Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Literature Review : Pengaruh Cognitive Behaviour Therapy Terhadap Depresi Pada Remaja Cempaka, Anindya Arum
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v7i2.2116

Abstract

Pendahuluan: Remaja beresiko tinggi mengalami depresi karena adanya perubahan yang cepat dalam tubuhnya, serta ketidakseimbangan antara perkembangan fisik dan mental yang menyebabkan tingginya tingkat stres. Selain membutuhkan biaya yang tinggi untuk pengobatannya, depresi dikaitkan dengan hilangnya kualitas hidup. Untuk mengatasi depresi adalah dengan pemberian antidepresan yang memiliki sejumlah efek samping. Sedangkan salah satu psikoterapi penunjang untuk mengatasi depresi adalah dengan cognitive behaviour therapy. Metode: Pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: database Sage, Science Direct, Proquest, dan Google Scholar dari Januari 2013 sampai Agustus 2019. Keyword yang digunakan adalah “Cognitive behaviour therapy ”, “Depression/ Depresi”, “Adolescent/ Remaja” “ ; sehingga didapatkan 7 artikel untuk di-review. Kriteria inklusi meliputi efek penerapan cognitive behaviour therapy pada remaja yang depresi. Dari 7 penelitian yang termasuk dalam kriteria inklusi, 6 penelitian menggunakan metode randomized controlled trial, sedangkan satu penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasinya adalah penderita remaja yang mengalami depresi. Hasil: Dari 7 hasil penelitian menunjukan cognitive behaviour therapy efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada remaja. Kesimpulan: Cognitive Behaviour Therapy efektif menurunkan tingkat depresi pasien remaja. Kata kunci : Cognitive Behaviour Therapy, depresi, remaja
LITERATURE REVIEW: PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP ANSIETAS PADA PASIEN KANKER Cempaka, Anindya Arum
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v7i1.2488

Abstract

Pendahuluan: Kanker, sebagai salah satu masalah kesehatan yang mengalami peningkatan sangat cepat dan menjadi penyebab kedua kematian di dunia. Hal ini tentu menimbulkan ansietas pada mereka yang telah didiagnosa kanker. Untuk mengatasi ansietas adalah dengan pemberian psikotropika, namun hal tersebut memiliki efek samping. Salah satu alternatif mengurangi ansietas adalah dengan progressive muscle relaxation. Metode: Pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: database Sage, Sience Direct, Proquest, dan Google Scholar dari Januari 2013 sampai Juli 2019. Keyword yang digunakan adalah “Progressive Muscle Relaxation / Latihan Otot Progresif”, “Anxiety/ Ansietas”, “Cancer Patients/ Pasien kanker; sehingga didapatkan delapan artikel untuk di-review. Kriteria inklusi meliputi efek penerapan latihan otot progresif pada ansietas pasien kanker. Dari delapan penelitian yang termasuk dalam kriteria inklusi menggunakan metode randomized controlled trial, kuasi eksperimen, dan pre eksperimen. Populasinya adalah pasien kanker yang mengalami ansietas. Hasil: Dari delapan hasil penelitian menunjukan progressive muscle relaxation efektif dalam menurunkan ansietas pada pasien kanker baik pasien kanker yang mendapat pengobatan kemoterapi maupun yang mendapat pembedahan. Tiga penelitian menggabungkan progressive muscle relaxation dengan terapi lain yang sesuai. Kesimpulan: Progressive muscle relaxation efektif menurunkan ansietas pasien kanker.
Literature Review: Impact of Family Psychoeducation on the ability of families in caring the family members with schizophrenia Cempaka, Anindya Arum
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i2.2694

Abstract

Introduction: Family psychoeducation have emerged as a strongly supported evidence based practice in the treatment of schizophrenia. Family psychoeducation is designed to engage, inform, and educate family members, so that they can assist the person with schizophrenia in managing their illness. Method: This study aims to review the literature about implementation of family psychoeducation on the ability of families in caring the family members with schizophreni. Article search conducted electronically in some database : Sage, Sience Direct, Proquest, and Google Scholar, by January 2010 until August 2020. The keywords used were “Family psychoeducation”, “Schizophrenia”, “Family capability”, “Caring”, “Indonesia”. Results: Result showed in seven studies that Family psychoeducation effectively in improving the ability of family in treating people with schizophrenia. Conclusion: Family psychoeducation effectively in improving the ability of family in treating people with schizophrenia. Keywords: Family psychoeducation, Schizophrenia, Family capability, Caring, Indonesia.
Literature Review : Terapi Menulis Terhadap Kecemasan Korban Bullying di Indonesia Cempaka, Anindya Arum
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i2.4124

Abstract

Introduction: Bullying has significantly affected victims for a long time. The effect of bullying on victims is anxiety. Victims will also show lower levels of self-esteem and self-efficacy. If not handled, feelings of anxiety experienced by victims can increase the risk of depression and suicide. One therapy that can be used to overcome psychological problems in victims of bullying is to use writing therapy. Writing therapy can improve individual understanding in dealing with stress, anger, anxiety, and depression. Methods: The strategy of searching for research articles relevant to this research topic was carried out using the keywords: “writing therapy”, “anxiety”, “victims of bullying”, and “Indonesia”, to several major databases such as PROQUEST, EBSCO and GOOGLE SCHOLAR, with limitations time is from January 2013 to July 2022. Research articles are reviewed and selected according to the sample inclusion criteria. At the beginning of the search, 1117 articles were found relevant to the topic, but only 6 articles met the inclusion criteria. After that, the researcher assessed the 6 articles with Duffy's Research Appraisal Checklist Approach. Results: The results of 5 studies showed that writing therapy effectively reduced anxiety levels in victims of bullying in their teens and adults. Meanwhile, in research with respondents aged children, writing therapy is ineffective in reducing anxiety levels. Conclusion: Writing therapy effectively reduces anxiety levels in adolescent and adult respondents.
Gambaran kepatuhan lansia dalam pencegahan penularan Covid-19: Studi Kualitatif Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i1.5340

Abstract

Introduction: Most of the world's population is elderly. Older people are a vulnerable group during the Covid-19 period. An older adult will experience decreased cognitive abilities, physiological functions, physical fitness and body immunity. Older adults with chronic or comorbid illnesses are significantly more susceptible than others. Purpose: This study aims to explore the description of elderly compliance in preventing transmission of Covid-19 so that it brings benefits, especially in the field of nursing, so that it can improve the quality of life of older people in the future. Research method: This qualitative study with Colaizzi data analysis involving 10 participants in Surabaya. Results: In-depth interviews conducted with respondents resulted in 4 themes, namely: 1) Health protocols followed by older adults; 2) Sources of information on how to prevent transmission; 3) Factors supporting transmission prevention measures. Conclusion: Education and training programs regarding disease prevention strategies, the long effects of covid, and how to distinguish between hoaxes and valid information from the internet are highly recommended.Keywords: elderly; prevention of transmission; covid-19
Prediktor Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Penyakit Kronis Dengan Komorbiditas di Panti Werdha Sari, Ni Putu Wulan Purnama; Cempaka, Anindya Arum; Pae, Kristina; Carlos, Dominikus Andriano
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5890

Abstract

Pendahuluan: Lansia rentan mengalami penyakit kronis akibat penuaan yang mampu memicu stres psikologis. Stres merupakan prediktor terkuat dari kualitas tidur yang buruk. Terkadang, penyakit kronis yang muncul lebih dari satu, dimana penyakit penyerta disebut komorbiditas. Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktor kualitas tidur pada lansia penderita penyakit kronis dengan komorbiditas pada setting panti werdha. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah semua lansia penderita penyakit kronis dengan komorbiditas di salah satu panti werdha di Surabaya. Sampel adalah total populasi (n=30). Instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan dalam pengumpulan data. Uji regresi linear dan ordinal digunakan untuk menganalisis data (α=0,05). Hasil: Mayoritas responden adalah lansia laki-laki (57%), manula (87%), menderita diabetes mellitus (60%) dengan komorbiditas asma (36%), dan kualitas tidurnya buruk (90%). Prediktor kualitas tidur yang terbukti signifikan pada kelompok populasi ini adalah onset tidur (p=0,000) dan rasa kantuk saat aktivitas (p=0.000). Pembahasan: Latensi tidur dan disfungsi siang hari merupakan prediktor kualitas tidur yang signifikan pada kelompok populasi ini. Kesimpulan: Mayoritas item dalam PSQI tidak mampu mengkaji kualitas tidur lansia yang memiliki penyakit kronis dengan komorbiditas, kecuali item 2 dan 7 tentang onset tidur dan rasa kantuk saat aktivitas. 
Studi Literatur: Hubungan Ansietas dan Kualitas Tidur Pasien Asma Sukmawati, Ermalynda; Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie; Maryuti, Ira Ayu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7710

Abstract

Pendahuluan: Masalah keperawatan yang kerap dialami pengidap asma salah satunya ansietas atau kecemasan. Gangguan emosional stres dapat mencetuskan asma pada beberapa orang, selain itu juga dapat memperberat serangan asma bila respon stres yang tidak tertangani dengan baik. Serangan asma dapat mengganggu istirahat dan tidur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan kata kunci sesuai PICOT: “anxiety” “kecemasan” “cemas” “kualitas tidur” “pasien asma”, ke beberapa database mayor seperti PROQUEST, EBSCO dan GOOGLE yang selanjutnya dikumpulkan dalam aplikasi Mendeley untuk mempermudah melakukan analisis pada akhir penetian. Artikel jurnal yang telah terkumpul diseleksi menggunakan metode PRISMA. Tahap selanjutnya, peneliti menilai 6 artikel tersebut dengan Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach. Hasil: Dari 6 artikel didapat hasil terdapat hubungan antara ansietas dan kualitas tidur pengidap asma. Pembahasan: serangan asma yang muncul sewaktu-waktu, menimbulkan kecemasan bagi responden. Kecemasan terjadi karena ketakutan yang dialami bila serangan terjadi dan tempat tinggal mereka yang jauh dari layanan kesehatan, serta menganggu aktifitas harian penderita asma. Kecemasan yang dialami akibatnya akan membuat responden terjaga di malam hari sehingga kualitas tidurnya mengalami gangguan. Kontrol emosi diperlukan sebagai bentuk koping adaptif mengatasi kecemasan yang dialami. Kesimpulan: Ansietas akan memengaruhi kualitas tidur pada penderita asma, karena kecemasan menyebabkan penderita berfokus pada serangan asma yang dialami dan bagaimana mengatasinya.
Pendidikan Kesehatan Pencegahan Depresi pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan di Surabaya Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v5i1.2165

Abstract

Correctional Inmates are at risk of experiencing significant depression twice as much as the general population. Because prisoners have psychological vulnerability because of their status as convicts with a negative impression or stigma, the purpose of this community service is as a promotive and preventive effort, especially for correctional inmates in promoting the prevention of depression so that they can achieve optimal mental health. Correctional institutions and WBP are partners in this community service. The method of community service activities is health education or counselling using the lecture method. PowerPoint media was used to support the activity's success while teaching material in leaflets was distributed after the counselling event. The activity ended with the completion of the posttest by the participants to measure the participants understanding. The indicator of the success of this activity is the increase in participants' knowledge about depression prevention. Results of the data analysis showed an influence of health education on depression prevention on the participant's level of knowledge. So it can be concluded that this activity affects the knowledge of participants. When a person receives information, it will affect the level of knowledge. In comparison, knowledge is an essential part of forming one's behaviour. Health education is expected to increase prisoners' knowledge to prevent depression while living in prison.
Pendidikan Kesehatan Tentang Koping Adaptif dan Guided Imagery Bagi Lansia Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18699

Abstract

ABSTRAK Stres dan kondisi mental yang terganggu dapat dialami manusia tak terkecuali lansia. Semakin bertambahnya usia seseorang akan memperbesar resiko permasalahan dalam hal fisik, ekonomi, pekerjaan dan sosial sehingga memengaruhi kondisi emosional. Individu memiliki cara tersendiri untuk mengatasi stres yang disebut dengan strategi koping sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Guided imagery merupakan teknik relaksasi dengan menggunakan imajinasi tujuan terapeutik. Manfaat dari guided imagery adalah untuk menurunkan tingkat stres. Kegiatan ini bertujuan membuat lanjut usia memiliki tingkat stres yang lebih rendah melalui pendidikan kesehatan tentang koping adaptif dan pelatihan guided imagery bagi lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan berupa ceramah dan diskusi serta pelatihan guided imagery. Sasaran peserta dalam kegiatan ini sebanyak 26 orang lansia yang bersedia untuk mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pre test dan post test, didapatkan peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik meningkat menjadi 77 %. Berdasarkan olah data menggunanakn spss Wilcoxon Hasil Sign Rank Test , didapatkan p-value = 0,027. Pendidikan kesehatan dan latihan guided imagery kepada lansia telah terlaksana dengan baik. Dari hasil pre dan posttest, maka diketahui terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan lansia mengenai koping konstruktif dalam mengatasi stres. Lansia juga mengatakan setelah melakukan guided imagery tubuh terasa rileks dan santai. Kata Kunci: Lanjut usia, Koping, Stres, Guided Imagery  ABSTRACT As a person gets older, the risk of physical, economic, work and social problems increases, thereby affecting emotional conditions. Individuals have their own ways of dealing with stress which are called coping strategies so they can adapt to their environment. Guided imagery is a relaxation technique that uses imagination for therapeutic purposes. The benefit of guided imagery is to reduce stress levels. This activity aims to make older people have lower stress levels through health education about adaptive coping and guided imagery. The method used in this community service is health education and guided imagery training. The target participants were 26 older people who were willing to take part in the activity. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that participants who had a good level of knowledge increased to 77%. Based on the spss Wilcoxon Sign Rank Test results, the p-value = 0.027. From the pre and post test results, it is known that there is a significant increase in the elderly's knowledge regarding constructive coping in dealing with stress. The elderly also said that after doing guided imagery the body felt relaxed. Keywords: Older People, Coping, Stress, Guided Imagery
Influence of family caregiver education level with their expressed emotion in caring for the elderly: (Study at the Surabaya community health center) Cempaka, Anindya Arum
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No 2 (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6i2.572

Abstract

Objective: The higher the level of education of a person, the wider the horizons of his thinking, so it is very helpful when a person grapples with stressful life events and develops coping skills to deal with stress. The stress faced by the caregiver will affect and increase expressed emotion. Caregivers with high expressed emotion are at risk of causing family members of person they cared for to experience stress. Methods: This is an observational analytic study with a cross-sectional design. A total of 56 family caregiver at Surabaya Community Health Centre participated in this study. The measuring instrument used is a sociodemographic questionnaire and a Family Questionnaire (FQ) assessing expressed emotion. Results: Statistical analysis generated a significant p-value of 0.000 with alpha of 0.05, thus the p-value ≤ 0.05. It indicated a significant association between education level with the expressed emotion of caregiver. Conclusion: The education level of the family of caregiver will affect their expressed emotion.