharim/Marbots interact with the congregation. Comfort in worship is a priority, especially personal hygiene. This Community Service aims to provide education regarding personal hygiene patterns and work implementation carried out by Gharim/marbot. The service activities went well and smoothly, but only 20% of the Gharim/Marbot were able to attend and take part in the educational activities. The activity went well and the enthusiasm of the training participants was very visible by actively asking questions and providing answers to questions asked by the presenters and discussions about health and carrying out work. Before carrying out community service, a pretest was carried out, namely asking each participant about occupational health and knowledge about nutritional consumption. The method of implementing the activity is to provide knowledge/education to all gharim and marbot of mosques and prayer rooms in the working area of Tangkerang Selatan sub-district. This activity was carried out in the Village Building Hall, supported by village officials and the head of the RW RT in the Tangkerang Selatan. From the results of providing
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN SENAM REMATIK PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KASIH IBU KELURAHAN TANGKERANG LABUAI Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Harnani, Yessi; Nurlisis, Nurlisis; Hasrianto, Nofri
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 2 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i2.1636

Abstract

Rheumatism is a disease that attacks the joints and bones or supporting tissues around the joints, this class of diseases is an autoimmune disease that many elderly people suffer from. The initial survey was conducted in Tangkerang Selatan Village, Pekanbaru City, out of 8 elderly people, mostly 5 people with complaints such as body fatigue, difficulty moving, leg pain when walking, aches and pains, and stiffness that occur consistently. One of the efforts made by doing prevention and rheumatic exercises regularly is to reduce the pain from rheumatism. The purpose of this community service is to increase the knowledge of the elderly about health, namely by doing rheumatic prevention and exercises. The media is used for counseling leaflets and practicing rheumatic gymnastics movements. The method used is by giving post-tests and pret-tests. The results of this activity obtained elderly knowledge at the time of the Pret Test as much as 40% had poor knowledge and increased during the post-test by 70% with good knowledge.  It is hoped that increasing knowledge and doing rheumatic gymnastics movements at the integrated service post and at home can prevent or reduce rheumatic symptoms in the elderly.
EDUKASI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG PADA MAJLIS TA’LIM DARUSSALAM KEC. BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU Redho, Ahmad; Hasrianto, Nofri; Fitri, Jufenti Ade
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 2 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i2.1696

Abstract

Heart disease is a condition in which the heart is disturbed. The forms of the disorder itself vary, it can be a disorder in the blood vessels of the heart, the heart valves, or the heart muscle. Heart disease can also be caused by an infection or a birth defect. Other causes are imperfect heart development, infection, or oxygen-rich blood flow to the heart that is not well supplied. To overcome the need for preventive measures is that health education and promotion related to heart disease should be given especially to adults to the elderly. given education and training in herb making with materials that are easily available so that they can be made independently. The gift of knowledge and training was given to the Jamaah Majlis Ta’lim Darussalam which is not far from the campus of the Institute of Health and Technology Al Insyirah in the township of the high hill. To find out such activities for the early stages is to provide pretests and posttests to find out how far the knowledge of Jamaah MT Darussalam seta training in absorbing the information delivered so that it can be implemented in daily life. Health advice on cardiovascular disease prevention is given to the Taklim community by pre-test and post-test methods by improving knowledge, creating a healthy environment as well as the selection and processing of foodstuffs to maintain a healthy condition of the body. The activities were carried out by the lecturer of the Institute of Health and Technology Al Insyirah Pekanbaru assisted by the students of semester IV (four) with the number of those present in the activities as much as 35 people