Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Communication

Analisis Wacana Kritis Berita Kasus Korupsi Setya Novanto Di Majalah Online Tempo Edisi November 2017 Aminudin, Amin
Communication Vol 11, No 1 (2020): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v11i1.1006

Abstract

2017 is a very busy year of political reporting, especially corruption cases, this time the corruption case setya novanto. This case became a news topic discussed by several mass media, not least the coverage of the TEMPO Online magazine published in the November 2017 issue. The purpose of this study was to determine the critical discourse of Setya Novanto's corruption in TEMPO Online Magazine. The method used in this research is qualitative method. The data collection technique was carried out using the documentation technique using Teun Van Dijk's Critical Discourse Analysis theory. The research data is in the form of TEMPO magazine November 2017 edition. The results of this study are reviewed from the macro structure, superstructure, and micro structure used by TEMPO Online magazine reporters in the Setya Novanto corruption news text with the headline "On Benjol as Big as Bapkao", TEMPO Magazine displays more negative side to Setya Novanto. First, based on the macro structure, this discourse reports on Setya Novanto's actions in politics supported by various subtopics and facts. These subtopics and facts also prove and confirm that Setya Novanto is an accomplished politician who often escapes corruption. The two micro structures displayed in the TEMPO magazine were mostly using active sentences. This shows that the magazine brought up an actor or object. The writing characteristics built by TEMPO Magazine are clear, straightforward, and clear in reporting the Drama Gaduh Setya Novanto. Third, the superstructure, If you see the flow or the superstructure of the news writing that is made is how shrewdness of Setya Novanto in avoiding corruption cases that are ensnaring him.
Komunikasi Pemasaran Terpadu PT. Sinar Asia Perkasa (E-Print) Di Masa Pandemi COVID – 19 (Studi Kasus : Penjualan Tinta E-Print Via Online) Pratiwi, Sari Astuti; Aminudin, Amin
Communication Vol 11, No 2 (2020): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v11i2.1324

Abstract

Penelitian berjudul Komunikasi Pemasaran Terpadu PT. Sinar Asia Perkasa (e-Print) di masa pandemi covid – 19 (studi kasus : penjualan tinta e-Print via online) di dorong karena media online saat ini sangat lebih efektif untuk penjualan di masa pandemi covid – 19. masalah pokok penelitiannya adalah Bagaimana komunikasi pemasaran terpadu PT. Sinar Asia Perkasa (E-Print) di masa pandemi covid – 19 (studi kasus : penjualan tinta e-Print via online. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengkaji komunikasi pemasaran terpadu PT. Sinar Asia Perkasa (E-Print) di masa pandemi covid – 19 (Studi Kasus : Penjualan Tinta E-Print Via Online). Penelitian ini menggunakan teori Integrated Marketing Communication. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini peneliti menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pandemi ini membuat penjualan untuk produk fokus dari e-Print mengalami penurunan yang cukup drastis yakni hingga 70%. Sehingga solusi yang di ambil dari permasalahan ini yakni penjualan yang di lakukan via online yakni melalui official market place e-Print dan website e-Print. Sehingga penjualan yang di lakukan melalui online di harapkan dapat membantu penjualan produk e-Print.
IMPLEMENTASI REGULASI SISTEM STASIUN JARINGAN (Analisis Ekonomi Politik Media Pada RCTI Network Banten) AMIN AMINUDIN
Communication Vol 7, No 1 (2016): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.706 KB) | DOI: 10.36080/comm.v7i1.76

Abstract

Di Indonesia, sistem siaran televisi berjaringan berusaha diwujudkan dalamsemangat demokratisasi melalui kebijakan desentralisasi di bidang penyiaran. Sistemsiaran televisi berjaringan diidentikkan dengan pemenuhan diversity of content dandiversity of ownership sebagai prasyarat penyiaran yang demokratis. Undang-UndangNo. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran mengamanatkan kepada semua lembagapenyiaran. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menstimulus keikutsertaan sebanyakbanyakorang untuk berusaha di dunia penyiaran serta membangkitkan potensi lokalmelalui penyiaran televisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuibagaimana implementasi regulasi sistem stasiun jaringan pada RCTI Network Banten.Studi yang digunakan adalah teori ekonomi politik dari Vincent Moscow. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa dengan diterbitkannya UU Penyiaran No. 32 Tahun2002 merupakan suatu bentuk campur tangan politik untuk meniadakan monopoliinformasi dan kepemilikan modal. Secara teoritis hal ini merupakan bentuk pendekatanspesialisasi. Regulasi sebagai struktur bisa diubah, ketika orang mulai mengabaikan,menggantikan, atau mereproduksinya secara berbeda. untuk implementasi kepemilikanRCTI Network Banten sudah menerapkan aturan sesuai UU yaitu PT RCTI SatuJournal Communication Volume 7, Nomor 1 April 2016 48sahamnya dimiliki oleh PT RCTI 90% dan Tuan Karmani selaku pengusaha lokalsebanyak 10%. Dan untuk Implementasi isi Siaran Lokal yang harus mengalokasikan10% siaran lokal belum di implementasikan secara keseluruhan mengingat kendalateknis yang dialami oleh RCTI Network Banten seperti keterbatasan SDM dan muatanlokal.