Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi bentuk atap joglo terhadap kenyamanan termal hunian tradisional di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Dusun Kragilan, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini menganalisis empat tipe atap tradisional—tajug, joglo, limasan, dan kampung—melalui observasi langsung, pengukuran suhu, serta pengumpulan data persepsi termal dari penghuni rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk atap sangat mempengaruhi kenyamanan termal, terutama dalam konteks iklim tropis. Atap tajug, joglo, dan limasan cenderung lebih mampu meredam panas berkat bentuk dan material genteng tanah liat yang digunakan, serta desain atap yang meminimalkan celah ventilasi terbuka. Sebaliknya, atap kampung yang memiliki lebih sedikit perlindungan dari sisi samping berpotensi meningkatkan paparan terhadap kondisi eksternal. Vegetasi sekitar juga terbukti memberikan kontribusi positif terhadap kenyamanan termal ruang dalam. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan bentuk dan material atap dalam mendesain bangunan tradisional yang adaptif terhadap iklim lokal.