Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peer education as a method in sexual, reproductive health promotion and risk communication for adolescent Rini Harianti; Tarbiyah Nurjanah; Nofri Hasrianto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v9i2.32280

Abstract

Adolescence is a period of accelerated physical, psychological, and intellectual growth and development. It includes the development in sexual maturity of adolescents. In order to promote safe and healthy sexual and reproductive health, adolescents should be equipped with adequate knowledge, attitudes, and self-efficacy regarding the matter. The role of peer influence is highest during this stgae; thus, health promotion and risk communication through peer education has shown to be effective in many settings on adolescents. The study aimed to determine the effectiveness of the peer education method as a form of health promotion in adolescent sexual and reproductive health and risk communication at SMKN “X” Pekanbaru. It was a quasi-experimental study involving 52 students. The participants were randomized into two groups, 26 in the experimental group and 26 in the control group. Data were collected using a questionnaire and analyzed by t-test. The results showed there were significant differences in the mean changes in knowledge (p=0.000), attitudes (p=0.000), and self-efficacy (p=0.000) about sexual behavior in the experimental group receiving peer education compared to the control group. However, there was no significant difference in the mean changes in the role of peer influence between the two groups (p = 0.725). Therefore, peer education as a method in sexual and reproductive health promotion and risk communication positively changed adolescents’ knowledge, attitudes, and self-efficacy about sexual behavior. Hence, it is suggested for schools to provide health promotion program regarding adolescents’ sexual and reproductive health in collaboration with the Pekanbaru City Health Office and supplement it with a peer education method.
PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIAK HULU I KABUPATEN KAMPAR Nurvi Susanti; Nofri Hasrianto; Rudini Rudini
EcoNews Vol 1 No 1 (2018): EcoNews
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.681 KB) | DOI: 10.47826/econews.1.1.p.14-20

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus that classified Athropod-Borne Virus, Aedes genus, especially aedes aegypti or aedesalbopictus. DHF may occur throughout the year, cycle of rine and can affect all age category. This disease is related wich knowladge, understanding and behavior community to the environment with health program impossible this desiase contagious to this death. Behavior is the second largest factor after the environmental factor that can affect the health of individual, groups and communities. In Siak Hulu 1 Public Health Centre, there aiare still lack of knowledge, attitudes, and role of health worker to prevention of DHF. The purpose of this study was to determine the preception of public in prevention of DHF. A design used in this research was analytic quantitative with the approach cross sectional. Population in this study is Pandau Jaya’s villagers in Work Area of SiakHulu I’s Public Health Care. The sampling method of technique used was system random sampling with the sample size are 180 people. The analysis used is univariat analysis and bivariat. The chi square test result between knowledge and prevention of dengue obtained p value = 0,003 and POR=5,018, attitude and prevention of dengue obtained p value= 0,004 and POR=2,755, role of health worker and prevention of dengue obtained p value = 0,029 and POR=3,791. Conclusion there are significant relation between knowledge, attitude and role of health worker in the prevention of dengue. Advice to the Public Health Centre are to maximize the provision of health education and participate in promoting 3M program, then monitoring and evaluation in their working area.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PASIEN TINDAKAN ENDOSKOPI Ahmad Redho; Nofri Hasrianto; Susismolia
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.071 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2221

Abstract

Endoskopi adalah alat untuk pemeriksaan bagian organ pada tubuh terutama saluran pencernaan secara visual pada target menggunakan alat yang terlihat pada monitor sejelas-jelasnya setiap kelainan organ yang diperiksa. Kecemasan pada endoskopi dipicu oleh suatu prosedur seperti rasa takut, rasa sakit dan ketidaknyamanan, informasi yang tidak memadai dan tidak tau apa yang diharapkan selama proses. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 100 orang dengan  sampel 80 orang. Metode pengumpulan sampel digunakan teknik accidental sampling. Metode analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan bivariat. Uji validitas nilai r tabel didapatkan 0,4438. Realiabilitas DASS dengan tingkatan discriminant validity sebesar 0,91 berdasarkan penilaian cronbach's alpha. Analisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien endoskopi didapatkan dari 35 responden dengan pengetahuan baik terdapat 17 responden (21.3%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 15 orang mengalami kecemasan sedang (18.8%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Sebanyak 25 responden dengan pengetahuan cukup terdapat 10 responden (12.5%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 12 orang mengalami kecemasan sedang (15%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Dan sebanyak 20 responden dengan pengetahuan kurang terdapat 7 responden (8.8%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 4 orang mengalami kecemasan sedang (5.0%) dan sebanyak 9 orang (11.3%) mengalami kecemasan berat.. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien yang akan dilakukan endoskopi dimana nilai p < 0,05. Saran hasil penelitian diharapkan bisa di jadikan perawat sebagai intervensi keperawatan yang tepat untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat tindakan endoskopi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PASIEN TINDAKAN ENDOSKOPI ahmad redho; Nofri Hasrianto; Susismolia
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2221

Abstract

Endoskopi adalah alat untuk pemeriksaan bagian organ pada tubuh terutama saluran pencernaan secara visual pada target menggunakan alat yang terlihat pada monitor sejelas-jelasnya setiap kelainan organ yang diperiksa. Kecemasan pada endoskopi dipicu oleh suatu prosedur seperti rasa takut, rasa sakit dan ketidaknyamanan, informasi yang tidak memadai dan tidak tau apa yang diharapkan selama proses. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 100 orang dengan  sampel 80 orang. Metode pengumpulan sampel digunakan teknik accidental sampling. Metode analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan bivariat. Uji validitas nilai r tabel didapatkan 0,4438. Realiabilitas DASS dengan tingkatan discriminant validity sebesar 0,91 berdasarkan penilaian cronbach's alpha. Analisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien endoskopi didapatkan dari 35 responden dengan pengetahuan baik terdapat 17 responden (21.3%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 15 orang mengalami kecemasan sedang (18.8%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Sebanyak 25 responden dengan pengetahuan cukup terdapat 10 responden (12.5%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 12 orang mengalami kecemasan sedang (15%) dan sebanyak 3 orang (3.8%) mengalami kecemasan berat. Dan sebanyak 20 responden dengan pengetahuan kurang terdapat 7 responden (8.8%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 4 orang mengalami kecemasan sedang (5.0%) dan sebanyak 9 orang (11.3%) mengalami kecemasan berat.. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan pasien yang akan dilakukan endoskopi dimana nilai p < 0,05. Saran hasil penelitian diharapkan bisa di jadikan perawat sebagai intervensi keperawatan yang tepat untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat tindakan endoskopi.
Edukasi Promosi Kesehatan dan Penggunaan APD K3 pada Petugas SPBU Rawamangun Pekanbaru Hasrianto, Nofri; Randika, Rendi; Hayu, Riska Epina; Susanti, Nurvi
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.464

Abstract

Upaya preventif menghindari kecelakaan kerja dan permasalahan kesehatan yang ditimbulkan dalam bekerja dapat dihindari setidaknya dikurangi/diminimalisir. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di stasitun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Rawamangun Pekanbaru melibatkan petugas dan operator yang bekerja di SPBU. Lama pengabdian ini selama 1 hari dengan 2 narasumber memberikan informasi tentang aspek kesehatan diri dan keselamatan dalam bekerja dengan menggunakan alat pelindung diri dan mengenai administrasi kegiatan yang berada di SPBU. Edukasi tersebut dirasakan sangat bermanfaat oleh para peserta. Disamping mendapatkan pengetahuan juga peserta mendapat sertifikat telah mengikuti edukasi promosi kesehatan oleh dosen terkait. Para petuga atau karyawan SPBU dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, untuk meningkatkan derajat kesehatan. Beberapa hal yang ditekankan dalam pengabdian ini adalah lingkungan yang aman dalam bekerja dan SOP yang harus tetap diterapkan.
Penyuluhan Menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Perlindungan Lingkungan Sehat kepada Anak-anak Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Harnani, Yessi; Hasrianto, Nofri
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.466

Abstract

Peningkatan kesehatan warga Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru melalui kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di panti. Kondisi sanitasi yang buruk, pencemaran air, dan pengelolaan sampah yang tidak memadai dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, kesadaran tentang pentingnya lingkungan yang sehat perlu ditingkatkan. Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak-anak panti dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penyuluhan dilaksanakan di Panti Asuhan Harapan Raya menggunakan media seperti laptop, proyektor, dan leaflet. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi tanya jawab, dan pelatihan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3 September 2024. Sebelum penyuluhan, tingkat kesadaran anak-anak terhadap pentingnya perlindungan lingkungan sehat berada pada angka 40%, dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 80%. Hal ini diukur melalui penyebaran kuesioner terkait kesadaran anak-anak terhadap lingkungan. Dengan pengetahuan yang diberikan, diharapkan terjadi perubahan perilaku, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan mengurangi limbah. Selain itu, anak-anak akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, menciptakan panti yang lebih bersih dan sehat, serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi orang lain. Dengan meningkatnya kesadaran ini, diharapkan kualitas hidup anak-anak di panti Asuhan Putra Harapan dapat meningkat secara signifikan melalui lingkungan yang lebih sehat.
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEHAT PANTI ASUHAN AL-IKHLAS KELURAHAN PEMATANG KAPAU Susanti, Nurvi; Harnani, Yessi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.22187

Abstract

Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat, yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutukan masyarakat. Untuk memberikan rasa nyaman penghuninya perlu adanyan rumah, keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik, sehingga seluruh anggota keluarga dapat beraktifitas secara produktif (Muslim, 2020). Berdasarkan survei awal peneliti kondisi lingkungan fisik rumah panti asuhan belum sesuai standar rumah sehat: seperti ruangan yang pengap, kamar yang sempit, lantai kamar mandi yang licin jumlah penghuni yang tidak sesuai dengan standar rumah sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan Al Ikhas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informen dalam penelitian ini terdiri dari 1 informen pendukung , 3 informen utama dan 1 informen kunci. Lokasi penelitian Jl. Kapau Sari Raya RT 03 RW 07 Kelurahan Pematang Kapau Kecamatan Kulim Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan berupa pedoman wawancara dan lembaran observasi. Analisis penelitian yang digunakan adalah Triangulasi data. Berdasarkan Hasil wawancara, dan observasi lingkungan fisik panti asuhan Al Ikhlas  dari 14 komponen lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan 8 komponen yang ada (57%) , 3 komponen (21%) tidak ada. Selanjutnya yang sesuai standar sebanyak 3 komponen (21%) (Pencahayaan,kualitas udara, ventilasi) dan tidak sesuai standar 8 komponen (57%) (Bangunan, limbah, kepadatan hunian (kamar tidur), dapur, kamar mandi).
Analisis Penyakit Diare di Desa Cipang Kiri Hulu dan Faktor Lingkungan Fisik yang Mempengaruhinya Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad; Fadhli, Rohmi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.3.374-381

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare adalah suatu kondisi medis di mana seseorang, mengalami buang air besar dengan frekuensi yang lebih dari tiga kali per hari dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dari biasanya. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak. Kasus diare di Desa Cipang Kiri hulu meningkat dari 231 kasus menjadi 325 kasus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor lingkungan fisik dengan penyakit diare di Desa Cipang Kiri Hulu.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif analitik observasional dengan Cross sectional Design. Sampel berjumlah 150 KK. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Cipang Kiri Hulu. Variabel penelitian meliputi variabel dependen (penyakit diare) dan variabel independen (sumber air minum, pengelolaan sampah, Saluran Pembuangan Air Limbah, jamban dan jenis lantai). Pengumpulan data secara observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data secara Quota Sampling. Data diolah secara komputerisasi. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan sumber air minum (p-value 0,0001), pengelolaan sampah (p-value 0,0001), Saluran Pembuangan Air Limbah (p-value 0,0001), jamban (p-value 0,001), dan jenis lantai (p-value 0,0001) dengan kejadian diare di Desa Cipang Kiri Hulu.Simpulan: Edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan mengenai sumber air minum, pengelolaan sampah, saluran pembuangan air limbah, jamban dan jenis lantai yang memenuhi syarat kesehatan sangat dibutuhkan dalam pencegahan dan penanggulangan kasus angka kejadian diare.  ABSTRACTTitle: Analysis of Diarrhea Disease in Cipang Kiri Hulu Village and Physical Environmental Factors that Influence ItBackground: Diarrhea is a medical condition in which a person experiences bowel movements with a frequency of more than three times per day and a softer or more liquid stool consistency than usual. This disease usually attacks children. Diarrhea cases in Cipang Kiri Hulu Village increased from 231 cases to 325 cases. This study aims to analyze physical environmental factors with diarrhea in Cipang Kiri Hulu Village.Methods: The research is quantitative analytical observational with Cross sectional Design. The sample numbered 150 families. The location of the study was conducted in Cipang Kiri Hulu Village. The research variables include the dependent variable (diarrhea) and independent variables (drinking water sources, waste management, Wastewater Drainage Channels, toilets and floor types). Data collection by observation and interview. Data collection techniques are Quota Sampling. Data is processed computerized. Univariate and bivariate data analysis using the chi-square test.Results: The results of the study showed that there was a relationship between drinking water sources (p-value 0.0001), waste management (p-value 0.0001), Wastewater Drainage Channels (p-value 0.0001), toilets (p-value 0.001), and floor types (p-value 0.0001) with the incidence of diarrhea in Cipang Kiri Hulu Village.Conclusion: Public education through health promotion activities regarding drinking water sources, waste management, wastewater drainage channels, toilets and types of floors that meet health requirements is very much needed in preventing and dealing with cases of diarrhea.
Peningkatan Kapabilitas Aparatur Desa dalam Penyusunan Kebijakan Kesehatan Berbasis Masyarakat di Desa Lubuk Siam, Kabupaten Kampar Randika, Rendi; Redho, Ahmad; Hasrianto, Nofri
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i3.1713

Abstract

The low capacity of village officials to develop health policies based on evidence and the real needs of the community is a challenge in village health development. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of Lubuk Siam Village officials in designing health policies that are participatory, systematic, and responsive to local conditions. The target group includes village heads, village officials, health cadres, and community representatives. The methods used include counseling, training, group discussions, simulations, and technical assistance in drafting policy documents. The activity was carried out in a participatory manner at the Lubuk Siam Village Office on July 2, 2025. Evaluation results showed significant improvements in all aspects, namely knowledge, attitudes, and skills of participants. Before the activity, the majority of participants were in the fair to poor category in terms of understanding and skills in policy development. However, after the activity, most participants experienced an increase to the good and very good categories. This activity demonstrates that an applicable and collaborative science and technology-based approach can increase the capacity of village human resources in formulating more inclusive and data-driven health policies. This is a strategic step in encouraging the creation of sustainable village health governance.
Evaluasi Pelaksanaan Aplikasi Registrasi Rekam Medis Elektronik Di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Heldayati, Fitria; Yanti, Rifa; Hasrianto, Nofri; Yenita, Riski Novera
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan aplikasi registrasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana aplikasi mampu mendukung proses registrasi pasien dengan baik yang dinilai dari 6 variabel Kualitas sistem(System Quality), Kualitas sistem(System Quality), Kualitas Informasi (Information Quality),Kualitas Pelayanan, (Service Quality), Kepuasan Pengguna (User Satisfaction), Pengguna (Intention to use), Manfaat Bersih (Net Benefit). Penelitian ini meggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi registrasi RME telah memberikan kemudahan bagi petugas dan pasien dalam proses pendaftaran, meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi biaya pembelian kertas, dan pencegahan duplikasi data dalam pendaftaran pasien. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan fasilitas pendukung, belum optimalnya pada aspek Kualitas Informasi (Information Quality) yaitu kelengkapan dan relevannya informasi pada beberapa menu registrasi , serta kebutuhan peningkatan dukungan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, disarankan adanya pengembangan lebih lanjut terhadap aplikasi registrasi RME, peningkatan kualitas sistem informasi, serta penguatan dukungan teknis agar pelayanan registrasi dapat berjalan lebih optimal.