Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUKASI DAN DEMONSTRASI TERAPI BUTTERFLY HUG : UNTUK PENCEGAHAN DEPRESI LANSIA DI POSYANDU CEMPAKA Karoenia, Annisaa Rahmi; Fika, Evelyna Fausta; Safitri, Idjra; Sari, Tika; Yaslina; Yunere, Falerisiska
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i2.44

Abstract

Lansia mengalami beberapa penurunan kondisi, salah satunya adalah kondisi fisik, biologis bahkan psikologis. Penurunan kondisi psikhologis menyebabkan lansia beresiko terjadinya depresi dan hal ini perlu dicegah karena dampak yang akan ditimbulkan. Untuk itu tim pengabdi merrasakan perlu melakukan edukasi dan demonstrasi terapi butterfly hug dalam rangka mencegah depressi lansia. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan demosntrasi terapi butterfly hug di Posyandu Cempaka. Metode yang digunakan adalah edukasi dan demonstrasi dengan menggunakan media infokus leaflet. Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pada tanggal 12 December 2023 di Posyandu Cempaka Kelurahan Campago Ipuh yang dihadiri 40 lansia dan 4 kader posyandu. Hasil kegiatan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan lansia berkaiatan depresi dan juga lansia mampu melakukan demonstrasi butterfly huk ini. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan demonstrasi terapi butterflyhuk diperlukan oleh lansia dalam memcegaha maasalah depresi dan kader diharapkan dapat melanjutkan kegiatan ini secara periodik di Posyandu Cempaka.
HUBUNGAN BEBAN, MOTIVASI KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN PADA KELUARGA (ODGJ) BUKITTINGGI TAHUN 2025 Yunere, Falerisiska; Maidaliza, Maidaliza; Putri, Anisa Pratama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45784

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanisfestasi dalam bentuk perubahan perilaku yang bermakna,  serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Orang yang paling merasakan dampak dengan adanya pasien gangguan jiwa adalah keluarga, karena keluarga merupakan orang yang tinggal dan merawat pasien. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Beban Dan Motivasi Keluarga Dengan Pelaksanaan Fungsi Perawatan Kesehatan Pada Keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Kota Bukittinggi Tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga yang merawat ODGJ di kota Bukittinggi dengan jumlah 74 orang dengan teknik pengambilan sampel simpel random sampling. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil pada uji statistik didapatkan p value 0,034 (p< 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan beban dengan pelaksanaan fungsi perawatan pada keluarga ODGJ di kota Bukittinggi tahun 2025. p value 0,000 (p< 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan motivasi dengan pelaksanaan fungsi perawatan pada keluarga ODGJ dikota Bukittinggi tahun 2025. Kesimpulan dalam penelitian ini diharapkan responden lebih meningkatkan pengetahuan serta motivasi yang tinggi dalam merawat ODGJ supaya keluarga tidak merasakan beban selama merawat.
HUBUNGAN BULLYING DAN SELF-ESTEEM REMAJA DI SMA NEGERI 1 SUNGAI GERINGGING Lisa Fradisa, 1006038402; Yunere, Falerisiska; Ningsih, Surya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46229

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang marak terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan psikologis remaja. Salah satu dampak penting dari bullying adalah penurunan self-esteem, yaitu penilaian individu terhadap nilai, kemampuan, dan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian bullying dengan tingkat self-esteem pada siswa SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 172 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner bullying dari Adolescent Peer Relations Instrument dan kuesioner self-esteem dari Aziz (2021), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 52,3% siswa mengalami bullying dan 52,3% siswa memiliki self-esteem rendah. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian bullying dengan tingkat self-esteem (p = 0,024), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,110. Hal ini berarti bahwa siswa yang mengalami bullying memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk memiliki self-esteem rendah dibandingkan yang tidak mengalami bullying. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam upaya preventif dan intervensi, seperti penyediaan layanan konseling, program anti-bullying, dan edukasi kepada siswa, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan psikologis remaja.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMKN 1 Yunere, Falerisiska; Angraini, Milia; Zenita, Zenita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28882

Abstract

Di kalangan remaja banyak melakukan perilaku bullying, merupakan Tindakan yang dilakukan seseorang untuk menyakiti, menghina, menekan, menjatuhkan mental dan mengontrol orang lain dengan cara melakukan kekerasan, perilaku bullying dapat disebabkan oleh pola asuh orang tua yang kurang bijak dalam mendidik anak, dan juga dipengaruhi bagaimana orang tua menyikapi perilaku bullying tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Pola Asuh Dan Sikap Terhadap Perilaku Bullying Pada Remaja Di SMKN 1 Rambah Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 87 siswa di SMKN 1 Rambah dengan Teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian ini diperoleh 87 responden terdapat pola asuh dengan kategori baik sebanyak 50.6%, sikap orang tua dengan kategori kurang baik sebanyak 44.8% dan perilaku bullying dengan kategori terjadi sebanyak 52.9%. berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying P-Valuenya 0,000 dan OR 0,076 ada hubungan. Sikap orang tua dengan perilaku bullying p-valuenya 0,001 dan OR 0.205 ada hubungan. Disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh dan sikap orang tua dengan perilaku bullying pada remaja. Sehingga hal tersebut penting dilakukan penyuluhan perilaku bullying pada remaja oleh pihak sekolah, keluarga dan pihak terkait sehingga dapat mencegahterjadinya kejadian bullying pada siswa
Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Yunere, Falerisiska; Botti, Tanti Anggreini; Parensah, Linna
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1119

Abstract

Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kekambuhan pada pasien gangguan jiwa. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi keluarga untuk mendampingi pasien minum obat. Keluarga yang belum memahami bahwa gangguan jiwa adalah penyakit medis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang hal ini menyebabkan banyak ODGJ yang tidak patuh dalam minum obat secara teratur, sehingga kondisi mereka sering kambuh atau memburuk, juga disebabkan Stigma masyarakat terhadap gangguan jiwa dapat membuat pasien dan keluarganya enggan mencari bantuan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada ODGJ Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukittinggi Tahun 2024. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan non probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan uji chi-square. Dan jumlah populasi sebanyak 267 dengan responden 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 responden yang memiliki dukungan keluarga baik ada 40 orang (85,1 %) responden yang kepatuhan minum obat patuh, ada 7 orang (14,9 %) yang memiliki kepatuhan minum obat tidak patuh, sedangkan dari 26 responden yang memiliki dukungan keluarga kurang baik ada sebanyak 10 orang (38,5 %) responden yang kepatuhan minum obat patuh, ada 16 orang (61,5 %) responden yang kepatuhan minum obat tidak patuh. Uji statistik antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat didapatkan nilai p value 0.000 < 0,05. Disarankan kepada keluarga untuk selalu memperhatikan kebutuhan obat pasien sebagai upaya kesembuhan dan mencegah kekambuhan berulang pasien jiwa.
Edukasi Kesehatan dan Skrining Mandiri Berbasis Digital untuk Masyarakat dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2025 Junios, Junios; Kariman, Delsi; Yunere, Falerisiska; Fitrina, Yossi; Askina, Meutia; Rizkina, Arfezsa Ulfa
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 2 Desember 2025 artikel in press
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i2.79874

Abstract

This community service initiative aims to enhance understanding of non-communicable disease (NCD) prevention, promote healthy lifestyles, and offer digital screening services. The implementation method included health education sessions, demonstrations of self-screening apps, and basic health checkups for 127 participants from various sub-districts. The results showed that 89% of participants gained a better understanding of NCD risk factors, 76% successfully used the digital screening app independently, and 52 participants (41%) were identified as being at moderate to high risk for hypertension and referred for follow-up at a health facility. This initiative demonstrated that a direct educational approach and digital technologies can empower the community to identify health risks independently. It is recommended that this action be integrated into the regular agenda of local authorities to strengthen community-level promotion and prevention efforts.