Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Lulur Krim dari Ekstrak Etanol Limbah Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao L) Leny, Leny; Chan, Adek; Diana, Vivi Eulis; Syahputri, Susi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/86xjaf11

Abstract

Tanaman coklat atau biasa disebut kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan senyawa antioksidan, kandungan flavonoid dan polifenol yang dapat dijadikan sumber antioksidan. Tujuan penelitian untuk memanfaatkan limbah kulit buah coklat (Theobroma cacao L.) yang diekstraksi dengan etanol kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan lulur krim dan diuji kemampuan melembabkan dan menghilangkan noda pada kulit. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium. Sampel dikumpulkan secara purposive yaitu limbah kulit buah coklat (Theobroma cacao L) yang diambil dari kebun coklat yang terletak di desa silo bonto, kec. Silau laut, kab. Asahan. Data yang diperoleh dipenelitian ini adalah peningkatan Moisture dan penurunan Pigmen menggunakan alat skin analyzer. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan statistik yaitu dengan uji dilanjutkan dengan uji tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lulur krim bertekstur semi padat, berwarna coklat hingga coklat kehitaman dan beraroma khas coklat. Sediaan memiliki tekstur yang homogen dengan butiran lulur yang tersebar merata, mempunyai pH (6-7) dan tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Sediaan lulur krim dengan konsentrasi ekstrak etanol limbah kulit buah coklat (Theobroma cacao L) mampu memberikan efek dalam melembabkan dan menghilangkan noda pada kulit dengan konsentrasi 6%, 9%, dan 12%. Konsentrasi yang paling efektif dalam memberikan efek melembabkan dan menghilangkan noda adalah pada konsentrasi 9%, karena hasil perbandingan antara konsentrasi 9% dengan F0  menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (sig<0,05).
Pengaruh Ekstrak Daun Nanas Terhadap Pertumbuhann Candida albicans Dan Malassezia furfur Dalam Bentuk Sediaan Shampo Herbal Abadi , Hafizhatul; Khairani , Tetty Noverita; Fitri, Khairani; Diana, Vivi Eulis; Leny, Leny; Hasibuan, Amalia Juliani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1181

Abstract

Background: Dandruff is a common scalp problem often caused by the overgrowth of fungi such as Candida albicans and Malassezia furfur. Pineapple leaves (Ananas comosus (L.) Merr.) are known to contain active antifungal compounds, such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins, making them a potential active ingredient for anti-dandruff preparations. Objective: This study aimed to formulate an herbal anti-dandruff shampoo using pineapple leaf ethanol extract and to evaluate its effectiveness in inhibiting the growth of Candida albicans and Malassezia furfur. Methods: This experimental research used the disc diffusion method with PDA and SDA media to test antifungal inhibition. The shampoo preparations were formulated with varying extract concentrations (10%, 20%, 30%). The evaluation of the preparations included organoleptic tests, homogeneity, pH, foam height, viscosity, stability (cycling test), skin irritation, and hedonic tests. Results: The resulting shampoo preparation had a blackish-brown color, liquid form, and a menthol odor. Evaluation results showed the preparation was homogeneous, with pH values (5.0-5.8), foam height, and viscosity meeting the requirements. The preparation was also stable during the cycling test and did not cause irritation. The antifungal activity test showed that increasing the extract concentration increased the inhibitory power. The formula with a 30% concentration (F3) provided the greatest inhibition against Candida albicans (average 15.76 mm) and Malassezia furfur (average 15.9 mm), which is categorized as strong. Conclusion: Pineapple leaf ethanol extract was successfully formulated into an effective herbal anti-dandruff shampoo preparation, with the 30% concentration being the most optimal. It is recommended that further research investigate the antifungal activity of this extract against other types of fungi and in different dosage forms.