Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH ZAT ADDITIVE TIPE F UNTUK BET-ON FAST TRACK OPEN TRAFFIC DALAM 7 HARI Pradesta, Eka Raza; Hendardi, Agi Rivi; Nurdianto, Risnandar
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v5i1.1933

Abstract

Abstract— Concrete is a construction material that is widely used in modern building structures. Basically, concrete has basic properties, namely strong against compressive stress and weak against tensile stress. The compressive strength of concrete is influenced by the type of ingredients that make it up, including admixtures. In some cases, concrete mixtures require additional ingredients to support their performance, with chemical or physical additives in certain proportions. The purpose of this additive is to change one or more of the properties of the concrete, when it is fresh or after it has hardened. This research aims to determine the effect of adding type F additives to 7 day open traffic fast track concrete. Research has been carried out on 4 variations of concrete mixtures with additives with a design compressive strength of 30 MPa. The concrete mixture used is type F additive which was tested at 7 days, 14 days and 28 days with variations of 0%, 0.2%, 0.4%, 0.6% with 9 samples for each variation. The results of research taken from concrete aged 7 days as a reference show that the average compressive strength of normal concrete is 20.38 MPa, and exceeds the design compressive strength at 28 days of 31.52 MPa, and with a mixture variation of 0.2% at 7 days. days obtained an average compressive strength of 21.70 MPa and exceeded the design compressive strength of 32.27 MPa at the age of 28 days with a better increase over normal concrete, for concrete with a mixture of 0.4% the average strength obtained at the age of 7 days was 20.19 MPa, experienced a decrease from normal concrete but reached the planned compressive strength at 28 days of 30.76 MPa, and for the 0.6% mix variation the average compressive strength at 7 days was 18.59. MPa, decreased coMPared to normal concrete and did not reach the design compressive strength at 28 days, an average of 25.29 MPa. Using too many additives has a decreasing iMPact on the strength of the concrete. It is recommended to pay attention to several factors such as mix design calculations, slump, and calibration for the tools and materials used. Keywords — Concrete, Compressive Strength, Slump, Additive Type F       Abstrak— Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak dipergunakan dalam struktur bangunan modern. Pada dasarnya beton memiliki sifat dasar, yaitu kuat terhadap tegangan tekan dan lemah tehadap tegangan tarik. Kuat tekan beton dipengaruhi oleh jenis bahan penyusunnya termasuk bahan tambah (admixture). Dalam beberapa kasus, campuran beton memerlukan bahan tambah untuk menunjang performanya, dengan bahan tambahan (aditif) yang bersifat kimiawi ataupun fisikal pada perbandingan tertentu. Tujuan bahan tambah ini yaitu mengubah satu atau lebih dari sifat beton, sewaktu dalam keadaan segar atau setelah mengeras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif tipe F pada beton fast track open traffic 7 hari. Penelitian telah dilakukan pada 4 variasi campuran beton dengan zat aditif dengan kuat tekan rencana 30 MPa. Adapun campuran beton yang digunakan adalah zat aditif tipe F yang diuji pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari dengan variasi 0%, 0,2 %, 0,4%, 0,6% dengan masing-masing variasi berjumlah 9 sampel. Hasil penelitian yang diambil dari umur beton 7 hari sebagai acuan menunjukkan kuat tekan rata-rata beton normal sebesar 20,38 MPa, dan melebihi kuat tekan rencana pada umur 28 hari sebesar 31,52 MPa, dan pada variasi campuran 0,2% diumur 7 hari didapat kuat tekan rata-rata sebesar 21,70 MPa dan melebihi kuat tekan rencana sebesar 32,27 MPa diumur 28 hari dengan peningkatan yang lebih baik melebihi beton normal, untuk beton dengan campuran 0,4% didapat kuat rekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 20,19 MPa, mengalami penurunan dari beton normal akan tetapi mencapai kuat tekan rencana diumur 28 hari sebesar 30,76 MPa, dan untuk variasi campuran 0,6% didapat kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 18,59 MPa, mengalami penurunan dibandingkan beton normal dan tidak mencapai kuat tekan rencana pada umur 28 hari rata-rata sebesar 25,29 MPa. Penggunaan zat aditif terlalu banyak memberikan daMPak penurunan pada kekuatan beton. Disarankan agar memperhatikan beberapa faktor seperti perhitungan mix design, slump, dan kalibrasi untuk alat dan bahan yang digunakan. Kata kunci — Beton, Kuat Tekan, Slump, Zat Aditif Tipe F
PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC PADA PROYEK PENANGANAN JALAN LONG SEGMEN (PEMELIHARAAN RUTIN, PEMELIHARAAN BERKALA, PENINGKATAN/REKONSTRUKSI) GUNUNGSARI-CIPANAS Militan, Handal; Hendardi, Agi Rivi; Budiman, Dedi
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v5i1.2200

Abstract

Abstract—Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial effort to protect workers, companies, and the public from various physical, biological, chemical, and psychosocial hazards, as regulated in Law No. 1 of 1970. In the workplace, hazards are always present and can lead to accidents or Occupational Diseases (OD), making comprehensive risk identification and control essential. The HIRARC method (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) is an effective approach to identifying hazards and determining appropriate preventive measures to create a safe work environment. This study aims to analyze hazards in the Long Segment Road Handling Project of Gunungsari–Cipanas using the HIRARC method, while also evaluating the effectiveness of risk management in preventing and reducing losses due to work accidents. Based on data analysis, a total of 79 potential hazards were identified across routine, periodic maintenance, and reconstruction activities. Joint assessments by contractors, consultants, and the owner revealed 8 high-risk hazards, 4 medium-risk hazards, and 9 low-risk hazards, while the contractor independently identified 3 additional extreme-risk hazards that require priority handling. To minimize these risks, control measures can be implemented through technical and administrative approaches, as well as the use of personal protective equipment (PPE). Keywords: Work Hazard Risk, HIRARC Method, Risk Control, Occupational Safety and Health (OSH) Abstrak— Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya penting untuk melindungi pekerja, perusahaan, dan masyarakat dari berbagai risiko bahaya, baik fisik, biologi, kimia, maupun psikososial, sebagaimana diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970. Dalam lingkungan kerja, potensi bahaya selalu ada dan dapat menyebabkan kecelakaan atau Penyakit Akibat Kerja (PAK), sehingga dibutuhkan identifikasi serta pengendalian risiko secara menyeluruh. Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) menjadi pendekatan efektif dalam mengenali bahaya dan menetapkan langkah pencegahan yang tepat guna menciptakan tempat kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya pada Proyek Penanganan Jalan Long Segmen Gunungsari–Cipanas dengan metode HIRARC, sekaligus menilai efektivitas manajemen risiko dalam mencegah dan mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja. Hasil analisis data penelitian pada Proyek Penanganan Jalan Long Segmen Gunungsari–Cipanas, ditemukan sebanyak 79 potensi bahaya yang dapat terjadi dalam pekerjaan pemeliharaan rutin, berkala, maupun peningkatan/rekonstruksi. Dari penilaian bersama antara kontraktor, konsultan, dan owner, disepakati bahwa terdapat 8 risiko pada level high risk, 4 risiko pada level medium, dan 9 risiko pada level low, sementara pihak kontraktor mengidentifikasi tambahan 3 risiko pada level extreme yang perlu menjadi prioritas penanganan. Untuk meminimalkan potensi risiko tersebut, pengendalian dapat dilakukan melalui pendekatan teknis, administratif, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata kunci : Risiko Bahaya Kerja, Metode HIRARC, Pengendalian Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  
Analisis Sistem Drainase RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tantoh, Michael; Ramadan, Anri Noor Annisa; Hendardi, Agi Rivi
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v5i2.10205

Abstract

In 2022, Dr. Soekardjo Regional General Hospital in Tasikmalaya faced a serious challenge with its drainage system. Due to heavy rain, a 50 cm water puddle on the first floor posed a threat to patient safety and disrupted hospital operations. This research aimed to evaluate the capacity and effectiveness of the drainage system, ensuring its ability to handle water flow and prevent flooding and flood risks during rainfall. The research methods included rainfall analysis, flow modeling, and existing flow analysis involving 47 drainage channels of various shapes in Dr. Soekardjo Regional General Hospital. The identification results showed an average channel length of 27.41 m, width of 0.5 m, and height of 0.24 m. The flow rate of Dr. Soekardjo Regional General Hospital was 0.261 m3/s, the Citanduy River tributary flow was 0.093 m3/s, and the total flow was 0.354 m3/s. The analysis indicated that the existing channels were unable to accommodate both flow rates, resulting in backwater. To address the drainage issue, improvements to the channels, addition of infiltration wells, and creation of biopore infiltration holes are planned. Additionally, an aquifer will be established as an additional water reservoir, and the Citanduy River channel will be widened to optimize flow. It is hoped that these measures will reduce the risk of waterlogging and flooding, ensuring patient safety during the rainy season.
ANALISA MOTIVASI PEKERJA KONSTRUKSI DI KOTA TASIKMALAYA hendardi, agi rivi; Nurmayadi, Dicky
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v5i2.10137

Abstract

Studi tentang motivasi pekerja konstruksi terbatas pada pengetahuan yang relatif kecil. Meskipun ada banyak penelitian yang tersedia mengenai motivasi dan produktivitas, beberapa peneliti telah memberikan analisis komprehensif tentang motivasi pekerja konstruksi. Penelitian tersebut menyatakan bahwa produktivitas dalam konstruksi belum membaik dibandingkan dengan sektor industri lainnya seperti manufaktur. Tren ini telah digemakan dalam publikasi selama lima dekade terakhir, dan menyarankan bahwa motivasi adalah salah satu faktor kunci yang berpengaruh terhadap kinerja kru kontruksi [1]. Dalam penelitian ini akan dilakukan studi dan Analisa secara komprehensif mengenai motivasi para pekerja di sector konstruksi, khususnya pada level proyek, yang ada di Kota Tasikmalaya. Pengambilan data sampel dilakukan dengan cara interview langsung menemui para pekerja konstruksi di proyeknya masing-masing. Dalam melakukan interview akan digunakan instrument berupa kuesioner yang disusun berdasarkan kajian teori mengenai motivasi pekerja yang nantinya kuesioner ini akan menjadi suatu alat penilaian dari objek penelitian tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis dan diuji validasi serta dikaji mengenai hubungan kecenderungan motivasi pekerja dengan jabatan di proyek dengan uji statistik. Penelitian ini diharapkan akan menambah informasi dalam mengelola sumber daya manusia pada kegiatan konstruksi di tingkat proyek  baik bagi setiap PM sendiri maupun bagi intansi perusahaan kontraktor yang ada di Kota Tasikmalaya.
STUDI MENGENAI BIAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA MASA KONSTRUKSI Hendardi, Agi Rivi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.282

Abstract

Dampak lingkungan akibat proyek konstruksi selalu menjadi masalah serius bagi kelangsungan berjalannya proyek konstruksi apabila tidak dilakukan pengelolaannya. Pengelolaan lingkungan pada masa konstruki umumnya tidak dituliskan pada spesifikasi pekerjaan, namunperlu untuk dilakukan. biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan lingkunan ini sendiri diambil dari persentase biaya tidak langsung proyek. Saat ini ditengarai pihak kontraktor di Kota Tasikmalaya tidak memiliki standar harga satuan pekerjaan untuk pengelolaan lingkungan pada kegiatan proyek konstruksi. Maka dalam penelitian ini akan diidentifikasi pengelolaan dampak lingkungan apa saja yang ditangani oleh pihak kontraktor, dihitung persentase kisaran biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan setiap dampak lingkungan, serta menganalisis pola interaksi besar-kecilnya kisaran biaya pengelolaan lingkungan untuk setiap dampak lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data penelitian wawancara dan kuisioner. Pengumpulan data disebarkan ke enam proyek gedung di Kotaa Tasikmalaya. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa pengelolaan lingkungan yang umum dilakukan oleh pihak kontraktor adalah pengelolaan dampak kebisingan, pengelolaan dampak kuantitas & kualitas air, pengelolaan dampak lingkungan kotor, dan pengelolaan dampak akses jalan. Kisaran biaya yang dikeluarkan untuk setiap pengelolaan lingkungan ini bervariasi untuk setiap proyek. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola interaksi dari kisaran biaya pengelolaan lingkungan tergantung pada karakteristik proyek yang berupa lokasi proyek, nilai proyek, serta spesifikasi pekerjaan pada masing-masing proyek.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukamulya Menuju Desa Tangguh Bencana melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Hendardi, Agi Rivi; Adlina, Salsabila; Hakim, Lystiana Nurhayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18381

Abstract

ABSTRAK Program KOSABANGSA dilaksanakan untuk membentuk Desa Sukamulya menjadi Desa Tangguh Bencana, mengingat tingginya risiko bencana tanah longsor di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan dari 77% menjadi 95%. Selain itu, alat peringatan dini longsor (EWS) dan pengering hasil tani berbasis efek rumah kaca berhasil dipasang dan diuji coba oleh warga. Pelatihan budidaya tanaman kaliandra juga dilakukan sebagai metode perkuatan lereng untuk mencegah longsor. Program ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan teknologi tepat guna. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Mitigasi Bencana, Early Warning System (EWS), Pengering Efek Rumah Kaca, Budidaya Kaliandra  ABSTRACT The KOSABANGSA program was conducted to develop Sukamulya Village into a Disaster Resilient Village due to its high landslide risk. The activities included participatory surveys, awareness campaigns, training, and assistance to enhance community capacity in disaster mitigation. The results showed an increase in community understanding of disaster risks from 77% to 95%. Additionally, a landslide Early Warning System (EWS) and a greenhouse-effect solar dryer were successfully installed and tested by the villagers. Training on cultivating Calliandra plants was also provided as a slope reinforcement method to prevent landslides. This program successfully improved community disaster preparedness and supported the local economy through the application of appropriate technology. Keywords: Disaster Resilient Village, Disaster Mitigation, Early Warning System (EWS), Greenhouse Effect Solar Dryer, Calliandra Cultivation