Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MINDFULNESS APP BERBASIS SMARTPHONE UNTUK MENGURANGI STRES Saripah, Eli; Handiyani, Hanny
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.223 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.97

Abstract

Stres merupakan penyebab banyak penyakit di masyarakat modern. Pengurangan stres berbasis mindfulness merupakan salah satu cara mengurangi tingkat stres yang dialami oleh seseorang. Karena meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan preventif terhadap stres, maka penting untuk mengembangkan strategi dalam mengelola stres pada smarthphone. Mindfulness dapat diintegrasikan ke dalam praktik terapi untuk mengurangi stres. Pelatihan berbasis bukti mampu mengurangi stres menggunakan mindfulness App pada smarthphone. Kajian ini betujuan untuk meninjau dan menganalisis secara sistematis mengenai efektivitas penggunaan mindfulness App untuk mengatasi stres. Metode kajian ini dirancang sebagai literature review dengan mengumpulkan literatur yang didapatkan dari database Scopus, ProQuest, dan Wiley Online Library. Uji coba ini menunjukkan bahwa meditasi mindfulness terpandu singkat yang disampaikan melalui smartphone dan dipraktikkan beberapa kali per minggu dapat meningkatkan hasil yang terkait dengan pengurangan stres dan kesejahteraan kerja, dengan efek yang berpotensi bertahan lama.
Dukungan Psikososial pada Remaja Melalui Sosialisasi dan Skrining Sehat Jiwa: Psychosocial Support in Adolescents Through Socialization and Mental Health Screening Saripah, Eli; Aminuddin, Aminuddin; Siregar, Hasbunsyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3960

Abstract

Introduction: Mental health is an inseparable part of physical health and is the main element in supporting the realization of a complete quality of human life. During adolescence, biological, psychological and social changes occur, but generally the physical maturation process occurs faster than the mental (psychosocial) maturation process. Adolescents are faced with various changes that are occurring within themselves and development targets that must be achieved according to their age. The aim of this community service activity is to increase youth mental health resilience with mental health literacy with a youth mental health support program through communication, information and education activities. This method takes the form of psychosocial support for teenagers through socialization and mental health screening. This activity was attended by 68 students who were given questionnaires before and after the activity. The results of the analysis increased the average student knowledge score regarding adolescent psychosocial support with a pre-test score of 48.28% and a post-test of 72.55%. The results of the SRQ-29 screening showed that the majority of students experienced post-traumatic stress disorder due to natural disasters in the area where they lived. The community service team's conclusion is that the process has been carried out based on the planned stages. Suggestions for students to further increase literacy regarding the development of psychosocial support for adolescents.
Sosialisasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Posyandu IBI Jabal Nur Khaira, Nuswatul; Faisal, T Iskandar; Lisnawati; Mangun, Mardiani; Saripah, Eli
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.47

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang dari sel-sel payudara yang mengalami pertumbuhan tidak terkendali. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, meskipun pria juga dapat terkena penyakit ini dengan prevalensi yang jauh lebih rendah. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita, yang menekankan urgensi pentingnya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini. Di Indonesia kasus kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Salah satu langkah efektif dalam mendeteksi dini kanker payudara adalah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Pemeriksaan SADARI terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi perubahan yang mencurigakan pada jaringan payudara sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui sosialisasi SADARI dalam upaya mendeteksi dini kanker payudara. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan edukasi 1 hari yaitu tanggal 7 September 2024 kemudian di lakukan observasi dan evaluasi satu kali kunjungan kepada peserta yaitu pada tanggal 21 September 2024 dalam melakukan SADARI. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pretest. Jika dilihat hasil postest 100% pengetahuan peserta tentang SADARI mengalami peningkatan.
Evaluasi Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penilaian Kesiapsiagaan Perawat dalam Menghadapi Bencana: Literature Review Putri, Novica Ariyanti; Saripah, Eli; Hasni, Hasni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6273

Abstract

Pelayanan kesehatan pada saat bencana merupakan faktor yang sangat penting dalam mencegah terjadinya kematian, kecacatan dan kejadian penyakit akibat bencana. Perawat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup perlu dipersiapkan untuk meminimalkan dampak negatif. Instrumen untuk mengukur kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana sangat penting dilakukan agar dapat mengirimkan petugas kesehatan terbaik dilokasi bencana. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dalam literature review untuk mendapatkan instrumen yang menilai kesiapsiagaan perawat menghadapi bencana.Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review untuk mendapatkan instrumen yang menilai kesiapsiagaan perawat menghadapi bencana. Pencarian artikel menggunakan PICO dengan memasukkan kata kunci serta bolean OR, AND, NOT. Pencarian terbatas pada tahun 2014–2024 dan ditulis dalam bahasa Inggris dalam empat database yaitu Springer Nature, PubMed dan Willey Online Library. Kriteria inklusi yang ditetapkan dalam pencarian jurnal adalah open access, quantitative, full text dan perawat teregistrasi. Kriteria eksklusi yang ditetapkan replikasi, meta analysis, systematic review, dan qualitative. Didapatkan 295 jurnal. Analisa dilakukan menggunakan checklist critical appraisal JBIHasil: Hasil skrining didapatkan 10 artikel yang sesuai untuk mengukur kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana. Uji validitas dilakukan dengan analisis faktor konfirmatori (CFA), analisis faktor eksploratori (EFA) serta analisis komponen utama (rotasi Promax dengan prosedur Normalisasi Kaiser, SPSS versi 15). Uji reliabilitas dengan melakukan uji konsistensi internal instrumen yang menilai kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana serta test-retest pada penelitian Tavan et all sebesar 0,82 dengan total varian 67,57%. Simpulan : Literature review ini mendapatkan hasil kuesioner disaster preparedness evaluation tool (DPET) dapat menjadi instrumen yang untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan dan mengukur kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana.
Kualitas Hidup Postpartum: Studi Komparatif antara Pasien Post-SC dan Post-ERACS Kurniawan, Rahmat; Indriani, Novi Widiah; Nurmiaty, Nurmiaty; B., Supriadi; Evie, Sova; Putri, Novica Ariyanti; Saripah, Eli; Khotimah, Siti Kusnul
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12690

Abstract

Pendahuluan penelitian ini adalah Kualitas Hidup Kesehatan Postpartum merupakan pemberian pelayanan kesehatan dengan didasarkan hasil pengukuran kualitas hidup akan menghasilkan suatu pelayanan kesehatan yang komprehensif. Ibu postpartum mengalami penurunan kualitas hidup karena nyeri yang dialami dari persalinan SC. Metode ERAS adalah teknik baru dalam pembiusan dengan prinsip perawatan perioperatif yang berbasis bukti, pendekatan secara multidisiplin serta dilakukan secara tim, dilakukan audit berkelanjutan dan terus dikembangkan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan kualitas hidup postpartum berdasarkan jenis persalinan di rsu kota Tangerang selatan dan rs permata sarana husada. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian komperatif. Penelitian ini dilakukan di 2 rumah sakit pada bulan Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post sc dan post eracs dengan jumlah 68 ibu yang melahirkan secara eracs dan sc. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien Eracs dan Sc di RSU Kota Tangerang Selatan dan RS Permata Sarana Husada (p-value = 0,000). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien post sc dan post ERACS.
SOSIALISASI SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI POSYANDU IBI JABAL NUR Lisnawati, Lisnawati; Khaira, Nuswatul; Mangun, Mardiani; Saripah, Eli
Sambulu Gana : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/sambulu_gana.v4i3.8552

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang dari sel-sel payudara yang mengalami pertumbuhan tidak terkendali. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, meskipun pria juga dapat terkena penyakit ini dengan prevalensi yang jauh lebih rendah. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita, yang menekankan urgensi pentingnya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini. Di Indonesia kasus kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Salah satu langkah efektif dalam mendeteksi dini kanker payudara adalah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Pemeriksaan SADARI terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi perubahan yang mencurigakan pada jaringan payudara sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui sosialisasi SADARI dalam upaya mendeteksi dini kanker payudara. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan edukasi 1 hari yaitu tanggal 7 September 2024 kemudian di lakukan observasi dan evaluasi satu kali kunjungan kepada peserta yaitu pada tanggal 21 September 2024 dalam melakukan SADARI. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pretest. Jika dilihat hasil postest 100% pengetahuan peserta tentang SADARI mengalami peningkatan.
Public Training on Introduction and First Aid for Cardiac Arrest at SMAN 1 Kubu Raya Ardiansyah, Fakrul; Baedlawi, Azhari; Amandus, Hieronimus; Handayani, Vitria; Saripah, Eli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i1.4207

Abstract

Background: The global incidence of out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) is a significant public health concern, though its precise rate in Indonesia remains unquantified. Cardiovascular diseases are a leading cause of mortality in Indonesia, contributing to a high burden of risk factors for OHCA. Enhancing community preparedness through basic life support (BLS) training is a critical strategy to improve survival rates. Objective: This study aimed to evaluate the impact of a BLS training program on the knowledge and practical skills of students at SMAN 1 Sungai Ambawang in managing cardiac arrest. Methods: A single-group, pre-test-post-test study design was employed. Participants' knowledge and skills were assessed immediately before and after a structured BLS training session. The Wilcoxon signed-rank test was used to analyze the differences in median scores, with a significance level of α < 0.05. Results: A total of 50 students participated. The median knowledge score increased from 63.66 (pre-test) to 86.50 (post-test). The median practical skills score demonstrated a more substantial improvement, rising from 36.00 to 94.06. The statistical analysis confirmed that these improvements were significant for both knowledge (p=0.001) and skills (p=0.001). Conclusion: A single session of BLS training significantly improved the knowledge and practical skills of high school students in cardiac arrest management. Implementing such training in school curricula is recommended to empower the lay public as potential first responders, thereby strengthening the chain of survival for OHCA victims in the community
Kualitas Hidup Postpartum: Studi Komparatif antara Pasien Post-SC dan Post-ERACS Kurniawan, Rahmat; Indriani, Novi Widiah; Nurmiaty, Nurmiaty; B., Supriadi; Evie, Sova; Putri, Novica Ariyanti; Saripah, Eli; Khotimah, Siti Kusnul
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12690

Abstract

Pendahuluan penelitian ini adalah Kualitas Hidup Kesehatan Postpartum merupakan pemberian pelayanan kesehatan dengan didasarkan hasil pengukuran kualitas hidup akan menghasilkan suatu pelayanan kesehatan yang komprehensif. Ibu postpartum mengalami penurunan kualitas hidup karena nyeri yang dialami dari persalinan SC. Metode ERAS adalah teknik baru dalam pembiusan dengan prinsip perawatan perioperatif yang berbasis bukti, pendekatan secara multidisiplin serta dilakukan secara tim, dilakukan audit berkelanjutan dan terus dikembangkan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan kualitas hidup postpartum berdasarkan jenis persalinan di rsu kota Tangerang selatan dan rs permata sarana husada. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian komperatif. Penelitian ini dilakukan di 2 rumah sakit pada bulan Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post sc dan post eracs dengan jumlah 68 ibu yang melahirkan secara eracs dan sc. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien Eracs dan Sc di RSU Kota Tangerang Selatan dan RS Permata Sarana Husada (p-value = 0,000). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien post sc dan post ERACS.
Hubungan Spiritual Well-Being Dengan Kualitas Hidup Pada Orang Dengan HIV/AIDS Nessy Anggun Primasari; Muttaqien, Salsabilla; Sandi, Yudisa Diaz Lutfi; Saripah, Eli; Wabula, La Rakhmat; Ardiansyah, Fakrul; Sitanggang, Yohana Agustina
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.397

Abstract

People diagnosed with HIV will experience stress and emotional distress because they feel that their lives are not what they expected, which will affect all aspects of their lives. Spirituality is believed to have a positive impact and provide strength so that people living with HIV/AIDS (PLWHA) are able to face problems in their lives with positive coping mechanisms. This study aims to determine the relationship between spiritual well-being and quality of life in people living with HIV/AIDS (PLWHA). This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design conducted at the Pamanukan Community Health Center. Respondents were selected using purposive sampling, resulting in 130 respondents. Data collection was conducted using the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and WHOQOL-HIV BREF questionnaires, which have been validated and proven reliable. The data obtained were analyzed using the Spearman Rank correlation test, yielding significant results (r < 0.001) with a moderate correlation coefficient (r = 0.458) and a positive direction of association. This indicates a relationship between spiritual well-being and quality of life among PLWHA, where higher spiritual well-being is associated with higher quality of life.
Pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa di Desa Buntuna Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-Toli Suswinarto, Dwi Yogyo; Saman, Saman; Saripah, Eli; Kurniawan, Rahmat; Evie, Hasni Sova; Putri, Novica Ariyanti; Azwar, Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24278

Abstract

ABSTRAK Saat ini kasus Orang dengan masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan jiwa (ODGJ) terus meningkat, Optimalisasi Upaya Kesehatan Jiwa bergeser dari Hospital mental health care mengarah pada Community mental health care. Untuk mendukung upaya berbasis masyarakat maka diperlukan adanya upaya Kesehatan jiwa pada tatanan Desa/Kelurahan. Semakin meningkatnya Kasus Gangguan jiwa, Kasus kekambuhan, kurangnya perhatian masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa di Masyarakat, peran Kader kesehatan jiwa yang  Belum Optimal , dukungan dan perhatian  dari  tokoh masyarakat serta aparat desa masih rendah. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk Desa Siaga Sehat jiwa dengan target kegiatan Adanya sosialisasi tentang upaya kesehatan jiwa pada aparat desa dan tokoh masyarakat, Pelatihan Kader,  kader melakukan pendataan dan pembinaan kepada keluarga serta terbentuknya pengurus Desa Siaga Sehat Jiwa. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan selama 3 Hari dari tanggal 31 Juli s/d 1 Agustus 2025, dengan rincian kegiatan; Sosialisasi Program Kesehatan jiwa didalam termasuk Desa Siaga Sehat Jiwa yang diikuti Tokoh Masyarakat, aparat desa dan Penanggung jawab program keswa Puskesmas, Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa diikuti oleh 18 kader, yang didahulu dengan pre test dan post Test dengan hasil nilai rata-rata Pre test 56 setelah pelatihan post test rata-rata 87, Pelaksanaan Pendataan  Deteksi kesehatan jiwa oleh kader telah didata  87 KK sebanyak 187 Jiwa dengan rincian hasil pendataan 134 sehat jiwa, resiko 54 jiwa dan 1 didapatkan mengalami gagguan jiwa. Serta pembentukan Pengurus Desa Siaga sehat Jiwa. Kesimpulan; Sosialisasi program Keswa pada tokoh masyarakat , pelatihan dan deteksi dini serta Desa siaga sehat jiwa telah terbentuk. Perlu pendampingan untuk kegiatan selanjutnya. Kata Kunci: Desa Siaga, Sehat Jiwa, Program Jiwa, Kesehatan Jiwa.  ABSTRACT Currently, cases of People with Mental Problems (ODMK) and People with Mental Disorders (ODGJ) continue to increase, Optimization of Mental Health Efforts is shifting from Hospital mental health care towards Community mental health care. To support community-based efforts, mental health efforts are needed at the Village/Sub-district level. The increasing cases of mental disorders, relapse cases, lack of public attention to people with mental disorders in the community, the role of mental health cadres is not optimal, support and attention from community leaders and village officials is still low. The purpose of this activity is to form a Mental Health Alert Village with the target of activities There is socialization about mental health efforts to village officials and community leaders, Cadre Training, cadres conduct data collection and guidance to families and the formation of Mental Health Alert Village administrators. The implementation of the activity was carried out for 3 days from July 31 to August 1, 2025, with details of activities; The socialization of the Mental Health Program within the Mental Health Alert Village was attended by Community Leaders, village officials, and the person in charge of the Community Health Center's mental health program. Mental Health Cadre Training was attended by 18 cadres, preceded by a pre-test and post-test with an average pre-test score of 56 after the training and an average post-test score of 87. The implementation of mental health detection data collection by cadres has recorded data on 87 families totaling 187 people with details of the data collection results: 134 mentally healthy, 54 at risk, and 1 found to have a mental disorder. As well as the formation of the Mental Health Alert Village Management. Conclusion: Socialization of the Mental Health Alert Village program to community leaders, training and early detection, and the formation of the Mental Health Alert Village have been completed. Assistance is needed for further activities. Keywords: Alert Village, Healthy Soul , Soul Program, Mental Health.