Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Olahan Ikan dalam Upaya Peningkatan Keterampilan Anggota PKK RT 28 Kelurahan Sepinggan Raya: Pembentukan Kelompok Usaha dalam Rangka Optimasi Ekonomi Keluarga Farida, Farida; Winnarko, Henry; Gafur, Abdul; Rustika, Ranti; Opu, Nur Vita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1453

Abstract

Kelurahan Sepinggan Raya merupakan salah satu wilayah yang memiliki akses langsung ke perairan yang kaya akan sumber daya laut. Perikanan di Balikpapan tidak hanya memberikan penghidupan bagi masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian kota Berkat keragaman sumber daya laut, nelayan Balikpapan mampu menangkap berbagai jenis ikan, seperti tenggiri, tongkol, cakalang, kakap, kerapu, udang dan kepiting. Untuk mendukung peran nelayan di Balikpapan Selatan dalam penguasaan pengolahan pascapane maka melalui program bina desa dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dibutuhkan oleh kelompok nelayan, khususnya para istri nelayan yang pada umumnya merupakan ibu rumah tangga yang berada di kampung nelayan RT. 28 kelurahan Sepinggan Raya. Pemberian pelatihan pengolahan pascapanen produk kuliner berbahan dasar ikan seperti pengembangan olahan ikan menjadi abon dijadikan sebagai bahan isian atau topping roti sebagai salah satu cara untuk mengurangi kerusakan pada ikan yang tidak semua terjual di pasar sebagai optimasi keluarga. Dukungan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan mampu menumbuhkan semangat wirausaha dengan membekali anggota PKK keterampilan membuat pizza, roti dan abon ikan tongkol untuk topping dan isian pizza sehingga dapat membantu meningkatkan keterampilan mereka dalam rangka optimasi keluarga, Dengan meningkatnya penguasaan penegmbangan olahan ikan menjadi produk tahan lama sebagai produk unggulan kelompok usaha Seraya Bakery.
Peningkatan Keterampilan Penyandang Disabilitas Kota Balikpapan untuk Mengembangkan Kemampuan pada Pembuatan Dekorasi Makanan: Upaya Penguatan Semangat Jiwa Wirausaha Farida, Farida; Winnarko, Henry; Gafur, Abdul; Opu, Nur Vita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1454

Abstract

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik atau pun mental, namun mereka juga memiliki hak yang sama di Masyarakat. Pada kenyataannya sering terjadi kesenjangan terutama pada hak pendidikan dan mencari pekerjaan yang mana masih terbatasnya kesiapan untuk menerima penyandang disabilitas dikarena membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang memadai sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas yang terdiri dari penyandang kaki, penyandang tangan, penyandang mata, dan penyandang bisu tuli. Para penyandang disabilitas telah mendapatkan beberapa pelatihan seperti pelatihan menjahit, membatik, penanaman hiroponik daun selada, namun dari pelatihan yang telah diikuti tidak semua penyandang disabilitas mempunyai kemampuan dan minat di bidang tersebut. Sehingga dibutuhkan keterampilan di bidang kuliner, mereka dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang kuliner disesuaikan dengan situasi dan kondisi para penyandang disabilitas yang memiliki minat dan kempuan berbeda. Dengan diberikannya pengetahuan, keterampilan membuat dekorasi makanan para penyandang disabilitas ini dapat diberdayakan dan dapat berkontribusi di masyarakat dengan berwirausaha ataupun menjadi bagian dari pelaku UMKM sehingga dapat mengatasi dan memperbaiki kondisi perekonomian keluarga. Dengan dibekali pengetahuan dan keterampilan kemudian diberikan peralatan, para penyandang disabilitas dapat menerima pesanan seperti nasi tumpeng dan jasa membuat garnish dan carving.
Implementasi Skill Passport Bidang Keahlian Tata Boga: Studi Kualitatif di Kalimantan Timur Winnarko, Henry; Mahfud, Tuatul; Fitrianto, Yuli; Mulyani, Yogiana; Amsal, Andi Yasir; Sorongan, Erick
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v9i1.2462

Abstract

Implementasi skill passport membantu siswa dalam merencanakan dan memantau perkembangan mereka sendiri, tetapi juga memfasilitasi proses evaluasi yang holistik oleh guru dan pihak terkait dalam mengukur pencapaian keterampilan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui implementasi skill passport di SMK bidang keahlian tata boga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai implementasi skill passport di SMK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data dari wawancara dengan kepala sekolah, kaprodi, ketua LSP, dan guru produktif di SMK Pusat keunggulan. Hasil penelitian ini menunjukkan para guru telah mengetahui terkait ASEAN Toolsbox yang dikembangkan dari ACCSTP dan CATC. Namun, sebagian besar guru dan SMK belum menerapkan pembelajaran berbasis ASEAN Toolsbox. Faktor penyebabnya yaitu kurangnya pemahaman dan pelatihan tentang ASEAN Toolsbox dan standar ACCSTP; tantangan dalam menyesuaikan kurikulum dengan standar ASEAN, keterbatasan waktu dan beban kerja guru; dan keterbatasan pengetahuan tentang kebutuhan industri dan globalisasi. Selain itu, pelaksanaan uji kompetensi (UKK) di SMK bidang keahlian Tata Boga dilaksanakan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 1. Adanya perubahasan skema uji kompetensi siswa SMK yang semula skema klaster berubah menjadi skema kualifikasi dan pada akhirnya saat ini berubah menjadi skema okupasi. Temuan lainnya, implementasi perekaman capaian kompetensi sebagai portofolio siswa di SMK bidang keahlian Tata Boga di Provinsi Kalimantan Timur masih terbatas pada bentuk asesmen capaian pembelajaran mata pelajaran yang dilakukan setiap semester dan hanya sebatas evaluasi penguasaan konten mata pelajaran dan belum mengarahkan evaluasi capaian kompetensi baik berdasarkan SKKNI maupun ASEAN Toolsbox.