Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa pada Pelaksanaan Program Kampus Mengajar di Universitas Islam Riau Fatikhah, Nur; Amalia, Rizka; Muhayatun, Siti; Mukhlis, Muhammad
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seeing the number of enthusiasts in the teaching campus program that is followed by students. So, researchers feel interested in examining the impact or influence of the campus teaching program through students who have participated in the program. So the title of this study is "The Influence of Teaching Campus Programs Through Student Perceptions at Riau Islamic University." Data collection techniques in this study used a questionnaire (questionnaire). The data analysis technique starts with data collection which is then analyzed descriptively. The data source is students of the Indonesian Language and Literature Education study program who have participated in the teaching campus program. The result of this analysis is that as many as 100% of the participants feel that they have personally had a positive impact from teaching campuses. In terms of difficulty adapting at the referral school, 50% of participants answered no, but 40% might and 10% experienced difficulties. As many as 80% of participants thought that teaching campuses had a good influence on academic careers
Tindak Tutur Asertif dalam Drama Series Imperfect The Series Season 2 Episode 1 Fatikhah, Nur; Sudirman, Nurul Aini; Fadillah, Nurul; Alber, Alber
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assertive speech acts function to say or convey something. In the drama series imperfect the series season 2 episode 1, there are many utterances that contain assertive speech acts. The problem in this study is how assertive speech acts are in the drama series imperfect the series season 2 episode 1. This study aims to describe, analyze and interpret assertive speech acts in the drama series imperfect the series season 2 episode 1. Data collection is from May 8, 2023 until June 7, 2023, which amounts to 14 data. The method used in this study is a qualitative approach in which the results of the data will be in the form of writing not numbers in the form of speech, so that the results of the data are in the form of utterances from conversations that have been observed. The results of the study show that there are assertive speech acts in the drama series imperfect the series season 2 episode 1. The researchers found four assertive speech acts with the functions of informing, suggesting, complaining, and boasting. Assertive speech act informs that there are 7 utterances, assertive speech act suggests finding 6 utterances, assertive speech act complains the researcher finds 4 utterances, then assertive speech act boasts there are 2 utterances.
Penyuluhan Kesantunan Linguistik pada Siswa SMPN 1 Tualang Ningsih, Rika; Yulianti, Mimi; Fatmawati, Fatmawati; Fatikhah, Nur; Devi, Sylvia Pratama
Community Education Engagement Journal Vol. 5 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v5i2.16064

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter positif pada siswa. Karakter positif itu salah satunya adalah kesantunan berbahasa. Permasalahan karakter ini bukanlah permasalahan yang sepele dan dapat diabaikan begitu saja. Saat ini dapat kita lihat bagaimana orang banyak yang cerdas secara intelektual tetapi tidak cerdas dalam bersikap dan berkomunikasi. Bangsa ini memerlukan anak muda yang cerdas secara kognitif, emosional dan spiritual agar nilai-nilai luhur dari bangsa ini tetap dapat dipertahankan dan bangsa Indonesia tetap dapat bersaing dengan negara-negara luar. Metode dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Pertama, terdapat peningkatan pemahaman siswa SMPN 1 Tualang terhadap kesantunan linguistik. Kedua, dari empat kriteria kesantunan linguistik yang ada siswa lebih dominan menggunakan penanda ungkapan kesantunan. Hal tersebut disebabkan oleh siswa ketika melakukan tuturan imperative banyak yang menggunakan penanda kesantunan tolong dan mohon. Ketiga, orang tua dan guru adalah orang yang selalu berkomunikasi dengan siswa sehingga yang dapat memantau dan memberikan bimbingan secara terus menerus kepada siswa tersebut. Keempat, siswa yang diberikan pemahaman dan pendampingan dapat meningkatkan kesantunan berbahasanya. Kata Kunci : kesantunan linguistik, penyuluhan, siswa ABSTRACT This Community Service activity aims to foster positive character in students. One of the positive characters is politeness in language. This character problem is not a trivial problem and can be ignored. Currently, we can see how many people are intellectually intelligent but not intelligent in their behavior and communication. This nation needs young people who are cognitively, emotionally and spiritually intelligent so that the noble values of this nation can be maintained and the Indonesian nation can continue to compete with foreign countries. The method for Community Service is preparation, implementation and completion. First, there is an increase in the understanding of students at SMPN 1 Tualang regarding linguistic politeness. Second, of the four existing linguistic politeness criteria, students predominantly use markers of politeness expressions. This is caused by many students when making imperative speeches who use the politeness markers please and beg. Third, parents and teachers are people who always communicate with students so that they can monitor and provide continuous guidance to these students. Fourth, students who are given understanding and assistance can improve their language politeness. Keyword : linguistic politeness, counseling, students
PENYEBAB PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA YANG TIDAK SESUAI DENGAN BAHASA IBU PADA SEORANG ANAK Fatikhah, Nur
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v5i1.18278

Abstract

Setiap daerah di Indonesia mempunyai bahasa daerah berbeda-beda yang digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain. Biasanya, bahasa daerah adalah bahasa yang paling berkesan bagi anak-anak.  Pemerolehan bahasa pada anak disebut bahasa pertama atau bahasa ibu. Bahasa primer merupakan bahasa utama yang dikuasai seseorang sejak awal kehidupannya melalui pergaulan dengan keluarga dan lingkungan di sekitar anak. Namun, kenyataannya saat ini bahasa daerah tidak menjadi bahasa pertama. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat penyebab pemerolehan bahasa pertama yang tidak sesuai bahasa ibu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, Simak dan catat. Dari hasil wawancara tersebut, peneliti memperoleh penyebab dari seorang anak yang bahasa pertamanya tidak sesuai dengan bahasa ibu. Pertama, bahasa Indonesia digunakan oleh Masyarakat secara dominan dalam berkomunikasi baik. Kedua, anak mudah untuk bergaul dan berkomunikasi dengan lancar dengan orang yang ada di sekitarnya. Ketiga, pengaruh lingkungan tempat tinggal yang menjadi pengaruh besar untuk menggunakan bahasa Indonesia.  Keempat, pengakuan penggunaan bahasa Indonesia saat berkomunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga yang mengalami perkembangan di lingkungan masyarakat penuturnya.
Peran Guru dalam Membentuk Karakter Islami pada Anak Usia Dini Fatikhah, Nur; Syahanda, Rahmania; Sakinah, Siti; Syintia, Ulianta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru dalam membentuk karakter Islami pada anak usia dini. Karakter Islami yang diharapkan terbentuk pada anak meliputi nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia lainnya yang sesuai dengan ajaran Islam. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses ini, mulai dari memberikan teladan yang baik, mengajarkan nilai-nilai agama melalui kegiatan sehari-hari, hingga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan karakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk menganalisis peran guru, mengidentifikasi metode pembelajaran, evaluasi implementasi pendidikan karakter islami, kolaborasi dengan orang tua, pengembangan rekomendasi, serta kontribusi terhadap literatur pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dan menguraikan hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa guru dengan pemahaman mendalam tentang pendidikan Islam serta kemampuan untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh dalam membentuk karakter Islami anak. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua juga menjadi faktor penting dalam mendukung pembentukan karakter ini. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai model dan pembimbing yang mampu mengarahkan anak-anak menuju pembentukan karakter Islami yang kuat sejak usia dini. Penelitian ini menyoroti peran guru sebagai model teladan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Dengan menekankan bahwa guru harus menghidupkan nilai-nilai Islami dalam setiap tindakan dan interaksi, penelitian ini menambahkan dimensi praktis dan aplikatif dalam upaya pembentukan karakter.