Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAN MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN RISIKO DALAM LAPORAN KEUANGAN INTERIM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Fadly, Boy; Simanjuntak, Elsa
JURNAL MUTIARA AKUNTANSI Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Mutiara Akuntansi Volume 4 No. 2 Tahun 2019
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to provide empirical evidence aboutcompany characeristics such as firm size, profitability, leverage, and liquidity, and then corporate governance mechanismsuch as board size, and audit committe that affect corporate risk disclosure in interim financial reports.The statistic method that used to test the hypotheses is multiple regressionanalysis. The population of this research are listed mining firms on IDX in2016-2017. Thirty-nine mining firms listed on IDX in 2016-2017 were chosen assample. To explain the effects between the variables, agency and signallingtheories were used. And then, corporate risk disclosure was measured withcontent analysis method. The results of this research show that only firm size and board sizehave significant positive effect on corporate risk disclosure. In addition, theresults do not support that audit committe and firmcharacteristics attributes (profitability, leverage, and liquidity) have significant effect on corporate risk disclosure in interimfinancial reports.
Pemahaman Remaja Terhadap Leksikon Pengobatan Tradisional Kajian Ekolinguistik Simanjuntak, Elsa; Widayati, Dwi; Kudadiri, Amhar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15154

Abstract

Batak Simalungun identik dengan pengobatan tradisional. Masyarakat Simalungun terkhusus pada Desa Purba Hinalang memiliki sistem pengobatan tradisional yang seharusnya diturunkan secara turun menurun. Masyarakat Simalungun kayak akan bahan- bahan untuk pengobatan tradisional yang tersedia pada hasil bumi terkhusus pada Desa Purba Hinalang. Melalui kekayaan alam dan pengobatan tradisoanal, terjadilah hubungan timbal balik antara bahasa dan lingkungan. Sistem pengobatan tradisional sebagian besar masih diterapkan pada generasi tua pada Desa Purba Hinalang. Namun untuk generasi muda terkhusus remaja dengan perkembangan zaman, masih menjadi pertanyaan yang besar, tentang pemahaman dan kebertahanan pengobatan tradisional dan leksikon tanaman obat. Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualiatif dan didukung oleh perhitungan kuantitatif melalui responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan metode simak dan meode cakap. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan bagian interelasi, interaksi, dan interdependensasi manfaat pengobatan tradisional masyarakat Batak Simalungun terhadap ekoleksikon kebahasaan2) Mendeskripsikan pemahaman masyarakat terkhusus remaja dalam pengenalan tentang pengobatan tradisional, ungkapan ritual, dan tanaman obat. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh tujuh pengobatan tradisional, dan 42 leksikon tanaman obat. Pada penelitain ini pemahaman remajamencapai 60,4% menunjukkan presenase remaja mencapai lebih dai setengah dan tergolong pada kategori paham.
Dari Kantor Pos ke Pos Bloc: Transformasi Warisan Kolonial Menjadi Lokasi Kegiatan UMKM Kota Medan Guk, Dicky Alexander Rajaguk; Purba, Cristian; Simanjuntak, Elsa; Malau, Intan
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7158

Abstract

Studi ini mengkaji perubahan Kantor Pos Medan, sebuah bangunan warisan kolonial yang dibangun antara tahun 1909–1911 oleh arsitek Belanda Simon Snuyf, menjadi Pos Bloc Medan yang berperan sebagai ruang kreatif publik dan tempat aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Latar belakang penelitian ini berasal dari penurunan peran kantor pos akibat digitalisasi layanan komunikasi yang menimbulkan tantangan dalam menjaga keberadaan bangunan bersejarah. Metode yang diterapkan adalah observasi lapangan non-partisipatif, yaitu dengan mengamati secara langsung keadaan bangunan, penataan ruang, serta aktivitas UMKM tanpa melakukan tanya jawab. Informasi diperoleh melalui pencatatan, dokumentasi gambar, dan observasi langsung di tempat. Penelitian menunjukkan bahwa Pos Bloc Medan bukan hanya lambang pelestarian arsitektur kolonial, tetapi juga berhasil berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif bagi masyarakat. Keberadaan UMKM dalam sektor kuliner, kerajinan, dan produk kreatif menunjukkan peran penting Pos Bloc sebagai tempat pemberdayaan ekonomi serta galeri sejarah yang mengingatkan kembali peran kantor pos di era kolonial. Transformasi Kantor Pos Medan menjadi Pos Bloc mencerminkan strategi pelestarian warisan kolonial yang fleksibel, di mana nilai sejarah dan arsitektur tetap terjaga sambil memenuhi tuntutan sosial ekonomi masyarakat kontemporer.