Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Distribusi penyebab hernia nukleus pulposus lumbal Ladyani, Festy; Jannah, Siti Syafitri Raudhatul; Wulandari, Mardheni; Amroisa, Raden Ayu Neilan
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1559

Abstract

Background: Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a common musculoskeletal disorder, particularly in hospitals. HNP occurs when the core of the intervertebral disc (nucleus pulposus) protrudes through a gap in the annulus fibrosus in the lower (lumbar) spine, compressing surrounding nerves. Purpose: To identify the causative factors of lumbar herniated nucleus pulposus (HNP). Method: This descriptive, analytical, cross-sectional study was conducted at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in March with a sample size of 63 respondents. Purposive sampling was used, with data analysis using the Chi-Square test to identify risk factors between variables. Results: The majority of respondents were elderly (44 respondents (69.8%) and older (42 respondents (66.7%), with a BMI of 35 (55.6%) having obesity, and the majority of respondents (47 respondents (74.6%) being employed. Conclusion: The most influential causal factor for lumbar herniated disc (HNP) was age, with an OR of 1.556. Furthermore, gender (OR of 1.734), BMI (OR of 0.873), and occupation (OR of 0.447) were also associated with no risk of developing HNP. Keywords: Herniated Nucleus Pulposus; Lumbar. Pendahuluan: Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering ditemukan khususnya di rumah sakit. HNP terjadi akibat kondisi ketika inti dari diskus intervertebralis (nukleus pulposus) menonjol keluar melalui celah di annulus fibrosus yang terjadi di tulang belakang bagian bawah (lumbal), dan dapat menekan saraf di sekitarnya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung dan dilaksanakan bulan Maret dengan jumlah sampel 63 responden. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk melihat faktor resiko antara variabel. Hasil: Distribusi usia responden mayoritas adalah seorang lansia >50 tahun sebanyak 44 responden (69.8%), laki- laki sebanyak 42 responden (66.7%), dengan IMT obesitas paling banyak 35 responden (55.6%), dan mayoritas responden yang bekerja sebanyak 47 responden (74.6%). Simpulan: Faktor penyebab HNP lumbal yang paling berpengaruh adalah kategori usia dengan nilai OR= 1.556. Selain itu, variabel jenis kelamin dengan nilai OR=1.734, variabel IMT dengan nilai OR=0.873, dan pekerjaan dengan nilai OR= 0.447 (tidak beresiko terkena HNP). Kata Kunci: Hernia Nukleus Pulposus; Lumbal.      
Hubungan Status Gizi Dan Memori Jangka Pendek Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas V-VI DI MIN 2 Tanggamus Pangesti, Khofifah Fitriana Ayuning; Nurmalasari, Yesi; Wulandari, Mardheni; Farich, Achmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21012

Abstract

Rendahnya prestasi belajar siswa di Indonesia masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Data Riskesdas Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa angka stunting dan gizi kurang masih tinggi pada anak usia sekolah. Kekurangan gizi berdampak pada perkembangan otak dan memori jangka pendek, yang penting dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara status gizi dan memori jangka pendek terhadap prestasi belajar pada siswa kelas V-VI di MIN 2 Tanggamus tahun 2025. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 81 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), memori jangka pendek diukur melalui tes digit span, dan prestasi belajar dilihat berdasarkan nilai raport. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan prestasi belajar (p=0,194; r=0,145), namun terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan lemah antara memori jangka pendek dan prestasi belajar (p=0,006; r=-0,303).
Karakteristik Klinis Dan Temuan Radiografi Thoraks Pada Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Diabetes Melitus Di RS Bintang Amin Bandar Lampung Abdusalam, Muhamad Izudin; Rafie, Rakhmi; Wulandari, Mardheni; Yuniar Sinaga, Fransisca Tarida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21729

Abstract

Tuberkulosis (TB) ialah penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan global, terutama bila disertai dengan komorbiditas seperti diabetes melitus (DM) yang dapat memperberat manifestasi klinis maupun radiologis TB. Studi ini dilaksanakan guna menganalisis gambaran klinis dan gambaran foto radiografi thorax pada pasien TB paru dengan DM di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Studi ini memakai desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan secara retrospektif berdasarkan data sekunder dari rekam medis dan hasil pemeriksaan radiografi thorax pasien selama periode Januari hingga Desember 2024. Hasil studi menunjukkan bahwa gejala klinis yang dominan ditemukan ialah batuk berdahak (96,8%), penurunan berat badan (93,5%), lemas (90,3%), sesak napas (74,2%), dan demam (71,0%). Sementara itu, gambaran radiografi thorax terbanyak ialah infiltrat (92%), fibrosis (51,6%), kavitas (41,9%), dan konsolidasi (29,0%). Distribusi lesi paru paling banyak bersifat bilateral (67,7%) dan multipel (64,5%), dengan lokasi dominan pada lapangan paru bawah (45,2%). Hasil ini menunjukkan jika pasien TB dengan DM cenderung memiliki manifestasi klinis berat serta kelainan radiologis yang lebih luas, sehingga deteksi dini dan pemantauan penting dalam manajemen klinis.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Dalam Melakukan Bantuan Hidup Dasar Arrofi, Muhamad Arief; Anggorotomo, Wirawan; Wulandari, Mardheni; Lestari, Sri Maria Puji
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.21651

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) ialah tindakan medis krusial dalam penanganan henti jantung. Mahasiswa kedokteran hendaknya mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam melakukan BHD, namun keterampilan ini seringkali menurun seiring waktu. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021 dalam melakukan BHD. Studi ini memakai desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dengan sampel meliputi 57 mahasiswa yang didapat melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan dan observasi keterampilan BHD. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel. Diperoleh mayoritas responden memiliki pengetahuan dan ketrampilan BHD yang baik yaitu  78,95% dan 70,18%. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan keterampilan (p-value 0,001). Dengan demikian mahasiswa dengan pengetahuan yang baik lebih cenderung memiliki keterampilan yang baik dalam melakukan BHD. Serta diperlukan pelatihan berulang untuk mempertahankan keterampilan praktis mahasiswa.