Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Bimbingan Belajar untuk Meningkatan Kualitas Belajar Anak di Desa Tirtomarto Pebrianti, Chindi; Ambarawati, Mika; Wijayanti, Rina; Rochsun, Rochsun
JPM PAMBUDI Vol 8 No 01 (2024): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v8i01.4422

Abstract

This article aimed to help parents improve the quality of their children's education at home. Learning at home is an important focus. However, the preliminary study done in Tirtomarto Village showed children had low motivation to learn at home. Children tended to be lazy to study when they were with their parents. They said that studying at home tended to be boring. Therefore, it is hoped that tutoring can be a solution to help parents in the learning process at home. It is also expected that tutoring is expected can improve the quality of learning and motivation to learn.
Representation Obstacles in Semantic Processes for Geometric Problem Solving Agustin, Ririn Dwi; Rochsun, Rochsun
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.19751

Abstract

Mathematics is a fundamental subject in the curriculum, but many students still struggle when it comes to representing, interpreting, and connecting mathematical information in solving geometry problems. Previous research has generally addressed learning obstacles from conceptual, procedural, didactic, or epistemological perspectives, but has not specifically examined how representational obstacles emerge within the semantic process as students construct mathematical meaning. This study addresses this gap. The aim of this research is to describe the representational obstacles experienced by students during the semantic process of solving geometric problems. In this study, the semantic process is defined as a series of activities to construct meaning through reading, sorting information, identifying keywords, connecting concepts, constructing arguments, verifying solution steps, and drawing conclusions in the form of visual, symbolic, and verbal representations. The study employed an exploratory qualitative approach involving 51 students grouped into high, medium, and low ability levels. The basis for identifying representational obstacles was established through an analysis of geometric problem-solving test results, written work traces, and interviews across five semantic stages: sequencing, identification, argument formulation, verification, and conclusion, taking into account inaccuracies, incompleteness, or failures in inter-representational transformation. The research results indicate that high-ability subjects tend to experience visual, symbolic, and verbal obstacles in the early stages, whereas subjects with moderate and low abilities predominantly experience verbal and symbolic obstacles. In the verification stage, all groups exhibited relatively similar symbolic and verbal obstacles, indicating a common difficulty in formalizing and testing the validity of solutions. Theoretically, this study reinforces the understanding that representational obstacles are not only related to conceptual mastery but also to failures in the meaning-making process during the semantic stage. Practically, these findings provide a foundation for developing more targeted geometry learning strategies to strengthen inter-representational translation, mathematical argumentation, and solution validation.
Tradisi Tolak Bala ( Ruwatan Sengkolo) di Kelurahan Mergosono Kota Malang Meydyah Palupi, Kartika; Sunuyeko, Nurcholis; Rochsun, Rochsun; Bashofi, Ferdinan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.16

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan pulau hingga flora dan fauna, lebih terdiri dari puluhan ribu suku dan ras ataupun golongan. Jawa menjadi salah satu suku terbesar yang ada di Indonesia dan yang kaya akan budaya dan tradisi. Masyarakat jawa mempunyai tatanan suatu budaya yang membentuk kepercayaan bahwa manusia yang dilahirkan membawa takdirnya sendiri yaitu takdir baik maupun buruk. Tradisi ruwatan dalam Masyarakat Jawa sebagai simbol untuk menolak bala yang ada pada sekitar mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tradisi Ruwatan Sengkolo, proses dan pandangan masyarakat terhadap Tradisi Ruwatan Sengkolo. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di Kelurahan Mergosono, Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Ruwatan Sengkolo terjadi karena adanya kesialan dan malapetaka di wilayah Kelurahan Mergosono, namun hal tersebut dapat terhindarkan dengan Tradisi Tolak Bala (Ruwatan Sengkolo). Makna Ruwatan sengkolo adalah menyucikan diri dari kesialan dan malapetaka dan dilakukan secara berkala (Sengkolo)
Tradisi Batar Manaik dalam Masyarakat Suku Malaka : Studi Kasus di Desa Builaran Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur Bete, Menciana; Khotimah, Khusnul; Sunuyeko, Nurcholis; Rochsun, Rochsun; Novariyanto, Rizki Agung
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.81

Abstract

Tradisi batar manaik adalah salah satu tradisi yang di lakukan setiap tahun di Suku Malaka Tafatik(Istana) yang berada di Desa Builaran. Batar Manaik adalah salah satu tradisi adat tahunan di Kabupaten Malaka yang sudah berlangsung lama sejak ratusan tahun yang lalu.Tujuan untuk mempersembahkan upeti rakyat Wehali kepada Raja Liurai.tradisi ini digelar untuk mengenang kembali tradisi,budaya peninggalan leluhur pada jaman dulu.tradisi ini diadakan setiap bulan agustus setelah panen jagung.Tujuan dari penelitiana ini adalah untuk mengetahui makna tradis batar manaik yanag ada di Suku Malaka Desa Builaran,juga untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaannya,serta Nilai-nilai apa saja yang di dapat dalam tradisi batar manaik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif.hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi batar manaik di Desa Builaran merupakan tradisi turun temurun dari leluhur mereka.sebuah tradisi yang harus di hadapi dan terus di lestarikan. juga untuk mempererat tali Persaudaraan dan menjaga kelestarian budaya lokal yang ada dalam kehidupan masyarakat Wehali.
NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA PANEN PADI SEBAGAI BENTUK SOLIDARITAS SOSIAL DI DESA BALILEDO SUMBA BARAT Ria Ina, Merita; Sunuyeko, Nurcholis; Rochsun, Rochsun; Fatmawati, Fatmawati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 5 No. 1 (2023): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v5i1.312

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menggambarkan nilai Kearifan Lokal upacara Panen Padi sebagai bentuk solidaritas sosial di Desa Bailedo Sumba Barat. Panen padi sebagi ciri khas desa Baliledo yang tidak sama dengan panen padi yang ada di wilayah atau daerah lain di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala adat dan masyarakat setempat. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif untuk menggambarkan data secara sistematis, faktual, dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara panen padi di desa Baliledo dianalisis dengan teori interaksi simbolik dan memperoleh hasil yaitu upacara panen-panen padi dengan berbagai proses adat istiadat sebagai kearifan lokal setempat dan membentuk suatu solidaritas sosial salah satunya adalah gotong royong dalam melaksanakan kegiatan menanam maupun panen padi yang ada di Desa Baliledo Sumba Barat.
Tradisi Bhubhuwen sebagai Hubungan Timbal Balik pada Masyarakat Desa Ponjanan Barat Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan Sulaiman, Sulaiman; Sunuyeko, Nurcholis; Rochsun, Rochsun; Rahadian, Septa
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1217

Abstract

Masyarakat desa tidak akan pernah terlepas dari yang namanya tradisi, khusus nya di desa ponjanan barat batu marmar berupa tradisi bhubhuwen dari dulu hingga sampai sekarang tradisi tersebut terjaga dengan baik tidak pernah hilang, dikarenakan tradisi tersebut sebagai hubungan timbal balik pada saat melakukan resepsi pernikahan yang artinya saling bantu membantu secara finansial. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif untuk mengungkapkan serta menjelaskan implementasi sebenarnya dari tradisi bhubhuwen di desa Ponjanan Barat Batu Marmar Pamekasan. Pendekatan pengumpulan data melibatkan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengorganisir data secara sistematis dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, serta menyoroti aspek yang signifikan untuk ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bhubhuwen di desa Ponjanan Barat Batu Marmar Pamekasan menggambarkan praktik kontribusi dalam acara pernikahan, di mana kontribusi tersebut berbentuk utang yang harus dikembalikan dengan jumlah yang sama.
Eksistensi Kesenian Bantengan "Lembu Sobo Cilik" di Kecamatan Wajak Cahya Ningrum, Sartika; Sunuyeko, Nurcholis; Rochsun, Rochsun; Ulumi Firdausi, Faizah; Agung Novariyanto, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2732

Abstract

Tradisi Bantengan adalah seni pertunjukan tradisional Jawa Timur yang menggabungkan unsur sendratari, kanuragan, musik, dan syair/mantra dengan nuansa magis, serta melibatkan kesurupan pemain dalam pertunjukan. Di Wajak, kabupaten Malang eksistensi kesenian ini masih banyak diminati masyarakat dari berbgai kalangan mulai anak-anak hingga lansia. Di Wajak ada Komunitas bantengan Lembu Sobo yang dimana para pemainya adalah anak-anak usia sekolah dasar. Lembu Sobo Cilik juga memiliki populeritas yang tinggi di Wajak. Eksistensi Kesenian bantengan Cilik “Komunitas Lembu Sobo” di Kecamatan Wajak merupakan penelitian kualitatif yang dijelaskan dengan analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, menggunakan teknik observasi dan wawancara terhadap sebagian masyarakat di Wajak. Penelitian ini didasari dengan tujuan untuk menggambarkan secara jelas dan lebih terperinci berdasarkan pengalaman subjektif yang dialami informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Komunitas Lembu Sobo cilik memiliki populeritas yang tinggi di Wajak. Keunikan Kesenian Bantengan menjadi daya tarik utama kesenian ini untuk manarik minat generasi muda. Eksistensi Lembu Sobo Cilik merupakan wadah bagi generasi muda di Wajak untuk melestarikan dan menjaga budaya lokal agar tidak hilang dan tergerus oleh arus globalisasi.