Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

GAGASAN FAST TRACK LEGISLATION: ALTERNATIF PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG DI INDONESIA Akhyar, Muhammad Khoiril
Jurnal Suara Keadilan Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Suara Keadilan Vol. 24 Nomor 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sk.v24i1.11318

Abstract

Tulisan ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gagasan Fast-Track Legilslation (FTL) sebagai alternatif pembentukan undang-undang yang berkualitas dalam waktu segera serta pengurangan pembentukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) di Indonesia. Tulisan ini memfokuskan pada dua hal, yaitu: pertama, dinamika pembentukan Perppu. Kedua, terkait peluang dan tantangan pengaturan FTL di Indonesia. Fenomena buruknya legislasi di Indonesia beberapa tahun terakhir, memerlukan cara pandang lain dalam menata legislasi. FTL sebagai salah satu mekanisme pembentukan undang-undang hadir guna menjadi alternatif permasalahan yang ada. Permasalahan Perppu menjadi salah satu hal yang dapat diatasi oleh FTL.
Application of video-assisted online interactive learning to improve student mathematics learning outcomes Surur, Agus Miftakus Surur; Akhyar, Muhammad Khoiril; Ridwanulloh, M.Ubaidillah; Mohamed, Hasna Binta; Günerhan, Hatira
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 5 Nomor 2 August 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2023.52.130-144

Abstract

Rapid technological developments should support improving the quality of learning, one of which is online learning. . Online learning is carried out because learning in class is limited by space and time, thus limiting learning interactions. This study aims to describe and analyze student learning outcomes in mathematics by using video-assisted online interactive learning. Classroom Action Research (CAR) is used in this study with some stages namely preparation, action, observation, and reflection. The results of online learning using interactive videos are cycle I on student learning outcomes that obtain scores exceeding the minimum completeness score of 57% and are said to be complete. However, there are still 43% of students who obtain learning outcomes that are less than the minimum standard of completeness or have not been completed. The cause of this is the initial adaptation of students to using media that is packaged interactively. It was continued in the second cycle of learning to produce a learning completeness percentage of 86% for students who had exceeded the minimum standard of mastery scores. This shows an increase from cycle I to cycle II. In cycle II, the process of adaptation and the active participation of students began to have an impact on learning outcomes. Continuing in cycle III shows that the number of students who complete learning reaches 86%, the same as in cycle II, but there are still differences. Cycle II to Cycle III experienced an increase in the average value of learning outcomes, namely cycle II of 76.36; in cycle III, it increased to 78.79. These results indicate that online interactive learning using video can improve student mathematics learning outcomes.
Development of scientific-based interactive multimedia with polyhedron material Rani, Rosa Fachma; Akhyar, Muhammad Khoiril; Ilmiyah, Nur Fadilatul; Günerhan, Hatıra
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/f_m.v7i2.3767

Abstract

The increasing integration of technology within educational settings underscores a critical need for the development and rigorous validation of digital learning resources capable of enhancing pedagogical effectiveness and fostering meaningful student engagement. This research directly addresses this imperative by detailing the systematic design, meticulous development, and comprehensive evaluation of a scientific-based interactive multimedia tool specifically crafted for the instruction of polyhedron concepts. The researchers used one of R&D (Research and Development) model as development procedures, that is Five steps of the ADDIE development model— Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. With an average score of 92.2% from expert material and 87.1% from experts media, these results indicate that the designed product is valid. In the product practical test, an average score of 90.2% was obtained, which shows that the product produced is practical. The n-gain formula is used to determine the product effectiveness. Based on this test, the results obtained were 0.67 in small scale testing and 0.64 in large scale testing. Both of the results are included in the medium criteria, which means that the product developed is quite effective. The study's findings demonstrate that the created products are of excellent quality, can be effectively used to enhance learning, and get positive feedback from students.
REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN KOMISI YUDISIAL UNTUK MELAKSANAKAN MEKANISME EVALUASI HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI PADA CABANG KEKUASAAN YUDIKATIF Valentina, Natasya Aurel; Akhyar, Muhammad Khoiril
Jurnal Suara Keadilan Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Suara Keadilan Vol. 26 Nomor 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sk.v26i1.14756

Abstract

Salah satu pokok materi penting dalam Rancangan Undang-Undang tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi yaitu adanya evaluasi hakim konstitusi. Adanya ketentuan baru tersebut, telah memunculkan diskursus baru, diantaranya apakah mekanisme evaluasi hakim konstitusi diperlukan serta efektivitas mekanisme evaluasi tersebut, bagaimana mekanisme evaluasi hakim konstitusi akan dijalankan oleh masing-masing cabang kekuasaan, serta dampak apa saja yang akan ditimbulkan jika mekanisme evaluasi tersebut dijalankan. Tulisan ini memfokuskan pada beberapa substansi pembahasan, diantaranya: 1) Urgensi rekonseptualisasi kewenangan Komisi Yudisial dalam melaksanakan evaluasi hakim konstitusi pada cabang kekuasaan yudikatif; dan 2) Skema pelaksanaan evaluasi hakim konstitusi oleh Komisi Yudisial. Penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan histori, dan pendekatan perbandingan. Tulisan ini memiliki dua kesimpulan, pertama terkait urgensi rekonseptualisasi kewenangan Komisi Yudisial (KY) dalam melaksanakan evaluasi hakim konstitusi pada cabang kekuasaan yudikatif. Kedudukan KY sebagai lembaga independen yang merupakan constitutional organ, juga sebagai auxiliary organ dalam ketatanegaraan Indonesia, dapat diartikan bahwa KY merupakan lembaga pendukung ataupun penyokong lembaga lain di dalam menjalankan kewenangannya. Konsep pelibatan KY dalam hal ini, sejatinya hanya dapat diwujudkan pada cabang kekuasaan yudikatif. Kedua, skema pelaksanaan evaluasi hakim konstitusi oleh Komisi Yudisial. Penulis mengusulkan bahwa evaluasi hakim konstitusi harus dijalankan dengan beberapa indikator penilaian. Sebagaimana indikator-indikator tersebut merupakan faktor utama yang harus dinilai KY dalam melakukan evaluasi hakim konstitusi. Indikator penilaian KY terhadap hakim konstitusi ini diprioritaskan pada dua kriteria: pertama, penilaian kinerja kualitatif; dan kedua, penilaian kinerja kuantitatif. Penilaian kinerja kualitatif meliputi: a) Kemampuan hakim dalam menerapkan prinsip pada fakta; b) Pengetahuan hukum yang terbukti; c) Kemampuan analisis dan penalaran, sedangkan untuk penilaian kinerja secara kuantitatif meliputi: a) Seberapa banyak perkara yang diselesaikan oleh hakim; b) Waktu yang dihabiskan untuk setiap perkara; c) Waktu rata-rata untuk menyelesaikan putusan; dan d) Seberapa sering kinerja hakim konstitusi dikeluhkan.
Memperkuat Praktik Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi di SDN 1 Geger Sendang Tulungagung Nafi'an, Muhammad Ilman; Akhyar, Muhammad Khoiril; Qoriatus, Al
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 6, No 1 (2025): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v6i1.685

Abstract

Abstrak.Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 1 Geger melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatkan teknologi Edpuzzle dan Quizizz. Kegiatan ini meliputi pelatihan bagi guru, seminar, praktik langsung di kelas, serta evaluasi. Pelatihan difokuskan pada pemahaman konsep pembelajaran berdiferensiasi, identifikasi kebutuhan belajar siswa, dan pemanfaatan Edpuzzle dan Quizizz. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta pelatihan merasa puas dan mengalami peningkatan pemahaman terkait pembelajaran berdiferensiasi. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas juga menunjukkan hasil yang positif, yaitu peningkatan partisipasi dan motivasi siswa. Selain itu, guru melaporkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah.
"Hasil UN Buruk HOTS yang Salah, Benarkah?": Analisis HOTS pada Soal UNBK terhadap Hasil UN Matematika SMA di Indonesia Akhyar, Muhammad Khoiril
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v1i2.1518

Abstract

Banyak siswa SMA mengeluhkan begitu sulitnya soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan sulitnya soal tersebut disebabkan oleh disisipkannya soal jenis Higher Order Thinking Skills (HOTS) ditingkat SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk menganalisis apakah keberadaan HOTS pada soal UNBK menyebabkan rendahnya capaian nilai UN Matematika SMA IPA di Indonesia. Analisis tersebut meliputi klasifikasi HOTS pada soal UNBK berdasarkan taksonomi Bloom yang sudah direvisi oleh Krathwohl dan analisis HOTS terhadap Hasil UN Matematika SMA IPA. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa, jika dilihat dari sudut pandang Widana (2017) yang menyatakan bahwa yang dimaksud soal HOTS, selain harus mencakup aspek Create, Evaluate, dan analysis, juga harus merupakan soal kontekstual dan non rutin, maka soal HOTS hanya dapat memberikan kontribusi kesalahan 39,4% (2017/2018) dan 37,4% (2018/2019). Oleh karena itu, bahkan jika tidak ada satupun soal HOTS yang dijawab dengan benar seharusnya siswa masih mampu mendapatkan capaian lebih tinggi dari hasil UN Matematika SMA IPA yaitu 37,06 (2017/2018) dan 39,23 (2018/2019). Sehingga anggapan bahwa soal HOTS berpengaruh terhadap buruknya nilai UN Matematika SMA IPA di Indonesia tidak terbukti.
Efektivitas Self Coaching Model GROW ME Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Trigonometri Akhyar, Muhammad Khoiril; Khiyarusoleh, Ujang
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4193

Abstract

Penelitian ini dilakukan analisis efektivitasself coaching model GROW ME terhadap hasil belajar mahasiswa mata kuliah Trigonometri. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian Kuasi Eksperimental. Analisis data dalam penelitian ini diantaranya menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji banding dan uji regresi. Hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen adalah 91 lebih baik dibanding hasil belajar mahasiswa kelas kontrol yaitu 87. Uji regresi sederhana menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif penerapan self coaching model GROW ME terhadap hasil belajar mahasiswa sebesar 82,2%. This study conducted an analysis of the effect of self-coaching on the GROW ME model on the student learning outcomesin Trigonometry material. This research approach was Quasi Experimental research. Data analysis in this study included using the normality test, homogeneity test, comparative test and regression test. The results of the student's learning outcomesin the experimental class were 91 better than the student's learning outcomes of the control class students, namely 87. Simple regression test showed that there was a positive effect of applying the GROW ME self-coaching model on student academic achievement by 82.2%.