Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rencana Pemekaran Kelurahan Selat Panjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Dilihat Dari Prinsip Equity Theory Fikri, Rijalul; Amrillah, Muhammad Faisal; Rosyadi, M Irfan; Azam, Syahrul; Asshiddiqy, Fajar
Jurnal Niara Vol. 16 No. 1 (2023): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i1.13238

Abstract

Kebijakan pemekaran pada dasarnya merupakan hal yang dilematis, disatu sisi pemerintah dalam melakukan pemekaran wilayah pemerintah daerah harus memikirkan implikasi dari pemakaran tersebut. Seperti implikasi financial yang timbul dari pemekaran, implikasi adminstratif seperti batas wilayah yang memicu perdebatan dan implikasi – implikasi lainnya. Di lain sisi pemekaran juga merupakan hak ihwal masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah yakni mendapatkan pelayanan yang prima. Dengan adanya pemekaran masyarakat akan dapat dengan lebih mudah menjangkau pelayanan karena rentang kendali serta jarak yang jauh lebih dekat. Dilema ini juga diperparah dengan orientasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mengangap kebijakan “given” dari tingkat atas seihngga tidak ada ruang untuk pemenuhan hak masyarkat dalam pemekaran. Penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana prinsip equty theory dalam rencana program pemekaran Kelurahan Selat Panjang Timur, untuk memastikan pemekaran tidak hanya sebagai komoditas segelintir pihak namun bagi keseluruhan lapisan masyarakat yang ada di Kelurahan Selat Panjang Timur. Penelitian ini menggunakan masuk dalam metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses pembuatan dan penetapan kebijakan pemekaran kecamatan/kelurahan di Kelurahan Selatpanjang timur merupakan upaya solutif untuk mengatasi masalah – masalah substantive masyarakat. Persoalan pemerataan pelayanan publik dapat dipecahkan dengan penetapan satu opsi strategi yaitu pemekaran kelurahan.
Building bonds for sustainable growth: social capital and networking in Indonesian tourism development Suri, Dia Meirina; Fikri, Rijalul; Amri, Pahmi; Sasmi, Dini Tiara
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 14 No. 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v14i1.10028

Abstract

This research aims to identify and analyze the utilization of social capital in developing tourist attractions and networking in Kampar Regency. This study focuses on two potential tourist attractions owned by Kampar Regency, namely the Pulau Cinta tourist attraction and the Ulu Kasok views. The research design used is qualitative interpretative; in collecting information, primary data was obtained through observation and in-depth interviews. The interview results were entered into the Nvivo 12 Plus data processing application for coding and then analyzed using graphs and crosstab. The triangulation technique was used to obtain valid and credible results. The research findings show that the identified social capital in developing tourist attractions in Ulu Kasok and Pulau Cinta are networks built online and offline. First, tourist attraction organized online and offline promotions to attract visitors, but the improvement of the online platform requires further enhancement. Second, communication with stakeholders and the local community necessary to improve. Third, trust building between tourism destinations organizer and the local community enables tourist attractions to develop, and the fourth is Information openness about tourism destinations. The contribution of this research suggests maximum efforts in utilizing social capital in developing sustainable tourism destinations, through strengthening social networks, building trust, and enhancing communication among stakeholders and local communities.
Kesiapan Dan Pendayagunaan Data Profil Desa: Studi Kasus Desa Sungai Buluh Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Ananta, Balkis; Fikri, Rijalul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Buku Profil Desa merupakan instrumen penting dalam perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat desa. Berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2007, Buku Profil Desa berfungsi sebagai sumber informasi yang menggambarkan kondisi demografis, sosial, ekonomi, dan potensi wilayah secara menyeluruh. Penelitian atau kegiatan evaluasi ini dilaksanakan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, dengan tujuan menilai kesesuaian penyusunan dan pendayagunaan Buku Profil Desa terhadap ketentuan yang tercantum dalam Permendagri tersebut. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui telaah isi dokumen dan observasi lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Desa Sungai Buluh telah melaksanakan sebagian besar ketentuan yang diatur, baik dalam hal struktur dan sistematika penyusunan, kelengkapan data, maupun mekanisme pendayagunaan informasi desa. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti pembaruan data sektoral, penyelarasan format laporan dengan pedoman terbaru, dan peningkatan pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan pembangunan desa. Secara umum, penerapan pedoman penyusunan dan pendayagunaan data profil di Desa Sungai Buluh sudah berjalan cukup baik, meskipun diperlukan penguatan kapasitas aparatur desa dan optimalisasi koordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas data dan efektivitas penggunaannya dalam perencanaan pembangunan.
Model Pengawasan Berbasis Risiko dalam Menjamin Keselamatan Penumpang AKDP oleh Dinas Perhubungan Provinsi Riau Oktavia, Winda; Fikri, Rijalul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan keselamatan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta menjamin kondisi bagi penumpang. Namun di Indonesia sistem pengawasan angkutan jalan masih bersifat konvensional,terutama di Provinsi Riau dengan tingginya angka kecelakaan yang terjadi setiap tahunnya. kurangnya pengawasan terhadap para pengguna jasa, dimana masih banyak ditemukan para pengendara yang tidak memenuhi standart keselamatan yang berlaku serta kurangnya pemantauan terhadap kelayakan kendaraan yang di gunakan para pengguna jasa angkutan umum. Sumber daya pengawasan yang tidak efesien dengan melakukan pemeriksaan merata tanpa memprioritaskan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh dinas Perhubungan Provinsi Riau dalam menangani risiko jaminan keselamatan penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan konvensional saat ini masih bersifat seragam dan belum memperhitungkan tingkat risiko yang berbeda pada setiap operator atau trayek. Model pengawasan berbasis risiko yang diusulkan mencakup tahap identifikasi risiko, penilaian tingkat risiko, komunikasi risiko, serta penerapan mekanisme pengendalian yang terstruktur sesuai dengan prinsip risk governance framework yang dikemukkan oleh Ren (2008). Penerapan model ini diharapkan dapat membuat penggunaan sumber daya pengawasan lebih efisien, memusatkan perhatian pada armada dan operator yang memiliki risiko tinggi, serta secara signifikan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun pelanggaran operasional. Temuan penelitian ini mendukung penerapan strategi pengawasan transportasi darat yang lebih adaptif, berbasis data, dan berfokus pada keselamatan penumpang.
Difusi Inovasi Layanan “Lapak Ocu” Dalam Penerbitan Nib: Studi Tentang Proses Adopsi Inovasi Di DPMPTSP Kabupaten Kampar Dirgantara, Habibul Fijar; Fikri, Rijalul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik merupakan cerminan utama dari kinerja birokrasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu aspek strategisnya adalah pelayanan perizinan usaha yang menjadi pintu legalitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks pemerataan pelayanan di daerah pedesaan, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) meluncurkan inovasi Layanan Perizinan Keliling Online Cepat untuk Semua (LAPAK OCU) sebagai bentuk transformasi pelayanan berbasis digital dengan pendekatan jemput bola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi LAPAK OCU dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta menilai efektivitasnya melalui teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers (2003) dengan lima indikator utama: relative advantage, compatibility, complexity, trialability dan observability. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAPAK OCU berhasil meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pelayanan perizinan di wilayah rural Kabupaten Kampar. Program ini memberikan keuntungan relatif melalui efisiensi waktu dan biaya, memiliki kesesuaian sosial dengan budaya masyarakat, menurunkan kompleksitas sistem digital, serta mempercepat adopsi inovasi melalui keterlibatan langsung masyarakat. Secara konseptual, inovasi ini memperkuat teori Rogers bahwa adopsi inovasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh interaksi sosial dan konteks budaya lokal. Inovasi LAPAK OCU menjadi model pelayanan publik inklusif yang mampu menjembatani kesenjangan digital serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi daerah.