Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Pengaruh Nomophobia Terhadap Aktivitas Fisik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 Selama Pandemi Covid-19 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dahlan, Alwi; Donanti, Elita; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4130

Abstract

Background: During the current COVID-19 pandemic, many students are forced to learn with a different learning system than usual, namely the Distance Learning System. This system has caused many students to be more dependent towards their smartphones that can be associated with their everyday needs and can lead to high levels of anxiety and stress, therefore making Nomophobia one of the impacts for reduced physical activity. Methods: This study uses analytical survey method, and data was collected using a questionnaire. The population in this study are students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019. The sample selection used a simple random sampling technique. Data analysis was collected by using univariate and bivariate analysis. Results: Of the 154 respondents who are students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019, the results of the questionnaire showed that the highest results based on bivariate analysis were 38 respondents (24.7%) experiencing moderate to high nomophobia with moderate physical activity. Conclusion: There is no significant relationship between nomophobia and physical activity of students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019. In Islamic views, humans should not make possessions for their everything and always maintain health through good physical activity, and always to put their trust in Allah SWT.
Pengaruh Nomophobia Terhadap Pola Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2019 Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Perthama, Rayhan; Donanti, Elita; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4276

Abstract

Pendahuluan: Dalam era teknologi pesat ini, ketergantungan terhadap handphone tidaklah asing dan dengan kemajuan fitur-fitur pada handphone dapat menyebabkan kecanduan dan kecemasan yang dapat mengganggu keseharian kita. Kondisi ini dan pandemi COVID-19, mendorong banyak orang kepada suatu ketergantungan terhadap smartphone yang bisa disebut dengan nomophobia atau no mobile phone phobia. Ketergantungan dengan smartphone ini dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan ketidaknyamanan jika tidak berada pada smartphone mereka pada saat tertentu atau jika kehilangan koneksi dengan dunia digital. Salah satu dampak besar yang terjadi dari nomophobia adalah pola tidur yang buruk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik, data dikumpulkan dengan alat ukur berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2019. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Dari 154 responden yang merupakan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2019, hasil kuesionernya menunjukkan bahwa terdapat hasil tertinggi berdasarkan analisis bivariate adalah 69 responden ( 55,8% ) mengalami nomophobia menengah ke atas dengan pola tidur buruk. Simpulan: Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara nomophobia dengan pola tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2019. Dalam tinjauan Islam, umat muslim tidak boleh menjadikan harta benda segalanya dan selalu berusaha untuk mempunyai pola tidur yang baik serta senantiasa selalu berusaha tetap bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Berliannissa Diva Irvadianis; Donanti, Elita; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4356

Abstract

Pada tahun 2018, dilaporkan bahwa prevalensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita di wilayah Asia Tenggara mencapai 28,7%. Indonesia, sebagai salah satu negara di wilayah tersebut, tercatat sebagai negara ketiga dengan prevalensi tertinggi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, dengan rata-rata sebesar 36,4% dalam rentang tahun 2005-2017. Faktor penyebab melibatkan ketidakseimbangan antara lain asupan makanan dan kebutuhan balita, serta pengetahuan ibu yang berperan besar dalam mengatasi masalah gizi anak. Data pada tahun 2020 menunjukkan bahwa Jakarta Pusat menjadi penyumbang ketiga tertinggi dengan 989 balita yang memiliki gizi kurang dari total 6.047 balita di wilayah Jakarta. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu mengenai gizi terhadap status gizi balita di wilayah Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Metode penelitian ini menerapkan analisis rancangan cross-sectional dengan pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang diambil sebanyak 30 responden ibu yang memiliki balita berusia 12-59 bulan. data diperoleh melalui kuesioner dan pemeriksaan antropometri. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dalam dimensi univariat dan bivariat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value=1,000, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi balita. Peran ibu sebaiknya menerapkan pengetahuan gizi pada anak dengan memperhatikan frekuensi, jenis, dan jumlah asupan makanan balita. Pemerintah desa juga sebaiknya memantau status gizi anak balita melalui pengukuran antropometri secara berkala, dengan kerja sama pihak kesehatan atau kader untuk memberikan informasi tentang makanan seimbang.
Hubungan Jenis Pola Asuh dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Soraya, Aulia Ramadhani; Donanti, Elita; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4344

Abstract

Status gizi balita adalah tanggung jawab penting yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua. DKI Jakarta pada tahun 2020, terdapat 6.047 balita yang teridentifikasi mengalami kekurangan gizi. Salah satu faktor eksternal terhadap status tingkat gizi anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan pengetahuan ibu khususnya mengenai gizi, sikap dan perilaku. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tipe pola asuh dan status gizi balita di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan sebagai survei cross-sectional analitik. Jumlah sampel adalah 30 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik quota sampling. Data didapatkan dari kuesioner, pengukuran antropometri, dan informasi dari lingkungan Puskesmas. Hasil menunjukkan bahwa pada pola asuh demokratif diterapkan pada 19 orang (63,3%), pola asuh otoriter diterapkan pada 5 orang tua (16,6%), dan pola asuh permisif diterapkan pada 6 orang (20,0%). Kemudian, status gizi pada balita dengan kategori gizi baik yaitu 24 balita (80,0%). Sedangkan status gizi buruk yaitu 2 balita (6,7%). Terakhir, didapatkan nilai p value (0,417>0,05), sehingga mengartikan tidak terdapat hubungan dengan status gizi pada balita di wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat.
Hubungan Antara Pola Makan dengan Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Banten Karina Nurul Syifa Gita Shafira; Donanti, Elita; Purnamasari, Endah; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4905

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah fase transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan reproduksi. Rentang usia remaja bervariasi menurut sumber: WHO (10-19 tahun), Peraturan Menteri Kesehatan RI (10-18 tahun), dan BKKBN (10-24 tahun). Secara global, 19% populasi adalah remaja, dengan Asia Pasifik memiliki jumlah terbesar. Di Indonesia, terdapat 46 juta remaja, termasuk 22 juta remaja putri. Meskipun dianggap sehat, remaja Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan, seperti anemia. Anemia, sering disebabkan oleh defisiensi zat besi, berdampak pada pertumbuhan, reproduksi, dan risiko komplikasi kehamilan. Pola makan berperan penting; remaja vegetarian lebih rentan karena asupan zat besi nonheme kurang efektif diserap tubuh. Penelitian terkait pola makan dan anemia penting dilakukan untuk memahami faktor risiko dan pencegahannya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectionaluntuk menganalisis hubungan pola makan dengan anemia pada remaja putri usia 12–18 tahun di Desa Medong, Pandeglang. Sampel 30 responden diambil menggunakan quota sampling. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan Hb, lalu dianalisis menggunakan SPSS. Hasil : Pada pengujian hipotesis menggunakan analisis chi kuadratdidapatkan nilai P-value >0,05 yaitu sebesar 0,2 yang diartikanbahwa tidak ada hubungan antara pola makan dengan prevalensi anemia pada remaja putri di Desa Medong Pandeglang Banten. Hal ini bisa terjadi karena pengukuranpola makan bukan hanya dari asupan gizi setiap harinya namun dilihat juga intensitas makan, kepatuhan makan serta frekuensimakan sehari-hari. Kesimpulan : Hasil dari penelitian pengaruh pola makan dengan prevalensi anemia di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Banten tidak berpengaruh. Namun dapat dilakukan langkah preventif dengan mengimplementasikan nilai islam dalam pola makan seperti makan makanan halal dan thayyib.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Julitiana, Anandra; Donanti, Elita; Purnamasari, Endah; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4915

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja dengan rentang usia 10-19 tahun adalah fase penting untuk membangun kualitas tidur yang baik. Tidur berkualitas mendukung regenerasi sel, metabolisme, serta pembentukan hemoglobin, protein penting pengangkut oksigen dalam darah. Data menunjukkan prevalensi gangguan tidur di Indonesia adalah 10% dari jumlah penduduk, yaitu sekitar 28 juta jiwa. Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin, umum terjadi pada remaja putri akibat faktor seperti menstruasi dan kurangnya asupan zat besi. Data menunjukkan prevalensi anemia meningkat dari 21,7% pada 2013 menjadi 32% pada 2018% di Indonesia. Penelitian sebelumnya membuktikan hubungan antara kualitas tidur buruk dengan anemia. Oleh karena itu, studi ini mengkaji hubungan kualitas tidur dengan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Responden dalam penelitian ini adalah 30 remaja putri desa Medong, kabupaten Pandeglang yang berusia 12-18 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan data primer melalui kuesioner dan pemeriksaan hb menggunakan alat ukur yang mencakup variabel kualitas tidur dan status anemia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan prevalensi anemia (p<0,05). Faktor lingkungan dan aktivitas sehari-hari, serta pola tidur yang tidak teratur, seperti tidur larut malam dan durasi tidur yang kurang, menjadi faktor utama yang mempengaruhi risiko anemia. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur yang buruk berkontribusi pada tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Implementasi nilai-nilai Islam terkait pola tidur dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah anemia.