Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Art Therapy Melukis di Atas Kain Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan di Surabaya Anindya Arum Cempaka; Maria Theresia Arie Lilyana
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v5i1.899

Abstract

Various kinds of problems and pressures inmates (WBP) face during the punishment can trigger psychiatric issues. These psychiatric problems can manifest as actions that harm the environment or each other. Humans themselves are never separated from the dynamics of emotions in their lives. However, when life is at its lowest point, negative emotions spiral out of control and become a ticking time bomb. Negative emotions at their peak need to be channeled so as not to destroy the human being himself. The channeling of negative feelings does not have to be conducted concretely through words but through a cathartic process through works of art. Artworks can be a symbolic embodiment of life storylines, trauma, or anxiety. Art therapy activities aim to be catharsis or release of emotions in dealing with life's pressures so that participants can feel more prosperous while serving their sentences. Evaluation of activities through observation and interviews with participants, and the results are 13 participants expressed satisfaction with the activities that had been carried out.
Sosialisasi Tentang Pencegahan Resiko Jatuh dan Senam Keseimbangan Bagi Lanjut Usia Maria Theresia Arie Lilyana; Anindya Arum Cempaka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.10442

Abstract

ABSTRAK Pertambahan usia yang terjadi berdampak pada sistem muskuloskeletal dan keseimbangan pada lanjut usia. Penurunan fungsi tubuh tersebut meningkatkan resiko jatuh akibat sendi dan otot kurang mampu menjaga keseimbangan tubuh penyebab lanjut usia jatuh. Pendidikan Kesehatan tentang resiko jatuh pada lansia dan pencegahan yang dapat dilakukan melalui senam keseimbangan merupakan solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lanjut usia tentang resiko jatuh dan pencegahan yang dapat dilakukan dengan senam keseimbangan. Metode kegiatan berupa pendidikan kesehatan menggunakan media power point dan booklet tentang resiko jatuh pada lanjut usia serta demonstrasi senam keseimbangan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan lanjut usia tentang resiko jatuh yang mungkin terjadi bagi lanjut usia berdasarkan hasil pretest dan posttest melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan diberikan serta keaktifan selama mengikuti kegiatan dan demonstrasi senam keseimbangan. Kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan lanjut usia tentang resiko jatuh akibat pertambahan usia dan pencegahan melalui senam keseimbangan.  Kata Kunci: Lanjut usia, Pencegahan, Resiko Jatuh, Senam Keseimbangan  ABSTRACT Increasing age that occurs has an impact on the musculoskeletal and balance system in the elderly. This decrease in body function increases the risk of falling due to joints and muscles not being able to maintain body balance which causes the elderly to fall. Health education about risk of falling and prevention that can be done through balance exercises are the solutions offered in this activity. This community service activity aims to improve elderly’s knowledge about the risk of falling and prevention through balance exercises. The activity method is in the form of health education using powerpoint and booklets about the risk of falling in the elderly as well as demonstrating balance exercises. The results of this activity showed that there was an increase in the elderly’s knowledge about the risk of falling that might occur for the elderly based on the results of the pre-test and post-test through questionnaires given before and after health education was given and activeness during participating in this activities and demonstration of balance exercise. this community service activity is useful in increasing the knowledge of the elderly about the risk of falling due to age and prevention through balance exercise. Keyword: Elderly, Prevention, Fall Risk, Balancing Exercise
Gambaran kepatuhan lansia dalam pencegahan penularan Covid-19: Studi Kualitatif Anindya Arum Cempaka; Maria Theresia Arie Lilyana
JURNAL NERS LENTERA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Most of the world's population is elderly. Older people are a vulnerable group during the Covid-19 period. An older adult will experience decreased cognitive abilities, physiological functions, physical fitness and body immunity. Older adults with chronic or comorbid illnesses are significantly more susceptible than others. Purpose: This study aims to explore the description of elderly compliance in preventing transmission of Covid-19 so that it brings benefits, especially in the field of nursing, so that it can improve the quality of life of older people in the future. Research method: This qualitative study with Colaizzi data analysis involving 10 participants in Surabaya. Results: In-depth interviews conducted with respondents resulted in 4 themes, namely: 1) Health protocols followed by older adults; 2) Sources of information on how to prevent transmission; 3) Factors supporting transmission prevention measures. Conclusion: Education and training programs regarding disease prevention strategies, the long effects of covid, and how to distinguish between hoaxes and valid information from the internet are highly recommended.Keywords: elderly; prevention of transmission; covid-19
Studi fenomenologi: Makna dari kesejahteraan bagi lanjut usia Lilyana, Maria Theresia Arie; Cempaka, Anindya Arum
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 8 No 2 (2023): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v8i2.1272

Abstract

Introduction: Elderly is the final period of human growth and development, changes occur in terms of physical, psycho, social and spiritual will become more mature. These changes require the ability of the elderly to adapt to the changes experience, so that they are satisfied undergoing their life, and ultimately have an impact on well-being. Objective: Determine the meaning of well-being for the elderly. Method: Qualitative research with 12 participant who met the inclusion criteria until saturated data. Data collection was carried out by in-depth interviews using a voice recorder and guided question. The results of the interviews were followed by verbatim transcripts and data analysis using Colaizzi’s to produce research themes that would be described as research results. Result: The theme in this study is the meaning of well-being for the elderly, factors supporting feelings of well-being and activities that support feelings of well-being.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP TINGKAT STRESS, KECEMASAN, DAN DEPRESI PADA REMAJA maryuti, ira ayu; Cempaka, Anindya Arum; Pae, Kristina; Mare, Agustina Chriswinda Bura
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i4.1700

Abstract

Remaja adalah masa peralihan dari usia kanak-kanak ke dewasa. Menurut WHO remaja merupakan penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, sedangkan menurut Kementerian Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014; remaja merupakan penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Pada masa remaja ini belum ada kemantapan dalam diri remaja dan terjadi banyak perubahan baik secara fisik, psikis dan sosial, sehingga rentan muncul masalah yang bisa datang dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar diri diantaranya adalah: stress, kecemasan dan depresi. Pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada proses adaptasi remaja, karena orang tua adalah lingkungan terdekat dalam mempelajari segala sesuatu dan menjadi tempat pertama seorang individu beradaptasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan pola asuh terhadap stres, kecemasan dan depresi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional Rank Spearman. Responden penelitian adalah di Fakultas Keperawatan Universitas Citra Bangsa Kupang sebanyak 170 mahasiswa. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Scale of Parenting, yang telah dimodifikasi oleh Abdul dan Abidha untuk mengetahui pola asuh, dan kuesioner DASS 42 untuk mengetahui tingkat stress, kecemasan dan depresi. Analisa data penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil penelitian berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan pola asuh terhadap tingkat stres didapatkan hasil p= 0,030 (<0,05), polaasuh terhadap kecemasan didapatkan hasil p= 0,024 (<0,05), dan pola asuh terhadap depresi p= 0,052 (>0,05). Berdasarkan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa pola asuh berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat stres, kecemasan dan depresi pada remaja.
Gambaran Well Being Lansia yang Aktif Berkegiatan di Komunitas Gereja Lilyana, Maria Theresia Arie; Cempaka, Anindya Arum; Manungkalit, Maria; Sukmawati, Ermalynda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16798

Abstract

ABSTRACT Elderly people will experience several biopsychosocial changes. These changes not only affect him physically, but also affect his mental condition. The environment or community has an influence on achieving wellbeing for the elderly to accomodate of self-actualization. Aim of this research to descript of wellbeing in elderly people who are active in church communities. This research mthod used is decriptive analytical. The research was carried out from February to June 2023 with research respondents being elderly people who actively participated in Church elderly activities. The number of respondents in the study was 48 elderly people. The research sample was taken using purposive sampling. The measuring tool used is the Ryff Psychological Wellbeing Scale (PWB). Data processing on wellbeing and wellbeing dimensions uses mean values. The results showed that 24 (50%) respondents had good wellbeing and 24 (50%) had low wellbeing. Based on the result of this research, the picture of the well-being of elderly people who are active in church communities is influenced by the domains of self-acceptance, environment and relationships. The lowest domain in this research is life goals because elderly people feel that when they get older they no longer have any bigger life goals they want to achieve. Elderly people who are active in activities in the church community feel prosperous because they feel accepted, feel like they are part of the community and are able to control their activity environment.  Keywords: Activities, Community, Elderly, Well Being.  ABSTRAK Lanjut usia akan mengalami beberapa perubahan secara biopsikososial. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi secara fisik saja, namun juga memengaruhi kondisi kejiwaannya. Lingkungan atau komunitas memiliki pengaruh pencapaian wellbeing bagi lansia sebagai sarana aktualisasi diri. Penelitian   ini   memiliki tujuan   untuk   mengetahui   gambaran   wellbeing   pada   lanjut usia yang aktif berkegiatan di komunitas gereja. Metode penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif analitik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2023 dengan responden penelitian adalah lansia yang aktif mengikuti kegiatan lansia Gereja. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 48 orang lanjut usia. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Ryff Psychological Wellbeing Scale (PWB). Pengolahan data wellbeing dan dimensi wellbeing menggunakan nilai mean. Hasil penelitian menunjukkan 24 (50%) responden memiliki wellbeing yang baik dan 24 (50%) wellbeing rendah. Berdasar hasil penelitian ini gambaran wellbeing lansia yang aktif berkegiatan di komunitas gereja dipengaruhi oleh domain penerimaan diri, lingkungan dan relasi. Domain terendah yang memengaruhi wellbeng adalah tujuan hidup karena lansia merasa saat usia lanjut tidak ada lagi tujuan hidup lebih besar yang ingin dicapai. Lansia yang aktif dalam kegiatan di komunitas gereja merasakan sejahtera karena merasa diri diterima di komunitas tersebut, merasakan menjadi bagian dalam komunitas dan mampu mengontrol lingkungan beraktivitas. Kata Kunci: Kegiatan, Komunitas, Lanjut Usia, Well Being.
EDUCATION ABOUT AGING AND CHAIR EXERCISE TO MAINTAIN ELDERLY MOBILITY Lilyana, Maria Theresia Arie; Cempaka, Anindya Arum
Community Service Journal of Indonesia Vol 6 No 2 (2024): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v6i2.725

Abstract

Problems in the elderly that often become a concern include immobilization and instability causes aging. This problem can accompanied by chronic diseases such as Hipertension and Diabetes Mellitus. If it does not receive proper attention and treatment, it can disrupt the quality of life of the elderly. Based on that finding Community service activities are carried out through education about the aging process and the changes that occur with age. The education provided is useful in increasing the knowledge of the elderly as shown by the pre and post results, there is an increase in good knowledge results from 8 people (35%) to 11 people (47%) and low knowledge from 7 people (30%) to 5 people (22%). The physical activity demonstration "chair exercise" was well attended by the participants. This is demonstrated by the participants' active participation in the activity from start to finish and the movements are carried out well according to the guidelines.
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP STADIUM PASIEN KANKER Cempaka, Anindya Arum; Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sakoikoi, Maria Yohana Patricia
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.273

Abstract

Risiko mengalami kanker diduga akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang karena semakin menua usia menyebabkan proses kemunduran organ tubuh. Pendidikan seharusnya berdampak kepada tingginya tingkat pemahaman saat menerima informasi sehingga memengaruhi pola berpikir dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kesehatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi populasi semua pasien kanker di dua wilayah kerja Puskesmas di Surabaya. Sampel berjumlah 28 dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen dalam ini adalah stadium kanker sedangkan variabel independennya adalah usia dan tingkat pendidikan. Data dianalisis dengan SPSS dengan uji Spearman. Hasil analiss statistik hubungan antara usia dan stadium kanker didapatkan nilai p=0.003 (p<0,05), sedangkan pada tingkat pendidikan dan stadium kanker didapatkan nilai p=0.047 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan tingkat pendidikan dengan stadium kanker. Usia adalah salah satu faktor risiko untuk kejadian kanker karena faktor penurunan fungsi organ tubuh, imunitas, dan peningkatan mutasi genetik sel. Tingkat pendidikan berhubungan dengan kecerdasan emosi dan kemampuan memilih strategi koping adaptif saat stres. Kondisi mental yang buruk berkontribusi terhadap progresifitas dan pengobatan kanker. Pendidikan yang lebih tinggi memungkinkan peningkatan produktivitas dan pendapatan. Individu dengan pendapatan dan jenis pekerjaan yang lebih baik berpeluang untuk melakukan screening pemeriksaan kanker lebih dini. Kesimpulannya yaitu faktor yang berhubungan dengan stadium pada penderita kanker adalah usia dan tingkat pendidikan. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan meneliti faktor lain yang berhubungan dengan stadium pada pasien kanker.
THE ASSOCIATION BETWEEN STRESS AND SMOKING HABITS AMONG PRISONERS AT THE SURABAYA CORRECTIONAL INSTITUTION Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i1.1192

Abstract

Background: Imprisonment is a big part of the stressor. People who initially live freely are stripped of their independence and freedom in a prison or detention center. They are always monitored and restricted in their movements and behavior. In addition, they cannot interact with their family, have to live in prison with strict supervision, and need some adjustments to live a new life. Everyone has different ways of coping with stress; some take a positive way while others take a negative one, such as smoking. Methods: This study uses a correlation design with a cross-sectional approach. This research was carried out in December 2022 at the Surabaya Correctional Institution, involving 35 male adult respondents. A modified questionnaire was used as the instrument to obtain information about the independent variable, i.e., smoking. Meanwhile, the Perceived Stress Scale questionnaire sheet was used as the instrument to find out about the dependent variable, i.e., the level of stress. The bivariate analysis used the Spearman rank test with a significance level of 95% (?=0.05) using SPSS 17. Result: The results show a p-value ?0.05, indicating a relationship between stress and smoking among prisoners. Officers and prisoners who live and are serving criminal sentences are expected to be aware of stress and its causes. Therefore, they can appropriately manage stress to reduce and divert it positively and harmlessly.
Studi Fenomenologi: Peran Keluarga Dalam Perawatan Pasien Dengan Skizofrenia Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie; Maryuti, Ira Ayu
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.114

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat penyebab  gangguan terhadap realita, kesulitan berkomunikasi normal, afek tak wajar, kognitif terganggu dan ketidakmampuan melakukan kegiatan harian. Gangguan yang terjadi menyebabkan tingkat ketergantungan pada anggota keluarga sebagai caregiver. Peran caregiver dalam merawat pasien skizofrenia bermanfaat pada tingkat kesembuhan, kemandirian serta kualitas hidup yang baik. Tujuan penelitian: memberikan gambaran peran keluarga dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari peran caregiver dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam pada 14 caregiver yang memenuhi kriteria inklusi, selanjutnya dilakukan transkrip verbatim dan analisa data dengan metode colaizzi untuk mendapatkan tema hasil penelitian. Tema hasil penelitian yaitu:  pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ; peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit; aktualisasi diri dengan kondisi sakit. Peran keluarga sebagai pemberi asuhan dalam konsep sehat sakit secara signifikan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kualitas hidup orang dengan skizofrenia.  Aktualisasi diri bagi pasien skizofrenia dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki merupakan bentuk peran keluarga yang positif. Kondisi lingkungan sekitar yang positif dan tidak memberi label negatif berkontribusi bagi kondisi individu skizofrenia ke arah yang lebih baik sehingga mampu mandiri dan produktif dan mencegah kekambuhan